Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Mendadak di lamar


__ADS_3

Setelah Risa menyampaikan pesan Yunus ke Pak Amin, Pak Amin langsung pulang untuk menyampaikan kabar ini pada istrinya agar menyiapkan jamuan,


" Pak,memang siapa yang akan datang ke rumah?"tanya ibu Diah penasaran.


" Teman bapak bu," jawab bapak


"Assalamu'alaikum" terdengar suara salam dari luar.


"Sepertinya tamunya sudah datang" ucap ibu Diah.


"Iya,ayo kita keluar" ajak pak Amin pada istrinya.


"Wa'alaikum salam"sahut bapak.


"Mari- mari silakan masuk" ajak bapak sambil berjabat tangan.


Yunus pun masuk, dan dipersilakan duduk, ibu Diah pun keluar dari dapur sambil membawakan teh dan kue sebagai jamuan,


"Mohon maaf, kalau kedatangan saya mendadak dan membuat Pak Amin dan istri mungkin kurang nyaman," ucap Yunus sopan.


"Tidak apa-apa pak Yunus, "sahut Pak Amin Saya justru senang Anda mau bersilaturahmi ke rumah kami yang sederhana ini.


"Begini Pak Amin, kedatangan saya kemari, sebenarnya ada maksud baik,Saya ingin meminang putri bapak yang bernama Risa untuk adik angkat saya Ustadz Reihan." ucap Yunus.


Bapak Amin dan ibu Diah sangat terkejut, dan saling berpandangan, rasa tak percaya, apa benar ustadz Reihan ingin melamar Putri mereka


"Ini serius pak Yunus kami tidak salah dengarkan,?"tanya bapak meyakinkan sekali lagi.


Yunus tersenyum melihat ekspresi Pak Amin dan istrinya.


" Iya Pak Amin saya serius,saya di amanah kan oleh Ustadz Reihan untuk menyampaikan maksud baik ini,agar bersilaturahmi kita berlanjut."jawab Yunus.


Tentu hati bapak dan ibu Diah sangat gembira, mereka telah lama mengidamkan menantu seperti Ustadz Reihan,tapi mengingat anak mereka yang sangat banyak kurangnya, dan juga belum terlalu dewasa, kadang masih kekanak-kanakan,mereka pun khawatir dan merasa anak mereka tidak pantas bersanding dengan ustadz Reihan yang sempurna.


"Maaf Pak Yunus,sebenarnya kami sangat merasa terhormat mendapat kabar ini,tapi, apa anak kami pantas untuk Ustadz Reihan,?" tanya bapak yang merasa tidak enak.


"Pak Amin jangan merasa seperti itu, apabila mereka sudah menikah, maka mereka akan saling melengkapi kekurangan satu sama lain, dan tidak ada manusia yang sempurna selain Rasulullah pak" ucap Yunus.


"Dan satu hal yang perlu bapak ketahui,saya datang kemari atas permintaan langsung dari ustadz Reihan, itu berarti Ustadz Reihan sendiri yang memilih, dan tandanya anak bapak memang pantas bersanding dengan ustadz Reihan" kata Yunus.


"Iya Pak Yunus,Anda benar, seharusnya saya tidak meragukannya lagi."ucap bapak.


"Jadi bagaimana Pak Amin, apakah lamaran ustadz Reihan diterima?" tanya Yunus penuh harap, ibu Diah dan bapak Amin saling pandang mencari jawaban satu sama lain, mereka mengangguk bersama.


"Bismillah,dengan senang hati,kami sebagai kedua orang tua Risa menerima lamaran Ustadz Reihan Pak Yunus,"sahut bapak sambil mengucap syukur dalam hati,karena kali ini anak mereka akan mendapatkan suami yang sholeh.


"Alhamdulillah,"ucap Yunus dengan syukur.


"Berarti 2 hari lagi, kami akan datang untuk melamar resmi,dengan kedua orang tua Ustadz Reihan beserta rombongan yang lain, kita akan menentukan tanggal dan bulan yang baik untuk akad nikah nanti,"ucapan Yunus.


"Baik pak Yunus, kami akan menyambut dengan senang hati,kedatangan keluarga ustadz Reihan,"sahut bapak senang hati..


" Berarti kalau begitu pembicaraan kita cukup sampai di sini dulu, dan saya ingin langsung pamit undur diri,"ucap yunus sambil berjabat tangan dengan Pak Amin.


"Assalamu'alaikum"ucap Yunus.


"Wa'alaikum salam"sahut bapak Amin dan ibu. Diah

__ADS_1


Setelah kepergian Yunus.


Pak Amin dan ibu Diah berunding,mereka memikirkan bagaimana caranya menyampaikan lamaran dadakan ini kepada Risa, dan bahkan lamaran itu sudah diterima Pak Amin,tanpa persetujuan Risa putrinya.


"Pak,bagai mana nanti kita menyampaikan kabar Ini? ibu takut kalau Risa akan menolaknya," ucap ibu Diah khawatir.


"Tenang saja bu, nanti biar bapak yang bicara dengan Risa,"bapak meyakinkan istrinya.


"Baiklah,ibu serahkan semuanya pada bapak, ibu yakin bapak pasti bisa meyakinkan Risa ,"ucap ibu Diah.


sore hari...


"Assalamu'alaikum"ucap Risa yang baru pulang dari pasar.


"Wa'alaikum salam,"sahut bapak dan ibu bersamaan.


"Risa,nanti setelah mandi bapak mau bicara,"ucap bapak.


Risa menyeritkan alisnya,bingung,


"Bapak mau bicara apa ya,?" batin Risa.


"Baik pak,"sahut Risa.


Setelah selesai mandi Risa pun langsung mendatangi bapak dan ibu nya.


"Ada apa pak?"tanya Risa penasaran.


"Risa,tadi ada tamu yang datang ke rumah kita, dan tamu itu ada niat baik kepada keluarga kita," ucap bapak.


"Niat apa Pak?dan siapa tamunya?" tanya Risa.


"Dan..." ucapan bapak terhenti.


"Dan apa pak?" tanya Risa sambil menyeritkan alisnya.


"Dan dia ingin melamar kamu untuk adik angkatnya" jawab Pak Amin


Deg.


"A-apa..?"Risa tergagap.


"Si-si-siapa pak?"tanya Risa.


"Ustadz Reihan,"jawab bapak.


"Dan,bapak sudah menerima lamaran itu." ucap pak Amin.


Deg .


Risa semakin terkejut, dan badan nya terasa lemas, kaget, kesal dan marah, tercampur jadi satu, Risa sangat kecewa karena orang tuanya tidak menanyai pendapatnya terlebih dahulu,apakah ia setuju atau tidak? mata Risa terasa panas dan berkaca-kaca, nafas nya terasa sesak.


"Bapak kenapa mengambil keputusan tanpa bertanya dulu pada Risa,?"protes Risa,ia merasa begitu kecewa.


"Nak,maafkan bapak, kalau keputusan bapak ini menyakiti hatimu,tapi setidaknya kamu tahu,bahwa lamaran baik tidak baik di tolak dalam Islam, bapak tidak ingin berdosa karena telah menolak lamaran orang sholeh,"ucap bapak, mencoba memberi pengertian pada Risa.


Air mata Risa sudah tak terbendung lagi. ingin rasanya Iya berontak dan menolak, Tapi ia takut kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


Risa hanya bisa diam seribu bahasa,


tak ada kata-kata lagi yang bisa keluar dari mulutnya, Risa pun merasa lemas.


Risa berdiri dan meninggalkan kedua orang tuanya, dan masuk ke kamar, di sana ia tumpahkan segala rasa kesal dan kekecewaannya sambil menangis.


Apapun keputusan kedua orang tuanya tidak akan mungkin bisa ia tolak, Risa hanya bisa pasrah dengan lamaran dadakan ini.


*


*


*


Di rumah Pak kyai,Reihan sedang gelisah menunggu hasil dari ka Yunus, ia tidak bisa membayangkan apabila lamarannya ditolak .


"Ada apa Reihan?kenapa kamu sangat gelisah seperti itu?sebaiknya kamu tenang saja, kalau jodoh tidak akan kemana,Dan kalau bukan jodoh, ya...cari lagi," ucap pak kyai menggoda Ustadz Reihan sambil terkekeh.


"Assalamu'alaikum" ucap Yunus yang baru datang.


"Wa'alaikum salam."sahut pak kyai dan ustadz Reihan.


Yunus duduk bergabung dengan Reihan dan Pak kyai.


"Bagai mana hasilnya?" tanya pak kyai.


Yunus pun diam, dan menundukkan kepalanya, dan raut wajahnya pun terlihat sedih.


Reihan yang melihat Yunus pun merasa sedih dan terasa lemas, yang awalnya sudut bibirnya yang melengkung, berubah menjadi turun.


"Tidak apa-apa.Mati satu tumbuh seribu," ucap kyai sambil menepuk-nepuk pundak Reihan, Pak kyai tersenyum geli,melihat ekspresi wajah Reihan.


Padahal pak kyai sudah tahu kalau lamaran Reihan diterima,


Karena sebelum pulang Yunus sempat menelepon Pak kyai, dan saat ini mereka berdua sepakat ingin menggoda Reihan dulu.


"Iya bah tidak apa-apa,"jawab Reihan merasa kecewa, sambil tersenyum kecut.


"Maafkan ka Yunus Reihan,karna... lamaran kamu hari ini.."sengaja Yunus menggantung kata-katanya.


"Baru saja di terima,"sambung Yunus sambil tersenyum lebar.


Reihan yang sedang menundukkan kepalanya pun langsung refleks mengangkat kepalanya dan kebingungan.


Melihat Reihan yang terpaku dan kebingungan Pak kyai dan Yunus pun tertawa bersama-sama.


"Jadi lamaran saya diterima Kak,?"tanya Reihan ingin memastikan,ia merasa tak percaya.


"Iya Reihan, Selamat ya,dan 2 hari lagi bersiap-siaplah membawa kedua orang tuamu untuk lamaran resmi,menentukan tanggal dan hari pernikahanmu"jawab Yunus sambil memeluk Ustadz Reihan bahagia.


"Alhamdulillah...! Iya Kak Yunus, terima kasih banyak atas bantuannya,"ucap Reihan


Dengan penuh syukur, sambil tersenyum bahagia.


"Oh..ya,calon istri mu itu lucu ya,masa orang segagah ini dia panggil dengan sebutan om"ucap Yunus meledek adik angkatnya itu, Reihan pun langsung melongo mendengar nya, Yunus dan pak kyai pun langsung tergelak melihat ekspresi wajahnya Reihan yang terlihat lucu karena terkejut.


...****************...

__ADS_1


Bersambung dulu yaaaa... soal nya tangan author hampir keriting ngetik nya😅


Kasih semangat dulu dong buat author ❤️ biar tambah rajin ngetik nya....😁😁😁


__ADS_2