
Tina terlihat sangat cantik dan anggun,ketika memakai kebaya pengantin yang sangat indah,wajah nya yang berseri-seri menambah aura kecantikan nya semakin memancar.
"Subhanallah...kamu cantik banget Tina,aku sampai pangling lihat nya."ucap Risa, terpesona dengan kecantikan teman nya, yang sangat memancar.
"Kan aku memang cantik dari dulu sa, He...he...he"sahut Tina terkekeh.
Risa pun hanya geleng-geleng kepala, sambil tersenyum mendengar ocehan teman nya, yang terdengar garing.
Suara sholawat nabi pun terdengar dari luar, pertanda pihak keluarga mempelai pria sudah datang,semua orang yang hadir pun sudah berkumpul di ruangan,untuk menyaksikan peristiwa yang sakral Tina dan Gio.
Pihak saksi dan penghulu pun sudah siap, terlihat mempelai pria sangat gagah dan tampan,namun terlihat sangat tegang dan gugup.
Terdengar lantunan ayat suci Al-Quran yang merdu dan membuat semua orang tersentuh.
Setelah membaca syahadat dan istighfar, ijab qobul pun siap di mulai.
"BISMILLAHIRAHMANIRAHIM "
"SAYA NIKAHKAN DAN KAWIN KAN,ANAK SAYA YANG BERSAMA SRI AGUSTINA BINTI RIADI DENGAN ENGKAU GIOVANI CANDRA BIN CANDRA DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DAN SATU SET PERHIASAN EMAS DI BAYAR TUNAI."
"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWIN NYA SRI AGUSTINA BINTI RIADI DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DAN SATU SET PERHIASAN EMAS DI BAYAR TUNAI."
"Sahhhhh..."sahut para saksi dan tamu undangan yang hadir,do'a pun di lantunkan dan di panjatkan.
"Alhamdulillah, sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri, sekarang pengantin wanita nya, boleh di bawa keluar."ucap pak penghulu.
Tina pun langsung di bawa ke luar untuk menemui suaminya,Tina menyalami dan mencium punggung tangan suaminya dengan takzim,ia merasa sangat bahagia dan bersyukur, karena impian nya selama ini menjadi kenyataan.
(contoh foto maharnya Tina ya..π)
"Selamat ya Tina,semoga pernikahan mu menjadi pernikahan yang,sakinah mawaddah dan warohmah,"ucap Risa tulus dan mendo'akan teman baik nya.
"Aamiin π€²π» terimakasih Risa"sahut Tina, terharu bahagia,dan mereka pun berpelukan.
Pasangan pengantin terlihat sangat bahagia duduk di pelaminan,begitu juga Risa,tak kalah bahagia nya melihat temannya menikah.
"Sayang,yuk kita makan."ajak Reihan,sambil menggandeng tangan istrinya, Risa mengangguk sambil tersenyum.
"Hai... Risa,!apa kabar?"tanya beberapa temannya menyapa.
"Alhamdulillah baik,kalian gimana kabarnya?"sahut Risa girang,mereka sambil cipika-cipiki.
"Eh..itu suami mu sa?"tanya Salma sambil berbisik ke telinga Risa,Risa tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya.
"Wah...ganteng banget,kok bisa,kamu dapat suami seganteng itu sa,gak salah?"sahut temannya sambil berbisik dan menyenggol pelan pundak Risa,mata Risa melotot kesal pada teman nya,dan Risa langsung mendapat kan acungan jari v dari temannya,sambil cengengesan,merasa salah ngomong.
__ADS_1
"Sayang, mereka semua teman-teman mu?"tanya Reihan,sambil tersenyum ramah, Risa mengangguk.
"Sayang,!kenalin,mereka semua teman-teman Risa waktu di SMA,yang ini nama nya,Salma, Mita,Dina,Fatma,dan Misna."jawab Risa,sambil memagut lengan suaminya dan memanggil suaminya dengan sebutan sayang dengan suara manja,Reihan hanya tersenyum dan mengangguk ramah.
Teman-temannya langsung menganga dan melongo melihat kemesraan Risa dan suaminya,setelah itu Risa pun langsung pamit meninggalkan mereka semua,Risa kesal pada teman-teman nya yang tak berkedip memandang suaminya.
"Huh..ngeselin banget sih,liatin suami orang sampai segitunya."gumam Risa pelan,namun masih terdengar oleh suaminya.
"Kata nya gak cinta,tapi cemburu."batin Reihan,tersenyum geli melihat tingkah istrinya,yang tanpa sadar lagi cemburu.
Mereka mengambil makanan yang sudah terhidang dan tersusun rapi di atas meja, semua makanan yang di sajikan begitu banyak macam nya dan semuanya enak.
saat mereka makan,begitu banyak yang menyapa Risa,karena semua yang hadir kebanyakan teman -teman Risa waktu di SMA.
"Ternyata, sayang nya kaka,sangat populer ya, banyak yang kenal."ucap Reihan, berbisik ke telinga istrinya.
"Kaka baru tau,!kaka akan terkejut lagi kalau tau,Risa itu banyak yang ngincar."goda Risa, terkekeh,sambil berbisik ke telinga suaminya.
"Berarti Kaka beruntung,karena dapatin sayang lebih dulu."sahut Reihan,dan ikut terkekeh.
Di atas pelaminan,ada sepasang mata yang memperhatikan kemesraan mereka,dan memandang sayu ke arah Risa, wanita yang ia cari dan ia rindukan selama ini,sekarang ada di depan mata nya sendiri,namun apa lah daya tangan tak sampai, Gio harus merelakan serta melupakan dan mengubur perasaan nya dalam-dalam,karena wanita yang ia cintai,kini terlihat sudah sangat bahagia dengan pasangan nya,dan ia pun sudah menikah,Gio akan belajar menerima dan mencintai Tina istrinya.
(Duh... yang sabar ya neng Tina,nanti juga babang Gio bakalan cinta β€οΈ)
*
*
*
(nih rujak buah nya pak amat,ngiler gak?π )
"Ka,boleh gak kita mampir sebentar,Risa mau membeli rujak buah itu?"pinta Risa,sambil menunjuk gerobak penjual rujak.
"Tentu saja boleh Sayang."jawab Reihan,sambil menghentikan mobil nya.
"Biar Kaka saja yang turun belikan rujak buah nya ya,"ucap Reihan,hendak membuka pintu mobilnya.
"Gak usah ka,biar Risa aja yang turun beli, lagian Risa kenal sama bapak penjual rujak buah itu,dulu Risa sering beli waktu masih sekolah."sahut Risa,dan Reihan pun mengangguk.
"Ya sudah Kaka tunggu di sini ya."ucap Reihan,sambil mengambil dan memberikan selembar uang 50 ribu yang di keluarkan dari dompet nya, Risa menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum bahagia.
"Assalamu'alaikum pak amat."ucap Risa, menyapa, dengan ramah.
"Wa'alaikum salam,eh..!ada nak Risa,apa kabar,lama banget bapak gak liat nak Risa, terakhir rasa nya 2 tahun yang lalu."ucap pak amat.
__ADS_1
"Iya pak,Alhamdulillah Risa kabarnya baik, bapak gimana kabarnya?tanya Risa.
"Alhamdulillah,bapak juga baik,sehat wal'afiat, nak Risa?"sahut pak amat,semangat,sambil tersenyum.
"Alhamdulillah,pak,Risa pesan rujak buah nya 2 bungkus ya."ucap Risa.
"Siap..!!!nak Risa sudah hamil berapa bulan?"tanya pak amat,sambil memotong -motong buah.
"Alhamdulillah,udah 7 bulan pak."sahut Risa sambil tersenyum ramah.
"Alhamdulillah,gak lama lagi nak Risa bakal jadi ibu,semoga nanti lahiran nya lancar dan selamat,dan semoga anak nya menjadi anak yang Soleh atau Sholehah, taat kepada Allah dan rasul-nya dan berbakti kepada kedua orang tuanya."ucap pak amat mendo'akan.
"Aamiin ya Allah π€²π» terimakasih pak."sahut Risa,bersyukur.
Di saat Risa sedang asik menunggu rujak nya, ada seseorang yang menghampiri Risa.
"Wah...Wah..wah..ada si Risa ya,sedang apa?beli rujak?"tanya nya, sambil tersenyum sinis.
"Iya bu Tuti."jawab Risa,tersenyum,berusaha ramah.
"Heh...masa orang kota beli rujak buah nya di pinggir jalan sih,gak takut,! kalau nanti sakit perut,ups..!!!saya lupa,orang miskin kan cocok
nya emang beli di pinggiran jalan,ha..ha...ha.. eehhhh...perut nya udah buncit aja,!lagi hamil ya?saya kira,nikah nya gak bakalan lama,terus cerai deh,atau..! jangan-jangan,kamu lagi kabur dari suamimu ya,seperti kaka kamu dulu,setelah puas meloroti uang suaminya langsung deh kabur "ucap bu Tuti terdengar sarkas,dan sangat menghina,Risa yang mendengar nya pun merasa kesal dan marah.
"Maaf bu Tuti yang terhormat,saya sudah lama berlangganan rujak buah pak amat,dan tak pernah saya sakit perut,dan asal anda tau, Alhamdulillah rumah tangga saya juga sangat baik -baik saja,dan sebentar lagi kami akan memiliki anak,saya juga tidak lagi kabur, saya kesini dengan suami saya"sahut Risa, yang mulai emosi.
"Iya bu Tuti,!!!apa yang di katakan nak Risa itu benar,bu Tuti jangan ikut campur dengan rumah tangga orang,lagian ya, walau pun saya jualan di pinggir jalan,buah-buahan yang saya jual itu higenis."Sahut pak amat, yang ikut kesal atas omong bu Tuti.
Dari mobil Reihan melihat istrinya seperti sedang kesal dengan orang yang berbicara dengan nya, Reihan pun memutuskan untuk turun dan menemui istrinya.
"Ada apa sayang?"tanya Reihan, menghampiri istrinya.
"Oohh...ini ya suaminya Risa,yang katanya orang kota itu,hei...!!saya kasih tau ya,hati-hati dengan Risa, Karena kalau dia sudah puas meloroti uang kamu,pasti nanti akan di tinggal kabur oleh dia,sama tuh seperti Kaka nya, lagian saya heran, kenapa kamu mau sama si Risa sih..?kamu itu kan tampan, gagah dan orang kota lagi,masa mau sama orang desa,terus miskin lagi,apa jangan-jangan,!si Risa pakai pelet,atau dia menjebak kamu,biar kamu mau tanggung jawab,ya kan,"ucap bu Tuti,mata Risa sudah mulai berkaca-kaca,nafasnya terasa sesak, ingin rasanya ia ambil sendal di kakinya dan langsung di tampar kan ke mulut ibu Tuti yang pedas itu, namun karena Risa masih menghormati dan memandang orang tua,hal itu tak di lakukan nya.
"Apa yang anda tuduh kan pada istri saya adalah fitnah,apa anda tau,memfitnah orang itu,lebih kejam dari pada membunuh, setinggi apa pun ilmu yang anda miliki,bila sikap Anda menyakiti orang lain, tidak akan ada gunanya, karena mengukur hidup itu,dengan perilaku yang mulia bukan dengan harta dan kesombongan, Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda anda,tapi Allah melihat hati dan amal anda,kami permisi"ucap Reihan,ia pun langsung membayar rujak buah yang Risa beli,dan langsung membawa Risa pergi meninggalkan bu Tuti,yang masih mematung dan mulut menganga.
"Cih...!!! sok-sokan jadi orang alim dan berilmu,dia pikir dia siapa,seorang ustadz."sungut bu Tuti kesal,karena langsung di tinggal pergi begitu saja.
"Suaminya Risa memang orang sholeh,dan dia juga seorang ustadz,"Sahut pak amat,ikut marah sama bu Tuti.
"Alah... pasti cuma ustadz gadungan,kalau beneran ustadz dan juga sholeh, pasti gak lancang begitu ngomong sama saya,mana gak sopan lagi,pergi gak ucap salam."ucap bu Tuti sambil mencebik kan bibir nya.
"Mereka itu,sudah sangat sopan pada anda, malahan suaminya Risa juga sempat mengingat kan dan menasehati anda,mereka pergi,tanpa memberi salam pada anda,karena anda tidak pantas di do'akan oleh mereka, kalau saya yang di gitukan sama anda,pasti sudah saya tampar dan saya potong-potong kaya nih rujak."sahut pak amat,marah dan geram sama bu Tuti, Kalau saja bukan perempuan, pasti dari tadi sudah ia tampar tuh mulut yang gak ada filter nya.
Bu Tuti yang mendengar ancaman pak amat, bergidik ngeri,ia takut kalau pak amat akan beneran memotong -motong nya,ia pun langsung pergi dari situ,sambil berlari ke mobilnya.
"Pantas aja kaka nya Risa kabur,kalau punya mertua modelan begitu,mulutnya lebih kejam dari pada Mak lampir "gumam pak amat kesal, sambil geleng-geleng kepala.
Bersambung...
__ADS_1
kasih like dan komen nya ya βΊοΈβ€οΈ
jangan ketinggalan dengan episode selanjutnya π