
Hari ini Reihan akan meminta ijin pada bapak dan ibu mertuanya,untuk membawa Risa berkunjung ke rumah orang tua nya.
Setelah 1 Minggu pernikahan mereka,Reihan belum pernah satu kali pun membawa istrinya ke sana,Umi pun sering menanyakan menantu nya itu pada Reihan,tapi Reihan menutupinya dengan beralasan kalau Risa sedang kurang enak badan.
Padahal setiap kali Reihan mengajak,istrinya itu selalu beralasan sibuk membantu ibu, membuat pesanan kue, Reihan pun merasa kecewa pada istrinya,namun ia tetap mencoba bersabar.
Dan akan berusaha membujuk istrinya untuk mau di bawa,sebenarnya Reihan tidak enak kepada umi nya,selalu beralasan hal yang sama, Reihan takut Umi nya akan curiga, dan berprasangka buruk pada istrinya.
"Pak,bu! Reihan ingin minta ijin membawa Risa ke rumah Abi dan umi,rencana akan menginap di sana,umi sudah kangen katanya, sama menantu nya yang cantik!"ucap Reihan sambil melirik Risa
Risa pun terkejut mendengar suaminya ingin membawanya,padahal tadi malam Risa sudah beralasan tidak bisa,bapak dan ibu pun tersenyum mendengar Reihan meminta ijin kepada mereka.
"Silahkan,nak Reihan tidak perlu meminta ijin kepada kami,karena Risa sudah menjadi istri nak Reihan, kapan pun dan kemana pun nak Reihan ingin membawa nya,itu sudah menjadi hak nak Reihan"jawab bapak
"Alhamdulillah,terimakasih pak!"sahut Reihan bahagia.
"Kalau begitu kami akan siap -siap dulu pak,bu"ucap Reihan sambil mengajak istrinya ke kamar.
"Kalau begitu ibu akan titip kue untuk besan ibu,"ibu Diah pun langsung menuju ke dapur untuk membungkus kan kue
Risa menyusul ibu Diah ke dapur.
"Bu!"panggil Risa
"lho..kamu kok belum siap -siap Risa?"tanya ibu
Risa menggelengkan kepalanya
"Bu! sebenar nya Risa sangat takut, bertemu ibu mertua Risa"ucap Risa sambil menunduk kepalanya
"Kenapa kamu takut nak,?"tanya ibu
"Risa takut,kalau ibu mertua Risa sama seperti ibu mertua ka Sarah bu "jawab Risa
"Astagfirullah Risa,!kenapa kamu bisa berfikiran hal seperti itu nak,ibu mertua mu itu orang baik,beliau berbeda dengan mantan mertua nya Sarah,ibu yakin beliau akan memperlakukan mu dengan baik nak"ucap ibu.
"Tapi bu!,Risa belum siap menginap di sana,sungguh Risa sangat takut bu "ucap Risa memelas
Ibu pun merasa kasihan dengan putri nya itu, sepertinya kejadian yang di alami kaka nya Sarah,membuat Risa trauma dan merasakan ketakutan yang sangat besar untuk berumah tangga,ibu hanya bisa terdiam,ibu tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu anak nya.
Di balik dinding penghalang dapur Reihan mendengar semua percakapan mereka, Reihan yang sudah siap pun berniat ingin memanggil istrinya,namun tak sengaja ia mendengar keluh kesah istrinya.
Reihan tak menyangka ternyata istrinya memiliki ketakutan yang begitu besar terhadap ke dua orang tua nya, ternyata istrinya memiliki trauma yang buruk pada mantan mertua kaka nya.
Awalnya Reihan menyangka Risa tidak suka pada keluarga dan kedua orang tuanya, sehingga selalu menolak untuk di ajak bertemu, ternyata apa yang di difikirkan nya itu salah, Reihan pun merasa bersalah kepada istrinya,karena memaksakan kehendaknya.
Risa dan Reihan pun pamit kepada ibu dan bapak,mereka menaiki sepeda motor menuju ke rumah orang tua Reihan.
"Gak pegangan,?"tanya Reihan
__ADS_1
"Gak!"jawab Risa
"Kalau gak pegangan,nanti kalau kamu jatuh gimana?"tanya Reihan menggoda Risa
"Gak akan jatuh!" sahut Risa
"Ya sudah kalau begitu, jangan salahkan ka Reihan ya kalau jatuh"ucap Reihan sambil melajukan motornya.
Di tengah perjalanan Reihan melihat ada sebuah batu yang agak besar, Reihan pun dengan cepat memain kan rem motor nya ,sontak Risa yang di belakang pun langsung terdorong dan langsung memeluk suaminya,karena hampir jatuh dari motor.
"Ka Reihan..!hati -hati bawa motor nya, Risa kan jadi kaget dan hampir saja jatuh,"keluh Risa sambil memanyunkan bibirnya.
"Iya..iya maaf,kan sudah kaka suruh pegangan, biar gak jatuh.."rayu Reihan, padahal modus biar di peluk istrinya
"Ya sudah."jawab Risa sambil melingkarkan tangannya ke pinggang suaminya.
"Alhamdulillah,aku harus berterima kasih pada batu itu,kalau tidak ada batu itu,aku gak dapat pelukan"batin Reihan
Reihan pun kembali melajukan motornya,sesekali ia melihat wajah istrinya dari spion, yang masih kesal sambil memanyunkan bibirnya.
"Gemesin banget sih,!awas ya nanti malam,
aku hukum tuh bibir yang lagi manyun"batin Reihan sambil tersenyum
Setelah perjalanan sekitar 20 menit, mereka pun sampai di rumah orang tua Reihan.
"Assalamu'alaikum "ucap Reihan
Melihat menantu nya datang umi sangat bahagia dan langsung memeluk Risa,
Umi pun langsung mengajak mereka masuk.
Di dalam pun Risa di sambut hangat oleh Abi dan adik -adik nya Reihan, mereka sangat senang dan mengajak Risa berbincang -bincang, mereka pun memperlakukan Risa sangat baik.
"Umi ini ada titipan dari ibu,dan ibu titip salam buat umi"ucap Risa
Umi menyambut bingkisan dari Risa dengan senang hati,dan berterimakasih,serta mendo'akan kedua orang tua Risa,hati Risa menghangat mendengar,dia tak menyangka ibu mertua nya sangat baik dan lembut.
mereka makan siang bersama,dan Risa pun berniat membantu membereskan dan mencuci piring.
"Ka Risa mau ngapain?"tanya Lia
"Mau cuci piring!"jawab Risa
"Ya ampun ka,!gak usah,biar Lia aja yg cuci, sebaiknya kaka istirahat aja di kamar ka Reihan" ucap Lia
Lia pun menarik tangan Risa dan mengantarkan nya ke kamar Reihan,di dalam Risa melihat sekeliling kamar itu,kamar yang sangat nyaman dan luas, Risa pun duduk di atas kasur,dan membuka jilbabnya,ia berbaring di sana sambil menatap langit -langit kamar,karena merasa nyaman Risa pun tertidur.
Reihan yang baru masuk ke kamar nya, tersenyum melihat istrinya yang sedang tertidur pulas,ia menghampiri dan duduk di tepi ranjang,sambil membelai rambut istrinya.
__ADS_1
"Apa kamu tau, pertama kali aku masuk ke kamar mu,dan melihat mu tak memakai jilbab,aku langsung terpesona melihat kecantikan mu,ingin rasanya aku selalu membelai rambut ini."gumam Reihan pelan
Matanya pun teralihkan pada bibir mungil milik istri nya,ia pun teringat kejadian di jalan tadi,dan semangat ingin menghukum bibir yang berani manyun tadi,setiap malam Reihan selalu mencuri ciuman ketika istrinya tertidur pulas, bibir mungil istrinya itu sudah menjadi candu bagi Reihan.
cup!
"Selalu manis"gumam Reihan tersenyum bahagia
Reihan pun memutuskan untuk tidur bersama istrinya,di raih nya berlahan tangan istrinya, dan di letakkan nya di pinggang nya,ia pun juga dengan bebas memeluk istrinya.
"Cuma waktu tidur saja kamu bisa aku peluk,dan cium,"gumam Reihan pelan sambil menciumi pucuk kepala istrinya berkali-kali.
Reihan tertidur dan masuk ke alam mimpi yang indah bersama istrinya.
Risa menggeliat sambil mengerjapkan matanya, Risa pun terbangun dan berlahan menarik tangan nya dari pinggang suaminya.
"Nih tangan ganjen banget sih, setiap bangun pasti bertengker di pinggang ka Reihan!"gumam Risa sambil memukul tangan nya.
Reihan yang mendengar ocehan istrinya pun hampir saja tergelak
Sore hari setelah sholat ashar mereka berkumpul dan menikmati minum teh dan kue bersama.
"Umi,Abi!karena sudah sore seperti kami pamit pulang dulu"ucap Reihan
"Kalian tidak menginap di sini dulu?"tanya umi
"Nanti saja umi, soalnya besok Reihan mau keluar kota sama abah,"jawab Reihan,
Rencana Reihan besok memang akan berangkat 2 hari bersama kyai untuk berdakwah,ini lah celah alasan Reihan pada Umi nya agar tidak kecewa.
Risa yang mendengar nya pun terkejut ,kenapa suaminya berubah fikiran, padahal tadi ia senang semangat ingin menginap.
Setelah mengetahui perasaan istrinya Reihan tidak tega kalau ia memaksa kan kehendak nya,ia akan berlahan meluluhkan hati istri nya dengan kasih sayang,dan menghilang kan rasa ketakutan itu dengan berlahan.
"Ya sudah kalau begitu,tapi janji ya,nanti kalian menginap di sini"ucap umi
"Iya umi"sahut Reihan
"Assalamu'alaikum "ucap mereka bersama,sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya
"Wa'alaikum salam "sahut umi dan Abi
Umi pun menitipkan bingkisan balasan buat besannya,dan titip salam buat kedua orang tua Risa,dan tidak lupa umi selalu mendo'akan mereka,hati Risa tersentuh dan merasa nyaman berada di dekat umi,apa yang di banyangkan nya selama ini ternyata salah.
Bersambung
*****************
jangan lewatkan episode selanjutnya yaaaa ❤️☺️
__ADS_1
salam hangat dari author 🥰