
Pagi-pagi sekali,Tina sudah siap ingin pergi ke kampus,karena ada jadwal mata kuliah pagi ini,ia buru-buru menyalakan motor nya.
"Ish...nih motor kenapa sih,kok gak mau nyala-nyala,lagi ngambek ya?mana aku udah mau terlambat"ngomel Tina, sambil melihat jam yang ada di tangan nya.
"kamu kenapa,kok belum berangkat?"tanya Gio,sambil menatap Tina heran, Tina menghembuskan nafas nya dengan kasar.
"Motor nya mogok,gak mau di idupin,lagi ngambek mungkin"sahut Tina,jutek, Gio hanya mengangguk -angguk kan kepalanya saja,lalu melewati Tina menuju motor nya,Gio juga pagi ini akan ke kampus.
"Dasar,gak punya hati, manusia batu es, seharusnya kan di bantuin,kan istrinya lagi kesusahan"batin Tina menggerutu kesal, menatap Gio, sambil mengepalkan tangannya dan menghentak kan kaki nya.
"Naik"suruh Gio, sambil melirik ke belakang motor sport nya,Tina hanya diam sambil cemberut menatap suaminya.
"Kenapa diam,bukan nya udah telat?"tanya Gio.
"Gak, Terima kasih"sahut Tina,jutek,sambil memalingkan muka nya.
"Ngeselin banget sih nih orang,gak ada manis-manis nya ngajak istrinya,!senyum kek,terus ngomong,sayang,ayo sini biar mas antar!atau sayang kita berangkat sama-sama yuk!kan kedengaran nya manis dan romantis" batin Tina,mengharap.😅
"Ngapain diam?kaya patung Pancoran di situ!bukan nya Kamu butuh tumpangan?ayo cepat naik"ucap Gio,sambil menghidupkan motor nya,ia kesal karna Tina tak bergerak dari tadi.
"Iya...iya..bawel," sahut Tina pelan, sambil menghentakkan kakinya dan langsung menaiki motor sport suaminya itu.
Gio dan Tina memang suami istri,tapi ketika di kampus mereka seperti dua orang asing yang tidak saling mengenal, tepatnya Gio yang selalu cuek pada Tina,makanya teman-teman mereka banyak yang tidak tau,kalau mereka sebenarnya sudah menikah dan suami istri,bahkan berangkat ke kampus pun,mereka menaiki kendaraan masing-masing, Gio dan Tina adalah pasangan yang unik, mereka tidak akur seperti tom and jerry,tapi mereka tak pernah melakukan kekerasan fisik,atau pun saling menyakiti atau mengkhianati, mereka sama-sama saling setia satu sama lain,sering kali teman-teman mereka mencoba mendekati dan menggoda, namun tak satu pun di antara mereka yang membuat mereka berpaling.
"Pegangan,entar jatuh aku yang di salahin" ucap Gio,kesal,karena Tina tak mau memeluknya dan hanya diam sambil memanyunkan bibirnya.
"CK...iya"sahut Tina,sambil berdecak kesal,dan langsung memeluk erat pinggang suaminya,di belakang Tina tersenyum lebar,ia bersama bahagia di bonceng oleh suaminya.
"Ya ampun, romantis banget kaya gini,coba tiap hari di antar kaya gini,kan enak..he..he.." batin Tina bergumam,sambil tersenyum sendiri,Gio terkekeh melihat tingkah istrinya dari kaca spion.
"Dasar bar-bar,tadi aja di depan sok nolak,pas di belakang cengengesan sendiri"batin Gio, sambil terkekeh.
Mereka pun langsung berangkat menuju kampus,saat Tina merasa senang -senang nya, sambil menghayal,Gio menghentikan motor nya,di dekat gerbang kampus.
"Lho..!kok berhenti di sini?"tanya Tina, bingung, sambil mengerutkan alisnya.
"Turun"ucap Gio,menyuruh Tina turun,Tina melongo,ia tak percaya, suaminya tega menurunkan nya di depan pintu gerbang masuk kampus, yang jarak masuk nya ke dalam masih lumayan jauh.
"Gak mau..!kan masih jauh masuk ke dalam" tolak Tina,sambil melipat kedua tangannya ke dada,dan memanyunkan bibirnya.
"Turun..!biar kamu bisa sekalian olahraga pagi-pagi"sahut Gio, Tina ternganga mendengar nya.
"Olahraga?kamu pikir aku gak sehat?"protes Tina tak terima,
"Iya,maka nya turun dan oleh raga sekarang" sahut Gio, Tina pun,dengan terpaksa turun dari motor Gio,dan dengan santai nya Gio langsung melajukan motornya meninggal kan Tina,masuk ke kampus.
"Huh..Dasar suami gak ada perasaan,gak ada akhlak,tega banget sih, istrinya di turunin di pinggir jalan."sungut Tina kesal dan marah, sambil menghentak-hentak kan kaki nya.
"Ya Allah, kenapa aku bisa dapat suami kaya gini sih?apa aku kualat sama Risa ya?tapi kan seharusnya Risa beruntung dan berterima kasih sama aku, berkat aku Risa gak berjodoh sama si manusia batu es kutub Utara itu, dan seharusnya aku dapat hadiah besar dan gelar (teman penyelamat)he..he.."gumam Tina.
"Ya ampun..!aku terlambat "ucap Tina,sambil melihat jam tangannya,ia pun langsung berlari-lari masuk ke kampus,karena sudah sangat terlambat, dengan bercucuran keringat dan nafas yang naik turun ia masuk ke kelas.
"Selamat pagi pak,maaf saya terlambat, karena motor saya mogok"ucap Tina,merasa tak enak,karena jam kelas sudah di mulai.
"Tidak apa-apa Tina, silahkan duduk"sahut dosen yang mengajar,Tina pun mengangguk dan segera duduk.
"Huh..selamat"gumam Tina,sambil menyapu keringat yang ada di jidat nya, akhirnya ia bisa bernafas lega,lalu ia menatap tajam ke arah suami nya yang duduk paling pojok, Gio hanya cuek di tatap tajam oleh istri nya.
"Awas pembalasan ku nanti"batin Tina bergumam kesal.
"Jadi motor Tina mogok,yes..aku ada kesempatan untuk mengantar kan nya"batin seorang pria yang duduk di bangku ujung dekat Tina,nama nya Revan, salah satu teman Tina dan Gio di kampus,dia sudah lama menyukai Tina, sejak awal kuliah, dan Revan selalu mencoba mencari cara agar bisa mendekati tina, namun Tina selalu menghindar dan menolak jika Revan menawarkan tumpangan, alasan Tina karena ia bawa motor sendiri.
"Tina...!"panggil Revan,dan langsung menghampiri Tina.
__ADS_1
"Aku dengar motor kamu mogok ya?"tanya Revan.
"Iya"sahut Tina, sambil mengangguk.
"Emm..gimana nanti pulangnya aku antar?" tanya Revan mengharap,Tina terdiam sejenak,karena masih kesal dengan suami nya,dan gak mau lagi di turunkan di pinggir jalan,Tina pun menyetujui tawaran Revan.
"Ok,"sahut Tina,lalu pergi meninggalkan Revan,menuju kantin.
"Pas pulang nanti,aku tunggu di parkiran ya?"ucap Revan, Tina pun mengangguk kan kepalanya.
"Yes...yes..yes..akhirnya"ucap Revan, bersorak gembira,sambil mengepal kan tangan nya dan melayangkan ke udara,sudah sejak lama ia menantikan hal ini.
Tanpa Revan sadari ada sepasang mata tajam yang melihat dan memperhatikan nya sejak tadi, dengan perasaan marah sambil menggertak kan gigi nya dan mengepal kan tangan nya,ia pun langsung melangkah pergi.
Revan sudah menunggu Tina lebih dulu di parkiran,ia duduk di motor sport nya dengan perasaan bahagia,karena sebentar lagi sang pujaan hati akan duduk dan memeluknya dari belakang,ah.. membayang kan nya saja, sudah membuat hati Revan tak sabar dan rasanya hampir pingsan.
"Tina..!"Panggil Revan, sambil melambaikan tangan nya tersenyum lebar,karena melihat Tina berjalan menuju nya.
"Hai Van, sorry aku telat keluar nya, soalnya ada beberapa pertanyaan yang harus aku tanya kan pada dosen tadi"ucap Tina,merasa tak enak, karena Revan sudah menunggu lama.
"Gak papa Tina,santai aja,ya udah yuk naik"ucap Revan,sudah tak sabar.
Tina pun segera berancang-ancang untuk menaiki motor sport Revan,namun secara tiba-tiba,tangan nya langsung di tarik oleh seseorang.
"Aakkk...!ucap Tina kaget, hampir terjatuh, untungnya dengan sigap, yang menarik tangan nya tadi langsung menangkap dan memeluk pinggang nya, sehingga Tina tak jadi terjatuh, Tina pun segera menoleh siapa orang yang sudah berani menariknya,mata Tina pun langsung terbelalak.
Deg!
"Gi..Gio!"ucap Tina,terbata,ia pikir Gio sudah pulang lebih dulu, karena dari tadi ia tak melihat Gio, padahal Gio sejak tadi menunggu Tina sambil mengawasi Revan,ya.. yang mengawasi Revan sejak tadi adalah Gio.
"Kamu gak papa Tina?"tanya Revan,sambil meraih tangan Tina.
"Aku gak papa Van"sahut Tina, Gio yang melihat tangan Tina di sentuh oleh pria lain pun,merasa marah dan langsung menarik Tina ke arah nya, hingga pegangan tangan Revan pun terlepas.
"Ikut aku pulang"ucap Gio, terdengar dingin, sambil menatap tajam Tina.
Glekk!
Tina menelan ludah nya dengan kasar,dan merasa takut.
"Gawat"batin Tina,ia sudah berbuat kesalahan kali ini.
"Sorry Van,kaya nya aku gak bisa ikut kamu pulang"ucap Tina,merasa tidak enak, karena ia sudah berjanji,Tina pun menundukkan kepalanya sambil melangkah ke motor Gio.
"Eh..tunggu! Gio,lo gak bisa seenaknya main membawa-bawa Tina dong,Tina sudah janji sama gue,kalau dia bakal ikut gue pulang."ucap Revan, protes,ia tak terima Gio merebut Tina dari nya.
"Tadi pagi dia ikut gue ke kampus,dan pulang pun juga harus ikut gue,paham?"sahut Gio, sambil menatap tajam Revan.
Glekk!
Revan menelan ludah nya dengan kasar.
"Serem amat nih orang"batin Revan, merasa ngeri.
"Ta..Tapi,Tina udah janji sama gue"ucap Revan lagi, masih ngotot.
"Terus?bukan nya tadi dia udah gak bisa?" tanya Gio, yang mulai tersulut emosi, menatap Revan sambil melangkah maju menghampiri Revan,Revan pun gemetar,ia melangkah mundur dengan pelan.
"Asal lo tau,orang yang mau lo ajak pulang itu, adalah istri gue"ucap Gio,marah, karena Revan masih ngotot berusaha membawa Tina.
Deg!
"What! Gio..! lo becanda kan?sejak kapan kalian menikah?"ucap Revan, terkejut dan tak percaya.
__ADS_1
"Apa yang di katakan Gio, benar Van,kami sudah menikah 5 bulan yang lalu"sahut Tina,
Revan pun shock mendengar nya,ia merasa dibohongi oleh mereka berdua selama ini, sungguh Revan sangat sakit hati mendengar nya.
"Ayo pulang"ucap Gio, sambil menarik tangan Tina, dan meninggalkan Revan yang masih mematung sambil menganga.
Tina pun segera naik ke motor dan Gio pun langsung menjalankan motor nya, Tina memeluk erat pinggang Gio dan menyandarkan kepalanya di bahu Gio.
"Dasar istri bar-bar"batin Gio sambil terkekeh, ia merasa senang karena Tina membela nya dan mengakui pernikahan mereka, sebenarnya Gio sudah mulai mencintai Tina, namun, ia malu dan gengsi mengakuinya, setiap kali ia berusaha manis dan romantis pada istrinya, pasti selalu gagal oleh tingkah istri nya yang selalu bar-bar dan bikin malu.
Mereka pun sudah sampai di rumah, Tina pun langsung turun dan masuk ke rumah, mereka di kota hanya tinggal berdua, karena orang tua mereka tinggal di desa.
Gio menghampiri Tina ke kamar,ia langsung menutup pintu dan menguncinya, Tina pun terkejut mendengar nya.
"Gi..Gio! ka..kamu mau apa?"tanya Tina gugup dan merasa takut.
"Urusan kita belum selesai "ucap Gio, sambil melangkah maju menatap tajam dan mendekati Tina, Tina pun melangkah mundur dan mentok ke dinding,ia takut kalau suaminya akan memarahinya.
"Ya ampun..!nih orang serem banget, jangan-jangan dia mau memukul ku,atau,bisa jadi dia mau menampar pipi ku, atau jangan-jangan,dia mau memutilasi ku, karena sudah di anggap selingkuh dengan pria lain,oh.. tidak.. tidak,ya..tuhan,aku gak mau mati sekarang hiks..hiks..hiks"batin Tina menjerit, sambil memejamkan mata nya merasa prustasi, karna Gio sudah ada tepat di depan nya.
"Kamu pasti udah mikir yang tidak-tidak kan? kebiasaan" ucap Gio, sambil menjitak jidat istrinya.
"Aww..! Gio,sakit tau"sungut Tina, sambil memanyunkan bibirnya, dan mengusap jidat nya yang terasa sakit, Gio terkekeh melihat nya.
"Gemesin banget sih"batin Gio, ingin sekali ia memeluk dan menciumi istri nya itu.
"Gio..Gio, panggil mas..!makanya,lain kali,kalau punya otak,mikir dulu sebelum bertindak, jangan asal ikut-ikut aja sama pria lain, kamu kan udah punya suami." ucap Gio,kesal, menunjuk jidat istrinya dengan jari telunjuknya, sambil mengurung istrinya dengan kedua tangan nya.
"Iya..iya maaf mas,habis nya,istrinya nya di tinggal begitu aja di pinggir jalan,maka nya mau coba ikut sama yang lain,he..he..mau ngetes, apa dia juga bakal ninggalin aku di pinggir jalan sama kaya mas"sahut Tina, sambil tersenyum kecut merasa takut.
Gio pun merasa bersalah, padahal dia cuma mau ngerjain istrinya aja,karena dia sangat suka melihat wajah istrinya kalau lagi kesal,tapi dia gak nyangka, Kalau istrinya bakalan ngelakuin hal yang membuat darah nya mendidih seperti tadi.
"Kalau begitu kamu harus di hukum"ucap Gio, Tina melongo mendengar nya,ia merasa suaminya tega pada nya,pada hal ia sudah minta maaf dari tadi, tanpa aba-aba Gio langsung menyambar bibir milik istrinya yang mulai tadi sangat menggoda nya, Tina yang mendapat kan serangan tiba-tiba dari suaminya pun terkejut, ia ingin berontak namun dengan cepat Gio mengunci pergerakan Tina, hingga Tina pasrah menerima serangan dari suaminya dan ikut menikmati nya.
Sebenarnya hati Tina sangat bahagia karena suaminya memperlakukan nya dengan manis dan lembut hari ini,ia merasa momen ini adalah momen yang sangat romantis, Gio pun melepaskan ciumannya, dan menatap sayu istrinya.
"I love you my hot wife"ucap Gio lembut, sambil tersenyum lebar.
Deg!
Tina sangat terkejut dengan apa yang ia dengar,ia merasa tak percaya, karna ini adalah pertama kalinya Gio menyatakan cinta dan tersenyum lebar pada nya.
"Oh my God..! kenapa dia bisa berubah jadi 180 derajat begini?dari batu es menjadi susu hangat, ah.. manisnya suami ku, senyum nya membuat dia semakin tampan" batin Tina,girang, sambil mengedip-ngedip kan mata nya tak berhenti memandang wajah suami nya.
"I love you too my cold husband"sahut Tina, bahagia, sungguh,hati nya saat ini sedang berbunga-bunga,ia tak menyangka suami dinginnya bisa berubah sehangat dan semanis ini.
"Ah.. kenapa gak dari dulu sih gini,kan romantis"ucap Tina, kegirangan sambil memeluk erat tubuh suaminya.
"Dasar istri bar-bar "ucap Gio,sambil terkekeh.
"Biarin,tapi cinta kan"sahut Tina,lalu mereka pun tertawa bersama, sambil berpelukan, dan melanjut kan aktivitas yang tertunda tadi.
(jangan tanya apa yang selanjut nya mereka lakukan ya,silah kan kalian mikir sendiri 😅🤣)
Bersambung...
kasih like, komen dan vote nya jangan lupa ya ☺️kasih hadiah juga boleh banget 😁
baca terus episode selanjutnya yaaaa ❤️
salam hangat dari author 🥰
see you 😘
__ADS_1