
Risa saat ini sedang menginap di rumah ibu dan bapak,kerena Reihan suaminya sedang berangkat ke luar kota untuk berdakwah, untuk sementara Reihan lah yang mengganti kan Abah untuk berdakwah,karena keadaan Abah yang sering menjalani cuci darah, membuat beliau tidak di perbolehkan oleh dokter berpergian jauh.
"Kamu kenapa sa? Pagi-pagi udah mengantuk."tanya Sarah, yang bingung melihat adiknya 2 hari ini setiap pagi selalu mengantuk.
"He...he..he..Iya ka,soalnya dari kemaren Risa susah tidur malam."sahut Risa sambil cengengesan.
Sebenarnya sudah kebiasaan Risa,kalau suaminya berangkat,ia pasti tidak bisa tidur dengan nyenyak,setiap ia tidur selalu di peluk oleh suaminya,dan itulah yang membuat Risa bisa tidur nyenyak.
"Kamu sakit sa?"tanya Sarah lagi.
"Enggak ka,Risa cuma merasa ngantuk dan lelah aja."jawab Risa, yang menang beberapa hari ini selalu merasakan kelelahan.
"Ya sudah,tidur sana gih ke kamar,entar kamu ketiduran di sini lagi!"ucap Sarah
"Iya ka"jawab Risa,yang langsung hendak menuju ke kamarnya.
"Tunggu sa! suaminya mu kapan pulang nya?"tanya Sarah
"Emm,kaya nya hari ini deh ka,tapi Risa gak tau jam berapa,"jawab Risa, namun ia merasa Kaka nya aneh.
"Kok,ka Sarah akhir-akhir ini aneh ya,sering nanya -nanya tentang ka Reihan."batin Risa lalu melanjutkan pergi ke kamar nya.
Sarah sangat sering menanyakan kepada Risa,apa kebiasaan Reihan,apa kesukaan makanan dan minuman nya,terus kalau Reihan berangkat sering nanya berapa lama berangkat kapan Reihan pulang,Sarah juga sering mengantar makanan ke sukaan Reihan ke rumah, bahkan makanan kesukaan adiknya sendiri tidak pernah lagi ia masakin,dan hal itu membuat Risa merasa kelakuan kaka nya itu sangat aneh.
Sarah yang mengetahui kalau Reihan akan pulang hari ini,langsung bergegas menuju dapur untuk memasak makanan kesukaan Reihan,ketika Sarah sedang asik hendak memasak,tiba-tiba ia mendengar suara pintu dan salam dari luar.
"Assalamu'alaikum"ucap Reihan yang baru datang.
"Wa'alaikum salam,sahut Sarah,yang terkejut melihat Reihan sudah pulang, pada hal ia baru saja mau memasak.
Ketika Sarah menghampiri dan hendak mengatakan sesuatu,Reihan langsung menghindar dan meninggalkan sarah,ia langsung masuk ke kamar untuk menemui istrinya,ia tau pasti istrinya saat ini sedang tertidur,karena kalau malam,istrinya gelisah dan tidak akan bisa tidur tanpa nya.
Risa yang mengantuk dari tadi pun sedang tertidur di kamar, tiba-tiba ia merasakan ada tangan yang melingkar di pinggang nya dari belakang,Risa terbangun dan langsung berbalik,ia tau kalau itu pasti suaminya yang baru datang,Risa sudah tak heran dan terkejut lagi dengan kebiasaan suaminya,setiap baru datang pasti langsung memeluknya.
"Pagi sayang,kok udah bangun,kaka ganggu tidurnya ya?"ucap Reihan lembut,dan langsung memberikan kecupan di kening dan bibir istrinya.
"Enggak papa ka"ucap Risa sambil memeluk dan membenamkan kepalanya ke dada suaminya,aroma tubuh suami selalu membuat nya merasa nyaman dan tenang.
"Sayang kita pulang yuk"ucap Reihan,yang merasa tidak nyaman berlama-lama di rumah ibu dan bapak.
"Sekarang ka?"tanya Risa,dan di angguki oleh suaminya.
"Ya sudah,kalau begitu Risa siap-siap dulu ya," ucap Risa,sambil beranjak untuk mengganti pakaian.
Risa pun sudah siap dan langsung keluar dari kamar dan ingin pamit kepada ka Sarah,dan menitipkan oleh-oleh kepada Sara, karena ibu dan bapak lagi ada di pasar.
__ADS_1
"Kok pulang nya cepat,gak nanti siang aja, Kaka masih masak dan belum selesai."ucap Sarah,menahan Risa.
"Maaf ka,kami harus pulang sekarang,karena sebentar lagi akan ada donatur yang datang ke pondok,dan harus bertemu dengan saya "jawab Reihan, yang memberikan alasan untuk cepat pulang dan menghindari Sarah.
Padahal donatur itu akan datang nanti sore, Reihan mengetahui kalau kaka ipar nya itu, menyukainya dan sedang mencari -cari perhatian nya,Sarah juga sering menjelek-jelekan Risa di depan Reihan saat Risa tidak ada,dan itu membuat Reihan marah dan muak pada kelakuan Sarah.
Namun karena ia masih menghormati Kaka iparnya itu,Reihan tidak pernah menceritakan ke lakukan dan kejelekan Sarah pada ibu dan bapak, Reihan juga tidak mau kalau istri nya merasa sedih atau salah paham pada nya, yang bisa Reihan lakukan saat ini,sebisa mungkin untuk menghindari Sarah.
"Kalau begitu kami pamit pulang dulu ya ka."ucap Risa sambil menyalami tangan Sarah.
"Assalamu'alaikum"ucap Risa
"Wa'alaikum salam,"sahut Sarah, yang merasa kecewa.
*
*
*
Sampai di rumah Risa merasakan kepalanya sangat pusing dan badan nya pun terasa lemes.
"Sayang,kamu kenapa?apa kamu sakit?"tanya Reihan,ia khawatir pada istrinya yang terlihat sangat pucat
"Kepala Risa pusing ka,dan perut Risa juga terasa tidak enak, Risa merasa mual,"sahut Risa sambil memegang kepalanya yang terasa berputar -putar, dan merasa ingin muntah.
"Tanda-tanda apa ka,?apa Risa akan mati sekarang,?apa itu tanda- tanda sekaratul maut ka???"tanya Risa panik
"Huwaaa...hiks..hiks...hiks"suara tangis Risa pecah.
"Sayang kenapa menangis?"tanya Reihan, sambil menahan tawanya, melihat istrinya yang terlihat lucu.
"Risa takut kalau meninggal sekarang ka...hiks..hiks.. Risa kan amal nya masih banyak kurangnya..hiks...hiks... Risa juga kan masih muda, punya anak aja belum,bisa gak malaikat nya di suruh lewat aja dulu ka hiks..hiks"ucap Risa, sambil segugukan dan langsung membuat tawa suaminya pecah tak tertahan kan.
"Emang malaikat lagi mau minta sumbangan,di suruh lewat aja dulu."sahut Reihan sambil tertawa.
"Kali aja mau,kalau Kaka yang ngomong hiks..hiks"ucap Risa masih menangis.
"Sayang,namanya maut itu datangnya gak mengenal waktu,dan tidak memandang tua atau muda,ketika sudah waktunya tiba,maka pasti akan datang,dan semua itu sudah menjadi ketentuan Allah, kita tidak dapat menolaknya."ucap Reihan,dan membuat tangis Risa semakin pecah.
"Sayang,sudah jangan menangis lagi,"ucap Reihan sambil mengusap air mata istrinya.
"Maksud Kaka,bukan tanda-tanda sayang mau innalilah,tapi tanda-tanda kalau ada cabang bayi di sini,"ucap Reihan sambil mengelus perut istrinya.
"Ma..Mak.. maksud kaka,Risa hamil???"tanya Risa,dan di angguki oleh suaminya.
__ADS_1
"Coba sayang ingat -ingat,terakhir kali datang bulan,kapan?"tanya Reihan,
Risa pun sambil mengingat.
"Seperti nya 2 bulan yang lalu ka"jawab Risa.
"Nah,!seingat kaka juga begitu,biar lebih yakin tunggu di sini kaka beli sesuatu,"ucap Reihan, langsung pergi keluar rumah.
Risa hanya melongo melihat suaminya begitu semangat dan langsung pergi begitu saja.
"Assalamu'alaikum"ucap Reihan yang baru datang.
"Wa'alaikum salam"sahut Risa.
"Ini sayang,ayo cepat di coba test pakc nya,biar kita tau hasilnya sekarang"ucap Reihan sangat bersemangat.
"Iya..iya."sahut Risa,mengambil benda kecil yang di beli oleh suaminya tadi dan melangkah menuju kamar mandi.
"Lho,kaka mau ngapain?"tanya Risa, bingung, melihat suaminya juga mau ikut masuk ke kamar mandi.
"Mau masuk,kaka mau lihat hasilnya"sahut Reihan tak sabar.
Risa memutar bola matanya malas,ia gemes sama tingkah suaminya.
"Ka,gimana Risa bisa pipis,kalau kaka ikut masuk,Risa kan malu."ucap Risa
"Tapi kaka penasaran sayang,"sahut Reihan memelas.
"Kaka tunggu aja di luar sebentar,gak lama kok ka."ucap Risa sambil mendorong pelan tubuh suaminya ke luar.
"Ya sudah kaka tunggu di depan pintu ya"ucap Reihan.
"Iya!"sahut Risa,dan langsung menutup pintu kamar mandi.
Risa merasa sangat gugup dan gemetar,akan hasil dari benda yang baru saja di taruhannya kedalam air pipisnya.
"Tok...tok... sayang sudah belum?"tanya Reihan tak sabar.
"Tunggu sebentar lagi,"sahut Risa di dalam.
Risa memperhatikan benda kecil itu,berlahan -lahan hasilnya mulai kelihatan, sambil Risa membaca petunjuk yang tertulis di kertas itu, dan hasilnya pun akhirnya kelihatan,ternyata hasilnya...
Bersambung dulu yaaaa....
penasaran gak sama hasilnya,kira-kira hasil nya apa ya...?🤔
__ADS_1
baca episode selanjutnya yaaaa ❤️☺️
dan jangan lupa like nya 🙏🏻☺️