Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Di keluarkan


__ADS_3

Menjelang magrib ustadz Reihan pun segera pergi ke pondok untuk sholat berjama'ah bersama para santri.


"Assalamualaikum ustadz Reihan" ucap ustadz Azam memberi salam dan menghampiri ustad Raihan.


"Wa'alaikum salam ustadz Azam"sahut ustadz Reihan.


"Bagai mana ustadz apa jadi ba'da Magrib ini kita menemui Ayah pengasuh dulu? tadi saya juga sudah mampir ke rumah pak haji fahruzi dan ustadz Riduan untuk segera datang ke rumah Ayah pengasuh?"tanya ustadz Azam.


"Insya Allah jadi ustadz"sahut ustadz Reihan sambil mengganggukan kepalanya.


"Alhamdulillah,mari kita sholat dulu ustadz"ajak ustadz Azam, karena azan maghrib pun sudah berkumandang.


Selesai sholat,mereka berdua pun langsung pergi ke rumah Ayah pengasuh,sampai di sana ternyata sudah ada pak haji dan ustadz Riduan juga yang sudah menunggu, pak haji fahruzi adalah pemilik pondok pesantren putra.


"Assalamu'alaikum" ucap ustadz Reihan dan ustadz Azam bersamaan.


"Wa'alaikum salam"sahut mereka bersamaan, ustadz Azam dan ustadz Reihan pun di persilahkan masuk dan duduk.


"Ada apa ustadz, sepertinya ada sesuatu yang penting akan disampaikan kepada kami?" tanya ayah pengasuh,Reihan pun mengangguk kan kepalanya.


"Benar ayah,sebelum nya kami mohon maaf, karena sudah mengganggu waktu ayah,pak haji dan ustadz Riduan"ucap Reihan mewakili bicara.


"Tidak apa-apa ustadz "jawab Ayah pengasuh, sambil tersenyum.


"Begini Ayah,pak haji dan ustadz Riduan, sebenarnya ada masalah sedikit di dalam pondok pesantren beberapa pekan ini"ucap ustadz Reihan, mereka bertiga pun mengerutkan alisnya.


"Masalah apa itu ustadz Reihan?" tanya ayah pengasuh penasaran.


"Ini tentang kasus pencurian antar anak santri ayah"ucap ustadz Reihan,memberi tahu.


"Lalu,apa sudah ditemukan pelakunya ustadz?" tanya Ayah pengasuh.


"Alhamdulillah sudah Ayah,tapi ada kendala untuk memberikan sanksi dan hukuman kepada mereka"sahut ustadz Reihan.


"Kenapa ustadz? kenapa tidak di berikan sangsi dan hukuman?kalau ini sampai di ketahui oleh para santri dan orang luar bisa protes mereka,dan pesantren kita di anggap tidak amanah dan pilih kasih"sahut pak haji, yang kali ini ikut bicara.


"Itu dia pak haji, kedatangan kami kemari, ingin memberi tahu dan sekaligus meminta pendapat pada Ayah pengasuh,pak haji dan ustadz Riduan, langkah apa yang tepat untuk pelaku ini, karena pelaku ini sangat di takuti oleh para santri di pondok"sahut ustadz Reihan memberi tahu, mereka bertiga pun menjadi semakin bingung dan penasaran siapa pelaku pencurian itu.


"Untuk lebih jelasnya biar Ayah pengasuh,pak haji dan ustadz Riduan lihat dulu rekaman video yang kami bawa"ucap ustadz Reihan, sambil menyerahkan rekaman video itu, Mereka pun melihat isi rekaman itu pak haji dan ustadz Riduan terkejut ternyata pelaku nya adalah Haqi keponakan mereka sendiri.


"Astaghfirullahal'adzim" ucap mereka bersamaan.


"Ustad Reihan ini tidak bisa dibiarkan"ucap Ayah pengasuh.


"Benar ayah, santri yang bernama haqi ini selain mencuri,dan juga sangat suka mengancam para santri lain,dia juga seenak nya memerintah dan menganiaya mereka,dan dia juga suka merokok di dalam lingkungan pondok pesantren Ayah,dan lebih parahnya lagi, haqi sering keluar malam setiap hari dan akan kembali ke pondok menjelang subuh" sahut ustadz Azam menambah kan.

__ADS_1


"Astaghfirullah,apa sudah pernah diberi hukuman dan sanksi ustadz?"tanya Ayah pengasuh,ustadz Azam pun mengagungkan kepalanya.


"Sudah sering dihukum ayah, dan itu sama sekali tidak membuatnya jera" sahut ustadz Azam, mereka semua pun terdiam sejenak.


"Baik lah kalau semuanya sudah dilakukan, dan diberi hukuman pun juga masih tidak berubah, Haqi justru malah tambah parah, maka demi menghindari ke mudoratan dan dampak buruk pada santri lain, maka kita harus mengambil keputusan,agar Haqi kita berhentikan dari pondok pesantren ini" jawab Ayah pengasuh.


"Bagai mana pak haji dan ustadz Riduan apakah kalian setuju dengan keputusan ini?" tanya ayah pengasuh.


"Karena ini sudah menjadi peraturan pondok pesantren, siapa pun yang melanggar peraturan,maka harus mendapatkan sangsi dan hukuman,jadi kami setuju dengan keputusan ini"sahut ustadz Riduan dan di angguki oleh pak haji fahruzi.


Dan tak lama pun azan Isa pun berkumandang.


"Baik lah,ba'da Isa kita lanjutkan rapat ini di aula dan mengumumkan hasil keputusan kita, apa ustadz Azam sudah memanggil orang tua Haqi?"tanya Ayah pengasuh, ustadz Azam pun mengangguk kan kepalanya.


"Sudah Ayah"Sahut ustadz Azam.


Setelah selesai sholat isa mereka semua pun berkumpul di aula pondok pesantren, orang tua Haqi pun juga sudah datang, dan rapat segera di mulai.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh"ucap Ayah pengasuh, mulai rapat.


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh"sahut semua orang yang hadir.


"Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita kesehatan, sehingga kita dapat berkumpul di aula pondok pesantren ini,dan tak lupa sholawat dan salam kita curahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad shalallahu alaihi wasallam, saya sebagai pengasuh pondok pesantren ini mengucapkan terima kasih, kepada semua yang telah mau hadir di sini, dan mohon maaf, jika apa yang akan saya sampai kan nanti akan mengecewakan beberapa dari kalian"ucap Ayah pengasuh,semua pun mendengar kan dengan seksama.


"Beberapa pekan lalu di pondok pesantren ini, sering sekali terjadi kecurian, dan penindasan terhadap beberapa santri, dan hal itu membuat para santri-santri resah dan tidak nyaman, bahkan ada beberapa santri yang tidak mau masuk pondok karena takut"ucap Ayah pengasuh.


"Mohon maaf kyai,apa ada sesuatu yang salah tentang anak kami?"tanya bapak Haqi, penasaran.


"Benar bapak, karena masalah ini ada sangkutan nya tentang anak kalian"sahut Ayah pengasuh, orang tua Haqi terkejut mendengar nya.


"Jadi maksud kyai, anak kami lah pelaku nya?"tanya bapak Haqi, Ayah pengasuh pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Benar pak, Haqi lah pelaku nya"sahut Ayah pengasuh,lalu ia pun menceritakan kejadian semuanya pada, kedua orang tua Haqi sangat terkejut dan merasa tidak terima anak mereka di tuduh seperti itu.


"Pak kyai, anak kami itu adalah anak yang baik, tidak mungkin berbuat seperti itu, ini pasti hanya fitnah,bisa saja ada santri yang lain tidak suka pada Haqi"sahut bapak Haqi dengan suara yang agak meninggi,ia tak terima anak mereka di tuduh.


"Bapak,kami dari pihak pondok pesantren, sudah menyelidik dan ini ada benar, tidak ada yang memfitnah anak bapak"sahut Ayah pengasuh,masih dengan suara lembut sambil tersenyum.


"Ustadz Riduan! kenapa kamu diam saja keponakan mu di tuduh seperti itu!"ucap bapak Haqi, terlihat marah, sambil menatap tajam adiknya itu.


"Ka,apa yang di katakan oleh pihak pondok pesantren itu semuanya benar,dan saya sudah melihat bukti nya"sahut ustadz Riduan, mencoba menenangkan kaka nya itu.


"Maaf bapak,jika saya ikut campur dalam bicara,saya harap bapak tenang dulu,kami pihak pondok pesantren tidak sembarang menuduh, dan kami mempunyai bukti dan saksi hidup"sahut ustadz Reihan,menengahi.


"Mana buktinya ustadz?"tanya bapak Haqi,tak sabar.

__ADS_1


Ustadz Azam pun memanggil beberapa saksi yang pernah di aniaya oleh Haqi dan Haqi nya pun juga ikut di datang kan ke Aulia,para santri-santri itu pun menceritakan semua yang di alami nya, Haqi hanya diam sambil menundukkan kepalanya merasa takut.


"Haqi!apa benar yang di katakan oleh mereka itu?"tanya bapak nya,marah sambil menatap tajam anak nya.


"Tidak pak, semuanya bohong,semua saksi itu tidak menyukai Haqi,maka nya mereka berkata bohong "sahut Haqi, tidak mau mengakui nya.


"Ustadz Reihan,seperti nya anda sudah salah menuduh anak saya"ucap bapak Haqi,membela anak nya,ibu Haqi pun ikut membela anak nya.


"Benar ustadz,setiap bulan anak kami selalu kami beri uang yang lebih bahkan jumlah yang banyak, tidak mungkin anak kami sampai mencuri uang orang lain,dan kami juga mendidik nya dengan baik,kami tidak pernah memukul nya,jadi tak mungkin anak kami tega memukuli orang lain"ucap ibu Haqi ikut bicara.


"Maaf bapak dan ibu, tapi kenyataannya tidak begitu, kalau kalian tidak percaya,kami masih mempunyai satu bukti lagi yang menguat kan dan memberat kan Haqi, silahkan kalian melihat nya sendiri "sahut ustadz Reihan.


Deg!


Haqi pun terkejut mendengar nya, kedua kalinya pun terasa lemas dan gemetaran,ia pun merasa semakin takut dan wajah nya pun seketika menjadi pucat.


Ustadz Reihan pun menyuruh ustadz Azam untuk memutar rekaman video yang sudah di siapkan dari tadi, rekaman itu pun di putar dan semua orang pun bisa melihat dan menyaksikan nya, terlihat beberapa kejadian saat Haqi sedang membobol lemari dan mengambil uang para santri,juga saat Haqi menganiaya seperti menampar dan menendang beberapa santri lain, kedua orang tua Haqi pun terkejut dan merasa sangat malu atas perilaku anak mereka.


Plaakk!


"Haqi!kamu bikin malu orang tua saja"ucap bapak Haqi sambil menampar anak nya,ia merasa nama baik nya tercoreng oleh anak nya sendiri, karena sebagai orang yang nama nya terkenal baik ia juga sebagai donatur terbesar di pondok pesantren itu.


Semua orang terkejut melihat aksi bapak Haqi yang menampar anak nya di depan mereka.


"Bapak, istighfar,kami harap bapak tenang dulu dan kendalikan emosi bapak"ucap ustadz Reihan mencoba menenangkan, bapak Haqi pun langsung duduk kembali dan menenangkan diri nya.


"Sebagai orang tua Haqi,kami meminta maaf atas segala perbuatannya dan perilaku nya yang tidak baik,kami akan mengganti rugi semua uang yang pernah di curi oleh Haqi pada para santri, dan kami juga akan meminta maaf kepada para santri yang pernah di aniaya oleh Haqi,kami menerima sangsi apa pun yang di berikan oleh pondok pesantren ini kepada anak kami"ucap bapak Haqi, sambil menunduk kan kepalanya, merasa malu, Haqi pun hanya bisa pasrah dan menangis.


"Kami dari pihak pondok pesantren sudah sepakat,bahwa Haqi akan kami keluar kan dari pondok pesantren ini, dan kami harap bapak tidak keberatan atas keputusan ini"ucap Ayah pengasuh.


Orang tua Haqi hanya pasrah menerima keputusan dari pihak pondok pesantren, karena anak mereka memang pantas mendapatkan nya,tapi walau pun anak mereka di keluar kan, bapak Haqi masih ingin menjadi donatur tetap di pondok pesantren itu,ia ingin amal jariyah nya tetap mengalir, pihak pondok pesantren pun sangat bersyukur mendengar nya dan menerima nya dengan senang hati,dan akhirnya masalah ini pun selesai dengan baik, kedua orang tua Haqi pun pulang bersama anak mereka.


"Alhamdulillah, akhirnya masalah nya sudah selesai,dan pondok pesantren pun masih mendapatkan kan donatur tetap, terima kasih ustadz Reihan, karena ustadz sudah membantu kami"ucap ustadz Azam dan para ustadz -ustadz yang lain, karena bapak Haqi adalah salah satu donatur terbesar di pondok pesantren itu,mereka sempat khawatir jika bapak Haqi akan berhenti menjadi Donatur tetap,setelah Haqi di keluar kan,ustadz Reihan pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, semua ini adalah campur tangan Allah,saya hanya perantara nya saja,tapi Allah lah yang merencanakan semuanya" sahut ustadz Reihan sambil tersenyum, semua orang pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


Ustadz Reihan pun melirik jam tangannya dan ternyata sudah pukul 11:30 malam,ia pun segera pamit pulang karena ia khawatir pada istri nya yang sejak tadi sendirian di rumah, apa lagi dalam keadaan hamil besar.


(Apa kalian berasa seakan ikut hadir di rapat juga? gimana rasanya, ikut tegang juga gak silahkan komentar ya🤭☺️)


...****************...


Bersambung


Jangan lupa kasih like, komen dan vote nya ya ❤️

__ADS_1


Dan baca episode-episode selanjutnya ☺️


see you 🥰


__ADS_2