
Setelah perceraian nya dengan Sarah semakin hari Dimas semakin buruk perilakunya, setiap hari kerjaannya berjudi,mabuk -mabukan dan main perempuan, bahkan pernah juga terlibat kasus penjual belikan narkoba, tapi karena orang tua nya kaya dan banyak uang dia di bebaskan dan kasus nya di tutup.
"Pak,seperti nya Dimas harus kita nikahkan lagi, supaya dia bisa berubah." saran bu Tuti pada suaminya.
"Dengan siapa bu, anak kita itu sudah terkenal jelek di mata masyarakat di desa ini dan desa sebelah, siapa yang mau menikahkan anak mereka dengan anak kita,? pasti tidak akan ada yang mau bu." sahut pak Budi.
"lho ..masa tidak ada sih pak,kita ini kan kaya, pasti banyak yang mau dengan anak kita pak." ucap ibu Tuti dengan yakin.
"Kaya saja tidak menjamin kebahagiaan bu, pasti banyak orang tuanya yang akan menolak karena tau sifat dan kelakuan anak kita, walaupun kita kaya." sahut pak Budi.
"Hah...!bapak ini belum juga mencoba melamar, sudah mundur duluan, lagian Dimas kita itu kan tampan pak, ibu yakin pasti banyak yang mau sama Dimas." ucap ibu Tuti.
"Modal tampan saja kalau tidak bekerja siapa yang mau,apa lagi kerjaannya cuma menghambur-hambur kan uang saja,tidak akan ada bu,orang akan lebih memilih wajah jelek tapi bertanggung jawab dan berakhlak itu lebih baik." Jawab pak Budi yang jengkel pada istrinya yang ngeyel.
__ADS_1
"Kalau begitu cari gadis kota saja pak ,dan bapak kasih salah satu perusahaan bapak ke Dimas biar dia bekerja," bujuk bu Tuti pada suaminya.
"Buat apa bu,supaya usaha bapak cepat bangkrut...??ibu tau sendiri kerjaannya apa,yang ada perusahaan bapak di gadaikan nya buat main judi." ucap pak Budi marah
"Ish... bapak ini tidak sayang sama anaknya, kasihan Dimas semenjak 3 bulan yang lalu perceraian nya dengan Sarah anak si miskin itu,sifatnya jadi berubah,pasti itu pengaruh dari si Sarah itu,dulu anak kita baik-baik saja, tapi setelah menikah dengan si Sarah itu,Dimas berubah,dasar anak itu sudah berdampak buruk buat anak kita." tuduh ibu Tuti
"Jangan menyalahkan anak orang demi menutupi kejelekan anak kita bu,kalau dasar anak kita jelek,maka memang jelek." ucap pak Budi
"Cih...! bapak ini masih saja membela anak perempuan itu,bapak memang tidak sayang sama Dimas." ibu Tuti merajuk.
"Ya sudah kalau begitu ibu saja yang mencarikan calon istri buat Dimas." ucap Bu Tuti masih ngotot
"Terserah ibu saja....!!!" jawab pak Budi yang sudah pasrah dengan keras kepalanya ibu Tuti
__ADS_1
"Tapi jangan kecewa kalau rumah tangga nya bakal hancur lagi." ucap pak Budi
"Kok bapak do'ain Dimas cerai lagi sih." kesal Bu Tuti
"Itu kenyataan bu." jawab pak Budi sambil beranjak meninggalkan istri nya itu
"Pak....bapak....!!!kok ibu di tinggal sih,ish...bapak ini."
"Awas saja kalo aku ketemu sama si Sarah itu,aku labrak dan kasih perhitungan sama dia,gara-gara dia anak ku Dimas jadi rusak." ucap Bu Tuti geram
Sebenarnya semenjak perceraian nya dengan Sarah Dimas setiap hari menyesal dan ingin sekali kembali rujuk dengan Sarah, tapi ibunya lah yang selalu menghalangi niatnya itu, seandainya bisa melawan,Dimas ingin sekali melawan ibunya,tapi dia takut di usir dari rumah dan hanya bisa menuruti apa kemauan ibunya,memang penyesalan itu datangnya terlambat
Di saat Dimas menyesal berbeda dengan Sarah,dia justru terlihat bahagia dan tidak terkekang lagi,saat ini Sarah sedang bekerja di sebuah toko handphone milik pamannya di kota, ya...setelah Sarah bercerai,pamannya pak Didit saudara ibu Diah membawa Sarah ke kotanya dan tinggal bersamanya, Sarah membantu berjualan di sebuah toko handphone dan juga mengantar jemput anak pamannya pulang pergi sekolah,karena semenjak istri pak Didit melahirkan anak ke tiganya dia tidak bisa lagi mengantar jemput anaknya yang sekolah,maka Sarah lah yang di pinta untuk mengantar jemput.
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...