
Reihan mendekati istrinya "Sayang."panggil Reihan sambil menyentuh pundak Risa,dan membuat Risa terkejut dan menoleh kepada Reihan suami nya.
"Sayang,bisa kah kita bicara sebentar."ucap Reihan mencoba mengajak istrinya untuk bicara dari hati ke hati, dengan lembut ia
meraih tangan istrinya,dan menuntun nya untuk duduk, Risa pun mengikuti nya.
"Sayang,! sebenarnya Kaka ingin bertanya,apa sayang ada masalah? karena semenjak Kaka datang dari luar kota,sikap sayang menjadi berubah kepada kaka, dan itu membuat kaka merasa tidak nyaman dan tenang."ucap Reihan,ia menatap dalam mata istrinya dan sambil mengusap kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.
Risa masih diam seribu bahasa mulut nya terasa kelu,tenggorokan nya terasa tercekat, hati nya masih terasa sakit dan terluka.
"Sayang,please...! bicara lah,kaka gak mau, ada salah paham di antara kita,apa lagi kamu saat ini sedang hamil,itu tidak baik dengan kandungan mu sayang."bujuk Reihan sambil memelas.
"Sayang,kalau kaka ada salah,Kaka minta maaf,sungguh, kaka sangat tersiksa dengan sikap acuh mu pada kaka."ucap Reihan lagi, memohon.
Risa pun akhirnya buka suara"Kaka tidak salah,justru Risa lah letak kesalahan itu berada,kaka tak seharusnya menikah dengan Risa,karena Risa bukan lah perempuan baik,Sholehah juga berpendidikan dan Risa begitu banyak kekurangan nya,tak pantas Risa bersanding dengan kaka."sahut Risa, dengan mata berkaca-kaca,menahan tangis.
"Sayang,tidak ada manusia terlahir sempurna di dunia ini, segala kekurangan pasti ada kelebihan,kamu adalah wanita yang baik,karena sanggup menjaga kehormatan mu untuk suamimu,dan kamu adalah wanita Sholehah Karena kamu taat pada Allah juga ke pada kedua orang tua mu dan takut membohongi mereka,dan siapa bilang kamu tidak berpendidikan,?kamu selalu menjalankan perintah Allah dan menutup aurat mu serta menutupi aib rumah tangga mu,dan kamu tidak menghina,penghibah dan mencela orang lain,serta menjaga akhlak mu,itu adalah wanita yang berpendidikan,kamu adalah calon ibu yang hebat"jawab Reihan,lembut,sambil menatap sayu istrinya.
"Itu menurut kaka,tapi tidak menurut orang lain,mereka bilang,Risa tak pantas untuk kaka, kaka juga menikah dengan Risa,karena terpaksa kan,?agar kaka bisa melupakan ka Jiah, pada hal sebenarnya kaka masih sangat mencintai ka Jiah, buktinya kaka masih sangat hapal bentuk fisik dan rupa ka Jiah mulai dari dulu,dan cinta kaka untuk Risa itu hanya palsu...!!!,ka Sarah juga berkata,kaka tidak akan mungkin mencintai perempuan seperti Risa,Kaka juga sering menemui ka Sarah kan? ka Sarah bilang Kaka selalu menemuinya langsung saat kaka pulang dari luar kota,sebelum menemui Risa,kaka juga pernah memeluk ka Sarah kan,tanpa sepengetahuan Risa,kalau kaka lebih tertarik pada ka Sarah,kenapa tidak kaka ceraikan saja Risa ka....!!!dan kaka bisa menikah dengan ka Sarah, Risa ikhlas dan akan pergi jauh dari kota ini,agar kalian bahagia,lagi pula, dari awal Risa juga tidak mencintai kaka,dan Risa minta,sebaiknya kita bercerai saja"sahut Risa dengan penuh emosi dan berderai air mata.
Duuaaarrrr....
Hati Reihan terasa sakit bagaikan di tusuk sembilu,mendengar tuduhan dan perkataan yang terucap dari bibir istrinya.
"Astagfirullah,sayang..!!!istighfar,demi Allah kaka tidak mencintai Jiah,dan kaka minta maaf karena kaka khilaf,tanpa sadar kaka telah memuji wanita lain di hadapan istri kaka sendiri, dan demi Allah kaka tak bermaksud menyakiti hati mu sayang,dan soal ka Sarah,memang benar kaka sering mampir ke toko di waktu bapak tidak ada,dan kadang bertepatan waktu ketika Kaka pulang dari luar kota,karena Kaka mendapat laporan dari teman kaka,di jam tertentu ka Sarah sering membawa teman laki-lakinya ke toko,dan Kaka ingin membuktikan laporan itu,dan ternyata memang benar, pada jam tertentu ada laki-laki yang selalu masuk ke dalam toko bapak,ketika bapak tidak ada,Kaka ke sana untuk mengusir laki-laki itu,Kaka ingin menjaga aib keluarga mu sayang,dan tuduhan memeluk ka Sarah itu adalah kesalahan yang tidak di sengaja, waktu itu ka Sarah sedang memakai baju mu yang pernah Kaka belikan untuk mu,dan di saat dia berdiri membelakangi Kaka,Kaka kira itu adalah kamu sayang,dan Kaka langsung memeluknya dari belakang,tapi setelah kaka tau dan menyadari itu bukan kamu,Kaka terkejut dan langsung melepaskan pelukan itu,demi Allah tak sedikit pun Kaka berbuat zinah atau pun menyukai Sarah,samua yang di tuduh kan itu adalah fitnah,dan satu lagi,ingat lah baik-baik, cinta Kaka tulus untuk mu,walau pun kamu membenci dan tak mencintai kaka,dan Kaka mohon jangan pernah lagi,untuk meminta cerai pada kaka,kerena sampai kapan pun,hal itu tak akan pernah terjadi, prinsip kaka,menikah itu cuma sekali seumur hidup,dan akan setia hanya pada satu wanita,yaitu dengan istri kaka sendiri."jawab Reihan sambil menangis,ia merasa sangat kecewa dan marah atas apa yang di tuduh kan istrinya ke pada nya,hati nya terluka.
"Sayang,Kaka kecewa,karena kamu tak mempercayai suamimu sendiri,dan menuduh suami mu sendiri dengan dasar tuduhan dan bukti yang tidak nyata,asal kamu tau kenapa alasan Kaka mengajak mu untuk pindah rumah,itu karena ka Sarah,dia selalu mencoba mencari-cari kesempatan dan perhatian pada Kaka,dan itu sangat membuat kaka merasa tidak nyaman dan muak atas sikap nya,dan hal yang paling Kaka takut kan pun sekarang terjadi,kesalah fahaman di antara kita dan menjadi kan rumah tangga kita retak."ucap Reihan sedih.
Reihan pun memutuskan pergi meninggalkan kan istrinya,ia ingin menenangkan fikiran nya dan memberikan waktu untuk istrinya merenungi semua kesalahannya,agar istrinya berfikir dan bisa memilah mana yang salah dan mana yang benar.
*
*
*
"Assalamu'alaikum,"ucap Reihan,yang baru sampai ke rumah Kyai, Reihan memang sering ke sana apa bila ingin menenangkan hati, fikiran dan juga bila ada masalah.
"Wa'alaikum salam"sahut umi yang membuka kan pintu.
"Mana Abah,umi?"tanya Reihan sambil menyalami tangan umi.
"Abah ada di dekat kolam ikan,sambil membaca kitab,"sahut umi,sambil menuju ke dapur untuk membuat kan minum untuk Reihan.
"Assalamu'alaikum Abah "ucap Reihan, menghampiri kyai sambil menyalami tangan beliau.
"Wa'alaikum salam, Reihan"sahut Abah sambil mengusap pundak Reihan dengan lembut.
"Bagai mana keadaan Abah?"tanya Reihan sambil menatap Abah yang terlihat lebih kurus dan lemah,wajah beliau pun terlihat pucat.
"Abah, baik-baik saja nak,Abah menikmati segala pemberian Allah,agar Abah lebih banyak bersyukur dan tawakal kepada Allah."sahut Abah sambil tersenyum hangat.
Mereka pun mutolaah bersama,Reihan pun memutuskan,malam ini menginap di rumah kyai.
"Reihan,"panggil kyai,beliau bisa merasakan ada hal yang tidak beres dengan rumah tangga anak angkat nya ini.
__ADS_1
"Iya bah,ada apa?"tanya Reihan,sambil menatap wajah yang selalu bisa menenangkan hati nya.
"Abah yang seharusnya bertanya,ada apa?"tanya kyai,sambil tersenyum,Reihan pun menundukkan kepalanya,ia merasa malu bercerita pada kyai,dan tak mau membuat kyai sedih dan kefikiran,karena kyai pun juga lagi sakit.
"Abah sudah mengetahui nya,walau kamu tak cerita,karena Abah bisa merasakan nya."ucap kyai tersenyum sambil mengusap pundak Reihan.
"Maaf bah,Reihan sebagai suami,saat ini,sedang menghukum istri nya."ucap Reihan lirih.
Kyai tersenyum"Reihan,apa yang kamu lakukan saat ini sudah tepat,biarkan istri mu tenang dulu,karena apa bila kamu lawan, maka akan menjadi memperkeruh semuanya, ibarat api,apa bila di siram bensin maka akan bertambah besar api itu, justru,sebaliknya apa bila kamu siram dengan air yang dingin,maka ia akan padam."ucap Kyai.
"Abah tak tahu pasti masalah rumah tangga mu seperti apa,tapi,abah harap kamu bijak menyikapi nya."ucap Kyai
"Seorang suami adalah qawwam (pemimpin) untuk istri nya, apa bila istri mu salah,maka nasehati lah,jika ia tak mau,maka tinggal kan lah,meninggalkan bukan berarti menceraikan,tetapi meninggalkan dalam artian, memberikan ruang atau waktu untuk istrinya merenungi kesalahan nya dan menyesali perbuatannya."ucap kyai lagi.
"Reihan,perkawinan yang bahagia adalah penyatuan dua orang yang bersedia saling memaafkan dan saling memperbaiki diri, karena hubungan suami istri itu adalah hubungan persahabatan, pasangan mu adalah Rizky dan pilihan mu,ia adalah takdir mu,maka,hendak lah kalian saling menguatkan di saat yang paling sulit sekalipun,saling mendukung dan mendorong dalam amal ibadah,dan saling Istiqomah, karana tujuan kalian bersama bukan hanya membangun cinta di dunia tapi untuk bersatu sampai ke surga nya Allah."ucap kyai menasehati.
"Iya bah,"sahut Reihan,merasa bersyukur telah mendapatkan pencerahan dari Abah angkat nya.
*
*
*
Di rumah,Risa menangis dan merenungi semua masalah yang terjadi,ia sudah salah paham pada suami nya,ia merasa bersalah dan menyesali apa yang sudah ia ucap kan kepada suami nya,seharusnya ia memilah dulu mana yang benar dan mana yang salah.
"Maafkan Risa ka,"gumam Risa lirih sambil menangis.
Keesokan harinya....
"Assalamu'alaikum,"Ucap seseorang sambil mengetuk pintu.
"Ka Yunus."ucap Risa.
Yunus tersenyum "Apa ada Ustadz Reihan nya?"tanya Yunus,dan membuat Risa bingung harus menjawab apa.
"Emm...ka Reihan nya,lagi keluar."jawab Risa, menutupi aib rumah tangga nya,padahal Reihan sejak kemarin belum pulang dan tak ada kabar.
"Apa keluar nya lama?"tanya Yunus
"Risa tidak tahu ka"sahut Risa sambil menunduk kan kepalanya.
"Kalau begitu biar saya tunggu disini saja."ucap Yunus, ingin menunggu Reihan.
Risa berfikir keras,ia tak tahu suami kapan akan pulang,dan tak mungkin Risa memberitahu kan masalah mereka,apa lagi harus mengusir ka yunus.
"Mungkin ka Yunus bisa titip pesan sama Risa,atau ka Yunus langsung menghubungi ka Reihan nya lewat telepon,"ucap Risa,mencoba memberi solusi.
Yunus tersenyum"pesan yang Kaka bawa tidak bisa di titipkan,ini amanah,dan karena tadi buru-buru,Kaka lupa bawa hp,"sahut Yunus.
"Begini saja,bagai mana,kalau kamu saja yang menelpon suami kamu,dan suruh dia cepat pulang."ucap Yunus, ikut memberikan solusi.
Risa bingung,di satu sisi ia sangat merindukan suaminya,dan di sisi lain ia juga sangat malu kalau bertemu suaminya nanti, Risa berfikir keras,kalau ia tidak menelepon suaminya,maka ka Yunus tidak akan pulang, dan akan tetap berdiri di depan pintu, karena kasian Risa pun memutuskan untuk menelepon suaminya.
"Tunggu ya ka,Risa telepon ka Reihan nya dulu,"ucap Risa,segera ke dalam mengambil hp nya dan membawa keluar.
__ADS_1
"Yesss,berhasil,"batin Yunus bersorak gembira.
panggilan pertama,tak ada jawaban,Risa pun merasa kecewa,ia menatap ka Yunus, sambil menggeleng kan kepala nya.
"Gak di angkat ka,"ucap Risa.
"Coba sekali lagi,"suruh Yunus lagi,sambil menahan tawanya, Risa mengangguk dan mencoba menghubungi suaminya lagi.
*
*
*
Di rumah kyai.
Sebenarnya Reihan merasa gelisah,ia sangat merindukan istrinya dan ingin sekali pulang menemui istrinya.
Tak lama,hp Reihan berdering,Reihan pun segera melihat siapa yang menghubunginya, hati Reihan bersorak gembira, ternyata orang yang di rindu kan nya,telah menghubungi nya.
"Abah,istri Reihan menelpon,apa Reihan harus mengangkat nya,?"tanya Reihan,sambil tersenyum lebar,ia sangat bahagia.
"Gak usah di angkat,kan kamu lagi menghukum istri kamu."jawab Kyai,wajah Reihan langsung meredup,ia berharap ketika ia mengangkat telpon nya,istrinya akan menyuruh nya pulang,tapi Kyai justru melarang untuk mengangkat nya, melihat wajah Reihan di tekuk, kyai mengulum senyum,sambil menahan tawanya agar tidak pecah, sebenarnya kyai dan Yunus sedang kompak mengerjai pasangan suami istri itu,agar mereka kembali akur.
panggilan pertama pun telah terlewat kan, Reihan yang melihat panggilan itu berakhir,merasa sedih dan kecewa.,ia berharap istrinya akan menelpon kembali.
"Kalau Risa telpon lagi,aku akan langsung angkat saja,gak perlu tanya Abah lagi"batin Reihan,sambil menatap lama hp nya.
"Kata nya mau menghukum istri nya,tapi malah dia sendiri yang tersiksa,siapa suruh tadi nanya,"batin kyai,sambil mengulum senyum,merasa lucu.
Panggilan ke 2 pun berdering,mata Reihan pun berbinar-binar melihat nama istri terpampang di panggilan itu, tanpa pikir panjang ia pun langsung mengangkat telponnya.
π"Assalamu'alaikum"ucap Risa,merasa gugup.
π"Wa'alaikum salam,"sahut Reihan, yang merasa salah tingkah,sambil tersenyum,di tatap oleh kyai.
π"Ka,!apa kaka bisa pulang sekarang?"tanya Risa,sambil menggigit bibir bawahnya,merasa malu.
Reihan tersenyum lebar, hati nya bersorak gembira,apa yang di harapkan nya terkabul.
π"Ada ka Yunus,sedang menunggu Kaka di rumah,katanya ada yang ingin di bicara kan dengan Kaka,"ucap Risa.
Reihan menyeritkan alisnya,bingung,kenapa ka Yunus ada di rumah nya,pada hal,baru 1 jam yang lalu ia bertemu dengan Reihan di rumah kyai,Reihan pun sadar ternyata ini ulah Abah dan Kaka angkatnya.
π"Iya sayang,Kaka akan pulang sekarang,"sahut Reihan,senang.
π"Assalamu'alaikum,"ucap Risa,merasa lega dan bahagia.
π"Wa'alaikum salam,sahut Reihan.
Reihan menatap kyai,kyai pun tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya, menyuruh Reihan segera pulang, dan Reihan pun segera pamit.
"Masya Allah,! cinta memang membingung kan,kadang orang pintar,bisa juga terlihat konyol,"gumam kyai terkekeh sendiri,sambil menggeleng kan kepalanya.
Bersambung dulu yaaaa βΊοΈβ€οΈ
__ADS_1
jangan lupa like,komen dan vote nya yaπ
jangan lupa baca episode-episode selanjutnya see you ππ»β€οΈ