Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Satriya


__ADS_3

Keesokan harinya,Sarah ternyata memang benar-benar membawa pacar nya ke rumah, dan mengenalkan nya ke pada kedua orang tuanya.


"Assalamu'alaikum"ucap Sarah yang datang dengan pacarnya.


"Wa'alaikum salam,"sahut ibu dan bapak, mereka pun menatap kaki-laki yang di bawa oleh anak nya,nampak terlihat masih muda dan berpakaian sangat rapi dan modis.


"Pak,bu, kenal kan,ini mas Satriya pacar Sarah"ucap Sarah,sambil tersenyum bahagia.


"Selamat sore,om dan tante,"ucap Satriya, sambil menjabat tangan bapak dan ibu,tanpa mencium punggung tangan mereka.


"Kurang sopan"batin ibu.


"Mari silahkan duduk"ucap bapak, mempersilahkan.


Satriya mengangguk dan langsung duduk.


"Kalau boleh tau, berapa umur mu nak?"tanya bapak penasaran, karena terlihat masih muda.


"Umur saya 20 tahun om"sahut Satrya sambil tersenyum, bapak menyeritkan alisnya,karena umurnya lebih muda 4 tahun dari pada Sarah.


"Sejak kapan kalian kenal dan pacaran?"tanya bapak, sambil menatap Satrya,ia merasa tidak yakin dengan laki-laki ini serius pada putrinya.


"Saya kenal Sarah waktu di acara ulang tahun Riyana om,dan kami berpacaran sekitar 1 bulan yang lalu"jawab Satrya.


"Apa kamu tau,anak saya ini seorang janda?" tanya bapak.


"Saya tau om,"sahut Satrya, sambil tersenyum.


"Panggil saja bapak,apa kamu sudah lama,tinggal di kota ini ?"tanya bapak lagi.


"Saya tinggal di kota ini sudah sekitar 2 tahun om,dan saya bekerja di kantor perusahaan CV bangsa sebagai manajer di sana, saya juga memiliki gajih ya...lumayan besar, saya juga memiliki rumah dan 2 mobil,saya juga memiliki banyak rumah kontrakan dan juga tanah."ucap Satriya, terdengar angkuh dan sombong.


"bapak tidak memandang pekerjaan atau harta nak, yang ingin bapak tanya kan apa kamu serius dengan anak bapak?"tanya bapak the to poin.


"Sa..saya.. serius om,eh maksud saya pak," sahut Satrya,ter gugup.


"Syukurlah kalau kamu serius,bapak tidak mau,kalau kalian terlalu lama berpacaran, apa lagi kamu tau sendiri kan,anak bapak ini seorang janda,tidak baik di lihat orang kalau berpacaran dan jalan dengan kaki-laki."ucap bapak, Satriya dan Sarah pun mengangguk.


"Apa kedua orang tua mu tau tentang hubungan kalian?"tanya ibu


"Belum tante,saya belum memberi tahu kan mereka,tapi mungkin,secepatnya saya akan memperkenalkan Sarah pada mereka."sahut Satrya, menyakinkan, Sarah pun tersenyum bahagia.


Setelah Satrya pamit pulang,ibu dan bapak bicara pada Sarah.


"Sarah,sepertinya Satrya itu tidak begitu serius dengan mu,"ucap ibu,Sarah pun terkejut mendengar nya.

__ADS_1


"Apa maksud ibu?mas Satriya itu, serius dengan Sarah bu,kalau enggak,mana mungkin dia menemui bapak dan ibu."sahut Sarah mencoba menyakinkan ibu.


"Tapi nak,dari ucapan nya saja terdengar dia masih ragu-ragu dengan mu,kalau dia serius,pasti dia sudah memberitahu kan kepada kedua orang tuanya,dan mereka akan datang langsung melamar mu,seperti Risa dulu,lagi pula,dia itu lebih muda dari mu,dan lebih lagi kamu seorang janda nak"ucap ibu menjelas kan.


Mendengar nama Risa,Sarah pun emosi.


"Risa... Risa.. Risa terus...!!!!kenapa sih bu?ibu selalu membanding Sarah sama Risa, Sarah dan Risa itu berbeda bu,lagi pula,mas Satrya itu tidak sama dengan suaminya Risa,mas Satriya itu berpendidikan dan dia baik sama Sarah,dia juga mau menerima Sarah apa ada nya,walau pun Sarah janda bu, dan masalah umur nya, memang nya kenapa kalau dia lebih muda dari Sarah, bukankah Risa juga berbeda jauh umurnya dengan suaminya,tapi ibu dan bapak tidak masalah."sahut Sarah emosi dan marah.


"Sarah...!!!jaga mulut mu,kenapa kamu berbicara seperti itu pada ibu mu," sahut bapak,marah.


"Maksud ibu bukan seperti itu Sarah "ucap ibu,merasa sedih atas sikap Sarah.


"Bu, percaya pada Sarah,mas Satriya itu orang baik dan dia benar-benar mencintai Sarah."ucap Sarah,menyakinkan lagi.


"Baiklah nak,ibu dan bapak percaya pada mu,"ucap bapak, Sarah pun tersenyum bahagia.


*


*


*


Setiap Minggu Satriya selalu datang ke rumah dan membawakan makanan kesukaan ibu dan bapak,lalu akan meminta ijin untuk mengajak Sarah keluar, Satriya juga sangat sering mampir ke toko dan membantu Sarah menjaga toko ketika bapak tidak ada,ibu dan bapak sebenar nya sangat keberatan dan merasa tidak nyaman,membiarkan Sarah selalu jalan dan berduaan dengan pacarnya, apa lagi mereka belum menikah, namun Sarah sangat keras kepala dan selalu membantah nasehat ibu dan bapak.


"Bu,Sarah mau jalan dulu ya sama mas Satriya"ucap Sarah,tersenyum bahagia,ibu hanya mengangguk mengiyakan.


"Wa'alaikum salam"sahut ibu,senang melihat Risa datang,karena Risa sudah 2 bulan tidak ke rumah, setelah kejadian Risa dan Sarah waktu itu.


semenjak kejadian itu Risa sempat mengalami pendarahan, karena terlalu lelah dan stress, dokter pun menyarankan, agar Risa menghindari hal-hal yang bisa membuat Risa stress,demi keselamatan anak dan istrinya, Reihan melarang Risa ke rumah ibu, agar Risa tidak bertemu dengan Sarah kaka nya yang bisa membuat Risa stress.


Tapi,walau pun Risa tidak ke rumah ibu nya, Risa sangat sering menelepon dan kadang ibu nya yang datang ke rumah nya untuk menjenguk Risa.


"Risa,gimana kabar mu nak?"tanya ibu, sambil mengusap perut Risa yang semakin membuncit,karena kandungan nya sudah 9 bulan.


"Alhamdulillah baik bu,"sahut Risa, sambil tersenyum,menyalami dan mencium punggung tangan ibunya, lalu mata Risa teralih pada ke dua orang yang berdiri di dekat pintu.


"Ka Sarah,!ka Sarah mau jalan?"tanya Risa, Sarah hanya mengangguk kan kepalanya.


Mata Risa beralih ke seorang laki-laki yang berdiri di samping Sarah Kaka nya, Risa menyeritkan alisnya, seperti nya ia tidak asing dengan laki-laki yang ada di depan nya itu.


"Apa laki-laki ini pacar nya ka Sarah,yang pernah ibu bilang?"batin Risa, ibunya sempat bercerita pada Risa,kalau Sarah memperkenal


kan pacarnya.


"Risa,kenal kan ini Satriya calon suami ku" ucap Sarah,Risa dan Reihan hanya tersenyum ramah.

__ADS_1


"Wah...! ternyata adiknya Sarah lebih cantik, dari pada Sarah,sayang, dia sudah punya suami,dan lagi hamil pula,kalau aja masih jomblo, kan lumayan,"Batin Satriya, sambil menatap aneh dan tak berkedip kepada Risa,Sarah yang menyadari pacarnya terlalu lama menatap adiknya itu, cemburu dan langsung memagut lengan pacarnya itu,dan langsung mengajak pacarnya pergi.


Risa yang melihat kakaknya bersikap seperti itu sangat terkejut dan khawatir,ibu pun merasa tidak enak,dan malu pada Reihan menantunya, apa lagi, menantunya adalah seorang ustadz yang tau tentang hukum agama.


"Bu,apa bapak masih di pasar? tanya Risa.


"Iya nak,mungkin seperti nya sebentar lagi akan pulang"sahut ibu, sambil mengajak Risa dan Reihan masuk.


"Bu,ini Risa bawakan buah"ucap Risa, sambil mengerahkan ke ibu.


"Terima kasih ya nak"ucap ibu, sambil tersenyum, Risa dan Reihan pun mengangguk dan tersenyum.


"Bu, Kalau Risa boleh tau, kapan pacarnya ka Sarah akan melamar dan menikahi ka Sarah?"tanya Risa,ia khawatir sikap Kaka nya tadi yang terlalu dekat dan sangat sering jalan bersama, ibu terdiam mendengar pertanyaan Risa.


"Ibu tidak tau nak, ibu dan bapak sudah sering menanyakan hal itu,namun jawaban Sarah, sebentar lagi,dan kami tunggu-tunggu sudah 3 bulan,tapi Satriya masih belum melamar Sarah juga,"sahut ibu merasa sedih, Risa dan Reihan pun hanya terdiam mendengar nya.


Risa hanya berdo'a dan berharap agar kaka nya tidak melakukan hal-hal yang di luar batas.


*


*


*


Setelah pulang dari rumah ibu, Risa hanya diam dan melamun sambil menyisir rambut nya, yang basah sehabis mandi.


"Sayang,lagi mikirin apa?"tanya Reihan, sambil memeluk istrinya dari belakang,Risa pun terkejut.


"Risa lagi mikirin ka Sarah,Oya..ka,apa Kaka kenal dengan calon suami nya ka Sarah? Risa merasa, sepertinya pernah melihat laki-laki itu,tapi, Risa lupa di mana,"ucap Risa, sambil mengingat-ingat.


"Sayang pernah melihat nya di kafe bersama Sarah,waktu Kaka belikan sayang perhiasan" sahut Reihan,santai, Karena ia sudah berapa kali melihat Satriya bersama Sarah, bahkan Reihan juga pernah melihat Satrya bersama dengan perempuan lain,dan Reihan tau laki -laki yang bernama Satriya itu bukanlah laki-laki baik.


"Oh..iya,pantesan Risa merasa, pernah melihat nya."sahut Risa, sambil terkekeh karena baru ingat.


"Tapi ka, apa menurut Kaka, laki-laki yang bernama Satriya itu orang baik?"tanya Risa, sambil menatap suaminya dari cermin.


"Kalau menurut sayang?"tanya Reihan, balik, inya ingin mendengar pendapat istrinya, Risa menggelengkan kepalanya.


"Menurut Risa,seperti nya tidak"sahut Risa


"Kaka juga sama dengan pendapat mu sayang"sahut Reihan, sambil mendarat kan ciuman di pipi istri nya.


Bersambung...


jangan lupa like nya ya ☺️

__ADS_1


Dan jangan lupa baca episode-episode selanjutnya ❤️


see you 🥰


__ADS_2