
Ibu yang baru datang ke rumah,bingung melihat pintu rumah terbuka lebar
"Apa tadi Risa lupa menutup pintu?"gumam ibu,karena tak biasanya Risa lupa.
Ibu pun masuk dan mencari keberadaan Risa, ibu mengerutkan alisnya, melihat masih ada makanan di atas meja.
"Risa,kamu belum makan juga dari tadi pagi?" tanya ibu, menghampiri Risa di kamar nya.
"Belum bu,maaf Risa lupa, karena tadi keasikan mengurus dan menyusui Anisa"ucap Risa, sambil tersenyum, Risa belum sempat makan sejak pagi tadi,dan di tambah kejadian tadi,membuat Risa tidak nafsu makan.
"Ya Allah Risa,kamu itu sedang menyusui nak, jangan sampai kamu melupakan makan, nanti kasian bayi kamu"ucap ibu, menasehati, Risa pun mengangguk kan kepalanya pelan.
Ibu mendekati dan menatap wajah Risa,mata Risa terlihat sembab dan membengkak.
"Nak, Apa kamu habis menangis?mata kamu terlihat bengkak"tanya ibu, sambil mengusap kepala Risa.
"Mungkin karena Risa bergadang tadi malam bu,jadi terlihat bengkak"sahut Risa, menutupi kesedihannya,ia tidak mau ibunya merasa sedih,apa bila mengetahui ke dua putri bertengkar.
"Ya sudah, sebaiknya cepat kamu makan dulu,biar Anisa ibu yang gendong"suruh ibu, sambil mengambil alih menggendong cucu nya, Risa mengangguk sambil tersenyum.
"Nak,tadi pas ibu pulang,ibu melihat pintu luar terbuka lebar,apa kamu lupa menutup nya?"tanya ibu.
"Seperti nya,ka Sarah yang lupa menutup pintu nya bu,tadi ka Sarah sempat pulang, untuk mengambil sesuatu yang tertinggal, mungkin karena buru-buru,ka Sarah jadi lupa menutup pintu nya,dan Risa juga lupa mengecek pintu nya kembali," sahut Risa, merasa tidak enak.
"Jadi begitu,ya sudah...lain kali,kalian jangan sampai lupa menutup dan mengunci pintu rumah,apa bila kalian lagi sendiri,bahaya, kalau ada orang jahat masuk gimana?"ucap ibu.
"Maaf bu"ucap Risa,ibu mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum,dan Risa pun segera makan.
Sudah 3 hari Sarah dan Risa tidak bertegur sapa,Sarah selalu menghindar apa bila melihat keberadaan Risa,ibu pun bingung dan merasa heran melihat tingkah ke dua putri nya.
"Apa kalian sedang bertengkar?"tanya ibu,Risa hanya menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum,ibu menghembuskan nafas nya dengan kasar,ia tidak puas dengan jawaban Risa,ibu bingung melihat Risa 3 hari ini lebih banyak diam tak bicara dan sedang kan Sarah lebih cuek dan sering keluar rumah.
"Assalamu'alaikum,"ucap Reihan, yang baru pulang.
"Wa'alaikum salam,"sahut Risa dan ibu.
__ADS_1
"Kaka sudah pulang?"tanya Risa,ia bingung melihat suaminya pulang lebih cepat.
"Iya,Kaka pulang nya lebih cepat,karena dapat kabar, Abah masuk rumah sakit lagi semalam, dan keadaan Abah sedang kritis"jawab Reihan, Risa dan ibu pun terkejut mendengar nya.
"Ya Allah, semoga pak kyai di berikan kesembuhan dan kesehatan seperti semula "ucap ibu merasa sedih sambil mendo'akan pak kyai.
"Aamiin"sahut Risa dan Reihan.
"Kaka mau mandi dan ganti baju dulu, setelah itu Kaka akan langsung ke rumah sakit"ucap Reihan.
"Apa Risa, boleh ikut?"tanya Risa, mengharap, ia ingin menjenguk kyai.
"Tidak usah sayang, kasian kalau anak kita di tinggal,dan kalau di bawa juga tidak mungkin, karena masih kecil"ucap Reihan, sambil mengusap kepala istrinya, memberi pengertian, Risa pun mengangguk kan kepalanya.
"Sayang,Kaka ke rumah sakit dulu ya"ucap Reihan, yang sudah mandi dan mengganti pakaian nya.
"Iya ka, jangan lupa kasih kabar,keadaan Abah di sana"sahut Risa, merasa khawatir, sambil menyalami dan mencium punggung tangan suaminya.
"Iya sayang "jawab Reihan, sambil mengecup kening istrinya.
Di rumah sakit.
"Bagai mana keadaan Abah ka?"tanya Reihan, pada Yunus yang lebih dulu ada di rumah sakit,ia sangat khawatir.
"Abah masih kritis,dan belum ada perubahan" ucap Yunus,sangat sedih.
Mereka pun melihat kyai dari balik kaca, karena tidak di perbolehkan oleh dokter untuk masuk dulu.
Melihat Abah angkat nya terbaring tak berdaya, dan banyak alat yang terpasang di tubuh nya,air mata Reihan pun menetes membasahi pipinya,sosok seorang Abah dan guru yang menjadi panutan bagi Reihan,kini sedang berjuang melawan penyakitnya, Abah yang selalu ceria tak pernah mengeluh,tak pernah marah dan tak pernah membeda-bedakan orang lain,itu adalah hal yang menjadi kan beliau selalu di segani dan di sayangi oleh banyak orang.
"Umi,apa umi sudah makan?"tanya Reihan, sambil duduk di dekat umi,ia melihat wajah umi yang pucat dan sangat lelah,mata umi pun terlihat bengkak, Reihan merasa tak sanggup melihat kondisi umi seperti ini,umi hanya diam dan menggeleng kan kepalanya.
"Umi, sebaiknya umi makan dulu,ini Reihan tadi sempat membelikan makanan dan kue untuk umi"ucap Reihan,sambil mengambilkan makanan untuk umi.
"Reihan,umi tidak nafsu makan"ucap umi, menolak.
__ADS_1
"Umi,kalau Abah tau,umi tidak mau makan, Abah pasti akan sedih,makan lah umi, walau pun hanya sedikit,agar umi ada tenaga dan tidak sakit"ucap Reihan, membujuk umi,dan umi pun mau memakan makanan yang Reihan berikan.
Yunus dan anak-anak umi pun merasa lega, melihat umi mau makan,karena dari kemaren mereka membujuk umi,namun umi tetap tidak mau makan,dan membuat yang lain menjadi khawatir.
Keadaan Kyai semakin mengkhawatirkan, kyai meminta dokter untuk mengumpulkan seluruh keluarga nya, dengan isyarat mata dan bibirnya,dokter pun mengerti dan langsung mengumpulkan seluruh anggota keluarga Kyai untuk mendampingi beliau, semua pun berkumpul mengelilingi kyai,umi meminta Reihan untuk membisikkan dan menuntun kyai, setelah Reihan selesai mengucapkan dua kalimat syahadat, yang di ikuti oleh kyai, kyai pun menghembuskan nafas terakhirnya nya,umi yang berada di samping Kyai pun menangis,anak -anak Kyai dan yang lain pun ikut menangis.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un"ucap Reihan sambil menetes kan air mata.😭😭😭
Reihan pun membacakan do'a.
"Bismillahirahmanirahim"
"Allahu hummaqfir lahu war hamhu wa'afihi wa'fu anhu wa akrim nujulahu wa wassi ' madkhalhu waqhsilhu bilma'i wats tsakji Walta ats-tsauba al-abyadh Minad danasi, waabdhilhu daran khairan Min darih,wa ahlan Khairan min ahlihi wa zaujan Khairan minzaujihi wa adkhilhu al-jannata wa a'idzhu min 'adzabil qabri wa min adzabannar, Aamiin."
Yang lain pun ikut meng amin kan do'a Reihan.
"Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kepada nya lah kita semua pasti akan kembali" (QS Al-Baqarah ayat 156) ucap Reihan.
Semua orang pun mempersiapkan kepulangan kyai ke rumah duka, dan Reihan pun mengabarkan kepada seluruh keluarga nya dan juga istri nya di rumah, semua orang yang mendengar kabar duka ini pun ikut kehilangan dan merasa sedih, termasuk bapak Amin yang menjadi murid kyai.
Setelah di mandi kan dan di sholat kan Kyai pun di bawa ke tempat peristirahatan terakhir beliau, seluruh keluarga,para kyai-kyai,para habaib dan seluruh jamaah serta murid-murid Kyai, ikut mengantar kan beliau, begitu banyak yang mencintai beliau, hingga cuaca pun ikut menangis, berlahan tubuh kyai di turunkan dan di masuk kan ke liang lahat, air mata Reihan pun tak bisa ia tahan, kesedihan yang teramat sangat atas kepergian orang tua dan sekaligus guru yang sangat di hormati nya membuat nya menangis.
Reihan teringat dengan nasehat Abah.
"Kematian bukan lah bencana terbesar dalam hidup ini,tapi bencana terbesar sesungguh nya dalam hidup adalah,ketika ketakutan kita ke pada Allah sudah mati saat kita masih hidup"
"Cinta terbaik adalah saat kamu mencintai seseorang yang membuat akhlak mu makin indah,jiwa mu makin damai dan hati mu makin bijak,dia jadi penegur saat taat mu luntur,dia jadi penasehat saat lengah akan do'a,dia pelipur saat senang mu lebur.Ya,dia lah cinta terbaik yang tidak hanya ingin bersama mu di dunia,tapi juga bertemu kembali di syurga nya Allah."
Bersambung......
(Author juga ikut sedih 😭😭😭)
jangan lupa like dan komen nya ya 🙏🏻
baca episode selanjutnya 👍
__ADS_1
see you ❤️