Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Meminta maaf


__ADS_3

Malam hari semua orang berkumpul di ruang tamu,karena ada yang ingin di bicara kan oleh Sarah,kecuali Nana,karena Nana masih kecil.


"Nana,ka Caca minta tolong jagain dede Anisa dulu ya"pinta Risa.


"Iya ka Caca"sahut Nana, dan langsung masuk ke kamar Risa, untuk menjaga Anisa yang sedang tidur.


Ibu dan bapak merasa senang karena Sarah sudah mau keluar dan bicara pada mereka, namun Ibu dan bapak juga sangat penasaran apa yang akan di bicarakan oleh Sarah.


"Sebelum nya,Sarah mau mengucapkan terima kasih,karena kalian telah memperhatikan Sarah, mengkhawatirkan,dan menerima Sarah apa ada nya, kalian selalu mendukung Sarah dan menyayangi Sarah." ucap Sarah,mata nya mulai berkaca-kaca.


"Sarah juga mau minta maaf, karena Sarah sudah banyak mengecewakan kalian dan melukai hati kalian,maaf jika Sarah sering membuat air mata kalian menetes karena perkataan dan perilaku Sarah, maaf karena Sarah belum bisa membahagiakan kalian, hanya kata maaf yang bisa Sarah ungkap kan, sungguh saat ini Sarah sangat menyesal atas semua yang Sarah lakukan."ucap Sarah, sambil menangis.


"Nak,ibu dan bapak, sudah memaafkan mu,jauh sebelum kamu meminta maaf ke pada kami"ucap bapak.


"Tapi Sarah sudah melakukan, begitu banyak dosa pak"ucap Sarah


Sarah pun menceritakan semua kesalahan yang ia lakukan selama ini.


Bapak dan ibu sangat terkejut dan merasa sedih,mereka tak menyangka putri yang selama ini mereka didik, dengan penuh kasih sayang dan cinta, telah begitu banyak melakukan dosa,ibu hanya bisa menangis mendengar nya, tak ada kata-kata yang bisa ia keluarkan,karena hati nya terasa begitu sakit, bapak pun hanya bisa beristighfar dan memohon ampun kepada Allah,karena telah gagal mendidik putrinya ke jalan yang Allah ridhoi, sungguh ibu dan bapak merasa sangat kecewa dan merasa malu pada menantu nya, karena menantunya seorang ustadz yang tau tentang ilmu agama.


Sarah berlutut di bawah kaki ibu dan bapak,ia menangis dan menyesali kesalahannya, hanya kata maaf yang terus ia ucap kan, Risa pun ikut menangis melihatnya, Reihan hanya bisa diam, dan mengusap kepala istrinya sambil memeluk untuk menenangkan istrinya,ia juga merasa sedih melihat dan mendengar semua yang telah terjadi.


"Nak,sebesar apa pun kesalahan mu dan dosa yang engkau perbuat,kami sebagai orang tua mu,tetap akan menerima,dan memaafkan semua kesalahan mu,karena kamu adalah putri kami, darah daging kami, bapak dan ibu memang sangat kecewa pada mu,tapi kami lebih kecewa lagi pada diri kami sendiri, karena sebagai orang tua,kami telah gagal mendidik anaknya, dan melindungi anak nya ke jalan yang benar,namun bapak bersyukur kamu sudah menyadari dan mau bertobat"ucap bapak, sambil menangis, Risa yang melihat bapak dan ibu nya menangis dan bersedih, sungguh hati nya terasa ter iris dan tak sanggup,ia juga merasa terluka, melihat ke dua orang tua nya terluka, sungguh malam ini adalah malam penuh sedih dan haru bagi keluarga nya, Risa bersyukur kini kaka nya sudah sadar dan kembali seperti dulu, Risa yakin di balik kejadian ini ada hikmah yang Allah berikan kepada Ka sarah dan keluarga nya kelak.


Setelah semua nya selesai,mereka pun akhirnya kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat.


"Sayang,Kaka besok akan ke rumah umi,tadi sore umi telpon, dan meminta agar kaka ke sana,karena ada hal yang ingin umi dan Abi bicara kan sama Kaka"ucap Reihan,memeluk istrinya dari belakang dan menaruh dagunya di tengkuk leher istrinya,sambil mengecup pipi istri nya,hal itu adalah kebiasaan Reihan jika berduan dengan istri nya,agar selalu dekat dan romantis pada pasangan.


"Iya sayang,apa boleh Risa di sini dulu?"tanya Risa, karena ia masih ingin berkumpul dengan keluarga nya.

__ADS_1


"Tentu sayang,nanti selesai di rumah umi,Kaka akan langsung menjemput mu"sahut Reihan, sambil tersenyum, Risa mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


*


*


*


Di rumah orang tua Reihan.


"Umi,apa umi sudah menghubungi Reihan?" tanya Abi.


"Sudah Abi,kemaren sore umi sudah menghubungi Reihan,dan pagi ini dia akan ke sini,paling sebentar lagi Reihan nya akan datang"sahut umi, sambil tersenyum.


"Assalamu'alaikum "ucap Reihan, yang baru datang.


"Wa'alaikum salam"sahut Umi dan Abi.


Reihan menyalami tangan Abi dan umi,lalu duduk di dekat mereka.


"Ada apa Abi dan umi memanggil Reihan,apa ada sesuatu yang sangat penting?"tanya Reihan yang melihat Abi dan umi sepertinya sedang gelisah.


"Begini Reihan, Abi meminta mu datang, karena Abi ingin kamu ikut menyambut dan bicara untuk mewakili keluarga besar kita, sebenarnya nya, Abi dan umi mendapatkan kabar, beberapa hari yang lalu,bahwa nanti malam akan ada pihak keluarga besar Fauzan yang datang dan melamar adik mu Lia"ucap Abi, Reihan terkejut mendengar nya.


"Apa Lia sudah tau tentang ini?"tanya Reihan.


"Sudah Reihan,dan Lia sudah mengenal Fauzan sejak lama,mereka satu kampus, dan Lia juga menyetujuinya"sahut Abi,namun Abi dan umi masih terlihat gelisah.


"Baik lah Abi,kalau begitu Reihan merasa tenang,dan kita tak perlu khawatir,karena hal baik ini akan berjalan dengan lancar"ucap Reihan,merasa senang dan lega.

__ADS_1


"Tapi nak,ada hal yang membuat umi dan Abi cemas"ucap umi.


"Apa itu umi?"tanya Reihan,merasa bingung sambil menyeritkan alisnya.


"Salwa"sahut umi.


"Tadi pagi Salwa bicara pada umi dan Abi, Sebagai Kaka,Salwa tidak terima jika dia harus di langkahi oleh Lia"ucap umi,merasa sedih.


"Bahkan Salwa sempat bicara pada Lia,dan meminta Lia untuk membatalkan lamaran itu" ucap umi.


"Astagfirullah,mana Salwa umi?biar Reihan yang bicara pada Salwa"ucap Reihan.


"Salwa sudah berangkat kerja dari tadi,dan sore dia baru pulang"sahut umi, memberitahu.


"Baik lah umi,setelah selesai mengajar di pondok, Reihan akan datang lagi,dan akan bicara pada Salwa"ucap Reihan,mencoba menenangkan umi dan Abi nya.


"Alhamdulillah,umi dan Abi berharap,Salwa mau mendengarkan mu nak,karena dia tak mau mendengarkan kami"ucap umi, berharap.


"Umi dan Abi tenang saja,semoga Salwa mau mendengar kan Reihan dan mengerti,serta menerima nya,karena jodoh itu Allah yang mengatur,bukan kita manusia"ucap Reihan, umi dan Abi pun merasa lega,mereka yakin, Reihan pasti bisa membuat adiknya mengerti.


"Kalau begitu Reihan pamit dulu umi,Abi"ucap Reihan, sambil menyalami tangan umi dan Abi nya.


Reihan pun langsung pamit dan menuju pondok pesantren untuk mengajar.


(Ya Allah..baru selesai masalah,ada lagi masalah baru, yang sabar ya R2, semoga semua masalahnya cepat selesai ☺️)


jangan lupa like dan komen nya 😁


Dan baca episode selanjutnya yaaaa ☺️

__ADS_1


see you ❤️


__ADS_2