Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Terpaksa menyetujui


__ADS_3

Keesokan paginya, mereka berkumpul untuk sarapan bersama,semua anggota keluarga ada di kursi masing-masing, hanya kursi Salwa yang kosong.


"Umi apa Salwa masih belum mau keluar kamar?"tanya Reihan,umi mengangguk kan kepalanya sedih.


"Tadi umi sudah mencoba, mengetuk pintu nya dan mengajaknya untuk sarapan bersama,tapi Salwa menolak nya"sahut umi, Reihan menghembuskan nafas nya dengan kasar,iya tak menyangka adiknya kali ini sangat begitu keras kepala.


"Nenek,apa aunty salwa sedang merajuk?" tanya Anisa, penasaran,karena ia sempat mendengar bahwa Salwa mengurung diri di kamar.


"Tidak sayang, aunty Salwa baik-baik saja kok"sahut Risa, sambil menuangkan nasi untuk putri nya.


"Tapi, Anisa sering lihat aunty Nana,dan aunty Fika, kalau lagi ngambek gara-gara tak di belikan mainan, pasti langsung masuk ke kamar terus mengunci pintu nya,dan nenek langsung teriak-teriak memanggil sambil ketuk-ketuk pintu,sama seperti nenek lakukan tadi malam umi"ucap Anisa polos, Risa terkejut sambil membelalakkan matanya mendengar ucapan dari putri nya itu, sedang kan Fika langsung menepuk jidatnya, dan yang lain malah tertawa mendengar ocehan Anisa.


"Sayang,masalah nya beda,ini urusan orang dewasa"sahut Risa,mencoba memberikan pengertian untuk putri nya.


"Oh..jadi orang dewasa urusan nya beda ya umi?terus kalau bukan minta mainan,aunty salwa nya minta apa umi?"tanya Anisa penasaran dan begitu polos, Risa pun langsung terdiam, Anisa adalah anak yang sangat pintar, dan selalu ingin tahu jika ia penasaran, karna itu sampai -sampai Risa di buat kebingungan untuk menjawab setiap pertanyaan putri kecilnya.


"Ya Allah nih anak! nanya mulu,aku kan jadi bingung harus jawab apa?"batin Risa, menjerit, sambil tersenyum masam, dan melirik suami nya sambil mengedipkan mata nya untuk meminta bantuan, Reihan hanya terkekeh melihat kode dari istri nya.


"Anisa!ka Salwa itu gak minta mainan,tapi minta kawin"sahut Fika keceplosan dan langsung menutup mulutnya sendiri dengan kedua telapak tangan nya, semua orang pun langsung menatap ke arah Fika, dan Fika pun langsung menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Gawat! Fika salah ngomong"batin Fika.


"Umi..!minta kawin itu apa?"tanya Anisa, penasaran, Risa pun langsung memijat pelipisnya sendiri, bingung harus jawab apa, karena anak selalu saja bertanya.


"Anisa, nanti siang mau ikut Abi gak beli es krim?"ucap Reihan mengalihkan perhatian Anisa, Anisa pun langsung sumringah mendengar nya.


"Mau Abi! Anisa mau es krim"sahut Anisa girang,dan langsung melupakan pertanyaan nya tadi, Risa pun langsung merasa lega.


"Oke..! pasti yang rasa strawberry kan?"tanya Reihan sambil mengusap kepala putri nya, Anisa langsung mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum lebar.


"Benar...!Seratus buat Abi"sahut Anisa sambil mengacungkan dua jempol nya untuk Abi nya,semua orang tertawa melihat tingkah lucu Anisa.


Semua orang pun melanjutkan makan nya, dan selesai makan, Abi dan umi pun meminta semua orang untuk berkumpul di ruang keluarga, karena ada hal yang ingin di sampai kan oleh mereka.


"Anisa main dulu ya, sama aunty Fika di kamar"suruh Risa,agar anak-anak tak ikut mendengar pembicaraan orang tua.


Fika yang mengerti pun langsung mengajak Anisa untuk bermain ke kamar nya.


"Anisa,ayo ikut aunty Fika ke kamar, aunty Fika punya mainan baru lho"ajak Fika, Anisa


pun mengangguk kan kepalanya dan menurut lalu mengikuti Fika ke kamar nya.


Semua orang pun sudah berkumpul semua, termasuk Salwa yang sudah mau keluar kamar, karena di bujuk oleh umi dengan susah payah,tapi Salwa masih tak mau makan.

__ADS_1


"Karena semua orang sudah berkumpul, Abi dan umi ingin menyampaikan sesuatu pada kalian,dan Abi harap,apa pun keputusan yang Abi dan umi sampai kan,maka kalian semua harus menerimanya,dan Abi tak mau ada perdebatan lagi di antara kalian "ucap Abi sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar.


"Karena pria yang bernama Abdul, dan keluarga nya akan datang malam ini,maka Abi dan umi memutuskan,akan menerima lamaran nya pada Salwa dan merestui mereka"ucap Abi dengan nafas berat, semua orang pun langsung terkejut mendengar nya.


"Beneran bi?apa Abi akan benar-benar merestui kami?"tanya Salwa, begitu bahagia, Abi pun hanya mengangguk kan kepalanya.


"Terima kasih Abi, terima kasih umi"ucap Salwa girang sambil memeluk mereka, sedangkan yang lain hanya terdiam, tak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka, jujur hati Reihan masih berat untuk menyetujui nya,namun karena ini keputusan oleh kedua orang tua nya, maka,Reihan hanya bisa diam dan menerima nya.


"Reihan,Abi minta kamu tetap di sini dulu, sampai keluarga Abdul datang,dan Abi berharap kamu dan Fauzan mau menemani Abi menemui mereka"pinta Abi, Reihan dan Fauzan pun hanya mengangguk kan kepalanya pelan.


*


*


*


Malam hari,Abdul dan pihak keluarga nya pun benar-benar datang,dan di sambut oleh Abi, Reihan dan Fauzan yang juga ikut menemani Abi, Abdul datang bersama paman dan bibi nya.


"Terima kasih sudah menyambut kami dengan baik, dan kami harap kedatangan kami tidak menggangu waktu nya"ucap paman Abdul, sambil tersenyum lebar.


"Iya sama-sama pak,kami juga senang karena bapak sekeluarga,sudah mau bersilaturahmi ke kediaman kami yang sederhana ini"sahut Abi, sambil tersenyum.


Mereka pun berbincang-bincang dan menyampaikan maksud tujuan mereka, Abi pun menerima lamaran mereka,


"Umi,Abi seperti nya kami juga akan pamit pulang"ucap Reihan.


"Lho kok pulang? sebaiknya kalian menginap saja lagi malam ini,lagi pula Anisa juga sudah tertidur bersama Fika di kamar nya, kasian kalau dia harus di bangun kan"sahut umi menahan.


"Iya ka,lagi pula ini sudah malam"sahut Lia, ikut menahan.


"Tidak papa umi,biar Anisa yang menginap di sini,besok sore baru Reihan jemput "sahut Reihan.


"Tapi kal.."ucapan umi terpotong oleh Abi.


"Iya Reihan,tidak papa, biar Anisa menginap di sini, kalian pulang lah,besok biar Abi atau Fauzan yang akan mengantar Anisa "sahut Abi, sambil tersenyum, Reihan pun langsung mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum lebar pada Abi nya.


"Baik Abi, terima kasih "sahut Reihan, Abi mengangguk kan kepalanya, Reihan pun langsung pamit lalu mengajak Risa pulang.


"Abi! kok anak nya malah di ijin kan pulang sih?kan ini sudah malam,naik motor lagi"protes umi, Lia pun ikut mengangguki nya setuju.


"Umi, mereka itu sudah dewasa,apa umi gak paham juga? mereka itu perlu waktu untuk berduaan umi"sahut Abi, tersenyum sambil merangkul umi,dan umi pun langsung terkekeh mendengar nya.


"Ya Allah,umi kok gak kepikiran sampai sana ya, maklum lah bi,ini karena faktor UT"sahut umi, sambil tertawa, Abi dan Lia menyeritkan alis nya bingung.

__ADS_1


"Apa itu UT umi?"tanya Abi penasaran.


"Usia tua Abi"sahut umi, Abi dan Lia pun langsung tergelak mendengar nya.


"Umi ya,ada-ada saja"sahut Lia, sambil tertawa.


"Ya sudah,ayo kita tidur"ajak Abi,sambil merangkul pundak istri nya, mengajak ke kamar.


"Kita mau pacaran juga ya Abi?"tanya umi,sambil tersenyum menggoda suaminya.


"Iya umi,tapi karena kita sudah UT jadi kita pacaran nya di kamar saja ya"sahut Abi, ikut menggoda istrinya, mereka pun langsung tertawa bersama,Lia pun ikut tertawa.


"Abi dan umi lucu banget sih,ah.. dari pada Lia jadi obat nyamuk nya Abi sama umi,mending Lia masuk ke kamar aja"ucap Lia dan langsung meninggalkan mereka, Abi hanya terkekeh melihat nya.


"Ada yang iri umi"ucap Abi sambil berbisik di telinga istri nya,umi pun langsung tertawa mendengar nya.


*


*


*


Di jalan.


"Sayang!kok kita pulang sih? kenapa gak menginap saja lagi di rumah umi,kan dingin pulang malam-malam naik motor"protes Risa.


"Kalau dingin, sayang kan bisa peluk Kaka"sahut Reihan, sambil terkekeh, melihat wajah istri yang cemberut sambil memanyunkan bibirnya.


"Lho sayang,kok kita stop di sini?"tanya Risa bingung, karena Reihan menghentikan motor nya di sebuah restoran.


"Kita pacaran dulu sayang"sahut Reihan, Risa pun terkejut mendengar nya, Reihan tertawa melihat ekspresi wajah istri nya yang terkejut, sambil melepaskan helm nya dan helm istri nya.


"Yuk masuk,Kaka sudah pesan tempat untuk kita dari tadi siang"ajak Reihan, sambil menggandeng tangan istri nya dan membawa masuk.


"Tapi ka, pakaian Risa?" ucap Risa merasa tidak enak.


"Kamu pakai apa saja, tetap cantik sayang" sahut Reihan, sambil tersenyum, menatap istrinya, Risa pun pasrah dan mengikuti suaminya.


Reihan sengaja memesan tempat yang terbuka, agar mereka bisa memandang pemandangan indah nya kota di malam hari,Mereka berdua pun makan malam dengan romantis, sambil menikmati suasana malam yang indah, mereka pun terlihat sangat bahagia,layak nya seperti pasangan yang sedang pacaran, tapi pacar halal.😁


...****************...


Bersambung

__ADS_1


kasih terus semangat ya buat author, like dan komen nya, jangan lupa baca terus episode selanjutnya yaaa 🥰


__ADS_2