
Pagi-pagi Risa sudah sibuk memasak untuk sarapan,ia hari ini memasak makanan ke sukaan suaminya,karena keasyikan memasak, Risa tidak sadar ada langkah kaki yang sedang pelan-pelan mendekati nya, berlahan ada tangan besar yang melingkar di pinggang nya, Risa tak terkejut lagi,karena ia tahu siapa lagi pemilik tangan itu,kalau bukan tangan sang suami yang selalu suka memeluk nya dari belakang.
"Sayang lagi masak apa?"tanya Reihan, sambil menciumi tengkuk leher istrinya.
"Lagi masak sop tahu, sama ayam goreng tepung sayang"sahut Risa, sambil tersenyum.
"Sayang,lepasin, Risa belum mandi"ucap Risa, merasa tidak enak pada suaminya,karena ia belum mandi.
"Gak papa sayang,biar sudah mandi atau belum,kaka tetap suka"sahut Reihan, sambil terus menciumi tengkuk leher istrinya,dan memeluk erat pinggang istri nya, Risa pun merasa geli dengan perbuatan suaminya.
"Sayang,udah dong...geli tau,kan Risa lagi masak, entar gak selesai -selesai kalau kaka ganggu kaya gini"ucap Risa, mencoba menghentikan tindakan suaminya, yang semakin jail tangan nya kemana -mana.
Reihan terkekeh mendengar ocehan istrinya, Reihan sangat suka menggoda istrinya saat memasak,karena menurut nya,hal itu membuat pasangan semakin hari akan semakin menjadi romantis,benar saja setiap kali suaminya memperlakukan nya seperti itu, Risa merasakan semangat dalam memasak setiap hari, hati nya pun merasa bahagia, ia merasa suaminya selalu mencintai nya.
"Sayang sambil masak aja,kaka gak ganggu kok,cuma meluk aja"ucap Reihan, sambil tersenyum,dan menciumi pipi istrinya.
"Gak ganggu gimana,dari tadi tangan nya nakal,terus juga dari tadi ciumin Risa terus"protes Risa, sambil memanyunkan bibirnya,dan berbalik menghadap suaminya,Reihan tergelak mendengar keluhan istrinya.
"Tapi sayang suka kan, kalau kaka gini"ucap Reihan, sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda istrinya,Risa pun langsung tersenyum mendengar nya,dan menunduk kan kepalanya,ia merasa malu sendiri.
"Ya sudah,tapi minta satu ciuman di sini boleh?"ucap Reihan, sambil mengusap bibir istrinya dengan jari telunjuknya, Risa terdiam, lalu tersenyum sambil melingkarkan tangannya di leher suaminya.
"Boleh tapi satu kali aja,terus kalau mau minta yang lain tunggu Risa selesai masak, kalau gak, nanti masakan nya Risa gak selesai -selesai"sahut Risa, Reihan pun langsung tertawa mendengar nya, dan mencubit gemas hidung istrinya.
Reihan pun mengangguk kan kepalanya, ia menatap wajah istrinya dengan lembut, sambil mendekati bibir istri nya, Risa pun memejam kan matanya,bibir mereka pun semakin dekat, dan tiba-tiba.
"Ehem...umi sama Abi lagi ngapain?"tanya Anisa,sambil menyeritkan alisnya, bingung, melihat umi dan Abi nya begitu dekat.
Reihan dan Risa pun terkejut mendengar pertanyaan putri mereka, yang datang tiba-tiba.
"Eh.. sayang nya Abi udah bangun?"sahut Reihan, tersenyum salah tingkah, sambil mengusap tengkuknya, Anisa mengangguk kan kepalanya.
"Emm ..tadi mata Umi nya kelilipan sayang, jadi.. Abi mencoba menolong umi"jawab Reihan,memberi alasan, sambil tersenyum .
"Benarkah?"tanya Anisa, sambil menyipitkan matanya,menyelidik.
"Ya Allah,nih anak pintar banget sih, kenapa juga nih anak bangun nya cepat banget"batin Reihan.
"Benar sayang,iya kan umi? "sahut Reihan, sambil mengedipkan mata nya,ke istri nya, Risa hanya mengangguk kan kepalanya.
"Oh"sahut Anisa,lalu pergi meninggalkan mereka, Risa pun langsung tergelak mendengar nya.
Reihan hanya geleng-geleng kepala, sampai tersenyum,melihat tingkah laku putri nya.
"Sayang nanti lanjut lagi ya"ucap Reihan, sambil berbisik ke telinga istrinya,lalu pergi menyusul putri nya keluar, Risa pun tersenyum sambil menggeleng kan kepalanya,lalu melanjutkan memasak lagi.
*
*
*
__ADS_1
Di rumah ibu.
Pagi ini bapak terlihat sangat pucat dan lemes,sudah dua hari ini bapak kesehatan nya menurun,ibu pun merasa khawatir dengan keadaan bapak.
"Pak, sebaiknya bapak periksa ke dokter saja hari ini ya,ibu merasa khawatir dengan kondisi bapak"ucap ibu.
"Bu, bapak tidak apa-apa,cuma butuh istirahat saja"sahut bapak,ibu pun masih merasa tidak tenang.
"Apa aku hubungi Risa saja ya,biar Risa yang membujuk bapak ke dokter"batin ibu, karena ia tau suami nya itu sangat keras kepala, cuma Risa yang kadang bisa membujuk bapak nya itu.
setelah bapak ke kamar, ibu pun langsung menghubungi Risa untuk memberi tahu.
π"*Assalamu'alaikum"ucap ibu.
π"Wa'alaikum salam ibu"sahut Risa.
π"Nak, apa kamu bisa datang ke rumah, hari ini?"tanya ibu.
π"Ada apa ibu?apa ada sesuatu yang terjadi"tanya Risa, khawatir.
π"sebenarnya,sudah dua hari ini, bapak mu sakit, dan kamu tau sendiri, bapak mu itu sangat keras kepala,dia tak mau ibu ajak periksa ke dokter"jawab ibu, memberi tahu.
π"Astagfirullah..ibu sebentar lagi Risa akan ke sana, dan akan mencoba untuk membujuk bapak "sahut Risa.
π"Ya sudah, ibu tunggu ya,dan ibu tutup dulu telpon nya, assalamu'alaikum "ucap ibu.
π"Iya Bu, wa'alaikum salam "sahut Risa,lalu menutup telponnya*.
"Sayang, habis makan,kita ke rumah ibu sekarang ya, soalnya bapak sedang sakit "sahut Risa, memberi tahu.
"Iya sayang,kalau gitu,kita siap-siap sekarang" Sahut Reihan, Risa pun mengangguk kan kepalanya,dan bergegas bersiap-siap.
Sesampainya di rumah ibu.
"Assalamu'alaikum"ucap Risa dan Reihan.
"Wa'alaikum salam"sahut ibu, menghampiri mereka.
"Alhamdulillah..cucu nenek datang,sini biar nenek gendong"ucap ibu, sangat bahagia, Anisa pun langsung berpindah gendongan ke Nenek nya.
"Mana bapak bu?"tanya Risa, mencari bapak nya.
"Bapak mu,lagi di kamar, sebaiknya kamu datangi langsung bapak mu,dan bujuk bapak biar mau periksa ke dokter"sahut ibu.
"Iya bu "jawab Risa,lalu langsung ke kamar menemui bapak nya.
"Tok..tok..tok.. bapak"ucap Risa, sambil mengetuk pintu kamar bapak nya, Risa pun membuka pintu kamar itu dan terkejut melihat kondisi bapak nya.
"Astagfirullah bapak...?Ka Reihan...ibu..!teriak Risa memanggil, Risa langsung berlari menghampiri dan memeluk bapak nya
Ibu dan Reihan pun berlari menghampiri Risa yang berteriak -teriak memanggil mereka.
__ADS_1
"Ada apa Risa?"tanya ibu terkejut.
"Astagfirullah bapak..!pak..bapak kenapa?" tanya ibu,panik melihat suaminya sesak nafas.
"Sebaiknya kita cepat bawa bapak ke rumah sakit "ucap Reihan,dan langsung mengangkat bapak mertua nya,dan membawa nya ke mobil,mereka semua pun langsung menuju ke rumah sakit.
*
*
*
Sesampainya di rumah sakit, bapak langsung di tangani oleh dokter.
"Bagai mana keadaan bapak saya dok?"tanya Reihan, bicara pada dokter.
"Alhamdulillah, keadaan bapak Amin sudah membaik, Untung kalian dengan cepat membawanya ke sini, kalau terlambat,saya tidak tahu apa yang akan terjadi"sahut dokter.
"Bapak Amin mempunyai serangan jantung mendadak, sehingga pernafasan nya menjadi sesak, beliau juga terkena penyakit komplikasi"ucap dokter, Reihan, Risa dan ibu pun terkejut mendengar nya,ibu langsung menangis,ia tak menyangka suaminya menderita penyakit yang parah, Risa pun langsung memeluk ibu nya,agar lebih tenang.
"Lalu,apa sebaik nya kami lakukan dok?"tanya Reihan, sopan.
"Sebaiknya, bapak Amin segera di tangani lebih lanjut,dan untuk sementara,bapak Amin di rawat dulu di sini,agar kami bisa memeriksa ke seluruhan penyakit bapak Amin"sahut dokter, dengan ramah.
"Baik dok,kami serah kan semuanya pada dokter mana yang terbaik"ucap Reihan.
Bapak pun di bawa ke ruang perawatan.
"Pak,bagai mana keadaan bapak?apa yang bapak rasakan sekarang?"tanya Risa, sambil mengusap lengan bapak nya.
"Alhamdulillah bapak sudah merasa baikan, nafasnya juga sudah terasa lega"sahut bapak, dengan suara pelan,karena masih lemas.
"Bapak istirahat ya"ucap Risa, bapak pun mengangguk kan kepalanya pelan, sambil memejamkan mata nya.
Hati Risa sangat sakit dan sedih melihat bapak nya terbaring lemah tak berdaya,air mata nya pun menetes,ia tak sanggup melihat bapak nya sakit seperti ini.
"Umi.. kakek kenapa?"tanya Anisa, sambil menatap kakek nya.
"Kakek lagi sakit sayang, dan sekarang, kakek butuh istirahat,biar cepat sembuh"sahut Risa, sambil mengusap kepala anaknya.
"Kakek pasti kecapean, cepat sembuh ya kakek"ucap Anisa, bapak Amin pun tersenyum mendengar ucapan cuci nya.
"Iya sayang, Masya Allah...pintar benget sih,anak nya siap ini?"ucap Risa,gemes, sambil mencubit kedua pipi anak nya.
"Anak umi dan Abi "sahut Anisa sambil tersenyum, mereka semua pun tertawa mendengar nya.
Bersambung dulu yaaaa βΊοΈ
jangan lupa like dan komen nya π
baca terus episode selanjutnya β€οΈ
__ADS_1