
Sudah 2 minggu sejak kejadian kemarin, Risa belum ada ke rumah ibu dan bapak, sebenarnya jujur, Risa masih merasa kecewa pada Kaka nya Sarah,karena menuduh nya dan tak percaya pada nya,namun Risa tetap memaafkan kaka nya,dan akan mencoba memperbaiki hubungan nya pada kaka nya, walaupun Sarah sepertinya sangat membenci nya saat ini.
"Sayang,boleh kah nanti sore kita ke rumah ibu,Risa kangen"pinta Risa, sebenarnya Risa merasa,seperti ada sesuatu yang membuat ia tidak tenang, dan hati kecil nya mendorong untuk segera ke rumah ibu dan bapak.
"Tentu boleh sayang, nanti sore kita akan ke sana"sahut Reihan,sambil tersenyum, Risa pun bahagia mendengar nya.
*
*
*
Di rumah ibu.
"Pak,ibu khawatir dengan kondisi Sarah, sudah hampir 2 minggu ini,dia selalu mengurung diri di kamar, kadang juga tidak mau makan"ucap ibu.
"Iya bu, bapak juga sama khawatir dengan ibu, tapi kita tidak tau masalah Sarah itu apa, setiap kita tanya,dia hanya diam tak mau bicara"sahut bapak,sama bingung nya dengan ibu.
"Kira-kira apa ya pak,yang di sembunyikan Sarah dari kita?"tanya ibu, bapak hanya menggeleng kan kepalanya,juga tidak tau.
"Pak,apa kita kasih kabar saja pada Risa?biar Risa bantu bicara pada Kaka nya,apa yang sebenarnya terjadi pada diri nya"ucap ibu, bapak hanya diam.
"Ibu akan menelpon Risa sekarang"ucap ibu, segera mengambil handphone nya dan hendak menghubungi Risa.
"Jangan bu,kasian Risa, dia pasti sibuk merawat bayinya sekarang, bapak tidak enak dengan Reihan suaminya Risa."sahut bapak, sambil menahan handphone milik ibu,ibu pun merasa sedih dan cemas, apa yang harus mereka lakukan.
Di saat mereka merasa bingung, terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Tok..tok..tok.."suara pintu di ketuk.
"Assalamu'alaikum"ucap Risa dan Reihan yang baru datang.
"Wa'alaikum salam"sahut ibu dan bapak, mereka terkejut dan sekaligus merasa senang dengan kedatangan anak cucu mereka.
"Ya Allah, sungguh ikatan batin seorang ibu dan anak sangat kuat, baru saja ibu mau meminta nya ke mari, sekarang dia sudah ada di sini"batin bapak, senang.
"Masya Allah,cucu nenek datang,sini biar nenek gendong "ucap ibu,dan langsung menyambut dan menggendong cucu nya yang sudah berusia hampir 4 bulan itu.
"Cucu nenek tambah gembul,tambah montok, duh..nenek sampai keberadaan dan kewalahan menggendong nya"ucap ibu,mereka semua pun tertawa mendengar ocehan ibu.
"Iya bu,Anisa ASI nya sangat kuat,jadi badan nya cepat berisi"sahut Risa, sambil tersenyum.
"Mana Nana bu?"tanya Risa,karena Nana lah orang yang paling antusias jika melihat dede Anisa.
"Nana lagi mengaji di TPA, paling sebentar lagi pulang"sahut ibu.
__ADS_1
"Kalau ka Sarah?"tanya Risa, ibu pun langsung terdiam mendengar pertanyaan Risa,ibu bingung harus menjawab apa,ibu pun melirik ke arah bapak, meminta bapak yang menjawab nya, bapak pun sangat mengerti maksud istrinya itu.
"Nak, Kaka mu Sarah berapa hari ini, keadaan nya sedang tidak baik,semenjak habis pulang menginap di rumah teman nya yang bernama Riyana,Kaka kamu langsung berubah, selama hampir 2 minggu ini dia selalu mengurung diri di kamar, kadang mau,dan kadang tidak kalau di suruh makan,dia juga sering diam kalau kami ajak bicara,dan lebih parah lagi,Kaka mu Sarah, sudah beberapa kali kesurupan, bapak dan ibu mencoba berapa kali meminta bantuan kepada Habib Ahmad untuk meruqyah dan menyembuhkan nya, kata beliau Kaka mu sarah terlalu sering melamun dan banyak pikiran, sehingga Jin dengan mudah merasuki nya, Saran beliau,ajak lah kaka mu Sarah untuk bicara dan dia mau bercerita tentang masalah nya,namun sudah berapa kali kami mencoba bertanya, Kaka mu Sarah tetap tidak mau bercerita pada kami,dan kami merasa sangat khawatir dengan kondisi Sarah saat ini nak."jawab bapak panjang lebar, Risa dan Reihan terkejut mendengar nya, Risa sangat sedih dengan kondisi Kaka nya saat ini.
"Nak,kami berharap,kamu bisa mengajak Kaka kamu bicara, karena hanya kamu yang dekat dengan nya sejak dulu, ibu yakin Sarah pasti mau bercerita apa masalah nya dengan mu"ucap ibu, Risa hanya diam,ia sebenarnya merasa bimbang dan ragu, apa Kaka nya mau bertemu dan bicara pada nya, mengingat terakhir kali hubungan mereka sedang tidak baik,apa lagi kaka nya saat ini,terlihat sangat membenci nya.
"Nak"panggil ibu, sambil menyentuh tangan Risa, Risa tersadar dari lamunannya.
"Iya bu,Risa akan mencoba bicara pada ka Sarah"sahut Risa, sambil tersenyum menatap ibunya.
Risa pun langsung menuju kamar ka Sarah, ragu-ragu ia mengetuk pintu kamar itu.
"Tok..tok..tok..ka Sarah"panggil Risa, namun tak ada jawaban dari dalam, Risa pun mencoba membuka pintu kamar Sarah.
Cklek!
Berlahan Risa membuka pintu itu, beruntung pintunya tidak di kunci, sehingga Risa bisa masuk, Risa mengedarkan pandangan, mencari sosok kaka nya,kamar nya terlihat sangat sepi dan gelap.
"Ka Sarah!"panggil Risa, sambil menghampiri kaka nya, yang sedang duduk di bawah sudut ranjang nya, dengan kedua tangan nya sedang menekuk kedua kakinya,mata yang terlihat masih basah dan membengkak, menatap kosong ke arah depan,wajah nya sangat pucat, rambut nya pun acak-acakan, sungguh keadaan kaka nya saat ini sangat memprihatinkan,hati Risa sangat perih melihat kaka nya seperti ini, berlahan Risa duduk di samping kaka nya, ikut memandang
lurus ke depan.
"Ka..!apa kaka ingat,di waktu kita masih kecil dulu,kita pernah main ulang tahunan,dan ulang tahun nya itu setiap hari, Kalau hari ini Kaka yang ulang tahun, besok nya Risa lagi yang ulang tahun,lalu besok nya lagi kaka lagi yang ulang tahun,dan besok nya Risa lagi, sampai seterusnya."Risa tersenyum mengingat nya.
"Dan kamu pernah menangis, saat Kaka memberikan kado yang tidak sesuai keinginan mu"sahut Sarah, sambil terkekeh.
"Iya, dan Risa sempat ngambek seharian waktu itu"sahut Risa, mereka pun tertawa.
"Dan apa Kaka ingat..!Risa pernah pulang sekolah sambil menangis?dan ketika Kaka tanya, Risa tidak mau bicara,karena Risa takut,lalu kata Kaka, Risa tak perlu takut untuk bercerita,karena dengan menceritakan nya kepada orang yang kita percaya, akan membantu kita,lalu Risa pun bercerita bahwa ada teman laki-laki sekelas Risa yang suka mengganggu Risa, dan keesokan harinya Kaka dengan berani nya, datang ke SD Risa dan langsung memarahi anak laki -laki itu sampai menangis, waktu itu Risa merasa, bahwa Kaka adalah pahlawan dan super hiro nya Risa."ucap Risa, sambil tersenyum, Sarah pun tertawa mendengar nya.
"Ka..!apa Kaka percaya pada Risa? tanya Risa, sambil menatap lembut kaka nya,Sarah pun mengangguk kan kepalanya, dan seketika langsung menangis, Risa pun langsung memeluk Kaka nya sambil mengusap lembut punggung Kaka nya.
"Maafkan kaka Risa,kaka sudah salah pada mu, selama ini Kaka di buta kan oleh cinta yang palsu,Kaka begitu percaya pada nya,tapi ternyata dia telah mengkhianati kaka,dia telah meninggal kan kaka begitu saja, setelah kaka serah kan semuanya, Satriya jahat,bejat dan tak punya perasaan"ucap Sarah,sambil menangis, Risa mengusap lembut air mata di pipi kaka nya.
"Ka, Risa ingin bertanya,apa... kaka pernah tidur dengan nya?" tanya Risa,ia berharap kaka nya tidak melakukan hal itu,namun apa yang di harapkan kan Risa sirna, ketika melihat kaka nya mengangguk kan kepalanya.
"ka..kaka.. se..sering melakukan itu dengan nya"jawab Sarah,terbata dan kembali menetes air mata nya.
Deg.
"Astagfirullahalazhim"ucap Risa,merasa terkejut dan sangat shock mendengar nya,ia merasa sangat kecewa pada kaka nya, kenapa semudah itu kaka nya, tergoda bujuk rayu syaitan,dan melakukan dosa besar itu.
"Risa,Kaka menyesal,dan kaka takut, pada ibu dan bapak kalau mereka mengetahui nya, kaka juga takut..-"ucapan Sarah terhenti.
"Takut apa ka?"tanya Risa.
__ADS_1
"Kaka takut,kalau... Kaka ha..hamil"ucap Sarah,merasa ketakutan, karena ia begitu sering melakukan nya dengan Satriya dan tak pernah memakai pengaman.
"Astagfirullah"ucap Risa, sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan nya.
"Risa, tolong Kaka, apa yang harus Kaka lakukan?"tanya Sarah,ia merasa bingung dan putus asa, hampir saja ia melakukan bunuh diri,kalau saja Risa tadi tidak datang.
"Apa Kaka, sudah melakukan tes kehamilan?"tanya Risa,Sarah pun menggelengkan kepalanya,karena sangat kacau ia tak terpikirkan hal itu.
"Kaka tunggu di sini,biar Risa keluar untuk membeli alat test pakc untuk Kaka"ucap Risa,lalu beranjak hendak keluar,tapi lengan Risa di tahan oleh Sarah.
"Tolong jangan beri tahu bapak dan ibu tentang hal ini"ucap Sarah, memohon, Risa pun mengangguk kan kepalanya,lalu segera keluar.
*
*
*
Risa pun sudah kembali, dan langsung menyerahkan alat test pakc itu kepada Sarah, dan Sarah pun segera melakukan nya.
"Bagai mana ka?"tanya Risa,ia juga merasa takut, apa bila hal itu terjadi, Risa tak bisa membayangkan,bagai mana reaksi ibu dan bapak mereka nanti,kecewa dan hancur itu pasti,tapi apa bila terjadi sesuatu pada ibu dan bapak, sungguh Risa sangat kacau dan takut membayang kan nya.
"Hasil nya,negatif"ucap Sarah,merasa lega, sejak kemarin ia merasa stress dan tak bisa berpikir jernih, Risa pun juga merasa lega mendengar nya.
"Syukurlah ka, Allah masih menutupi aib Kaka, dengan hasil ini,dan Risa harap Kaka segera bertobat dan kembali ke jalan Allah, jangan lagi mendekati zinah apa lagi mengulangi nya, karena itu adalah perbuatan dosa besar ka" ucap Risa, Sarah pun memeluk adiknya sambil menangis sesenggukan.
"Kaka menyesal Risa,kaka ingin bertobat,tapi dosa kaka sangat banyak dan apa kaka pantas bertobat, apakah tobat nya kaka akan di terima dan di ampuni Allah?"tanya Sarah.
"Ka,perbuatan dosa yang membuat kakak sedih dan menyesal,itu lebih disukai oleh Allah dari pada amalan baik,yang membuat kaka menyombongkan diri,setan tidak menang ketika kakak berbuat dosa, tapi setan akan meraih kemenangan ketika kakak berpikir, bahwa Allah tidak akan mengampuni kakak, bertobat lah ka, dan berjanji lah pada Allah,bahwa kaka tidak akan lagi mengulangi nya"ucap Risa, Sarah pun mengangguk kan kepalanya.
"Kaka berjanji, terima kasih Risa"ucap Sarah, dan langsung memeluk erat adik nya.
"Satu hal lagi ka,Kaka sudah membuat bapak dan ibu khawatir dan cemas beberapa hari ini, bicara lah pada mereka, dan minta maaf lah atas perbuatan dan kelakuan kaka selama ini terhadap ibu dan bapak"ucap Risa
"Iya,kaka akan bicara dan meminta maaf pada ibu dan bapak."sahut Sarah, Risa pun merasa lega.
Risa dan Reihan memutuskan untuk menginap di rumah ibu dan bapak malam ini.
Bersambung...
jangan lupa like dan komen nya 😁
Dan baca episode selanjutnya yaaaa ❤️
see you 🥰
__ADS_1