
"Dinda..!"ucap Reihan,terkejut melihat nya.
Ya..ternyata Dinda lah wanita yang mengaku mengenal nya,dan di tangkap oleh polisi, karena tersandung kasus percobaan pembunuhan.
Dinda yang melihat ustadz Reihan datang, Langsung berteriak histeris,dan berlari ke arah ustadz Reihan.
"Ustadz...ustadz..!tolong saya ustadz,saya tidak bersalah,sungguh,saya hanya membela diri,dia..dia...yang ingin membunuh saya ustadz.. tolong saya ustadz... saya mohon Ustadz..hiks..hiks...hiks"ucap Dinda histeris, sambil menangis, meminta tolong pada Reihan.
"Dinda..Dinda,istighfar Dinda,kamu tenang dulu,kamu jangan panik, cerita kan pelan-pelan pada saya,apa yang sebenar nya"sahut Reihan, mencoba menenangkan Dinda, Reihan sangat prihatin melihat keadaan Dinda yang berada di balik jeruji besi saat ini, Dinda sangat terlihat kacau dan berantakan, Reihan melihat banyak sekali luka lebam di wajah dan memar di bagian tangan Dinda, Reihan juga melihat Dinda berjalan tertatih -tatih menghampiri nya,seperti nya kaki nya juga ada luka.
"Dinda,sebenarnya apa yang telah terjadi pada mu, hingga sampai seperti ini?"tanya Reihan,merasa iba dan kasihan melihat kondisi Dinda.
"Ustadz,suami saya menuduh saya selingkuh dengan pria lain, tanpa bukti yang benar, dengan kejam nya dia memukuli dan ingin membunuh saya,ustadz...sungguh,saya tidak melakukan hal itu, ustadz..saya mohon tolong saya, Ustadz percaya kan pada saya,demi Allah,saya mengatakan hal yang sebenarnya Ustadz?" ucap Dinda menjelaskan, panjang lebar pada Reihan sambil menangis.
"Astagfirullahal'azhim"ucap Reihan, sungguh Reihan merasa sedih melihat nasib yang menimpa murid nya itu.
"Dinda,kamu tenang dulu,saya percaya sama kamu,saya akan bicara pada pihak polisi dan akan mencoba menolong mu"sahut Reihan, menenangkan, Reihan yakin Dinda mengatakan hal yang sebenarnya,karena selama ini Reihan mengenal Dinda sebagai santriwati yang rajin dan jujur di pondok,walau pun sering sekali berkelahi dengan teman -teman nya,tapi Dinda tidak pernah melukai orang.
Reihan pun meninggalkan Dinda dan mendatangi mas Sarif dan anggota polisi yang lain.
"Ustadz Reihan..! apa memang benar, ustadz mengenal wanita itu?"tanya mas Sarif memastikan lagi.
"Benar mas Sarif,saya mengenalnya, namanya Dinda Amelia,dia adalah salah satu murid saya yang pernah mondok di pesantren milik Habib Hamid"jawab Reihan menjelaskan.
"Syukurlah kalau benar begitu,dari berapa jam yang lalu, wanita yang bernama Dinda ini, selalu memanggil nama ustadz Reihan, dan meminta kami untuk menghubungi ustadz" ucap mas Sarif.
"Lalu di mana keluarga nya Dinda?apa mereka sudah di beri tahu?" tanya Reihan, merasa penasaran, karena sejak tadi tak ada siapa pun yang menjenguk Dinda.
"Kami sudah mengabari keluarga nya, namun sampai saat ini,tak ada satu pun keluarga Dinda yang datang untuk menjenguk nya" sahut mas Sarif, ikut merasa sedih melihat nya, karena sudah berapa jam Dinda di tahan, kedua orang tuanya mau pun keluarga nya yang lain, seakan tutup mulut dan tutup mata atas apa yang menimpa Dinda saat ini.
"Lalu kami mencoba menanyakan lagi pada nya, siapa lagi orang yang bisa kami hubungi, untuk membantu nya,dia menyebutkan nama Ustadz Reihan,bahkan sampai berkali-kali dan meminta kami untuk menghubungi ustadz Reihan dengan segera"ucap mas Sarif menjelaskan.
"Saya mengambil kesimpulan,Seperti nya semua keluarga Dinda sangat takut berurusan dengan pak Bram dan keluarga nya,sehingga tak ada satu pun yang berani menjenguk Dinda apa lagi membantu nya" ucap mas Sarif,menambah kan.
__ADS_1
"Siapa pak Bram?"tanya Reihan penasaran, sambil menyeritkan alisnya, karena ia baru mendengar nama itu.
"Pak Bram adalah CEO perusahaan Ananta, dia adalah suami dari Dinda"sahut mas Sarif, memberi tahu, Reihan terkejut mendengar nya.
3 tahun yang lalu, setelah mengetahui Ustadz Reihan menikah,Dinda merasa putus asa,ia patah hati dan memutuskan untuk berhenti sekolah di pondok pesantren,karena ia tidak tahan melihat kebahagiaan dan kemesraan ustadz Reihan bersama istrinya, setelah berhenti dari pondok pesantren Dinda di jodohkan oleh orang tua nya,dengan seorang pemuda yang bernama Bram Ananta,anak seorang pengusaha sukses yang ternama, Bram adalah CEO di perusahaan milik ayahnya, Bram mengganti kan ayah nya memimpin perusahaan karena dia adalah pewaris tunggal dari keluarga Ananta.
Dinda sudah 1 tahun menikah dengan Bram, namun pernikahan nya tidak bahagia, mereka juga tidak saling mencintai, mereka sering kali bertengkar dan mempunyai pendapat yang berbeda, Bram juga mempunyai sifat tempramen, dia sangat mudah marah dan memukul jika keinginan nya tidak sesuai atau di penuhi, Dinda sangat sering di siksa oleh suaminya, bahkan Dinda juga sangat sering di kurung dalam kamar, Bram juga sangat suka bermain perempuan, tapi dia paling tidak suka jika dia di bantah apa lagi di khianati.
"Dinda,saya pamit pulang dulu,besok saya akan mencoba menghubungi teman saya,yang mengerti tentang hukum,mungkin dia bisa membantu mu menghadapi masalah ini"ucap Reihan,karena sudah jam 3 subuh, Reihan tidak mau istrinya khawatir di rumah menunggu nya, Reihan tau betul istrinya tidak akan bisa tidur dan tenang jika dia tidak pulang.
"Tapi ustadz janji ya,akan ke sini lagi dan membantu saya, saya mohon ustadz,cuma ustadz yang bisa menolong saya"ucap Dinda memohon,sambil menangis.
"Insya Allah,saya akan ke sini lagi"sahut Reihan, sambil tersenyum memberi semangat untuk Dinda,hati Dinda pun merasa sangat bahagia mendengar nya.
"Terima kasih ustadz,karena Ustadz sudah percaya pada saya dan mau membantu saya" ucap Dinda, merasa bahagia dan sangat bersyukur.
"Iya,sama-sama,sudah kewajiban kita sebagai umat muslim untuk saling membantu saudara nya yang sedang kesulitan"sahut Reihan ,sambil tersenyum,ada rasa sedih dan kecewa dalam hati Dinda mendengar nya, karena Ustadz Reihan mau membantu nya hanya karena kasihan pada nya,bukan karena menyukainya.
"Terima kasih sekali lagi ustadz Reihan, karena sudah mau meluangkan waktu nya kemari dan membantu kami memberikan keterangan"ucap mas Sarif sambil tersenyum ramah.
"Sama-sama mas Sarif,saya senang membantu kalian"ucap Reihan sambil tersenyum dan berjabat tangan dengan mas Sarif.
"Saya pamit pulang dulu mas Sarif, assalamu'alaikum"ucap Reihan.
"Iya ustadz silahkan,wa'alaikum salam"sahut mas Sarif.
*
*
*
Dirumah.
__ADS_1
"Ya.. Allah sudah jam 3 subuh, ka Reihan belum juga pulang"gumam Risa,merasa cemas,setelah suaminya pergi,ia tak tenang dan tak bisa tidur,dan sudah berapa kali juga ia mengirim pesan, namun tak satu pun pesan nya di balas oleh Reihan,bahkan pesan nya pun belum di baca.
"Semoga tidak terjadi apa-apa di sana ya Allah"batin Risa, mendo'akan.
"Assalamu'alaikum "ucap Reihan,baru datang.
"Wa'alaikum salam"sahut Risa,ia pun berlari menghampiri suaminya, dan langsung memeluk erat tubuh suaminya, Reihan pun terkejut dengan tindakan istrinya.
"Sayang,kamu belum tidur?apa kamu sangat mencemaskan Kaka?"tanya Reihan, sambil membelai rambut dan mencium kening istrinya berkali-kali,ia merasa bersalah karena sudah membuat istri nya cemas.
"Risa khawatir, Risa takut terjadi apa-apa dengan Kaka"ucap Risa, yang masih memeluk erat suaminya, Reihan tersenyum mendengar nya, hati nya menghangat, sungguh ia merasa sangat bahagia karena istrinya begitu mencintai nya.
"Sayang,kamu tak perlu khawatir,Kaka tidak apa-apa,Kaka ke sana cuma di mintai keterangan, atas kasus yang di lakukan oleh mantan santriwati di pondok pesantren, tempat Kaka mengajar"ucap Reihan, menjelaskan, Risa mendongak kan kepalanya menatap suaminya.
"Siapa ka?lalu kejahatan apa yang di lakukan nya, sehingga dia di tangkap?"tanya Risa penasaran.
"Nama nya Dinda Amelia,dia sudah berhenti dari pondok pesantren sejak 3 tahun yang lalu, dan dia menikah dengan seorang pengusaha,dia di tangkap karena di tuduh melakukan percobaan pembunuhan terhadap suami nya sendiri"jawab Reihan,sambil mengusap kepala istrinya.
"Astagfirullahal'azhim"ucap Risa, terkejut mendengar nya.
"Lalu bagai mana keadaan nya ka?"tanya Risa.
Reihan pun menceritakan semua nya kepada istrinya, mulai dari kejadian dan kondisi yang di alami Dinda, Risa sangat kasihan mendengar nya dan ikut prihatin, sungguh tragis nasib yang di alami oleh Dinda, Reihan pun minta ijin pada istrinya, untuk membantu Dinda dalam menghadapi kasus yang di alami nya, Risa pun mengijinkan suaminya.
(Masya Allah, ustadz Reihan dan Risa sangat baik hati ya, makin suka sama R2)❤️❤️❤️❤️
Bersambung...
jangan lupa like dan komen nya yaaaa ☺️
baca episode-episode selanjutnya 👍
salam hangat dari author 🥰❤️
__ADS_1