
2 bulan kemudian....
"Sayang, besok Kaka akan berangkat ke luar kota,selama 5 hari,dan setelah Kaka datang nanti, baru kita kembali ke rumah kita, sayang tidak papa kan?"ucap Reihan,
mereka rencana akan pulang ke rumah mereka besok, namun karena Reihan ada panggilan dakwah di luar kota,maka kepulangan mereka pun di tunda dulu, Reihan khawatir, jika istri nya akan kerepotan merawat putri mereka apa bila sendirian di rumah.
"Iya ka,gak papa"sahut Risa, tersenyum.
"Anak Sholehah nya Abi pintar-pintar ya,dan jangan cerewet,nanti kasian umi nya"ucap Reihan, sambil bicara pada putrinya, yang ada di gendongan nya, Risa pun terkekeh mendengar nya.
Pagi harinya Reihan pun pamit,dan berangkat bersama ka Yunus ke luar kota.
"Risa,ibu mau mengantar kue pesanan ibu Yuli,kamu gak papa kan ibu tinggal sendiri sebentar?"tanya ibu.
"Iya bu, gak papa?"sahut Risa, sambil tersenyum,ibu pun langsung pamit dan membawa kue nya.
Pagi ini,di rumah hanya ada Risa dan putri nya, sedang kan bapak dan Sarah sudah pergi ke pasar,dan Nana juga berangkat ke sekolah.
Setelah ibu pergi, Risa langsung masuk kedalam rumah dan mengunci pintu nya,ia pun hendak menemui putri nya di kamar, namun baru beberapa langkah kaki nya terhenti, ketika mendengar suara ketukan pintu dari luar, Risa pun membukakan pintu.
"Ka Satriya?"ucap Risa, terkejut,ia pikir ibunya yang kembali.
"Hai...Risa, apa kabar?"tanya Satriya, sambil tersenyum.
"Baik ka"jawab Risa.
"Maaf ka Satriya,ka Sarah nya udah ke pasar sama bapak"ucap Risa, memberi tahu.
"Oh..begitu, kalau ibu,ada?"tanya Satriya.
"Ibu lagi mengantar kue ketempat ibu Yuli"sahut Risa,merasa tidak nyaman,karena terlalu lama, bicara pada bukan muhrim.
Mendengar itu Satriya tersenyum dan mengangguk-angguk kan kepalanya.
"Wah...kesempatan,bisa ngobrol sama adiknya Sarah"batin Satriya,senang, karena ia sangat penasaran pada Risa,yang selalu menghindar dan cuek dengan nya.
"Berarti kamu sendirian dong di rumah?"tanya Satriya, sambil tersenyum genit, Risa merinding melihat senyuman aneh dari pacar kaka nya itu.
"Maaf ka,jika tidak ada keperluan lagi,Risa permisi masuk ke dalam,"ucap Risa,yang hendak meninggalkan Satriya.
"Eeehh...kok buru-buru,kan gak sopan meninggalkan tamu lebih dulu,belum juga di suruh masuk ke dalam dan di kasih minum,masa udah di suruh pulang aja"ucap Satriya, protes dan mencoba menahan Risa.
__ADS_1
"maaf ka,bukan nya Risa tidak sopan,tapi karena kita bukan muhrim dan saat ini Risa hanya sendiri di rumah,lebih baik ka Satriya pulang, Risa tidak mau ketika orang lain melihat akan memicu timbulnya fitnah."sahut Risa tegas,ia geram dengan tingkah pacar kaka nya itu.
"wah...nih cewek jutek banget sih,menantang dan semakin bikin aku penasaran" batin Satriya,suka.
"Ya sudah, kalau gitu,kita ngobrol-ngobrol aja di depan rumah,jadi kan tidak menimbulkan fitnah, lagian kan kamu sebentar lagi akan jadi adik ipar aku"ucap Satriya, berusaha membujuk Risa.
"Itu sama saja ka,di mata Allah, laki-laki dan perempuan apa bila berduaan dengan yang bukan muhrimnya,mau di dalam atau di luar rumah,itu haram hukumnya dan berdosa, selain itu, besar kemungkinan,juga akan menimbulkan fitnah,apa lagi Risa sudah mempunyai suami."sahut Risa,merasa kesal, karena orang yang di depan nya ini, sangat ngotot tidak mau pulang.
"Ya Allah,Semoga ibu cepat pulang"batin Risa, mengharap.
"oh good...!nih cewek menarik banget, sangat susah di bujuk dan di rayu,dia berbeda banget dengan Sarah kaka nya"batin Satriya,semakin tertarik dan menatap Risa dengan tatapan nakal.
"Permisi ka"ucap Risa, berbalik dan hendak meninggalkan Satriya.
"Eh.. tunggu..!!!"sahut Satrya,memegang lengan Risa,menahan.
"Astagfirullah..!!!"ucap Risa, sambil menarik tangan nya dengan kasar dan langsung mengusap tangan nya.
Mendapat penolakan dari Risa,Satriya merasa kesal dan marah ia merasa tersinggung dengan penolakan Risa, menurut nya dirinya sangat menarik, tampan,muda,modis dan kaya, pekerjaan nya juga sangat bagus, banyak cewek-cewek yang mengejarnya dan menggodanya,bahkan rela dan mau di sentuh oleh nya,tapi berbeda dengan cewek di depan nya, jangan kan di sentuh, tertarik pada nya saja tidak,tapi entah kenapa Satriya justru lebih tertarik pada Risa dari pada Sarah kaka nya.
"Sorry...aku gak bermaksud macam-macam, tadi cuma refleks,karna kamu mau pergi begitu aja"ucap Satriya, sambil tersenyum,namun Risa menatap nya dengan tajam dan marah.
"Lagian aku perhatikan,!kamu kok selalu menghindari aku sih,apa kamu takut, kalau kamu akan tertarik dan jatuh cinta sama aku? secara gitu...aku ini tampan,muda,modis, dan mapan?"ucap Satriya yang pede nya setinggi gunung,dan sangat sombong, menurut nya Risa hanya jual mahal saja pada nya, supaya dia mau mengejar-ngejar Risa,mata Risa langsung melotot mendengar omong kosong yang di ucapkan Satriya,ia tak habis fikir,apa yang ada di dalam otak pria yang ada di depan nya ini.
"Jaga ucapan mu ka Satriya...!!! jangan pernah menjelek kan suami Risa, apa lagi menghina nya,asal ka Satriya tau, rumah tangga kami sangat lah bahagia, dan ingat,jangan pernah merendahkan seorang ustadz, mereka derajat nya lebih tinggi di mata Allah,dari pada orang yang berpendidikan tinggi tapi akhlak dan moral nya nol, orang yang berilmu agama nya lapang, sangat mudah mendapatkan surga nya Allah, tapi orang yang ilmu nya nol sangat gampang menuju neraka"sahut Risa tegas, sambil mengacung jari telunjuknya,dari awal Risa sudah curiga dengan pria ini, ia merasa pria ini pasti tidak beres,dan hanya mempermain kan kaka nya saja.
"Aku tau,kamu pasti berbohong dan hanya menutupi perasaan kamu saja kan? pada hal kamu itu, sangat menyukai aku,dan asal kamu tau,aku juga sangat menyukai mu, dan kamu itu lebih menarik dari pada Sarah,ya... walau pun,kamu udah punya anak,tapi tak masalah, ayo lah Risa.. jujur saja,cuma kita berdua di sini"ucap Satriya enteng sambil merayu dan tersenyum,ia pun melangkah maju mendekati Risa, tanpa melepas kan pandangan nya.
"Ya Allah...Orang ini sudah gila"batin Risa, merasa takut,sambil melangkah mundur.
"Jangan mende...-"ucapan Risa terpotong,karena mendengar suara teriakan dari belakang Satrya.
"Risaaa...!!!mas Satriya...!!!teriak Sarah, terlihat sangat marah, Risa dan Satriya pun langsung menoleh ke arah Sarah, Sarah melangkah lebar menghampiri Risa dan pacar nya.
"Sedang apa kalian berduaan?"tanya Sarah, merasa marah sambil menatap tajam Satrya dan Risa,ia merasa cemburu.
"Ka Sarah salah paham, Risa tadi mencoba meng...-"ucapan Risa di potong oleh Satriya.
"Menggoda aku,iya.. Risa tadi mencoba menggoda aku sayang"ucap Satriya,sambil menghampiri Sarah dan merangkul pundak Sarah, Sarah pun semakin marah pada adiknya itu, Risa membelalakkan matanya,iya tak percaya apa yang sudah di tuduh kan pria itu pada nya.
"Itu fitnah...! pria ini sudah memfitnah Risa ka, yang sebenar nya Risa ingin mengusir nya"ucap Risa, berusaha menjelaskan nya pada Sarah, Sarah hanya diam, menatap tajam kearah adiknya.
__ADS_1
"Sayang percaya sama aku,adik mu ini, tadi mencoba menggoda aku,maka nya aku ada di sini"ucap Satrya mencoba menyakinkan Sarah.
"Sayang,sebaiknya aku pulang dulu deh,dan masalah kamu percaya atau tidak,itu urusan kamu, kalau kamu tidak percaya pada ku, sebaiknya kita putus saja"ucap Satriya mengancam,sambil menatap Sarah,lalu pergi meninggalkan Sarah, pada hal sebenar nya dia mau cari aman.
"Sayang tunggu..!"panggil Sarah, mengajar pacar nya untuk menghentikan nya,namun Satrya tidak menggubris panggilan Sarah,ia langsung melajukan mobil nya dan pergi.
"Owek... owek..."terdengar suara tangisan bayi Risa, mendengar bayi nya menangis, Risa pun langsung berlari ke dalam rumah menuju kamar nya, Risa langsung menggendong bayi nya.
"Brakkk"suara pintu kamar di dobrak Sarah, dan membuat Risa terkejut.
"Apa maksud kamu menggoda mas Satriya hah..?"tanya Sarah, dengan suara nyaring, dan mata nya tajam.
"Ka,demi Allah,pria itu tidak baik dan apa yang di katakan nya semua fitnah, Risa tidak pernah menggoda pria itu"sahut Risa,ia tak Sudi lagi menyebut nama Satriya.
"Jadi maksud kamu, semua orang yang dekat dengan ku itu tidak baik, iya?dan mas Satriya lah yang menggoda kamu,lebih dulu?lalu mas Satriya berbohong sama aku,terus memfitnah mu?"tanya Sarah, Risa pun mengangguk kan kepalanya.
"Wah..hebat...!"ucap Sarah, sambil bertepuk tangan,dan tersenyum remeh.
"Ekting kamu hebat ya,sok baik,suci, polos,tapi aslinya sangat licik,kamu itu munafik Risa,kamu iri kan, karena aku mendapat kan pria,tampan,lebih muda dan mapan,iya kan...?aku benci sama kamu...!kamu itu sudah berusaha menghancurkan hubungan aku dengan mas Satriya,suami kamu itu harus tau, bagai mana Sifat asli istrinya yang sangat dia cintai ini.
Deg!
Hati Risa kembali sakit, mendengar perkataan dan tuduhan Ka sarah kepada nya,air mata nya pun tak tertahankan lagi,mengalir begitu deras,lagi-lagi kaka nya melukai hati dan perasaan nya, bahkan Kaka nya sendiri tidak percaya pada adik kandung nya.
"Wallahi(demi Allah)Risa tidak pernah berbuat seperti itu,Kaka lebih tau sifat dan perilaku Risa"ucap Risa sambil menangis dan memeluk bayi nya.
"Kamu it.."ucapan Sarah terpotong, oleh tangisan bayi Risa.
"Owek..owek.."mendengar suara tangisan bayi Risa, Sarah pun pergi meninggalkan mereka.
Risa terduduk di lantai, sambil menangis,ia pun langsung menyusui bayi nya, Risa menggigit bibir bawahnya agar Isak tangis nya tidak terdengar,dan menggangu tidur bayinya yang sedang menyusu.
Bersambung...
jangan lupa kasih dukungan nya like,komen dan vote nya ya ☺️❤️
dan jangan lewatkan episode-episode selanjutnya 👍
see you dari author 🥰❤️
(Oya..nih ada 2 contoh visual Satriya ya, kira-kira menurut kalian cocokan yang mana?😁 silahkan komentar ya,dan Kalau kalian punya contoh visual yang lain, juga boleh ☺️)
__ADS_1