
Setelah berhasil mengambil foto Dinda dan Ustadz Raihan,orang itu pun duduk di sebuah taman, rupanya dia sedang menunggu seseorang yang datang,benar saja tak berapa lama orang yang ditunggunya pun datang menghampirinya di taman.
"Bagai mana? berhasil?"tanya seorang wanita, yang menghampiri teman nya itu.
"Berhasil dong..!gue kan ahli memotret,dan hasilnya sempurna, posisi perempuan dan laki-lakinya terlihat seperti sepasang kekasih yang lagi bahagia,dan gue sudah mengedit foto itu sedikit,supaya lebih terlihat pasangan itu hanya berdua saja"sahut nya, sambil menunjukan hasil foto nya.
"Wah..hebat!Cepat kirim ke gue,biar gue bisa jadiin senjata ampuh buat ngehancurin hubungan ustadz Reihan dengan istrinya"ucap wanita itu,sambil tersenyum puas.
"Tunggu,Tapi.. Lo Yakin, ngelakuin ini? ustadz Reihan kan orang baik,gak pernah nyakitin orang, bahkan selalu membantu orang, sebaik nya, Lo pikir sekali lagi deh, apa Lo gak kasian kalau rumah tangga nya hancur,gue takut dosa" ucap nya merasa takut.
"Lo tenang aja,dosa nya biar gue yang nanggung, yang penting tujuan gue tercapai dulu,baru gue tobat"
"Kenapa Lo masih ngotot aja sih,mau dapetin ustadz Reihan,Lo gak kasian sama istri dan anak nya?"
"Lo gak usah mikirin dia,asal Lo tau! hidup gue lebih menderita dari pada dia,gue udah cukup mengalah, dan sekarang gue yakin, sebenarnya Ustadz Reihan itu suka sama gue, cuma,karna terlanjur aja ustadz Reihan nikah sama si Risa itu"
"Kaya nya Lo udah gila deh,gue gak habis pikir sama jalan otak Lo"
"Lo gak usah mikirin otak gue,udah cepetan kirim foto nya ke gue sekarang "
"Iya..iya..tapi ingat ya..!gue gak mau ikut di bawa-bawa kalau Lo ada masalah nanti"
"Siip..! Lo tenang aja"ucap wanita itu sambil tersenyum.
"Tuh..udah gue kirim, sekarang tugas gue selesai ya"
"Oke..dan ini bayaran Lo, karena udah bantuin gue,entar kalau gue berhasil,Lo dapet lagi hadiah dari gue"ucap nya sambil menyerahkan sebuah amplop coklat, dan tersenyum puas.
"Wah... Ini nih yang gue suka"Sahut nya sambil mencium amplop coklat itu.
"Huh.. dasar duit aja Lo suka"ucap wanita itu, sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar,teman nya hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kalau gitu gue pergi dulu ya,eh..ingat ya,kalau Lo ada masalah, jangan bawa -bawa nama gue,dan gue juga udah memperingati Lo tadi, supaya batalin niat Lo,tapi karna Lo masih ngotot, jadi Lo tanggung sendiri akibatnya"ucap teman nya.
"Ish..iya..iya..tau,udah pergi sana"usir nya, merasa kesal pada teman nya.
*
*
*
Risa sudah sampai di rumah bersama bapak.
"Bapak minum obat nya dulu ya ,habis itu langsung istirahat"ucap Risa,ia merasa kasian pada bapak nya yang terlihat kelelahan, bapak hanya mengangguk kan kepalanya,sambil tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih ya nak,kamu sudah mau membawa bapak berobat"ucap bapak.
"Iya pak, Risa senang bisa menemani bapak hari ini"sahut Risa,tersenyum sambil menuntun bapak nya ke kamar.
Setelah mengantar bapak ke kamar nya,Risa pun merasa lapar,karena sejak tadi pagi sampai siang ini ia belum makan, sebenarnya bukan ia lupa atau tak mau makan, hanya saja sejak pagi, ia merasa mual jika melihat makanan.
"Lapar banget,makan apa ya?"gumam Risa,sambil melangkah menuju ke dapur.
Risa mencoba mengambil nasi dan menaruh nya ke piring,namun, ketika melihat nasi yang ada di piring, tiba-tiba Risa menjadi mual lagi.
"Kenapa nih perut,rasa nya gak enak banget sih, setiap liat makan terasa mual"ucap Risa,bicara sendiri, Risa pun mengembalikan nasi itu ke dalam magic lagi, ketika ia hendak pergi dari dapur,mata nya tak sengaja melihat satu kotak coklat salut di atas meja.
"Alhamdulillah..ada coklat, kaya nya enak deh" ucap Risa,sambil mengambil coklat itu dan langsung memakan nya,setelah memakan cokelat, Risa pun langsung ke kamar nya.
"Assalamu'alaikum "ucap, Nana dan Anisa yang baru datang mengaji.
"Anisa,aunty Nana punya coklat lho, Anisa mau gak?"tanya Nana, sambil menawari.
"Mau aunty"sahut Anisa, sambil mengangguk kan kepalanya,senang.
"Ayok..ikut aunty ke dapur,ambil coklat "ajak Nana, mereka pun langsung ke dapur, untuk mengambil coklat.
Sampai di dapur, Nana terkejut melihat coklat nya yang di atas meja sudah tidak ada lagi.
"Mana coklat nya Nana?"gumam Nana,sambil mencari-cari coklat.
"Nana lagi cari coklat nya Nana bu" sahut Nana,masih sibuk mencari-cari sampai ke bawah meja.
"Nenek, coklat nya aunty hilang"ucap Anisa ikut menyahut.
"Mungkin kamu lupa menaruhnya?"tanya ibu, sambil ikut mencari nya.
"Nana ingat kok,tadi sebelum Nana mengaji, Nana taruh coklat nya di meja"jawab Nana, yakin.
"Apa ini coklat nya Nana?"tanya ibu, yang melihat banyak bungkus coklat di dalam tong sampah, Nana pun langsung berlari melihat nya.
"Iya bu,itu coklat nya Nana..!tapi siapa yang makan coklat nya Nana?"tanya Nana, bingung dan mulai merasa kesal.
"Ada apa bu,kok kedengaran nya ribut banget di dapur?"tanya Risa, menghampiri ke dapur dan ingin tahu.
"Ini.. coklat nya Nana hilang,pas di cari, ternyata coklat nya udah ada yang makan" sahut ibu.
Deg.
Risa terkejut mendengar nya,karena coklat yang ia makan tadi, ternyata itu adalah coklat milik Nana.
__ADS_1
"Emm..Nana,maaf ya, coklat yang ada di atas meja tadi, yang makan itu ka Caca"ucap Risa, merasa bersalah.
"Jadi ka Caca yang udah makan coklat nya Nana?"sahut Nana, sambil menatap kaka nya, Risa pun mengangguk kan kepalanya, sambil tersenyum kecut.
"Terus ka Caca makan coklat nya berapa?" tanya Nana, mengharap masih ada.
"Emm..ka Caca makan semuanya"sahut Risa, Nana dan ibu pun terkejut mendengar nya, karena coklat satu kotak itu,isi nya sangat banyak, dan itu habis di makan oleh Risa.
"Kamu beneran makan coklat satu kotak sendiri?apa gak mual?"tanya ibu, merasa tak percaya,Risa mengangguk kan kepalanya pelan.
"Eh..iya juga ya,kok aku gak mual sih makan coklat?satu kotak malah,tadi aja mau makan yang lain merasa mual?"batin Risa, kebingungan.
Nana pun langsung marah dan merajuk pada Risa, karena coklat nya tak tersisa satu pun untuk nya.
"Maafin ka Caca nya Nana,ka Caca belikan lagi ya coklat nya"ucap Risa, merasa bersalah, dan berusaha membujuk adik bungsu nya,sambil memelas, Nana pun hanya mengangguk kan kepalanya, lalu langsung pergi ke kamar nya.
Risa merasa aneh pada diri nya, kenapa ia bisa makan coklat sebanyak itu tanpa sadar, ketika ia melihat coklat itu,air liur nya pun merasa ingin menetes, sehingga ia langsung saja memakan nya, bahkan ia merasa coklat itu sangat enak di makan.
"Apa jangan-jangan aku lagi?"batin Risa,sambil mengingat-ingat tanggal.
Risa pun langsung pamit pada ibu untuk membeli kan Nana coklat kembali,dan sekaligus ia membeli sesuatu yang akan membuat ia tau jawaban atas keanehan yang ia alami.
"Nana, maafin ka Caca ya,lain kali ka Caca gak lakuin itu lagi,dan ini coklat untuk Nana sama Anisa"ucap Risa, sambil menyerahkan satu kotak coklat yang baru di beli nya pada Nana dan Anisa, Nana dan Anisa pun merasa senang.
"Iya ka Caca,Nana maafin"sahut Nana, sambil tersenyum dan langsung membuka coklat nya bersama Anisa, Risa pun merasa lega.
Setelah itu Risa pun segera ke kamar nya dan langsung mengeluarkan sesuatu yang di beli nya tadi dari dalam kantong baju nya.
"Aku harus pastikan,apa tebakan ku benar" gumam Risa,dan langsung masuk ke kamar mandi,sambil membuka benda kecil yang di pakai untuk menguji tes urine,ia pun menaruh alat test pakc itu kedalam air urine yang di tampung nya tadi,ketika hasil nya kelihatan Risa pun terkejut melihat hasilnya, dugaan nya ternyata benar hasilnya positif.
"Masya Allah, ternyata aku hamil"batin Risa.
Risa pun segera keluar dari kamar mandi dan menyimpan hasil test pakc itu,ia akan memberi kejutan untuk suaminya ketika pulang nanti.
"Alhamdulillah ya Allah, engkau memberikan amanah yang ke dua untuk kami"ucap Risa, merasa bersyukur dan bahagia.
Bersambung...
jangan lupa like dan komen nya ya ☺️
baca episode-episode selanjutnya ❤️
see you 🥰
Dan jangan lupa baca novel terbaru dari Ummi Alima ya.. yang berjudul.
__ADS_1
(JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU)