Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Meminta pendapat


__ADS_3

Usai mengajar di pondok, Reihan pun buru-buru langsung pulang ke rumah,walau pun ia tadi sempat hendak di cegat oleh Dinda,yang Reihan tau dia pasti mencoba mencari alasan untuk mendekati nya, syukur lah Reihan mempunyai alasan dan bisa menghindari Dinda secepat nya.


"Alhamdulillah ya Allah, engkau melindungi hamba dari sebuah masalah yang akan membuat fitnah,dan mungkin ini adalah jawaban dari do'a hamba beberapa hari yang lalu"batin Reihan bersyukur dan merasa lega, akhirnya Allah memberi kan petunjuk supaya ia pindah dari pondok ini ke pondok lain,agar menyelamatkan rumah tangga nya, dari orang yang ingin berusaha merusaknya nya.


"Assalamu'alaikum"ucap Reihan,sambil membuka pintu.


"Wa'alaikum salam"sahut Risa dan Anisa yang sudah siap.


"Kalian sudah siap?"tanya Reihan,Risa dan Anisa pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Sudah Abi"jawab Anisa.


"Tunggu Abi ganti baju dulu ya, setelah itu kita langsung berangkat"sahut Reihan,lalu segera masuk ke kamar dan berganti baju.


Mereka pun langsung pergi menuju rumah umi.


"Assalamu'alaikum nenek, kakek"ucap Anisa sambil berlari menghampiri mereka, yang sedang duduk santai menonton TV.


"Wa'alaikum salam,cucu nenek yang cantik dan pintar sudah datang rupanya "sambut umi sambil memeluk dan mencium cucu nya.


"Mana aunty Lia nek?"tanya Anisa, tanpa basa-basi,umi menyeritkan alis heran.


"Tumben cari aunty Lia,biasa nya yang Anisa cari kan aunty Fika?"jawab umi,sambil membelai rambut cucu nya, Anisa terkekeh mendengar pertanyaan nenek nya.


"Soal nya, Anisa mau tanya sama aunty Lia, kapan dede bayi nya keluar"sahut Anisa sangat polos, mereka semua pun langsung tertawa mendengar jawaban dari Anisa.


"Jadi,Anisa cari aunty Lia pengen nanya itu?" tanya umi sambil tertawa, Anisa langsung mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum lebar.


"Iya nek,Anisa ingin tau,dede bayi nya aunty Lia,dan dede bayi nya Anisa duluan mana yang keluar "sahut Anisa,umi dan Abi terkejut mendengar nya.


"Anisa mau punya dede bayi?"tanya umi,Anisa mengangguk kan kepalanya.


"Iya nek,tapi dede bayi nya masih sembunyi di dalam perut umi,kata Abi dede bayi nya belum bisa keluar dulu"oceh Anisa polos, mereka semua tertawa mendengar nya.


"Jadi di mana aunty Lia nya nek?"tanya Anisa lagi,masih mencari.


"Aunty Lia nya,lagi di rumah mertuanya sayang"jawab umi, sambil tersenyum, Anisa langsung memanyunkan bibirnya, merasa sedih.


"Anisa..!kapan kamu datang?"tanya Fika, yang baru keluar kamarnya menghampiri Anisa.


"Aunty Fika..!"sorak Anisa girang,dan memeluk Fika, Risa dan Reihan terkekeh melihat tingkah lucu putri mereka.


"Anisa!yuk main sama aunty Fika di kamar, ada ka salsa juga lho,kami lagi main dokter-kedokteran"ajak Fika sambil mengusap kepala Anisa, Anisa langsung sumringah mendengar nya.

__ADS_1


"Mau aunty,tapi Anisa yang jadi dokter nya ya, terus aunty Fika yang jadi ibu hamil nya" sahut Anisa,Fika langsung melongo mendengar nya,ia tak mengerti maksud Anisa.


"Maksud nya, Anisa mau jadi dokter kandungan?"tanya Reihan, Anisa langsung mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum lebar.


"Iya Abi,biar Anisa bisa periksa dede bayi"sahut Anisa, semua orang pun langsung tertawa mendengar nya.


"Yuk aunty Fika"ucap Anisa sambil menarik tangan Fika yang masih melongo, menuju kamar.


Setelah Anisa dan Fika masuk ke kamar, mereka pun langsung bicara serius.


"Reihan, Abi dan umi memanggil kalian ke mari,karena ingin meminta pendapat pada kalian"ucap Abi,Reihan dan Risa pun sangat penasaran dengan pendapat apa yang akan di tanya kan pada mereka.


"Tentang apa Abi?"tanya Reihan, Risa pun ikut mengangguki.


"Insya Allah besok malam, akan ada orang yang datang ke rumah untuk melamar adik mu Salwa"sahut Abi.


"Siapa yang akan melamar Salwa Abi?"tanya Reihan, penasaran,Abi dan umi pun menggeleng kan kepalanya.


"Abi dan umi tidak begitu kenal dengan pria itu,dia pernah bertamu 1 kali ke rumah waktu itu bersama Salwa,kalau tidak salah nama nya Abdul, Salwa dan Abdul sudah beberapa bulan ini saling kenal,dan Salwa bilang pada kami mereka ingin menikah"sahut Abi, memberi tahu, Reihan dan Risa pun terkejut mendengar nya.


"Salwa bilang dia berumur 28 tahun dan berasal dari luar kota, kedua orang tua nya tinggal di sana, dia di sini hanya tinggal bersama paman dan bibi nya,karena dia bekerja di sebuah perusahaan CV di kota ini" sahut Abi.


"Kami hanya tau semua cerita dari Salwa saja,dan itu masih membuat kami merasa ragu, kami tak tahu apa kah pria itu baik atau tidak,dan apa kah dia tau tentang ilmu agama dan bisa membimbing adik mu Salwa, Reihan, bagai mana pendapat mu nak?kali ini sungguh berbeda dengan adik mu Lia, waktu itu Abi sangat mengenal Fauzan dan orang tua nya, Fauzan juga seorang ustadz di salah satu pondok pesantren,dan Abi yakin Fauzan pria yang Sholeh,dan sedang kan ini Abi tak tau"ucap Abi, sambil menatap Reihan.


"Abi,umi, Reihan belum bisa memberi pendapat apa kah orang ini baik atau tidak, karena Reihan belum bertemu dengan pria itu"sahut Reihan,umi dan Abi terdiam dengan jawaban Reihan, Reihan pun mengerti dengan kekhwatiran hati kedua orang tua nya.


Reihan pun segera pamit pergi,berbekal alamat rumah dan alamat kantor Abdul bekerja, yang di dapat kan Reihan dari Abi,ia pun langsung mendatangi dan meminta bantuan dari salah satu teman nya,yang memang sangat kenal wilayah di mana tempat tinggal dan tempat pekerjaan Abdul itu,teman nya pun meminta waktu beberapa jam untuk menyelidiki nya.


Setelah beberapa jam kemudian, Reihan pun mendapat kan informasi dari teman nya itu,ia pun langsung segera pulang ke rumah orang tua nya,Abi, umi, Siti dan Risa pun sudah berkumpul untuk mendengarkan informasi yang di dapat kan oleh Reihan.


"Bagai mana nak?"tanya umi tak sabar.


"Umi,Abi, orang yang bernama Abdul itu, adalah anak dari bapak sopian dan ibu Sri, mereka memang benar tinggal di luar kota, tepat nya di kota (s) dan mereka bekerja sebagai petani, Abdul memilikinya 6 saudara yang juga semua berada di sana, hanya Abdul yang tinggal di sini,ia memegang benar bekerja di kantor CV itu sebagai teknisi komputer, keseharian nya baik dan tak mau begaul dengan orang yang tidak jelas,tapi ada satu yang kurang Abi, dan ini poin yang paling penting "ucap Reihan terjeda, Abi,umi dan yang lain pun sangat penasaran.


"Apa itu nak?"tanya Abi tak sabar ingin tahu.


"Dia jarang sekali sholat dan kurang tau tentang ilmu agama Abi"jawab Reihan,merasa kurang setuju,karena justru itu poin yang utama,dan itu yang tidak ada pada Abdul.


"Abi,umi,kita harus bicara pada Salwa,karena ini sangat penting untuk masa depan nya"saran Reihan, Abi dan umi pun setuju, Risa hanya diam ikut mendengarkan saja.


"Umi akan memanggil Salwa di kamarnya,tadi dia baru saja pulang dan seperti nya dia lagi mandi "ucap umi,lalu segera berdiri menuju kamar Salwa.


Salwa pun sudah ada di ruang tamu, dan bergabung dengan mereka.

__ADS_1


"Salwa,apa kamu yakin, ingin menikah dengan orang yang bernama Abdul?"tanya Reihan, sambil menatap adiknya, Salwa mengangguk kan kepalanya.


"Salwa, Allah memerintahkan kepada kita untuk menikah,agar menyempurnakan sebagian agama kita,dan Allah berkata,cari lah pasangan hidup mu orang yang seagama, dan baik, taat menjalankan perintah Allah, dan dari keturunan yang baik"ucap Reihan.


"Tapi ka,dia orang yang baik,dia sering membantu orang yang sedang kesusahan, agama nya juga Islam kok,dan orang tua nya baik, Salwa sering vc dengan orang tua nya, dan yang paling penting dia mempunyai pekerjaan bagus, dan itu akan baik untuk masa depan Salwa"sahut Salwa meyakinkan.


"Apa dia rajin sholat?apa dia bisa mengaji?dan apa dia bisa menjadi imam mu nanti?" tanya Reihan beruntun,Salwa menunduk kan kepalanya.


"Ka,dia memang jarang sholat,tapi itu karena dia kadang sibuk bekerja,dan dia bisa ngaji kok,dia pernah bilang sama Salwa waktu kecil dia pernah mengaji dan sempat tamat iqro ya.. walau pun belum tamat Qur'an,tapi kan nanti pelan-pelan akan Salwa ajar kan kok dia untuk mengaji"sahut Salwa membela calon nya.


"Astaghfirullah Salwa,sebagai laki-laki itu wajib menjadi imam untuk istri nya,karena ia adalah pemimpin,kalau dia tak bisa menjadi imam dan mengaji,bagai mana ia bisa mengajari, dan menuntun mu serta anak-anak mu untuk menuju surga nya Allah, sedangkan dia saja saat ini sedang tersesat, dan demi mementingkan pekerjaan, ia lupa menjalankan perintah Allah, padahal pekerjaan yang dia dapat kan adalah rejeki dari Allah"sahut Reihan menasehati adiknya.


"Ka! kenapa Kaka melarang Salwa untuk menikah, sedang kan Lia waktu itu,ka Reihan langsung menyetujui nya,bahkan Salwa rela harus di langkahi oleh Lia, kenapa kaka pilih kasih"sahut Salwa mulai emosi, dan protes sambil meneteskan air mata nya.


"Salwa!jaga bicaramu! tak baik nak bicara seperti itu pada kaka mu"sahut umi,mata nya mulai berkaca-kaca.


"Astaghfirullah Salwa, istighfar!kaka tak pernah membeda-bedakan kalian,kaka bicara seperti ini justru karena kaka sayang pada mu,Kaka harus menyeleksi calon pasangan adik-adik kaka,agar nanti kalian mendapatkan keluarga sakinah mawadah warahmah,Kaka tak mau kalian mendapatkan nikmat di dunia tapi hancur di akhirat"sahut Reihan, suasana pun mulai tegang,umi pun sudah menangis, Abi hanya diam,tak ikut bicara karena ia tau, putri nya yang satu ini mempunyai watak yang sangat keras kepala.


"Ka,umur Salwa itu sudah sangat tua, Salwa malu belum nikah-nikah juga,pokoknya Salwa tak mau tau, Salwa akan tetep ingin menikah dengan pilihan Salwa sendiri,tak peduli kalian setuju atau tidak!"sahut Salwa, lalu pergi meninggalkan semua orang,dan langsung masuk ke kamar nya lalu mengunci pintu nya.


"Salwa!buka pintu nya nak, Kaka mu belum selesai bicara"ucap umi, sambil mengetuk pintu nya,umi sangat sedih dengan sikap Salwa yang seperti anak kecil.


"Umi, Salwa gak mau buka pintu nya, sebelum kalian menyetujui pilihan Salwa"sahut Salwa di balik pintu,umi hanya bisa mengusap dada nya,Siti dan Risa pun segera menuntun umi untuk segera duduk.


Karena suasana belum membaik, Reihan dan Risa pun memutuskan untuk menginap, Reihan terlihat sangat sedih dengan sikap adik nya tadi, Risa pun merasa ikut sedih melihat suaminya.


"Sayang,sudah malam, sebaiknya kita tidur" ajak Risa, Reihan hanya diam masih duduk di tepi ranjang.


"Apa mau Risa Nina boboin?"goda Risa,mencoba menghibur suaminya, sambil duduk di atas pangkuan suaminya dan melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya, Reihan pun langsung tergelak melihat tingkah lucu istri nya, yang tiba-tiba berubah menjadi sedikit nakal.


"Sayang,Kaka gak mau kalau cuma di Nina boboin, tapi kalau di tawarin jenguk dede bayi,Kaka mau"goda Reihan balik, membuat Risa pun langsung memanyunkan bibirnya.


"Kirain, kalau lagi galau, lupa sama itu"ucap Risa polos, dan membuat Reihan langsung tertawa sambil mencubit hidung istri nya gemes.


"Mana bisa lupa sayang,kan itu kebutuhan, terus dapat pahala lagi"sahut Reihan sambil tertawa, Risa pun ikut tertawa.


"Ya udah deh,biar mood nya baik dan gak sedih lagi,apa pun buat suami tercinta Risa lakuin"ucap Risa, Reihan pun tergelak mendengar nya.


...****************...


Bersambung


Jangan lupa kasih like,komen dan vote nya yaa 🥰

__ADS_1


baca terus episode-episode selanjutnya ☺️


salam hangat dari author buat kalian semua ❤️


__ADS_2