
Di mobil,Risa menangis karena merasa sakit hati atas ucapan dan tuduhan bu Tuti pada nya.
"Sayang,jangan menangisi kata-kata orang yang tak berpendidikan, mereka hanya mampu mencela orang lain,tapi tak sanggup bila mereka sendiri di cela."ucap Reihan.
"Tapi ka,bu Tuti itu sudah sangat keterlaluan, rasanya hati Risa ingin sekali balas dendam sama bu Tuti itu."sahut Risa masih sedikit emosi.
"Sayang..!balas dendam yang terbaik adalah, mampu menjadi kita lebih baik,ujian adalah tamu yang di kirim oleh Allah,ia datang dan juga pergi,maka sambut lah ujian itu dengan penuh keridhaan dan kesenangan,karena semua itu pasti akan berbuah hikmah."ucap Reihan,Risa pun mengangguk dan menjadi lebih tenang.
"Terima kasih ka,karena selalu ada untuk Risa dan menjadi kan Risa, menjadi orang yang lebih baik lagi."ucap Risa, tulus dan penuh syukur mempunyai suami yang baik dan sholeh.
"Tentu sayang,karena kamu adalah tanggung jawab Kaka,pasangan Kaka,Rezki yang di berikan Allah untuk kaka dan amanah yang harus Kaka jaga,berumah tangga itu harus saling menguatkan,mendukung dan mengingat kan ketika pasangan nya lalai."sahut Reihan, sambil mengusap kepala dan mencium kening istrinya, dengan penuh cinta.
"Assalamu'alaikum"ucap Risa, ketika sudah sampai di rumah.
"Wa'alaikum salam"sahut Malik,anak paman Arman.
"Kaka sudah pulang,Kaka bawa apa itu?"tanya Malik penasaran.
"Iya,Kaka bawa rujak buah,khusus untuk Malik yang gak pedas,nih." sahut Risa, sambil tersenyum dan memberikan 1 bungkus rujak buah pada Malik, Malik pun kegirangan mendapatkan rujak buah kesukaan nya.
"hore... makasih ya ka."ucap Malik senang,Malik berusia 7 tahun,ia sangat suka makan rujak buah buatan pak amat.
"Wah.. dapat rujak buah dari ka Risa ya?kok gak bagi-bagi sama bapak,asik makan sendiri aja"ucap paman Arman pada anak nya, Malik hanya mengangguk dan asik mengunyah rujak nya sambil cengengesan merasa bersalah.
"Saat Risa beli rujak tadi,Risa ketemu sama bu Tuti."ucap Risa memberitahu paman.
"Apa bu Tuti bikin ulah lagi?apa dia menyakiti mu?"tanya paman.
"Biasa Paman,kata-katanya bikin orang marah dan kesal."sahut Risa sambil menceritakan kejadian tadi,paman Arman yang mendengar nya, sangat geram sekali pada bu Tuti.
"Paman,insya Allah besok pagi kami akan pulang ke kota,"ucap Risa.
"kok cepat sekali pulang nya,gak menginap dulu, 2 atau 3 hari lagi."sahut paman, membujuk.
"kami ingin sekali menginap lebih lama,namun ka Reihan harus mengajar di pondok,gak enak kalau terlalu lama ijin,nanti kalau kami kesini lagi,kami pasti akan menginap lebih lama."ucap Risa, menghibur paman.
"Ya sudah,kalau begitu paman mau jalan dulu, paman akan cari kan oleh -oleh untuk kamu dan juga ibu bapak mu,biasa ibu mu paling suka dengan ikan asin dan kerupuk ketumbar buatan ibu saudah."ucap paman Arman,dan paman pun langsung pamit.
*
*
*
Setelah makan rujak,Risa dan Reihan pun ke kamar untuk istirahat.
"Sayang,ada liat handuk Kaka gak,?"tanya Reihan,kebingungan mencari handuknya tidak ada.
"Kaya nya lagi di cuci deh ka,biar Risa ambilkan handuk yang lain aja ya."sahut Risa, sambil membuka lemari nya, mengambil handuk untuk Reihan,dan memberikan handuk nya,Reihan pun segera mandi.
__ADS_1
Pakaian di lemari Risa masih tersusun rapi dan tak tersentuh,masih sama seperti terakhir ia tinggalkan,Risa pun membuka laci kecil yang ada di lemari nya,ada sebuah cincin unik yang masih tersimpan di sana,Risa tersenyum melihat cincin itu,sudah lama ia tak mengenakan cincin itu,ia pun mengambil dan memasang kan di jari manis kiri nya,karena di jari manis yang kanan sudah melingkar sebuah cincin pernikahan nya, Risa tersenyum sambil memandang cincin kesukaannya.
"Sayang,suami nya Tina itu,teman sekelas kamu juga?"tanya Reihan, sambil mengusap kepala nya yang basah dengan handuk, selesai mandi.
"Iya ka,namanya Gio,dia anak nya sangat pendiam,tapi pintar di sekolah,"sahut Risa memberitahu.
"Apa dia menyukai mu?"tanya Reihan
Risa langsung tertawa mendengar pertanyaan suaminya, yang terdengar aneh, bisa-bisanya suaminya nanya hal yang gak masuk akal,Risa merasa lucu sambil geleng-geleng kepala.
"Ya Allah,Kaka ini ada-ada aja,mana mungkin Gio suka sama Risa, yang ada,Tina yang suka sama Gio,bahkan sejak dari dulu, lagian ya ka,!kalau dia suka sama Risa,pasti nikah nya sama Risa lah,bukan sama Tina,"sahut Risa, sambil tertawa, Reihan cemberut mendengar nya.
"Tapi kaka liat,tatapan nya sangat berbeda sama kamu Sayang,ketika kita berpamitan tadi,tidak sama seperti teman-teman mu yang lain."sahut Reihan,karena Reihan sempat melihat, Gio sedang memperhatikan istrinya, dan tatapan Gio sangat berbeda ketika melihat istrinya,Reihan sebagai lelaki,bisa merasakan dan membedakan mana laki-laki yang sedang menyukai perempuan dan mana laki-laki yang biasa saja,Reihan pun merasa curiga dan tidak suka pada Gio.
"Itu cuma perasaan Kaka aja, Risa gak ngerasa Gio begitu kok,malah Risa liat Gio dan Tina sangat bahagia."ucap Risa, menyakinkan suaminya,lalu mata Reihan tak sengaja melihat tangan istrinya, ada sebuah cincin yang melingkar di jari manis istrinya.
"Cincin apa itu sayang?"tanya Reihan,heran baru melihat cincin itu.
"Ini cincin Risa, yang udah lama gak Risa pakai kerena ketinggalan di lemari."sahut Risa, sambil tersenyum.
"Kok ada inisial huruf G di cincin itu, bukan inisial R,sama seperti nama kamu?"tanya Reihan,merasa curiga,karena inisial nya G sama nama Gio.
"Soalnya ini cincin,di kasih sama orang ka he...he.."sahut Risa,kecurigaan Reihan pun semakin kuat.
"Terus siapa yang ngasih,?apa dia seorang laki-laki?terus huruf G yang ada di cincin itu apakah inisial nama nya?terus kenapa dia ngasih kamu?"tanya Reihan,panjang kaya kereta api, sangat penasaran, dan mulai terasa panas.
Reihan menghembuskan nafas nya kasar"jawab aja semua,karena semuanya penting bagi Kaka,"sahut Reihan,ia merasa kesal pada si pemberi cincin itu.
"Risa dapat cincin ini, dari orang yang suka mengirim surat ke Risa Waktu di sekolah dulu,tapi Risa gak tau pengirim nya siapa,dan kaya nya sih laki-laki,karna isi surat nya surat cinta,he..he...kalau huruf G yang ada di cincin ini, Risa gak tau artinya apa,"jawab Risa jujur dan begitu polos nya,namun mampu membuat hati Reihan memanas.
"Aku yakin,itu pasti Gio pengirim dan pemilik cincin itu,"batin Reihan.
"Terus kalau gak tau dari siapa, kenapa cincin nya masih di simpan dan di pakai?"tanya Reihan,gemes pada istrinya karena gak peka-peka sama perasaan nya.
"Karena,ini pemberian dari penggemar Risa, jadi Risa pakai deh."jawab Risa,tanpa sadar, dan membuat Reihan kesal.
"Sayang,lebih baik cincin itu di lepas aja,dan dibuang,kan kamu udah ada cincin lain,pemberian kaka."ucap Reihan, membujuk,sambil menunjuk cincin kawin nya,ia tak terima ada cincin pemberian laki-laki lain yang ikut-ikutan melingkar di jari istrinya.
"Kan sayang ka,kalau di buang, lagian Risa suka sama cincin nya."sahut Risa, tanpa sadar, tak mengerti perasaan suaminya saat ini sedang cemburu.
Reihan pun merajuk,tak mau lagi berbicara pada istrinya,ia kesal karna istrinya,lebih memilih cincin itu,dari pada permintaan nya.
(contoh cincin nya ya, pantesan Risa suka, cincin nya ternyata cantik,πkasihkan ke author aja ya Risa biar ustadz Reihan nya gak cemburu π π π)
Pagi hari nya, Risa dan Reihan pun pamit kepada paman Arman dan istri nya, untuk kembali ke kota,dan mereka membawa banyak oleh -oleh dari paman Arman untuk keluar di kota.
"Paman kami pamit dulu,terimakasih banyak atas semuanya, dan semoga paman sekeluarga sehat dan di beri rezeki yang berlipat ganda serta keberkahan."ucap Reihan,
__ADS_1
"Aamiin ya Allah,Sama-sama nak, paman sangat senang kalian bisa berkunjung ke desa,dan paman harap kalian akan datang lagi,dan menginap lebih lama di sini."sahut paman Arman.
"Insya Allah paman,kami pasti akan datang lagi."sahut Risa.
"Kami pamit paman,Assalamu'alaikum "ucap Reihan,mereka pun menyalami tangan paman Arman dan istrinya.
"Wa'alaikum salam,hati-hati di jalan nak."ucap paman Arman.
"Iya Paman"sahut Risa.
Mereka pun berangkat menuju ke kota,di mobil Reihan hanya diam tak bicara apa pun, dan membuat Risa bingung dan heran.
"Kaka,kok diam aja,biasa nya ngajak Risa ngobrol?"tanya Risa, sambil menoleh ke arah suaminya,tapi Reihan malah cuek dan diam aja.
"Kaka kok diam aja?"tanya Risa,namun Reihan tak mendengar kan Risa, Risa yang merasa di cuekin suaminya pun merasa kesal.
"Kaka,kenapa sih,! mulai dari tadi malam sampai sekarang, diam aja kalo Risa tanya, Kaka marah ya sama Risa ?"tanya Risa, yang merasa ia tak ada salah,dan tidak menyadari apa kesalahannya,
"Menurut mu apa Kaka terlihat marah?"tanya Reihan dengan suara berat dan terdengar dingin.
"I..iya"sahut Risa,sambil mengangguk kan kepalanya,merasa takut"tapi Risa gak tau, Kaka marah nya kenapa?"tanya Risa, sambil menunduk kan kepalanya.
Reihan menepikan mobil nya,dan menatap istri nya,"sayang,tau gak Kaka marah kenapa?"tanya Reihan, Risa menggelengkan kepalanya,"Kaka marah Karena ini"ucap Reihan sambil menunjuk cincin yang ada di jari tangan Risa.
"Memang nya kenapa ka?kan ini cuma cincin?"tanya Risa, yang masih tak mengerti apa maksud suaminya.
"Ya Allah,sayang....!"ucap Reihan sambil menepuk jidatnya,"kaka itu cemburu sama kamu,karena kamu memakai cincin pemberian laki-laki lain."sahut Reihan.
"Sekarang kamu bayangkan,jika ada wanita lain yang menyukai kaka,lalu dia memberikan sesuatu pada kaka, dan kaka menyukai pemberian itu, terus memakainya,gimana perasaan mu, apa kamu akan marah?"tanya Reihan, Risa pun terdiam dan hanya mengangguk kan kepalanya,lalu tertunduk.
"Maaf kan Risa ka,Karena tak mengerti perasaan Kaka."ucap Risa, merasa bersalah, ia tak menyangka hanya sebuah cincin,bisa membuat suaminya marah dan cemburu, Risa pun melepaskan cincin itu dan membuangnya dari jendela mobil.
Reihan pun merasa bahagia dan bersyukur, istrinya mau melakukan apa yang ia minta.
Reihan pun langsung memeluk dan mencium istrinya.
"Apa kaka sudah memaafkan Risa"tanya Risa, sambil mendongakkan kepalanya melihat wajah suaminya.
Reihan menunduk dan memandang wajah istrinya,ia pun tersenyum dan mengangguk, "Iya sayang,dan Kaka juga minta maaf, karena sudah cuek dan marah sama kamu," sahut Reihan, Risa pun mengangguk dan mengeratkan pelukannya sambil membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya,mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke kota.
"Ternyata seorang ustadz bisa cemburu juga ya"batin Risa, sambil terkekeh.
Bersambung....
jangan lupa like dan komen nya ππ₯°
baca episode selanjutnya yaaaa....
see you β€οΈ
__ADS_1