
Reihan merasa istrinya semakin hari semakin berubah dan menjadi lebih dingin pada nya,namun ia tak mempermasalahkan nya,ia menyangka,istrinya hanya sensitif karena faktor kehamilan nya,ia pun berencana ingin mengajak istrinya untuk liburan dan jalan -jalan,ia berharap setelah liburan mood istrinya akan kembali lagi seperti dulu.
Dan kebetulan di kota (B),tempat pondok pesantren nya dulu menutut ilmu,sedang melakukan reunian alumni pondok pesantren, Reihan pun ingin mengajak istrinya ke sana.
"Sayang,besok kaka akan berangkat ke luar kota,kaka ada undangan reunian alumni pondok pesantren kaka dulu,dan kaka ingin mengajak mu ikut bersama kaka, kamu mau kan ikut?"tanya Reihan,sambil menatap istrinya yang sedang makan,ia berharap istrinya akan langsung ceria dan bahagia mendengar nya,namun Risa hanya mengangguk pelan,dan melanjutkan makannya.
Reihan pun bingung melihat istrinya,biasa istrinya akan kegirangan,dan akan langsung bertanya,kita mau ke kota mana?berapa lama kita di sana?apakah kita akan jalan -jalan?kita akan tidur di mana? dan boleh kah Risa berbelanja? Reihan sangat merindukan tingkah manja dan suara ocehan istrinya,sudah 1 Minggu ini istrinya bersikap dingin dan acuh pada nya, pada hal ia lebih suka apa bila istrinya sering kali cerewet pada nya.
ia pun sangat merindukan senyuman dari istri nya, namun berapa hari ini senyuman yang ia rindukan itu hilang dari bibir istrinya.
*
*
*
Selama perjalanan,tak ada komunikasi di antara mereka,Risa hanya diam dan menjawab seperlunya apa bila suaminya bertanya dan setelah itu ia hanya menoleh ke arah jendela,melihat pemandangan di jalan.
Sesampainya di sana, Reihan berkumpul dengan teman-teman nya,di ruangan lain Risa pun berkenalan dengan para istri -istri teman suaminya, Risa sebenarnya merasa senang,karena ia bisa melihat kota lain bisa berkenalan dengan orang -orang yang baik,
ketika Risa sedang asik berbincang-bincang dengan mereka,tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri nya.
"Assalamu'alaikum."ucap nya menyapa.
"Wa'alaikum salam."sahut Risa ramah,di lihat nya seorang perempuan yang terlihat agak kurusan dan pucat seperti sedang sakit, namun masih terlihat cantik dan anggun.
"Apa adik istri nya,ka Reihan?"tanya nya sambil tersenyum ramah.
"Iya ka,"jawab Risa,karena perempuan itu memang lebih tua dari Risa dan ia juga lebih dewasa dari Risa.
"Alhamdulillah,senang berkenalan dengan mu,jangan sungkan di sini,anggap lah kita semua keluarga."ucap nya sambil mengusap lengan Risa,hati Risa menghangat, perempuan ini sangat ramah dan lemah lembut.
"Tadi kaka,tak sengaja bertemu dengan ka Reihan, yang sedang asik bercerita dengan abah dan umi,dan kata umi,ternyata ka Reihan sudah menikah dan sekarang bersama istrinya di sini,kaka pun penasaran dan langsung mencari mu,apa adik sudah bertemu dengan Abah dan umi?"tanya nya sambil tersenyum
"Sudah ka,pas baru datang,ka Reihan langsung mengajak saya bertemu dengan abah dan umi,kata ka Reihan beliau adalah pengasuh sekaligus pemilik pondok pesantren ini."jawab Risa sopan sambil tersenyum ramah.
"Alhamdulillah,apa adik sudah makan?"tanya nya lagi.
__ADS_1
"Sudah ka,bersama dengan mereka tadi"sahut Risa sambil menoleh ke para istri -istri teman-teman Reihan.
Ketika mereka sedang asik mengobrol ada seorang anak kecil perempuan datang menghampiri mereka.
"Umi..!umi tadi di cari Abi,kata Abi,apa Umi sudah minum obat?"tanya anak kecil perempuan yang baru berusia sekitar 4 tahun itu.
"Belum sayang,!baik lah,umi akan segera menemui Abi sekarang."ucap nya lembut,sambil mengusap kepala anaknya dan mencium kedua pipinya.
Risa melihat perempuan itu sangat lemah lembut,dan dengan penuh kasih sayang
memperlakukan anaknya.
"Sungguh perempuan yang sholehah."batin Risa penuh kagum.
"Kalau begitu kaka permisi dulu ya,kaka sangat senang berkenalan dengan mu."ucap nya lembut.
"Iya ka,saya juga sangat senang."sahut Risa sopan.
"Ya Allah,saking asiknya mengobrol,kita sampai lupa berkenalan."ucap nya sambil tertawa,dan Risa pun ikut tertawa.
"Nama saya Risa putri ka,panggil saja Risa, kalau Kaka siapa nama nya?"tanya Risa sambil tersenyum ramah
"Maira Fauziah,panggil saja Ka Jiah."sahut nya lalu pamit meninggalkan Risa.
Deg!
Risa terkejut,dan jantung nya berdegub kencang mendengar nama itu,nama yang tidak asing bagi nya.
"Apa dia adalah Jiah yang di surat itu?"batin Risa bertanya-tanya.
Selesai acara Reihan mengajak Risa berjalan -jalan ke tempat-tempat yang bagus dan indah, Reihan juga mengajak Risa makan di tempat favoritnya,Reihan banyak bercerita tentang masa -masa dia mondok bersama teman-temannya dan juga suka duka mereka menuntut ilmu,Risa hanya mendengar kan dan sesekali menjawab apa bila suaminya bertanya.
"Ka,apa Risa boleh bertanya?"ucap Risa sambil menatap suami nya.
"Tentu sayang."sahut Reihan,senang karena istrinya sudah mau berbicara dan bertanya lebih dulu pada nya.
"Apa orang yang bernama Maira Fauziah, adalah pemilik surat itu?"tanya Risa,dan membuat Reihan sedikit terkejut.
__ADS_1
"Iya sayang,apa kamu bertemu dengan nya?"tanya Reihan penasaran sambil menatap istrinya,Risa menganggukkan kepalanya pelan.
"Dia menemui Risa lebih dulu,kata nya dia sempat bertemu dengan kaka,dan apa dia sedang sakit?"tanya Risa,karna ia ingat anak kecil itu menanyai umi nya tentang minum obat dan wajah nya pun terlihat sangat pucat.
"Iya sayang,dia sedang sakit,dia terkena kanker payudara stadium 3."sahut Reihan, Risa pun terkejut mendengar nya,ia turut pun prihatin.
"Kemaren dia sangat terlihat pucat dan berat badan nya menurun drastis,dulu dia sangat cantik dan tak sekurus itu."ucap Reihan,tak sadar memuji jiah,dan membuat hati Risa terluka mendengar nya.
Risa memandang wajah suaminya nya,yang tersenyum sambil bercerita,Risa pun semakin merasa bahwa suaminya saat ini memang masih mencintai wanita itu,karana suaminya masih mengingat dan tidak melupakan bentuk fisik dan rupa wanita itu,hati Risa semakin terluka, tak ada kata-kata lagi yang terucap dari bibirnya, matanya pun terasa memanas, sekuat tenaga Risa menahan air mata nya.
"Risa ingin pulang sekarang,"ucap Risa, sambil beranjak mendahului suaminya ke mobil,Reihan pun bingung dengan permintaan istrinya,Reihan segera berlari menghampiri istrinya.
"Sayang tidak mau belanja dulu,dan membeli oleh-oleh untuk ibu dan bapak,atau buat Nana?"tanya Reihan,lembut, membujuk istrinya,namun ia hanya dapat gelengan dari Risa.
Mereka pun akhirnya pulang,di perjalanan masih terasa sama seperti sebelumnya,tak ada percakapan dan pertanyaan di antara mereka, Risa menoleh kan wajah nya ke arah jendela,air mata nya luruh tak tertahankan lagi,dada nya terasa sesak dan perih, berlahan ia memejamkan mata nya, mencoba untuk tidur dan berharap ketika bangun,itu semua hanya mimpi buruk bagi nya,pada hal Reihan berharap setelah liburan ini, istrinya akan senang dan kembali ceria seperti dulu.
*
*
*
Sampai di rumah Risa langsung mandi dan mengeluarkan baju-baju kotor nya,ia sibuk dengan dirinya sendiri,tanpa bertanya dan meminta,Reihan merasa sedih atas sikap istrinya,ia tak tau apa ada yang salah pada nya,sehingga istrinya terlihat sangat membencinya.
Ke keesokan harinya Risa minta ijin untuk menginap di rumah ibu dan bapak,Reihan pun tak bisa melarang nya,ia tak mau membuat istri nya sedih atau tambah marah,biasa nya Risa akan mau menginap apa bila Reihan berangkat.
Tapi beberapa hari ini,Risa malah sering meminta menginap di rumah ibu dan bapak nya,namun Risa tak mau suaminya ikut menginap,dan Risa juga tak mau di antar atau di jemput oleh suaminya,Reihan pun terus mencoba untuk bersabar dan mengalah pada istrinya.
Sudah 2 Minggu Risa bersikap dingin dan acuh pada Reihan,dan sering menginap di rumah orang tua nya, Reihan pun merasa sudah tak tahan lagi,ia selalu di abaikan oleh Risa dan itu membuat hati nya sakit dan sedih,ia pun memutuskan untuk berbicara kepada istrinya dengan secara baik -baik,apa dia ada kesalahan,yang membuat istri nya sangat marah sampai selama ini.
Sampai sini dulu ya ☺️
jangan lupa like,komen dan hadiah nya 🙏🏻☺️
baca episode-episode selanjutnya yaaaa ❤️
jangan sampai lupa dan ketinggalan.
__ADS_1