
Setelah beberapa bulan mengajar, Risa terlihat lebih mudah kelelahan, karena semakin hari perut nya semakin besar,kaki nya pun sudah terlihat membengkak, Reihan pun merasa kasian dengan istri nya.
"Sayang,sebaik nya kamu cuti dulu mengajar nya, karena sekitar 3 atau 4 minggu lagi kamu akan melahirkan"ucap Reihan, sambil mengusap perut istri nya yang buncit.
"Tapi ka, Risa baru beberapa bulan mengajar, masa Risa udah minta cuti,kan enggak enak" ucap Risa.
"Sayang, pemilik pondok ini dari awal sudah tau kalau kamu hamil,dan beliau pun malah menyarankan,dari mulai bulan kemarin agar kamu cuti mengajar dulu, nanti setelah melahirkan,kamu boleh mengajar lagi"sahut Reihan, Risa pun mengerti dan mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Iya sayang,Risa terserah Kaka aja"sahut Risa, Reihan pun tersenyum.
"Kalau begitu, nanti sore akan Kaka sampai kan kepada ketua TPA nya,agar kelas mu untuk sementara di ganti kan dengan yang lain dulu"ucap Reihan, Risa mengangguk paham.
"Umi!Abi!"panggil Anisa, sambil berlari menghampiri kedua orang tua nya.
"Umi sama Abi lagi main sama dede bayi ya?" tanya Anisa, sambil ikut mengusap perut buncit Risa.
"Iya, Abi lagi main sama dede bayi,soal nya kata dede bayi,ka Anisa gak temenin dede bayi hari ini"ucap Reihan, Anisa pun langsung menepuk jidatnya sendiri.
"Maafin ka Anisa ya dede!ka Anisa nya lagi sibuk belajar ngaji,kan nanti biar bisa jadi guru nya ade kalau sudah keluar"ucap Anisa, bicara pada adik nya sambil mengusap perut umi nya, Risa dan Reihan pun tersenyum mendengar nya.
"Dede bayi tau gak!ka Anisa ngajinya sudah iqro 6 lho,dan sebentar lagi naik Al-Qur'an, Kaka pintar kan de!"ucap Anisa, sambil tersenyum lebar.
"Iya,ka Anisa pintar dan hebat,dede bayi nya pasti bangga punya Kaka seperti ka Anisa" sahut Reihan, sambil mengusap kepala putri nya, Risa pun ikut mengangguki nya sambil tersenyum.
"Oiya...Abi sampai lupa!tadi Abi dapat telpon dari nenek, kalau aunty Lia udah melahirkan tadi pagi" ucap Reihan, memberi tahu.
"Benar kah Abi?jadi dede bayi nya aunty Lia udah keluar?"tanya Anisa antusias, Reihan pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Iya sayang,dede bayi nya udah keluar"sahut Reihan, Anisa pun langsung kegirangan.
"Alhamdulillah, Lia dan bayi nya sehat kan ka?terus anak nya laki-laki apa perempuan?" tanya Risa, ikut senang.
"Alhamdulillah, dua-duanya sehat sayang, anak nya laki-laki" sahut Reihan.
"Yeay..Anisa punya dede bayi, Abi!ayo kita jenguk dede bayi nya sekarang"ajak Anisa tidak sabar.
"Besok siang saja ya, kita gak bisa menjenguk dede bayi nya dan aunty Lia,karena sudah malam"sahut Reihan.
"Kenapa gak bisa Abi? tanya Anisa penasaran.
"Karena aunty Lia dan dede bayi nya masih di rumah sakit, kalau sudah malam, tidak boleh menjenguk lagi"jawab Reihan, Anisa pun langsung cemberut.
"Besok siang aja ya,sehabis Abi mengajar, kita langsung ke sana jenguk dede bayi nya"ucap Reihan membujuk putri nya,agar tak merajuk lagi.
"Tapi Abi janji ya?"sahut Anisa, memastikan.
"Insya Allah"sahut Reihan, sambil mengangguk kan kepalanya dan tersenyum.
__ADS_1
*
*
*
Keesokan hari nya,pagi-pagi sekali Anisa sudah mandi dan sudah siap,ia pun sudah duduk rapi untuk sarapan.
"Masya Allah..anak Abi, pagi-pagi sekali sudah cantik dan wangi"ucap Reihan, sambil duduk dan mencium pipi Anisa.
"Kan Anisa mau jenguk dede bayi Abi, jadi harus cantik dan wangi, biar dede bayi nya suka"sahut Anisa, sambil menyuap nasi yang ada di piring nya,Risa dan Reihan pun langsung tertawa mendengar nya.
"Tapi nanti sebelum ke sana,kita mampir dulu ke toko perlengkapan bayi ya ka, Soal nya Risa mau beli hadiah buat bayi nya Lia"pinta Risa, sambil menuangkan nasi dan lauk ke piring suami nya, Reihan pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Iya sayang, nanti ingatin aja Kaka ya,siapa tau kaka lupa,biasa sih kalau lagi sama istri Kaka sering lupa"ucap Reihan, Risa mengerutkan alisnya.
"Kok bisa gitu?"tanya Risa, bingung.
"Soalnya,fokus nya Kaka cuma ke wajah cantik nya kamu seorang,gak ke lain,maka nya sering lupa" sahut Reihan, sambil mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum menggoda.
"Pagi-pagi udah gombal"ucap Risa, sambil tertawa dan mencubit pinggang suaminya gemes, Reihan pun langsung tergelak.
Setelah sarapan, Reihan pun langsung pamit untuk mengajar ke pondok pesantren putra.
Di pondok.
"Wa'alaikum salam, ustadz Azam"sahut ustadz Reihan, sambil tersenyum ramah, ustadz Azam ada teman akrab ustadz Reihan sejak dulu, dan kebetulan mereka mengajar di pondok yang sama.
"Apa nanti siang ustadz Reihan ada waktu?" tanya ustadz Azam.
"Kebetulan nanti siang, saya ada rencana ke rumah sakit, untuk menjenguk adik yang baru melahirkan"sahut ustadz Reihan.
"Ada apa ya ustadz?"tanya ustadz Reihan, penasaran.
"Begini ustadz, ada yang ingin saya bicarakan,tapi kalau nanti siang ustadz tidak bisa, kira-kira kapan ya bisa nya?"tanya ustadz Azam, mengharap, karena ada hal yang sangat penting untuk di sampai kan nya.
"Insya Allah, nanti sore ba'da ashar bisa ustadz"jawab ustadz Reihan.
"Alhamdulillah, berarti nanti sore saya ke rumah ustadz ya?"tanya ustadz Azam sopan.
"Iya ustadz Azam, silahkan"sahut ustadz Reihan, sambil tersenyum ramah, ustadz Azam pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi dulu ustadz,mau masuk ke kelas"ucap ustadz Reihan,lalu pergi ke kelas nya.
"Oh..iya ustadz,silahkan"sahut Azam ramah.
"Assalamu'alaikum"ucap ustadz Reihan, sambil tersenyum lalu segera pergi ke kelas.
__ADS_1
" Wa'alaikum salam"ustadz sahut Azam, sambil tersenyum.
Setelah selesai mengajar, Reihan pun segera pulang, karena ia sudah janji membawa istri dan anak nya ke rumah sakit untuk menjenguk Lia dan bayi nya.
"Assalamu'alaikum"ucap Reihan memberi salam.
"Wa'alaikum salam Abi"sahut Anisa yang sedari tadi sudah siap menunggu Abi nya datang.
"Ayo Abi kita berangkat"ajak Anisa tak sabar.
"Tunggu Abi ganti baju dulu ya"sahut Reihan sambil tersenyum, Anisa pun mengangguk kan kepalanya,lalu kembali duduk, menunggu Abi nya.
Setelah siap, mereka bertiga pun langsung pergi menuju rumah sakit,dan tak lupa membeli hadiah untuk bayi nya Lia, sesampai nya di sana, Anisa pun langsung menghampiri Lia sambil berlari-lari.
"Assalamu'alaikum aunty Lia"ucap Anisa yang baru masuk.
"Wa'alaikum salam"sahut mereka yang ada di ruangan.
"Mana dede bayi nya aunty?"tanya Anisa antusias sudah tak sabar lagi, ingin melihat nya, Risa dan Reihan terkekeh melihat tingkah laku putri mereka.
"Anisa, Salim dulu sama nenek,kakek dan semuanya"ucap Reihan, mengingat kan putri nya, Anisa terdiam merasa bersalah.
"Baik Abi"sahut Anisa sambil menyalami tangan semua orang.
"Anisa!Itu dede bayi nya,ada di dalam box"ucap Lia, memberi tahu,sambil menunjuk ke arah box, Anisa pun seketika berubah sumringah,ia pun langsung berlari dan melihat dede bayi nya.
"Wah..dede bayi nya lucu ya umi"ucap Anisa.
"Iya sayang,lucu banget"sahut Risa, sambil tersenyum memandang bayi mungil itu.
"Aunty!dede bayi nya nama nya siapa?"tanya Anisa penasaran.
"Nama nya Uwais Zamzami, panggilan nya Uwais"sahut Fauzan, menghampiri Anisa.
"Wah..nama dede bayi nya bagus"sahut Anisa gembira.
Semua orang pun mengobrol bersama dan sangat bahagia,umi pun sangat gembira karena mendapat kan cucu pertama laki-laki dari Lia,,
(Foto umi lagi gendong cucu baru nya ya☺️)
...****************...
Bersambung
**Kasih semangat terus ya buat author,like, komen,vote dan hadiah nya jangan lupa 😄
__ADS_1
Sukur-sukur dapat kopi dari kalian,bisa tambah semangat author nulis nya😄🤗**