
"Sayang,ayo kita pulang,soal nya nanti sore ada ustadz Azam mau ke rumah"ajak Reihan, Risa pun mengangguk kan kepalanya.
"Abi,umi, boleh gak Anisa tinggal di sini, Anisa masih pengen lihat dede bayi nya"pinta Anisa, Reihan tersenyum.
"Anisa, sebaik nya ikut pulang saja ya, kasian aunty Lia nya mau istirahat"bujuk Reihan, Anisa pun langsung cemberut.
"Tapi, Anisa masih pengen lihat dede bayi nya"protes Anisa, merasa sedih.
"Tidak apa-apa Reihan,biar kan Anisa tinggal, nanti pulang nya ikut sama umi dan Abi saja"ucap umi, sambil tersenyum.
"Iya ka, biar kan saja dulu Anisa di sini, kasian dia,baru sebentar liat Uwais"sahut Lia.
"Baik lah, tapi Anisa harus pintar dan jangan ngerepotin ya"ucap Reihan, sambil mengusap kepala putri nya, Anisa mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Iya Abi"sahut Anisa.
Reihan dan Risa pun langsung pulang ke rumah.
"Sayang,memang ada apa ustadz Azam ke rumah?"tanya Risa.
"Kaka juga tidak tahu sayang,tapi sepertinya, ada hal penting yang ingin di sampai kan oleh nya"sahut Reihan, sambil menyetir mobil nya, dan mereka pun sudah sampai di rumah.
*
*
*
sore hari.
"Assalamu'alaikum"ucap ustadz Azam memberi salam.
"Wa'alaikum salam"sahut Reihan,lalu mempersilahkan ustadz Azam masuk.
Risa pun membuat kan minum dan camilan untuk suami dan tamu nya.
"Silahkan di minum ustadz"ucap Reihan ramah.
"Iya ustadz terima kasih"sahut ustadz Azam.
"Ada apa ustadz? seperti nya ada hal yang sangat penting?"tanya Reihan, penasaran, karena sejak tadi ustadz Azam seperti bingung ingin bicara.
__ADS_1
"Iya ustadz Reihan, sebenar nya saya ingin cerita tentang masalah pondok"Sahut ustadz Azam, Reihan pun menyeritkan alis nya.
"Masalah apa itu ustadz?"tanya Reihan.
"Begini ustadz Reihan, sebenarnya beberapa pekan ini, sering sekali terjadi pencurian di pondok pesantren putra,dan setelah di selidiki ternyata pencuri nya adalah salah satu santri kita juga"ucap ustadz Azam menjelaskan.
"Lalu apa santri itu sudah di tindak lanjuti ustadz?"tanya ustadz Reihan.
"Itu yang jadi masalah nya ustadz,semua para santri dan ustadz yang lain tidak berani menindak lanjuti nya,tapi kalau di biar kan,akan semakin menjadi dan kasian santri - santri yang lain"sahut ustadz Azam, merasa bingung.
"Kenapa mereka tidak berani ustadz?bukan kah sudah ada peraturan tertulis,jika ada yang melanggar peraturan di pondok pesantren, maka akan mendapatkan hukuman dan sangsi, bahkan harus rela di keluar kan dari pondok "ucap ustadz Reihan, ustadz Azam pun mengangguk kan kepalanya.
"Benar ustadz,tapi yang mencuri ini bukan santri sembarangan,para ustadz yang lain khawatir, jika mereka bertindak maka akan berdampak buruk pada mereka, tapi saya merasa, ini tidak bisa di biar kan ustadz, para santri sudah sangat banyak mengeluh pada saya, jadi saya ingin minta solusi pada ustadz Reihan, apa yang harus kita lakukan"sahut ustadz Azam.
"Memang siapa pelaku pencurian itu? sehingga para santri dan para ustadz yang lain takut menghukum nya"tanya ustadz Reihan, penasaran.
"Nama nya Haqi ustadz, dia keponakan ustadz Riduan"sahut ustadz Azam, Reihan pun terkejut mendengar nya.
Ustadz Riduan adalah, salah satu ustadz senior yang sangat berpengaruh di pondok pesantren putra,ia sangat di segani oleh para ustadz-ustadz dan sangat di takuti oleh para santri-santri di pondok,ia juga masih kerabat dekat dengan pemilik pondok pesantren itu,hal itu lah yang membuat Haqi, menjadi seenaknya dan besar kepala,ia yakin mereka tak akan berani menghukum atau mengeluarkan nya dari pondok itu.
"Jadi bagai mana menurut ustadz Reihan,apa yang harus kita lakukan?"tanya ustadz Azam, berharap masalah ini bisa di selesaikan dengan baik.
"Peraturan pondok tetap berlaku pada seluruh santri yang melanggar, walau siapa pun pelakunya,jadi hukuman akan tetap di berikan"sahut ustadz Reihan tegas.
"Apa ada bukti yang kuat,atau saksi yang bisa kita tunjukan pada ustadz Riduan?"tanya ustadz Reihan.
"Ada ustadz, beberapa hari yang lalu, saya menyuruh salah satu santri kepercayaan saya, untuk memasang kamera tersembunyi di beberapa kamar yang biasa kehilangan,dan ada beberapa rekaman yang melihat kan aksi Haqi sedang mencuri uang teman-teman nya" sahut ustadz Azam,lalu menyerahkan kan rekaman video itu kepada ustadz Reihan, ustadz Reihan pun melihat rekaman video itu dengan seksama.
"Alhamdulillah, berarti kita bisa bicara dan menunjukkan bukti-bukti itu kepada ustadz Riduan dan orang tua Haqi,tapi sebelum nya,kita harus memberi tahu kan kepada Ayah pengasuh dan pemilik pondok pesantren terlebih dahulu,lalu baru mengumpulkan seluruh ustadz dan para pengurus pondok pesantren, serta orang tua Haqi"ucap ustadz Reihan, memberi solusi, ustadz Azam pun mengangguk kan kepalanya, paham.
"Baik ustadz Reihan, kalau begitu saya akan meminta ustadz Ahmad,untuk menyampaikan pada mereka dan untuk menghadap Ayah pengasuh dan pemilik pondok,saya harap ustadz Reihan mau menemani saya menghadap nya"pinta ustadz Azam, ustadz Reihan pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Baik lah, Kalau begitu ba'da Isa kita semua berkumpul di aula"ucap ustadz Reihan.
"Baik,kalau begitu saya permisi dulu ustadz Reihan, terima kasih atas solusi nya, assalamu'alaikum"ucap ustadz Azam, sambil tersenyum.
"Iya ustadz Azam, sama-sama wa'alaikum salam"sahut ustadz Reihan sambil tersenyum.
Ustadz Azam pun segera pamit dan langsung menemui ustadz Ahmad, untuk segera menyampaikan pesan dari ustadz Reihan.
"Sayang,apa ustadz Azam nya sudah pulang?"tanya Risa, sambil menghampiri suaminya yang baru masuk ke kamar.
__ADS_1
"Iya sayang,baru saja pulang"Sahut Reihan, sambil mencium kening istrinya.
"Apa ada masalah?"tanya Risa, melihat ekspresi wajah suaminya, yang terlihat tidak biasa nya.
"Ya sayang,ada sedikit masalah di pondok" sahut Reihan, sambil memeluk istrinya, lalu Reihan pun menceritakan semuanya pada Risa, Risa terkejut mendengar nya.
"Lalu apa yang harus kaka lakukan?kenapa di pondok bisa seperti itu?"tanya Risa penasaran, Reihan pun tersenyum menatap istrinya.
"Sayang, semua pondok pesantren pasti pernah mengalami hal seperti itu, teman-taman kaka pun waktu mondok dulu pernah kehilangan,dan jika ketahuan kita harus menindak lanjuti dan memberikan hukuman pada nya"sahut Reihan, sambil tersenyum, Risa membelalakkan matanya terkejut.
"Risa pikir,semua orang yang masuk pondok itu akan menjadi baik" sahut Risa, merasa tak percaya.
"Sayang,masuk pondok pesantren itu, tergantung pada orang nya,apa bila ia bersungguh-sungguh ingin menuntut ilmu,maka ia pasti akan mengamalkan ilmu yang di dapat nya dari guru,ia juga takut akan berbuat dosa, karena ia tau Allah itu maha melihat dan maha mengetahui, jadi,semua itu tergantung keimanan nya masing-masing sayang "sahut Reihan, sambil mengusap kepala istri nya.
"Apa kaka dulu juga pernah mengalami kehilangan?"tanya Risa.
"Alhamdulillah,karena kaka pintar,kaka tidak pernah mengalami kehilangan uang, hanya teman-teman kaka saja yang banyak kehilangan waktu dulu"sahut Reihan, sambil tersenyum.
"Kok bisa?memang kaka menaruh uang kaka di mana?"tanya Risa penasaran.
"Coba tebak Kaka nyimpan uang nya di mana?"tanya Reihan, Risa pun berfikir lalu menggeleng kan kepalanya, bingung.
"Mungkin di lemari,di bawah kasur atau di dalam tempat beras?" jawab Risa, Reihan menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum.
"Justru yang menaruh uang di dalam lemari, di bawah kasur atau di dalam tempat beras yang banyak kehilangan Sayang, malah sama beras-beras nya ikut hilang"sahut Reihan sambil terkekeh.
"Jadi Kaka naruh uang kaka di mana?"tanya Risa lagi sangat penasaran.
"Di dalam kantong kolor celana,jadi kemana pun kaka pergi, uang nya selalu Kaka bawa" sahut Reihan sambil tertawa,Risa ternganga mendengar nya.
"Wah!Kaka hebat ternyata,mana berani maling mencuri uang di dalam kolor celana, yang langsung di pakai orang nya"sahut Risa sambil tertawa.
"Sayang,maghrib ini Kaka akan sholat di pondok,dan ba'da Isa akan mengadakan rapat,jadi mungkin pulang nya agak lama,jadi, sayang makan dan tidur aja duluan ya,kaka akan bawa kunci cadangan untuk membuka pintu"ucap Reihan, Risa pun mengangguk kan kepalanya.
...****************...
Bersambung
maaf ya.. author nya baru bisa up sekarang, karena kondisi lagi kurang fit,🙏🏻tapi demi kalian, author bela-belain deh up nya😄
semoga kalian tetap setia baca episode-episode selanjutnya yaa ❤️
__ADS_1
Dan jangan lupa kasih like, komen dan vote nya ☺️