
Setelah tiga pekan akhirnya pondok pesantren menjadi normal kembali, para santri juga lebih nyaman belajar dan merasa lebih aman, ustadz Reihan adalah salah satu ustadz favorit mereka di pondok pesantren.
"Umi..!kita jadi kan ke rumah nenek hari ini?" tanya Anisa yang sudah siap sejak tadi hendak jalan.
"Iya,jadi sayang!"sahut Risa sambil meringis, Anisa pun bingung melihat umi nya yang terlihat seperti kesakitan.
"Umi kenapa?apa umi sakit?"tanya Anisa bingung.
"Tidak apa-apa sayang,umi cuma diare aja sejak tadi pagi"sahut Risa sambil tersenyum pada putri nya.
"Tunggu umi siap-siap dulu ya"ucap Risa lalu segera berganti pakaian, Anisa pun mengangguk kan kepalanya sambil menunggu.
"Assalamu'alaikum"ucap Reihan yang baru datang, sehabis mengajar.
"Wa'alaikum salam,Abi..! Yeay..Abi datang" heboh Anisa gembira, lalu segera memeluk dan di gendong Abi nya.
"Mana umi?"tanya Reihan sambil mencari.
"Umi nya lagi ganti baju Abi,siap-siap kan kita mau ke rumah nenek" jawab Anisa, sambil tersenyum.
"Kalau begitu, Anisa tunggu di sini dulu ya, Abi juga mau ganti baju"ucap Reihan, sambil mencubit hidung putri nya,dan menurunkan nya,Anisa pun mengangguk kan kepalanya.
"Jangan lama-lama ya Abi, soal nya Anisa sudah siap dari tadi"keluh Anisa yang merasa bosan menunggu.
"Iya, paling cuma sejam, soal nya Abi mau pipis sekalian buang air besar dulu"sahut Reihan bercanda sambil terkekeh.
"Yah.. Abi..!lama dong"protes Anisa sambil cemberut, dan melihat kedua tangannya ke dada, Reihan pun langsung tertawa melihat ekspresi wajah putri nya,ia pun segera pergi ke kamar.
"Sayang sudah siap?" tanya Reihan sambil menghampiri istrinya di meja rias, yang sedang asik memakai jilbab,Risa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Sebentar lagi selesai"sahut Risa, sambil membenarkan jilbab nya.
"Jangan terlalu cantik dandan nya"ucap Reihan, sambil memeluk istrinya dari belakang, Risa pun menjadi bingung.
"Memang kenapa kalau dandan cantik? seharusnya kan suami nya senang kalau istri nya dandan cantik?"tanya Risa, penasaran sambil membalikkan badannya menatap suaminya.
"Iya senang, tapi kalau terlalu cantik,kan takut juga kalau istri nya di taksir orang"sahut Reihan, sambil tersenyum.
"Mana ada orang yang naksir,sama ibu-ibu yang udah punya anak,apa lagi di tambah hamil besar"sahut Risa, sambil tersenyum dan menggeleng-geleng kan kepalanya, Reihan menatap istrinya dan mengerutkan alisnya.
"Sayang! apa kamu sakit? wajah kamu terlihat pucat banget"tanya Reihan, sambil menyentuh kening istrinya.
"Cuma lemes aja ka,mungkin karena mulai tadi pagi Risa diare, jadi banyak kekurangan cairan,maka nya terlihat pucat"sahut Risa, sambil berbalik dan menatap wajah nya ke cermin.
"Apa sayang mau periksa ke dokter dulu?" tanya Reihan menawari, Risa menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum.
"Gak usah ka.. Risa gak papa kok..!yuk kita berangkat Risa udah siap,entar yang di luar keburu ngambek,gara-gara kelamaan nunggu" ajak Risa,lalu Reihan pun terkekeh mendengar nya.
"Ya sudah, tunggu kaka ganti baju dulu"ucap Reihan,lalu segera berganti baju.
Mereka pun langsung berangkat menuju rumah ibu dan bapak.
*
*
*
Di rumah ibu.
"Nana,coba kamu pakai baju nya,pas gak? takut nya kalau kekecilan"suruh ibu,sambil menyerahkan baju gamis yang baru di beli nya, Nana pun segera mencoba baju nya, dengan senang hati.
"Pas kok bu..!"sahut Nana, sambil memutar badan nya,ibu pun mengangguk-angguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Kalau yang satu nya,pas gak?"tanya ibu lagi penasaran, Nana pun mencoba baju yang lain lagi.
"Yang ini juga pas bu"jawab Nana, sambil memutar-mutar badan nya lagi, ibu pun mengangguk-angguk kan kepalanya.
"Kalau yang ini,juga pas gak?coba kamu pakai"suruh ibu sambil memberikan baju gamis yang lain lagi, Nana pun mencoba baju yang ke tiga dan empat,dan ukuran nya pun juga pas.
"Yang ini juga pas bu "sahut Nana lalu memutar badan nya,ibu pun mengangguk-angguk kepalanya lagi dan tersenyum puas.
"Nah... kalau yang ini?"suruh ibu memberikan baju gamis yang lain lagi, Nana pun menghembuskan nafas nya dengan kasar,
__ADS_1
"Ibu, Nana rasa semua baju nya pas dan cocok kok buat Nana,jadi Nana gak perlu lagi mencoba semuanya"ucap Nana, yang merasa sudah capek,bolak balik berganti baju dan memutar-mutar badan nya.
"Iya ibu tau kok,karena ibu beli semua ukuran baju nya sama"sahut ibu, Nana pun langsung ternganga mendengar nya,dan langsung menepuk jidatnya sendiri.
"Ibu..!kalau ukuran nya sama, kan cukup satu kali aja Nana mencoba nya,gak perlu bolak-balik,kalau baju nya pas, berarti semua baju yang lain pasti juga pas"protes Nana,sambil cemberut,bapak pun hanya terkekeh melihat mereka.
"Iya,ibu cuma mau liat kamu memakai nya saja, karena kan model baju dan warna nya beda-beda"sahut ibu, sambil tersenyum.
"Assalamu'alaikum "ucap Anisa yang berlari-lari masuk, Risa dan Reihan pun ikut menyusul masuk.
"Nenek..! kakek..!.. aunty Nana"panggil Anisa.
"Wa'alaikum salam "sahut ibu,bapak dan Nana bersamaan.
"Eh.. cucu nenek dateng"ucap nenek sambil tersenyum dan memeluk cucu nya.
"Nenek, aunty Nana kenapa?"tanya Anisa bingung, melihat wajah Nana yang cemberut.
"Aunty Nana nya lagi ngambek"sahut bapak sambil terkekeh, Anisa pun langsung penasaran.
"Memang aunty Nana nya ngambek kenapa kek?"tanya Anisa penasaran.
"Aunty Nana nya ngambek karena kecapean, soal nya nenek nyuruh aunty Nana nyobain baju nya sebanyak ini,sampai berkali-kali" sahut bapak sambil tertawa, Risa dan Reihan pun ikut tertawa mendengar nya, Anisa langsung ternganga.
"Kok beli baju gamis nya banyak banget bu?" tanya Risa.
"Iya,ibu dan bapak berencana, bulan depan akan memasuk kan Nana ke pondok pesantren kyai Badaruddin" sahut ibu.
"Bagai mana menurut kalian?"tanya ibu meminta saran.
"Karena Nana sudah lulus SD,jadi menurut Reihan bagus saja bu,tapi apa Nana nya mau? karena akan lebih baik jika Nana nya sendiri yang mau,hal itu akan lebih mudah untuk mendapat kan ilmu,jika yang punya diri ikhlas"sahut Reihan, mereka semua pun langsung menatap Nana.
"Bagai mana Nana? apa kamu mau masuk pondok pesantren?"tanya Risa, sambil menatap adiknya, Nana mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Nana mau ka Caca, karena memang Nana yang minta masuk pondok pesantren"sahut Nana.
"Alhamdulillah...kalau begitu, semoga ilmu yang Nana dapat nanti,akan berkah dan bermanfa'at suatu hari nanti"ucap Reihan mendo'a kan,dan yang lain pun ikut mengaminkan.
"Abi..!apa Anisa boleh ikut aunty Nana mondok?"tanya Anisa.
"Oh.. harus masuk TK dulu ya?tapi kalau aunty Nana mondok, Anisa gak ada teman main lagi dong!"keluh Anisa sedih.
"Sayang, aunty Nana kan mau menuntut ilmu, jadi, kita harus mendukung dan mendo'a kan aunty Nana,terus kalau kita kangen, kita bisa kok jenguk aunty Nana nya satu bulan sekali ke pondok" ucap Risa menghibur putri nya yang sedang sedih.
"Benar kah umi?jadi Anisa masih bisa ketemu aunty Nana?"tanya Anisa, Risa pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Iya sayang, kalau Anisa kangen aunty Nana, Anisa bisa jenguk aunty Nana ke pondok nya" sahut Risa, Anisa pun langsung gembira mendengar nya.
"Kalau begitu, sebelum aunty Nana mondok, Anisa mau traktir aunty Nana beli es krim, boleh kan Abi?"tanya Anisa, sambil menatap Abi nya.
"Boleh..ayo Abi antar beli es krim nya"sahut Reihan, Anisa pun langsung bersorak gembira,dan mereka pun segera pamit.
*
*
*
Di dapur.
"Sshtt..ah"Risa meringis kesakitan, setelah keluar dari kamar mandi.
"Risa..!kamu kenapa nak? apa kamu lagi sakit?"tanya ibu, menghampiri dan merasa khawatir, melihat wajah Risa yang sangat pucat.
"Perut Risa sakit bu, mulai dari tadi pagi Risa diare terus"sahut Risa, sambil meringis dan duduk di kursi.
"Apa jangan-jangan,itu tanda waktu nya kamu mau melahirkan"ucap ibu.
"Melahirkan?apa itu juga termasuk tanda nya bu?"tanya Risa bingung, ibu mengangguk kan kepalanya.
"Tanda nya bermacam-macam nak,ada yang kencing terus-menerus,ada yang keluar cairan air atau darah,ada juga yang diare seperti kamu sekarang dan ada juga yang tidak ada tanda sama sekali, tiba-tiba langsung pecah ketuban"sahut ibu.
"Jadi,apa Risa harus periksa sekarang bu?" tanya Risa.
__ADS_1
"Iya nak,sebaik nya kamu periksa secepat nya, siapa tau itu tanda pembukaan"saran ibu, sambil membantu memijat-mijat pinggang Risa,agar terasa lebih baik.
Risa pun,semakin meringis kesakitan di bagian perut nya,dan tiba-tiba terasa sesuatu yang pecah.
Tusss!
"Astaghfirullah,air ketuban mu pecah nak!"ucap ibu,terkejut melihat banyak air yang keluar.
"Ibu, seperti nya Risa mau mengejan"ucap Risa, ibu pun langsung memapah Risa ke kamar dan membaringkannya.
"Tunggu,ibu telpon Reihan dulu"ucap ibu,lalu segera berlari mengambil handphone nya dan langsung menghampiri Reihan.
π"Assalamu'alaikum Reihan"ucap ibu.
π"Wa'alaikum salam bu"Sahut Reihan.
π"Reihan, Risa istri mu mau melahirkan,cepat kamu panggil bidan dan segera pulang, karena air ketuban nya sudah pecah dari tadi dan Risa pun sudah mulai mengejan"ucap ibu memberi tahu, Reihan pun langsung terkejut mendengar nya.
π"Astaghfirullah ya Allah..!Baik bu, Reihan akan segera pulang "sahut Reihan dan langsung bergegas mengajak Anisa dan Nana pulang, Reihan pun langsung menghubungi nomer telpon bidan yang biasa memeriksa Risa dan meminta nya segera datang, Reihan juga langsung mengirim kan alamat rumah ibu.
Setelah menelpon,Ibu pun sibuk bolak -balik menyiapkan segala keperluan untuk Risa nya melahirkan.
"Ada apa bu?"tanya bapak, yang baru keluar dari kamar nya,heran melihat istrinya terlihat panik.
"Pak,ayo bantu ibu,anak kita Risa mau melahirkan, air ketuban nya sudah pecah dari tadi, tapi Reihan masih belum datang membawa bidan nya"sahut ibu, bapak pun terkejut mendengar nya,dan bergegas menghampiri istrinya.
"Assalamu'alaikum"ucap Reihan, yang baru datang bersamaan dengan ibu bidan yang juga baru datang, Reihan pun mempersilahkan ibu bidan masuk,dan menuju kamar.
"Ibu bidan tolong istri saya"pinta Reihan,ibu bidan pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Bu,kepala bayi nya sudah kelihatan"ucap ibu bidan setelah memeriksa nya,dan segera menolong,dan setelah beberapa kali mengejan,tak lama bayi nya pun akhirnya lahir dengan selamat,tangisan bayi pun langsung terdengar di ruangan itu dan membuat semua orang merasa lega dan bahagia.
"Alhamdulillah"ucap Reihan sambil menetes kan air mata nya,ia merasa bersyukur dan bahagia,dan dengan segera langsung meng azan kan bayi nya.
"Alhamdulillah pak,bu,bayi nya perempuan dan lahir dengan sehat"ucap ibu bidan, sambil tersenyum, lalu menyerahkan bayi nya yang sudah di bersihkan, beruntung perlengkapan bayi nya dan istri nya sudah jauh hari Reihan siap kan dan ia simpan di dalam mobil,jadi ketika mendadak istri nya akan melahirkan,ia hanya tinggal membawa istri nya dan mengeluarkan perlengkapan nya di dalam mobil.
"Alhamdulillah" ucap ibu dan bapak bersamaan mereka merasa bahagia dan bersyukur,ibu pun segera menggendong cucu ke 2 nya itu.
Setelah semua nya sudah selesai,dan Risa pun sudah terlihat membaik, ibu bidan pun langsung pamit dan akan kembali lagi besok pagi, untuk memeriksa bayi dan juga Risa, Reihan pun segera mengantarkan ibu bidan ke depan dan mengucapkan banyak terima kasih, karena sudah membantu istri nya.
"Abi..!apa Anisa sudah boleh jenguk umi dan dede bayi nya?"tanya Anisa dan di angguki oleh Nana yang dari tadi sudah tidak sabar ingin melihat nya.
"Boleh sayang"sahut Reihan sambil tersenyum, mereka berdua pun langsung berlari masuk ke kamar.
"Umi..!"panggil Anisa sambil memeluk umi nya, Risa pun tersenyum melihat putri nya.
"Anisa,dede bayi nya udah keluar, dan dia sangat cantik sama seperti Anisa"ucap Risa.
Anisa pun sangat bahagia dan langsung segera melihat dede bayi nya.
"Wah..dede bayi nya cantik "ucap Anisa kegirangan.
"Iya, cantik sekali..!"sahut Nana sambil menoel-noel pipi dede bayi nya.
"Ka Caca, siapa nama dede bayi nya?"tanya Nana penasaran.
"Nama dede bayi nya,(Ayda almahyra shezan)yang artinya keberuntungan dengan baik,cerdas dan cantik"sahut Reihan sambil tersenyum.
"Masya Allah..nama nya bagus sekali"sahut ibu, sambil mencium cucu nya, bapak pun ikut bahagia melihat cucu baru nya.
"Ka,apa Kaka sudah memberi kabar umi dan Abi?"tanya Risa, Reihan pun mengangguk kan kepalanya sambil.
"Sudah sayang,tadi pas di luar Kaka langsung menghubungi umi, paling sebentar lagi mereka datang"sahut Reihan, sambil mengusap kepala istri nya.
Mereka semua pun sangat gembira menyambut kehadiran anggota baru nya.
...****************...
Bersambung
Terima kasih buat kalian semua,yang sudah setia membaca novel ini dan memberikan semangat buat author βΊοΈ
Terus kasih semangat nya ya, kasih like, komen dan vote nya jangan lupa β€οΈ
__ADS_1
author juga minta maaf karena masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam pengetikan π tapi author akan tetap terus belajar βΊοΈ
salam hangat buat kalian semua, semoga kalian selalu sehat dan bahagia π₯°