Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Kecewa


__ADS_3

Bapak sangat sedih atas apa yang di dengarnya, sedangkan ibu hanya bisa menangis setelah tau tentang keadaan putrinya.


Mereka merasa kecewa dan marah,


karena sebagai orang tua mereka tidak pernah melakukan kekerasan pada putrinya tetapi,Dimas suaminya tega menyakiti hati dan fisik putrinya


Walaupun kenyataan pahit yang di dengar bapak, bapak tidak mau bertindak gegabah karena ini menyangkut nama baik kedua belah pihak.


"Besok bapak dan Sarah akan pulang ke desa, kita bicarakan ini baik-baik apapun keputusan kedepannya maka itulah yang terbaik buat Sarah," ucap bapak


"Tapi pak...! Risa tidak setuju kalau ka Sarah kembali ke desa, pasti ka Dimas akan memukulinya lagi," bantah Risa


"Kamu tidak perlu khawatir selama ada bapak tidak akan ada yang bisa menyentuh putri bapak" ucap bapak


"Pak,!ibu juga tidak setuju kalau Sarah harus di kembalikan pada Dimas,karena apabila suami sudah mulai memukul istrinya dengan tangannya maka tangan itu akan terus ingin memukul dan tidak akan pernah puas," ucap ibu tidak setuju


"Bu, bapak ke desa sama Sarah hanya ingin memastikan apakah Dimas mampu bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat dan mengakuinya,juga meminta maaf kepada Sarah dan bapak sebagai orang tuanya,lagi pula bapak tidak mau nama Sarah jelek di mata masyarakat karena menjadi istri yang nusyuz." ucap bapak


Besok paginya bapak dan Sarah berangkat ke desa, mereka tiba pada malam hari, tapi tidak pulang ke rumah Dimas,melainkan ke rumah mereka.


..."Sebaiknya kamu istirahat Sarah besok pagi kita akan ke desa sebelah untuk menemui Dimas dan kedua orang tuanya." ucap bapa...


"Baik pak,sahut Sarah.


Besok paginya bapak menemui Arman sebelum ke desa sebelah, Arman adalah adik pak Amin, minta bantuan pada Arman untuk berbicara kepada keluarga Dimas.


Bapak berharap rumah tangga anaknya tidak hancur dan Dimas mau berubah,


Keluarga Dimas pun sudah menerima pesan dari desa sebelah,bahwa bapak Amin dan Sarah serta pamannya akan ke rumah mereka untuk membicarakan masalah anak-anak mereka.


"Untuk apa mereka kesini lagi pak,?" tanya ibu Dimas kesal.


"Lebih cepat dibicarakan lebih baik bu." jawab pak Budi.


Karena pak Budi tidak tau masalah rumah tangga anaknya yang sebenarnya,karena pak Budi sering bekerja keluar kota, hanya penjelasan istrinya saja yang mengatakan bahwa menantunya itu kabur dengan mantan pacarnya.


Dan ini kesempatan pak Budi mencari kebenarannya apakah menantunya yang salah atau anaknya yang salah.

__ADS_1


"Pak pokoknya kalau wanita itu ingin kembali kepada anak kita tolak saja pak,lebih baik bercerai saja, masih banyak wanita diluar sana yang jauh lebih baik dan cantik dan juga kaya tidak dengan wanita miskin itu yang sudah tidak tau diri." ucap ibu Dimas


"Ibu tidak baik menjelekkan menantu kita seperti itu,walau bagaimana pun dia masih menantu kita." jawab pak Budi yang geram atas tingkah istrinya itu yang selalu suka menjelekkan menantunya itu.


Padahal pak Budi sangat menyukai menantunya itu, karna Sarah anak yang baik dan penurut juga sopan pada orang tua, tapi entah kenapa istrinya itu sangat membenci Sarah menantunya.


Pak Amin, Sarah, dan pak Arman sudah sampai ke rumah orang tua Dimas.


"Assalamu'alaikum." ucap pak Amin


"Wa'alaikum salam." sahut pak Budi


"Mari silahkan masuk pak." ucap pak Budi sambil saling berjabat tangan.


Dimas pun sudah ada di sana dan duduk di dekat ibunya.


"Begini pak masalah anak kita saya minta maaf atas nama anak saya, karena anak saya Sarah pergi ke kota tidak meminta izin pada suaminya." ucap pak Amin merendah


"Saya juga minta maaf pak karena kesibukan saya, sampai-sampai saya tidak tau masalah rumah tangga anak-anak kita." balas pak Budi


"Sebagai orang tua kita harus meluruskan apa yang menjadi masalah mereka." ucap pak Amin


"Nah... !sudah tahu kan kesalahan anak bapak,? anak bapak sudah menjadi istri durhaka, dan istri durhaka seperti dia tidak pantas untuk anak saya Dimas," ucap Bu Tuti.


"Maaf Bu, apa ibu tau kenapa anak saya sampai pergi ke kota,? tanya pak Amin


"Ya mana aku tahu,mungkin dia sudah bosan di suruh diam di rumah atau mungkin dia sudah ada laki-laki lain... yang lebih kaya." sahut ibu Tuti


Bapak Amin pun geram atas tuduhan yang tidak benar dan tak masuk akal.


"Nak Dimas,bapak harap kamu jawab dengan jujur, apa benar kamu sudah melakukan tindak KDRT kepada putri bapak.?" tanya pak Amin


Dimas hanya bisa diam dan menundukkan kepalanya, dia takut mengakuinya di depan bapaknya, bisa-bisa dia tidak dapat uang bulanan lagi dari bapaknya.


Sebenarnya ibu Tuti tau perbuatan anaknya itu, tapi dia tidak mau kalau anaknya di laporkan, bisa malu tujuh turunan dia.


"Ya sudah,begini saja kalau Sarah mau rujuk sama Dimas lagi saya akan menyetujui nya" sahut Bu Tuti.

__ADS_1


"Asal Sarah mau dengan syarat yang saya berikan.!" ucapnya lagi


"Sarah harus tinggal di rumah ini dan mau membersihkan rumah dan memasak, dan,tidak boleh keluar rumah tanpa seijin saya,dan 1 lagi Sarah juga harus mau di poligami,bagaimana..???" ucap Bu Tuti


"Maaf Bu kalau di suruh untuk menjadi babu dan di kurung saya masih mau terima, tapi, untuk di poligami saya tidak bisa menerimanya." ucap Sarah


"Cihh....!!!sok jual mahal sekali kamu, padahal saya sudah berbaik hati memberi kesempatan dengan anak saya,anak saya itu tampan dan juga kami orang tuanya kaya,gadis mana yang bisa menolak bahkan hari ini kalian cerai,anak saya sudah bisa menikah lagi dengan gadis manapun yang pasti tidak akan menolaknya." sombong Bu Tuti,sambil berkacak pinggang.


"Dan kamu..! kalau sudah janda pasti sudah tidak akan ada lagi yang mau menikahi kamu apalagi dari kalangan orang miskin," ucap Bu Tuti


"Maaf Bu Tuti yang terhormat, kami memang orang miskin, tapi kami masih mempunyai harga diri dan etika dalam berbicara,dan saya rasa pembicaraan sudah cukup sampai di sini dan sangat jelas, kami pun akan langsung pamit silahkan kalian urus surat perceraian anak-anak kita." ucap bapak Amin dan langsung melangkah pergi sambil menggandeng tangan putrinya itu.


"Assalamu'alaikum." ucap pak Amin


"Wa'alaikum salam." sahut pak Budi yang hanya bisa diam dan menahan rasa malu atas perbuatan istrinya itu.


"cihh...!!!sombong sekali mereka." ucap Bu Tuti yang tidak merasa bersalah atas perbuatannya itu.


"Cukup bu....!!! apa ibu sadar bahwa ibu lah penyebab hancurnya rumah tangga anak kita." ucap pak Budi yang sangat kesal pada istrinya itu,dan langsung meninggalkan istrinya yang masih mematung karena di bentak oleh suaminya.


"Pak...!kenapa jadi salah ibu,?" teriak sang istri kesal.


Dimas hanya bisa diam akan hancurnya rumah tangga nya dengan Sarah.


...****************...


...Bersambung...


...*...


...*...


...*...


Duhh.... geramm banget sama Bu Tuti rasanya mau author sumpel tuh mulut pakai kain pel👿😡😬


Dimas juga pengecut bangett yaa!!!!

__ADS_1


Jadi kasian sama Sarah......


__ADS_2