
Setelah mendengar kabar Risa sakit,ibu dan bapak langsung berkunjung ke rumah Risa dan Reihan,ibu khawatir dengan kondisi Risa, apa lagi Risa sedang hamil muda.
"Bagai mana keadaan mu sekarang nak?apa kamu sudah periksa ke dokter?"tanya ibu khawatir
"Alhamdulillah,Risa sudah baikan bu, kemaren Risa sudah periksa ke dokter,kata dokter Risa cuma harus istirahat cukup dan jangan terlalu cape"jawab Risa,namun wajah nya masih terlihat pucat.
Kemaren Risa sempat mengalami demam selama 2 hari,di tambah juga tidak nafsu makan,dan akhirnya kesehatan Risa menjadi drop.
"Alhamdulillah,kalau begitu,tapi bagai mana dengan kandungan mu?"tanya ibu lagi.
"Alhamdulillah,kandungan Risa juga sehat bu, Risa juga di beri vitamin,untuk kandungan Risa,"jawab Risa.
"Syukurlah,ibu jadi tenang mendengar nya,oiya...!ibu ke sini bawa kan makanan kesukaan kamu"ucap ibu,sambil membuka rantang yang di bawanya dari rumah.
Risa yang mendengar nya,langsung ceria dan bahagia,karena dari kemaren-kemaren ia kepingin makan masakan ibu nya,namun Risa tidak memberi tahukan kepada ibunya,ia tak mau harus merepotkan ibunya.
"Alhamdulillah,terimakasih banyak ya bu, ternyata batin Risa kontak dengan ibu."ucap Risa sambil tersenyum hangat pada ibunya.
Risa pun langsung makan dengan lahap dan bersemangat,wajah nya yang tadi pucat, sekarang tidak pucat lagi,ibu dan bapak tersenyum melihat putrinya yang terlihat sudah sehat.
"Mana suami mu nak?"tanya bapak, yang dari tadi tidak melihat menantu nya.
"Lagi mengajar di pondok pak, mungkin sebentar lagi pulang,"jawab Risa.
"Oiya,ini nanti berikan juga pada suami mu,itu masakan kesukaan suami mu juga,"ucap ibu
"Benarkah,apa ini juga masakan ibu?"tanya Risa senang
"Kalau ini bukan masakan ibu,soalnya ibu gak bisa masak ini, yang masak ini Kaka kamu Sarah, katanya kalau ibu cuma masakin makanan kesukaan kamu, kasian suami kamu tidak di masakin juga,jadi Kaka kamu yang masakin ini buat suami mu."ucap ibu
Wajah Risa seketika berubah mendengar nya,hati nya merasa kesal dengan sikap Kaka nya,entah kenapa selama hamil Risa menjadi lebih sensitif dan selalu mencurigai orang -orang yang di lihat nya mempunyai gelagat aneh,namun seketika Risa berusaha menjadi biasa-biasa saja, agar ibu dan bapak nya tidak curiga.
Ketika mereka sedang asik mengobrol tak lama hp bapak berbunyi,bapak pun berbicara pada orang yang menelpon nya,dan tak lama wajah bapak berubah dan menjadi sedih, ketika mendengar sesuatu yang di sampaikan oleh si penelepon,setelah itu pembicaraan mereka pun selesai, ibu yang penasaran pun langsung menanyakan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Ada apa pak? siapa yang menelepon tadi?"tanya ibu, sangat penasaran,Risa pun juga ikut mendengarkan.
"Arman yang telepon bu,dia memberitahu kalau ada bu Tuti(ibunya Dimas)datang ke rumah,dan menagih hutang."jawab bapak
"Hutang..?hutang apa pak,kita tak pernah berhutang pada Bu Tuti."sahut ibu.
"Kita pernah berhutang pada Sarah,sebelum kita berangkat ke kota bu,saat itu Sarah masih menjadi istrinya Dimas,dan ketika ibu Tuti tau,dia menganggap kalau uang yang di berikan Sarah itu adalah uang milik anaknya,dan sekarang dia ingin menagih uang itu pada kita."jawab bapak sedih.
"Ya Allah...!!!pak uang di pinjamkan Sarah dulu,adalah hasil tabungan nya sendiri, dan bu Tuti tidak berhak menagih uang itu"ucap ibu merasa geram pada bu Tuti.
"Tapi walau pun kita menjelaskan nya,bu Tuti tidak akan percaya bu,dan percuma lagian juga sudah terlambat."sahut bapak.
"Apa maksud bapak terlambat?"tanya Risa
"Bu Tuti sudah mengambil barang-barang yang ada di rumah kita."jawab bapak.
"Apaaa..!!!! ucap ibu dan Risa bersamaan.
*
*
*
"Assalamu'alaikum"ucap bu Tuti yang datang ke rumah pak Amin dan ibu Diah.
Rumah pak Amin dan ibu Diah di tinggali oleh paman Arman (pamannya Risa) dan istrinya, karena bapak yang menyuruh nya,agar rumah mereka ada yang merawat dan tidak cepat rusak.
"Wa'alaikum salam," sahut paman Arman keluar dari dalam rumah.
"Ibu Tuti?ada apa ya?"tanya paman Arman, bingung melihat bu Tuti datang dengan 2 orang suruhan nya.
"Eh..Arman,!!!aku datang ke sini,mau nagih hutang orang tua nya Sarah,"ucap bu Tuti sinis.
__ADS_1
"Hutang?memang kaka saya hutang apa,dan kapan ngutang nya sama ibu?setahu saya kaka saya tidak punya hutang,kalau memang ada, biasa kaka saya pasti cerita pada saya."ucap paman Arman,bingung.
"Alah ...!!! sudah miskin,amnesia lagi,Kaka kamu itu hutang sama anak saya sebelum berangkat ke kota, dan uang hasil hutang itu dia modal kan di kota, dan kenapa kaka kamu tidak cerita sama kamu, pasti dia malu lah,hari gini... buka usaha di modalin sama menantu,terus menantunya di tinggal kabur.
Cih... sungguh tidak berpendidikan."ucap ibu Tuti terdengar sangat sarkas.
"Jaga bicara ibu ya,"sahut paman Arman yang tersulut emosi,dengan kata-kata bu Tuti.
"CK,!"bu Tuti berdecak kesal,gini aja,sebagai jaminan hutang Kaka kamu,barang yang ada di rumah ini aku ambil"ucap bu Tuti,lalu menyuruh 2 orang suruhan nya,untuk mengangkut barang -barang yang ada,seperti TV, kulkas,Kipas angin dan sepeda.
"Cuma ini barang yang ada?"tanya bu Tuti pada suruhan nya,dan di angguki oleh mereka.
"Cih,!!!dasar orang miskin,cuma punya barang rongsokan."ucap bu Tuti.
"Barang-barang yang anda ambil bukan rongsokan,itu masih bagus dan berharga,lagian memang berapa hutang Kaka saya,?"tanya paman Arman,geram.
"Hutang Kaka kamu itu 2 juta,"jawab bu Tuti.
"Apaaa!!!kalau cuma 2 juta, kenapa anda mengambil barang-barang sebanyak ini."ucap paman Arman marah.
"Ya...suka-suka aku lah,lagian aku dengar,kaka kamu itu,sudah punya menantu orang kota,ya.. pasti banyak duit nya dong,!!!aku jadi kasian sama menantu nya,pasti nanti Kaka kamu itu,akan menyuruh anaknya si Risa itu,untuk memeloroti uang nya,terus langsung di tinggal deh"jawab bu Tuti enteng,lalu pergi meninggalkan paman Arman yang sedang mengepal kan kedua tangannya,sangat marah pada bu Tuti.
Paman pun hendak melaporkan masalah ini ke pak RT,agar di tindak lanjuti,namun ia harus meminta ijin dan memberitahu dulu ke pada Kaka nya,pak Amin dan ibu Diah, setelah memberi tahukan semua nya, bapak Amin menyarankan,tidak usah di perpanjang masalah ini, bapak pun meng ikhlas kan semuanya.
ini contoh visual bu Tuti ya... kalau kurang greget,silahkan cari visual yang menurut kalian cocok π
Bersambung....
jangan lupa like dan saweran nya ya βΊοΈβ€οΈ
baca episode selanjutnya yaaaa...
__ADS_1
jangan sampai ketinggalan.π