
selama 6 bulan ini bapak selalu bolak-balik masuk rumah sakit, Risa sering menemani bapak untuk berobat,dalam masa pengobatan kondisi bapak selalu naik turun, semua keluarga harus siap siaga menjaga bapak jika jantungnya kumat kembali.
"Bapak tunggu di sini dulu ya, Risa mau menebus obat ini dulu"ucap Risa,ia tidak mau jika bapaknya kelelahan kalau harus ikut berjalan dengannya, bapak mengangguk kan kepalanya.
"Iya nak"sahut bapak sambil tersenyum,dan duduk di kursi tunggu, Risa pun segera pergi.
Kali ini Risa hanya berdua pergi periksa ke rumah sakit,karena ibu harus membuat kue pesanan orang, sedangkan Sarah harus menjaga toko, selama bapak sakit Sarah lah yang harus mengambil alih menjaga toko bapak,dan Reihan ada jadwal dakwah dan mengajar yang tidak bisa di tunda, akhirnya Risa lah yang membawa bapak sendiri.
Risa berjalan terburu-buru sehingga ia tak melihat orang yang ada di depan,dan ia pun menabraknya seseorang.
Brukk!
"Ah..maaf..maaf saya gak sengaja"ucap Risa, sambil menunduk kan kepalanya, merasa bersalah.
"Tidak papa Risa"sahut orang yang di tabrak nya, Risa pun langsung mendongak kan kepalanya, melihat siapa yang ia tabrak.
"Gio..!"ucap Risa,terkejut, Gio pun tersenyum melihat Risa.
"kamu tidak papa? kenapa jalan nya terburu-buru?"tanya Gio, Risa hanya menggeleng kan kepalanya.
"Aku gak papa"sahut Risa, sambil tersenyum.
"Kamu sedang apa di sini,dan dengan siapa?" tanya Gio, sambil menoleh ke kiri dan kanan.
"Aku habis menebus resep obat untuk bapak, dan aku ke sini bersama bapak, tapi bapak nya lagi nunggu di kursi tunggu yang ada di ujung sana"jawab Risa, sambil tersenyum dan menunjukkan kantong obat yang ada di tangan nya.
"Kamu sendiri sedang apa,dan sama siapa?"tanya Risa balik.
"Aku bersama Tina, kami sedang periksa kandu-"perkataan Gio terpotong dengan teriakan istrinya yang datang.
"Risaaaa....!"teriak Tina, sambil berlari memeluk Risa dengan bahagia, Gio menghembuskan nafas nya dengan kasar.
"Hai..Tina"ucap Risa sambil membalas pelukan teman baik nya itu.
"Tadi baru aja di bilangin, jaga kesehatan dan lebih berhati-hati, sekarang sudah lari -lari " ucap Gio, sambil mendengus kesal.
"He...he...Iya..iya maaf"sahut Tina, sambil cengengesan.
"Kamu sakit Tina?"tanya Risa, terkejut, Tina tersenyum,sambil menggeleng kan kepalanya.
"Coba tebak,aku kenapa?"tanya Tina balik, Risa hanya diam berfikir.
"Kamu itu ya,malah ngajak main tebak-tebakan,kasih tau aja kenapa"sahut Gio, protes.
"Ish..kamu itu ya,gak seru"sungut Tina,sambil cemberut, Risa hanya tersenyum,melihat tingkah suami istri itu.
"Aku gak sakit Risa, sebenarnya,aku lagi...
hamiiill" jawab Tina, kegirangan, Risa terkejut mendengar nya.
"Alhamdulillah...!aku senang mendengar nya, selamat ya buat kalian, semoga ibu dan anak nya sehat sampai lahiran "ucap Risa, ikut senang, sambil memeluk Tina.
"Aamiin "sahut Gio dan Tina.
"Oiya, sudah berapa bulan kandungan mu Tina?"tanya Risa.
"Baru tiga bulan,awal nya sih aku juga gak nyangka,eh.. ternyata suami aku bisa juga bikin anak he..he"sahut Tina, sambil tertawa.
"What..!jadi kamu pikir, selama ini aku gak bisa bikin anak?"sahut Gio,kesal.
__ADS_1
"Tadi nya,tapi, sekarang percaya kok,nih buktinya,aku Tek dung gara -gara kamu"sahut Tina, Risa dan pengunjung lain pun langsung tertawa mendengar nya, Gio hanya bisa menahan malu karena ulah istrinya itu.
"Kamu ya, kalau ngomong suka gak ada filternya"ucap Gio,gemes.
"Biarin..tapi kamu cinta kan"sahut Tina, sambil tersenyum menggoda, Gio pun hanya bisa pasrah,dan geleng-geleng kepala saja.
"Dasar, pasangan teraneh dan terlucu"batin Risa, sambil tersenyum.
"Eh..kamu sama siapa sa?"tanya Tina.
"Astagfirullah..!aku lupa,aku ke sini sama bapak Tina, kasian bapak pasti sudah kelamaan nunggu nya, Tina, Gio,aku duluan ya "ucap Risa lalu buru- buru mendatangi bapak.
"Eeh.. Risa tunggu..aku ikut "teriak Tina, sambil berlari mengejar Risa, Gio hanya bisa diam, sambil menggeleng kan kepalanya, melihat kelakuan istri bar-bar nya itu.
"Selalu aja lupa kalau di bilangin"batin Gio.
"Bapak, maafin Risa ya, karena bapak kelamaan nunggu"ucap Risa, merasa bersalah.
"Tidak apa-apa nak"sahut bapak, sambil tersenyum.
"Paman,bagai mana keadaan paman?"tanya Tina.
"Alhamdulillah,sudah lebih baik Tina"sahut bapak, sambil tersenyum.
"Kamu sama siapa Tina?"tanya bapak.
"Saya sama manusia batu es paman"jawab Tina, bapak langsung bingung mendengar nya.
"manusia batu es itu suaminya Tina pak"ucap Risa,tak lama Gio pun datang menghampiri mereka.
"Siang paman"ucap Gio sambil menyalami tangan bapak.
"Oh..jadi ini suami kamu,yang nama nya manusia batu es "ucap bapak,tiba -tiba menjadi polos.
"What? ucap Gio terkejut, Risa dan Tina pin langsung menepuk jidatnya sendiri.
"Gawat"batin Tina, bergumam sambil tersenyum pada suaminya dan mengangkat dua jari tanda v pada suaminya, Risa pun langsung tergelak melihat nya.
"Kalau begitu aku sama bapak pamit pulang dulu ya " ucap Risa
"Eh...kamu pulang nya naik apa sa?Kalau kamu mau, ikut kami aja"ajak Tina.
"Terima kasih Tina,tapi aku ke sini bawa motor "sahut Risa, sambil tersenyum.
"Ya sudah, kalau begitu, aku pulang dulu ya, assalamu'alaikum "ucap Risa pamit.
"Wa'alaikum salam, sahut Tina dan Gio.
"Dah... Risa!" teriak Tina, sambil melambaikan tangan nya, Risa pun membalas melambaikan tangan nya, ketika Tina menoleh ke arah suaminya, tiba-tiba.
"Plitakk!
"Aaww.. sakit "ucap Tina, sambil meringis mengusap jidatnya yang sakit.
"Kebiasaan, kenapa sih suka banget ngejitak jidat orang"ucap Tina, sambil cemberut dan memanyunkan bibirnya.
"Biar otak nya kamu encer,nggak beku,jadi ngomong nya bisa mikir dulu nggak ceplas-ceplos"sahut Gio.
"Siapa yang beku? bukannya kamu mas yang beku! dingin kayak batu es yang ada di kutub Utara" suhut Tina, sambil terkekeh.
__ADS_1
"Jadi menurut kamu aku dingin? kalau gitu ayo pulang sekarang,biar aku hangetin kamu" Sahut Gio,dan ia pun langsung menarik tangan istrinya, untuk mengajak pulang.
"Maksud aku bukan itu mas" protes Tina, sambil memutar bola matanya males.
Gio hanya terkekeh melihat istrinya, lalu langsung berjalan meninggalkan Tina lebih dulu.
"Dasar istri bar-bar"gumam Gio.
"Eh..mas,tunggu"teriak Tina,sambil mengejar suaminya.
"Huh.. ngeselin banget sih,semoga aja anak aku nanti, nggak kayak dia nya,kalau sampai kayak dia, bisa jadi kulkas 2 pintu dong di rumah,sama-sama dingin,enggak.. enggak, anak aku harus mirip dengan aku, biar rumah rame"gumam Tina,sambil mengusap perut nya,dan terkekeh sendiri.
*
*
*
Di pondok
Setelah selesai berdakwah, Rehan langsung ke pondok, karena ia harus mengajar lagi, ketika Rehan berjalan menuju kelas, tiba-tiba ada seseorang memanggilnya.
"Assalamu'alaikum ustadz" ucap nya,langkah Reihan pun langsung berhenti, dan menoleh.
"Wa'alaikum salam"sahut Rehan,lalu terkejut, melihat orang yang memanggil adalah.
"Dinda!"ucap Rehan, terkejut, Dinda tersenyum lalu mendekati Ustadz Reihan.
"Kamu sudah bebas?"tanya Rehan.
"Alhamdulillah ustadz,saya sudah bebas dari kemarin"Sahut Dinda.
"Alhamdulillah"ucap Reihan, sambil tersenyum.
Di saat mereka tersenyum bersama,dan posisi terlihat dekat,di tambah lagi sedang berdiri berdua, ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan mereka,lalu dengan cepat langsung mengambil foto mereka.
Cekrek!
"Yes..hasil nya sempurna"ucap orang itu, sambil tersenyum, melihat hasil jepretan nya tadi,ia pun langsung pergi, setelah itu.
"Ada apa kamu ke sini Dinda?"tanya Reihan.
"Emm.. begini ustadz, saya mau minta tolong, apa boleh saya untuk sementara waktu, tinggal di pondok dulu?"ucap Dinda.
"Ada apa Dinda?kenapa kamu jadi mau tinggal di sini? tanya Reihan,bingung.
"Saya masih belum berani pulang dulu ustadz,karena saya takut,kalau suami saya akan datang dan menjemput saya lagi" sahut Dinda,sedih dan terlihat cemas, Reihan pun kasian melihat nya.
"Baik lah,kamu tunggu di sini,biar saya bicara pada Habib Hamid dan pengurus pondok dulu "ucap Reihan, Dinda pun sangat bahagia mendengar nya, lagi-lagi ustadz Reihan menyelamatkan diri nya.
"Baik ustadz, terima kasih banyak, atas bantuan ustadz "ucap Dinda, sambil tersenyum bahagia, Reihan hanya mengangguk kan kepalanya.
Setelah Reihan bicara dengan Habib Hamid dan pengurus pondok,mereka pun mengijinkan Dinda, untuk tinggal sementara waktu di pondok.
Bersambung..
jangan lupa like dan komen nya ya ☺️
baca terus episode-episode selanjutnya ❤️
__ADS_1