
Risa menggeliat kan tubuh nya,mata nya terasa silau karena terkena cahaya matahari, yang masuk dari celah jendela kamar nya, berlahan ia membuka matanya dan mengedarkan pandangan ke sekeliling,ia merasa tak asing dengan kamar ini,ia tersadar ternyata ia ada di kamarnya sendiri, seketika Risa kebingungan, kapan ia pulang dari rumah tante Nita,lalu siapa yang mengantarkan nya, ketika ia mengingat-ingat, tiba-tiba pintu kamar di buka, ternyata suaminya yang datang sambil membawakan semangkuk bubur ayam kesukaan Risa.
"Sayang sudah bangun?"tanya Reihan sambil tersenyum hangat,ia duduk di sudut ranjang dekat istri nya dan meletakkan bubur yang ia bawa di atas meja.
"Kaka, kenapa Risa bisa ada di rumah? seingat Risa, bukan kah Risa ada..."perkataan Risa terhenti,ia baru sadar kalau ia tak meminta ijin dan memberitahu kan keberadaan nya pada suaminya, Risa mengigit bibir bawahnya, dan sambil menundukkan kepalanya,ia merasa bersalah pada suaminya,ia juga takut,kalau suaminya akan marah pada nya.
"Ada di rumah tante Nita kan!"sahut Reihan, sambil menatap istrinya,ia sentuh dagu istrinya dan berlahan ia angkat agar istrinya menatapnya, Risa menatap suaminya yang tersenyum pada nya.
"Emm..aa..apa Kaka marah sama Risa?"tanya Risa takut.
"Apa sayang takut,kaka akan marah?"tanya Reihan,menatap hangat istrinya, Risa mengangguk kan kepalanya.
"Apa sayang tau?bertapa cemasnya kaka tadi malam mencari mu,seandainya tante Nita tidak menelepon kaka dan memberitahu kan keberadaan mu,mungkin sampai sekarang kaka masih ada di jalanan mencari mu,"ucap Reihan.
Risa merasa semakin bersalah pada suaminya"maaf kan Risa ka,"ucap Risa menyesal.
"Kaka sudah memaafkan mu sayang,tapi Kaka minta,cukup ini yang terakhir kali nya kamu melakukannya,Kaka takut kamu pergi meninggalkan Kaka,"ucap Reihan,
"Demi Allah, Risa tidak ada niatan sedikit pun meninggalkan Kaka,"sahut Risa,menatap sayu suaminya.
"Iya sayang,Kaka tau itu"ucap Reihan,sambil menyatukan jidatnya ke jidat istrinya, dan mereka pun berpelukan.
"Lagi pula Kaka yakin, kamu tidak akan bisa, meninggalkan suami setampan Kaka ini kan"sahut Reihan, bercanda sambil terkekeh.
"Ish..Kaka ini"ucap Risa sambil melayangkan cubitan pelan di pinggang suaminya dan terkekeh.
"Terus bagai mana bisa, Risa ada di rumah? padahal kan seingat Risa, Risa itu ketiduran di rumah tante Nita?"tanya Risa, bingung.
"Emm...gimana jelasinnya ya, soalnya tadi malam sayang jalan sendiri,terus ikut sama Kaka pulang ke rumah"sahut Reihan, sambil menahan tawanya.
Risa melongo mendengar nya, sambil mengedip-mengedip kan matanya merasa tak percaya,bagai mana bisa ia jalan sendiri tapi ia tidak ingat, melihat ekspresi wajah istrinya yang terlihat lucu itu,tawa Reihan pun langsung pecah.
"Kaka ngerjain Risa ya?"ucap Risa sebel.
"Iya..iya..maaf, habisnya lucu banget,bikin Kaka gemes,ya sudah ayo makan dulu bubur nya, entar dingin gak enak lagi,mau Kaka suapin gak?"ucap Reihan sambil mencubit hidung istrinya gemes,lalu mengambilkan bubur ayam di atas meja,Risa cemberut sambil mengusap hidungnya,lalu menggelengkan kepalanya.
"Risa bisa makan sendiri ka,kan Risa bukan anak kecil"sahut Risa, sambil tersenyum dan menyambut mangkuk bubur ayam yang ada di tangan suaminya, Reihan pun mengusap lembut kepala istrinya dan mendaratkan kecupan di kening istrinya.
"Apa Kaka sudah makan?"tanya Risa
"Sudah sayang"sahut Reihan, sambil menatap istrinya, yang sedang makan.
Risa pun makan dengan lahap dan menghabiskan bubur ayam kesukaan nya itu.
__ADS_1
"Alhamdulillah,makasih ya ka"ucap Risa,
senang,perut nya sekarang sudah kenyang.
"Iya sayang,karena udah kenyang,kaka mau tanya sesuatu dan Kaka harap kamu jawab dengan jujur dan tak ada yang di tutupi"ucap Reihan, Risa menatap suaminya.
Risa tau apa yang akan di tanya kan oleh suaminya,dan ia harus menjelaskan dan menceritakan apa yang telah terjadi pada nya.
"Jelaskan pada Kaka,apa yang terjadi kemarin?"tanya Reihan, dengan serius, Risa hanya terdiam.
"sayang,Kaka memang tidak bisa berjanji untuk memperbaiki semua masalah mu, tetapi,Kaka bisa berjanji, kalau kamu tidak akan menghadapi semuanya sendiri,"ucap Reihan.
Risa menunduk kan kepalanya mata nya pun mulai berkaca-kaca,ketika mengingat kejadian kemarin,dan ia pun menceritakan semua yang terjadi antara ia dan juga Sarah, Reihan menghembuskan nafas nya dengan kasar, ternyata dugaan nya memang benar, tangis Risa pun pecah sampai sesegukan, Reihan pun langsung memeluk istrinya, dan mengusap lembut kepala istrinya,agar istrinya lebih tenang,hati Reihan terasa sakit, melihat istrinya saat ini sedang bersedih,ia tak menyangka kaka iparnya itu tega menyakiti hati istri nya.
Risa pun sudah mulai merasa tenang, Reihan menatap sayu istrinya,ia mengusap lembut air mata istrinya dan memberikan kecupan lembut di kening istrinya.
"Sayang,jangan pernah berhenti jadi orang baik,karena kata Allah,barang siapa yang mengerjakan kebaikan,seberat apapun itu, niscaya dia akan mendapat balasan nya."ucap Reihan.
"Apa Risa salah ka?Risa memberitahu kan kebenaran nya pada ibu?"tanya Risa.
"Apa yang sayang lakukan,itu sudah benar, sayang berusaha mengingat kan dan menyelamatkan ka Sarah,agar dia tidak terjerumus dalam perbuatan dosa"sahut Reihan.
"Sayang,jadi lah cahaya walau pun tak tersentuh,tapi,selalu menerangi,jadi lah angin walau pun tak nampak,tapi, selalu memberikan kesejukan dan jadi lah kebaikan walau pun di sakiti,tapi,mampu mendatangkan hikmah,"ucap Reihan memberi nasehat.
"Hei.. kenapa Sayang nya kaka menangis lagi?"tanya Reihan,lalu kembali memeluk istrinya.
"Ka,kenapa Kaka begitu tulus mencintai Risa?"tanya Risa, sambil segugukan, Reihan tersenyum,lalu menyentuh lembut dan menangkup pipi istrinya,dengan kedua telapak tangan nya, mereka pun saling bertatapan.
"Orang kerap bertanya pada Kaka, kenapa Kaka mencintai mu? jawabannya adalah, karena kaka,selalu menemukan diri Kaka utuh bersama mu sayang,"sahut Reihan,lembut.
"Istriku sayang, ketika kaka jatuh cinta pada mu,maka Kaka telah menerimamu apa ada nya,Kaka tidak mengharapkan kamu harus sempurna, kerena menurut kaka, kesempurnaan itu,ketika Kaka mencintai mu tulus tanpa syarat."ucap Reihan,lalu mengecup lembut bibir istrinya.
"Kaka tidak ingin melihat mu bersedih dan menangis lagi,hanya kebahagiaan dan senyuman mu lah yang ingin kaka lihat dari wajah cantik mu"ucap Reihan sambil mengusap air mata istrinya.
"Terima kasih ka....terima kasih"hanya itu yang bisa Risa ucap kan dari bibirnya,
Risa pun tersenyum dan langsung memeluk erat tubuh suaminya, sambil membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya, pelukan dan wangi tubuh suaminya mampu membuat hati dan perasaan nya tenang.
"Iya sayang,tapi ada satu lagi yang mau Kaka kasih tau,"ucap Reihan, Risa pun melepaskan pelukan nya dan menatap suaminya.
"Apa ka?"tanya Risa penasaran.
"Jangan lupa, sholat subuh nya di qadha,karena tadi sayang bangun nya kesiangan"ucap Reihan sambil terkekeh.
__ADS_1
Risa melongo.
"Astagfirullahalazhim, kenapa Kaka gak bangunin Risa?"ucap Risa sambil menepuk jidatnya dan protes.
"Siapa bilang Kaka enggak bangunin,tadi subuh Kaka udah bangunin kok,cuma sayang nya aja tidur nya terlalu nyenyak,Kaka malahan sempat menyangka kalau kamu itu pingsan, bukan tidur "sahut Reihan sambil tertawa ,Risa pun cengengesan merasa malu.
"Ya sudah, sebaiknya sayang mandi dan cepat mengqhada sholat subuh nya ya,Kaka mau ngajar dulu ke pondok,"ucap Reihan, Risa pun mengangguk kan kepalanya lalu mengalami dan mencium punggung tangan suaminya, Reihan pun mencium kening istrinya dengan lembut.
"Assalamu'alaikum"ucap Reihan.
"Wa'alaikum salam"sahut Risa,lalu ia pun segera mandi dan mengqhada sholat subuh nya.
*
*
*
Di rumah ibu.
"Ibu,bapak, ada yang mau Sarah bicarakan pada ibu dan bapak"ucap Sarah.
"Bicara tentang apa Sarah?"tanya bapak
"Besok,Sarah mau mengenal kan pacar Sarah ke pada bapak dan ibu,"ucap Sarah sambil tertunduk malu,ibu dan bapak saling berpandangan,mereka terkejut.
"Siapa Sarah,apa dia akan melamar mu?"tanya ibu.
"Rencana dia mau mengenal ibu dan bapak dulu katanya,"sahut Sarah.
"Siapa nama nya?"tanya bapak
"Nama nya Satriya pak,dia bekerja di kantor perusahaan CV bangsa,dia berasal dari kota (S)"sahut Sarah
"Apa keluarga nya tinggal di sini?"tanya ibu
"Hanya dia yang tinggal di kota ini, seluruh keluarga nya tinggal di sana,"sahut Sarah
"Besok sore, habis ashar dia akan datang ke rumah, untuk bertemu dengan ibu dan bapak."ucap Sarah, sambil tersenyum bahagia.
Bersambung....
jangan lupa baca episode-episode selanjutnya yaaaa ❤️
__ADS_1
kasih like nya dan komentar kalian ya 🥰