Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Kecemasan Reihan


__ADS_3

Risa merasa terkejut, karena ada seseorang yang menyentuh pundak nya, Risa pun dengan cepat menoleh ke arah siapa yang telah menyentuh nya.


"Tante Nita?"ucap Risa terkejut.


"Risa, sedang apa kamu di sini?terus duduk sendirian lagi?"tanya tante Nita,bingung.


"Risa hanya jalan-jalan saja tante,dan karena cape, Risa duduk di sini, deh"jawab Risa,menutupi, karena ia tak mungkin menceritakan kejadian tadi pada orang lain,itu sama saja menceritakan aib keluarga nya.


"Benarkah,?tapi kenapa jalan nya sampai sejauh ini?"tanya tante Nita heran.


"Emm..iya, Karena keasikan jalan, Risa gak sadar bisa sampai sejauh ini,"jawab Risa sambil tersenyum kecut.


"Risa,apa ada masalah?"tanya tante Nita, menyelidik,tante Nita yakin pasti ada sesuatu yang terjadi pada Risa.


Risa hanya menggeleng kan kepalanya, sambil tersenyum,namun tak bicara.


Tante Nita menyeritkan alisnya,tentu saja tante Nita tak percaya begitu saja,karena tante Nita melihat mata Risa yang sembab dan bengkak, terlihat jelas habis menangis, wajah nya pun terlihat murung dan tersenyum terpaksa,melihat keadaan Risa seperti ini,dan tak ada pergerakan untuk pulang,tante Nita pun berfikir untuk mengajak Risa kerumahnya, karena tidak mungkin ia tega meninggalkan Risa sendirian, apa lagi Risa saat ini sedang hamil besar.


"Risa, apa kamu mau ikut Tante?soalnya hari sudah semakin sore,dan sebentar lagi gelap, terus kaya nya juga mau turun hujan tuh, lagian kan, kamu juga belum pernah ke rumah tante yang baru,yuk mau ya"ucap tante Nita,membujuk.


Risa terdiam sambil berfikir,dan ia pun mengangguk kan kepalanya, setelah Risa menikah,tante Nita sudah tidak tinggal di rumah kontrakan,ia pindah rumah,karena anaknya membelikan rumah untuk nya.


mereka pun sudah sampai di rumah tante Nita yang baru,dan benar saja ketika mereka sudah sampai rumah,hujan pun turun.


"Rumah nya bagus,luas dan nyaman ya tante,"ucap Risa,setelah masuk dan melihat di sekitar dalam rumah.


"He...he...iya Alhamdulillah Risa,anak tante si Fadli yang membelikan nya."sahut tante Nita bersyukur.


"Alhamdulillah,apa tante tinggal sendiri?" tanya Risa, karena rumah itu terlihat sangat sepi.


"Enggak,tante tinggal dengan Rusli,tapi hari ini dia kerja nya kena siff malam,maka nya rumah kosong,"sahut tante Nita,sambil membuat kan Risa teh hangat.


"Tante senang ada kamu,tante jadi ada temannya deh,biasa tante kesepian,"ucap tante Nita sambil terkekeh,karena 2 anak nya yang lain sudah menikah dan memiliki tempat tinggal sendiri, hanya Rusli yang belum menikah,namun sangat sibuk bekerja sehingga tante Nita sering merasa kesepian.


"Sebenarnya tante lebih senang tinggal di kontrakan dekat rumah ibu mu,kalau di sana tante ada temannya,terus tante bisa pinjem cobek tiap hari sama ibu mu,"ucap tante Nita sambil terkekeh.


"Pinjem cobek atau pinta sambel tante?"sahut Risa,terkekeh.


"Dua,dua nya,"jawab tante Nita,mereka pun tertawa bersama.


Hari pun sudah malam,jam sudah menunjukkan pukul 9,hujan pun sudah mulai reda,karena mereka ke asikan ngobrol dan selesai makan, Risa pun tertidur karena kelelahan,tante Nita merasa kasian pada Risa, ia masih sangat penasaran apa yang telah terjadi pada Risa, tapi Risa justru tak mau bercerita apa pun,tante Nita juga sempat menanyakan apa Risa sudah menghubungi suaminya, namun Risa hanya menggeleng kan kepalanya,tante Nita khawatir kalau suaminya Risa dan keluarga nya saat ini sedang sibuk mencari keberadaan Risa.


tante Nita pun mengambil handphone nya dan mencari nomor kontak ustadz Reihan suami Risa,dan beruntung ia masih menyimpan nomor nya, tante Nita pun langsung menghubungi ustadz Reihan.

__ADS_1


*


*


*


Reihan sudah sampai di rumah nya,dan langsung mencari keberadaan istrinya, Reihan pulang membawa begitu banyak buah -buahan untuk istrinya,karena selama hamil istrinya sangat suka memakan buah, dengan semangat ia melangkah menuju kamarnya,karna jam segini pasti istrinya sudah tertidur, namun ketika masuk ke kamar, Reihan tidak mendapati istrinya, pada hal istrinya bilang sore ia akan pulang.


"Apa Risa masih di rumah ibu?"gumam Reihan, bingung.


Reihan pun segera mengambil handphone nya untuk menghubungi Risa.


πŸ“ž"Assalamu'alaikum,"ucap Reihan


πŸ“ž"Wa'alaikum salam"sahut ibu Diah, Reihan menyeritkan alisnya bingung,ternyata ibu mertuanya yang mengangkat,bukan istrinya.


πŸ“ž"Risa nya ada bu?"tanya Reihan


πŸ“ž"Risa nya udah pulang dari tadi sore nak, dan HP nya ketinggalan di rumah ibu,apa kamu belum pulang ke rumah?"sahut ibu Diah, Reihan terkejut mendengar nya, pasalnya istrinya saat ini tidak ada di rumah.


πŸ“ž"emm..iya bu,saya baru mau pulang dan ingin menanyakan apa Risa mau memakan sesuatu,"jawab Reihan,mengalihkan agar ibu nya tidak khawatir.


πŸ“ž"Kalau begitu Reihan tutup telponnya ya bu,"ucap Reihan,ia ingin segera mencari istri nya.


πŸ“ž"Iya nak,"sahut ibu, merasa senang karena menantunya sangat perhatian pada istrinya.


πŸ“ž"Wa'alaikum salam"sahut ibu.


Reihan pun merasa bingung dan cemas di mana istrinya berada,apa lagi hari sudah malam,dan saat ini istrinya sedang hamil,tak biasanya istrinya begini,istrinya biasa selalu memberi kabar dan minta ijin pada nya.


"Ada di mana kamu sayang"gumam Reihan khawatir,Reihan pun keluar rumah hendak pergi untuk mencari istri nya, tiba-tiba handphone nya berbunyi,ia bingung nomor siapa yang menghubunginya, Reihan pun mengangkat telpon nya.


πŸ“ž"Assalamu'alaikum,"terdengar suara salam dari telpon.


πŸ“ž"Wa'alaikum salam "sahut Reihan, penasaran,karena suara seorang perempuan.


πŸ“ž"Ustadz Reihan, ini tante Nita"ucap tante Nita.


πŸ“ž"Oh..tante Nita,ada apa ya tante?"tanya Reihan.


πŸ“ž"Begini,apa kamu sedang mencari istri mu?"tanya tante Nita, Reihan terkejut mendengar nya.


πŸ“ž"Iya tante Nita,saya sedang mencari istri saya"sahut Reihan, cepat, berharap ada titik terang di mana istrinya berada.

__ADS_1


πŸ“ž"Tante hanya ingin memberi tahukan, bahwa saat ini,Risa sekarang sedang ada di rumah tante,"ucap tante Nita, memberi tahu, Reihan pun merasa bersyukur ternyata istrinya saat ini baik -baik saja.


πŸ“ž"Alhamdulillah, kalau begitu saya akan segera ke sana untuk menjemput Risa,"sahut Reihan,senang.


πŸ“ž"Baiklah tante tunggu ya"sahut tante Nita, sambil memberi tahu kan alamat rumah nya.


Reihan pun langsung menuju rumah tante Nita,yang alamat nya lumayan jauh dari rumah nya, dan cuaca pun masih gerimis, beruntung mobil ka Yunus belum ia kembali kan, sehingga ia bisa menjemput istrinya.


Reihan pun sudah sampai di rumah tante Nita.


"Assalamu'alaikum"ucap Reihan,memberi salam.


"Wa'alaikum salam"sahut tante Nita, yang sudah menunggu Reihan di depan pintu sejak tadi.


Reihan pun di persilahkan tante Nita masuk.


"Risa nya, sudah ketiduran dari tadi,dan dia juga tidak tau, kalau tante menghubungi mu," ucap tante Nita,memberi tahu,sambil memelankan suara nya.


"Apa kalian ada masalah?karena ketika aku bertemu dengan Risa dia dalam keadaan tidak baik-baik saja"ucap tante Nita bertanya, sambil membuka pintu kamar nya,dan menunjukkan keberadaan Risa,Tante Nita pun menceritakan di mana ia bertemu dengan Risa dan kondisi keadaan Risa saat itu, Reihan pun semakin terkejut mendengar nya.


"Kami baik-baik saja tante dan tidak ada masalah,nanti akan saya tanya kan pada Risa,apa yang terjadi dengan nya,setelah ia bangun nanti." jawab Reihan, sambil tersenyum,ia menatap wajah istrinya yang terlihat pucat, dan kelelahan.


"Biar tante bangun kan Risa nya ya"ucap tante Nita,hendak membangunkan Risa.


"Tidak usah di bangun kan tante,biar saya gendong saja ke mobil, kasian dia seperti nya sangat kelelahan"sahut Reihan,mencegah tante Nita.


Reihan pun langsung menggendong istrinya dengan ala bridal style dan membawa istrinya ke mobil dan langsung membuka pintu mobilnya,ia taruh istrinya dengan berlahan agar tidur nyenyak istrinya tidak terganggu.


"Terima kasih tante Nita,karena sudah membawa dan menjaga istri saya dengan baik, kalau begitu saya pamit dulu, assalamu'alaikum,"ucap Reihan,sambil tersenyum sopan.


"Iya,sama-sama, wa'alaikum salam"sahut tante Nita, sambil tersenyum geli, mengingat ketika ia melihat ustadz Reihan menggendong istrinya.


Reihan pun menjalankan mobil nya dan segera pulang.


"Aaaaa.... kenapa mereka romantis sekali sih,aku kan jadi iri,tuh kan,sekarang jiwa janda ku kembali meronta-ronta deh,"gumam tante Nita,sambil terkekeh sendiri.


(Tuh kan,jadi lupa umur lagi deh tante Nita nyaπŸ€¦πŸ»β€β™€οΈπŸ€£πŸ€£πŸ€£)


Sesampai nya di rumah, Reihan pun langsung menggendong istrinya lagi dan membawa nya ke kamar,di rebah kan nya dengan berlahan,ia pandang istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Apa yang terjadi dengan mu sayang,?"batin Reihan,sambil mengusap pipi istri nya, sungguh ia sangat mencemaskan istrinya,ia curiga apa istrinya ada masalah dengan Sarah lagi,karena terakhir kali mereka bertengkar,sebab salah faham itu, setelah Risa pulang dari rumah ibunya.


Bersambung dulu yaaaa ☺️

__ADS_1


jangan lupa like dan komen nya ya πŸ™πŸ»


Dan jangan lupa baca episode selanjutnya❀️


__ADS_2