Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Curahan hati Tina


__ADS_3

Langkah Reihan terhenti,ketika merasakan pagutan tangan istrinya terlepas,ia melihat istrinya mematung dan tak bergerak.


"Ada apa sayang?"tanya Reihan,heran.


Risa tak bisa bicara,bibir nya terasa kelu, hanya tangan dan telunjuk nya bergerak dan mengarah pada apa yang ia lihat, Reihan pun mengikuti arah telunjuk Risa,yang mengarah ke sebuah kafe,dan terdapat seorang perempuan yang berpakaian terbuka, sedang bersama seorang laki-laki, mereka sedang asik makan sambil sesekali terlihat mesra,namun Reihan tak terkejut melihat nya,berbeda dengan Risa yang sangat terkejut dan shock melihat nya.


"Sayang,!"panggil Reihan,sambil menyentuh pundak istrinya,untuk menyadarkan istrinya yang dari tadi mematung, Risa pun tersadar.


"Ka,!aa..apa Risa salah lihat?"tanya Risa, tergagap,merasa tak percaya,sambil mengedip-mengedip kan matanya


"Tidak sayang,apa yang kamu lihat,itu benar nyata,"sahut Reihan.


"Jadi itu beneran ka Sarah?Apa Kaka juga terkejut melihat nya?"tanya Risa, sambil menoleh ke arah suaminya,ia merasa suaminya biasa-bisa saja.


"Tidak,karena kaka sudah 3 kali melihat nya begitu,dan di tempat -tempat berbeda."jawab Reihan.


"Astagfirullah,"ucap Risa sambil memegang dadanya,terasa sesak dan tak menyangka, kenapa kaka nya keluar dengan berpakaian terbuka dan bersama kaki -laki yang bukan muhrimnya,tapi saat di rumah,Kaka nya selalu terlihat baik dan berpakaian tertutup.


"Kenapa kaka tidak pernah cerita sama Risa,apa Kaka sengaja menyembunyikan nya?"tuduh Risa.


"Sayang,kalau kaka cerita dan tanpa bukti,bisa kah kamu percaya pada kaka,?bisa jadi kamu akan marah dan menuduh kaka memfitnah, kaka tidak mau kamu salah paham lalu kita bertengkar dan berdampak pada rumah tangga kita,kaka pun yakin suatu saat Allah akan menunjukkan kebenaran dan langsung di mata mu,dan kebenaran itu saat ini sudah terjadi"sahut Reihan, Risa pun terdiam,apa yang di katakan suaminya memang benar,kalau saja ia tidak melihat langsung,ia pasti tidak akan mungkin percaya pada suaminya.


"Maafkan Risa ka,karena Risa sudah lancang menuduh kaka,apa yang Kaka kata kan itu memang benar."ucap Risa sambil menunduk kan kepalanya.


"Tidak apa-apa sayang,sebaiknya kita makan dulu,tidak baik kita bicara di pinggir jalan, seperti ini."ucap Reihan.


"Ka,apa sebaiknya kita hampiri ka Sarah?"tanya Risa,yang ingin langsung menghampiri Kaka nya.


"Tidak usah sayang,sebaiknya kamu bicara pada nya nanti,dan tanya kan secara baik -baik."sahut Reihan,karena saat ini mereka berada di depan umum.


"Ka,kita bungkus saja makanan nya ya,Risa pengen makan di rumah saja,"pinta Risa, yang moodnya kurang baik saat ini.


"Iya sayang,"sahut Reihan.


Setelah membeli makanan, mereka pun langsung pulang ke rumah, Risa masih terlihat sedih.


"Ka,apa bapak dan ibu tau apa yang di lakukan ka Sarah saat ini?" tanya Risa


"Sepertinya mereka tidak tau,karena tidak mungkin,orang tua membiarkan anak mereka berbuat dosa,"sahut Reihan


"Iya kaka benar, kalau bapak dan ibu tau tidak akan mungkin mereka membiarkan ka Sarah berbuat seperti itu?"sahut Risa


"Tapi Risa masih merasa tidak percaya ka, kenapa ka Sarah melakukan itu."ucap Risa.


"Sayang,sesungguhnya Kata Allah,Dirimu yang sebenarnya adalah,apa bila tidak ada orang yang melihat mu,jadi...apa yang di lakukan oleh ka Sarah saat ini,itu lah dirinya yang sebenarnya"ucap Reihan


"Sayang,sebaiknya kita makan dulu, jangan terlalu banyak fikiran,karena ada seseorang yang harus kamu jaga dan saat ini pasti dia sedang kelaparan."ucap Reihan sambil mengusap perut istrinya.


"Astagfirullah,Risa lupa ka kalau saat ini sedang hamil."sahut Risa, sambil mengusap perut nya.


"Yuk kita makan,kaka sudah beli ayam goreng dada,kesukaan sayang."ucap Reihan sambil menaruh ayam ke dalam piring.




"Masya Allah, kelihatan nya ayam nya enak ka,"ucap Risa bersemangat, perutnya sudah terasa keroncong,karena belum makan dari tadi siang,

__ADS_1


Mereka pun makan bersama,sungguh,!nikmat mana lagi yang kau dusta kan.


*


*


*


Pagi-pagi hp Risa sudah berdering,dan ketika Risa lihat ternyata yang menghubunginya adalah temannya Tina, Risa menyerit kan alisnya,ia heran,tak biasanya Tina menghubungi nya pagi-pagi sekali.


πŸ“ž"Hallo.. Assalamu'alaikum Sa"ucap Tina.


πŸ“ž"Wa'alaikum salam Tina, sahut Risa.


πŸ“ž"Risa,apa kamu sibuk hari ini?"tanya Tina.


πŸ“ž"Sepertinya tidak,ada apa Tina?"tanya Risa


πŸ“ž"Emm... sebenarnya aku ingin ketemu sama kamu sa,ada yang ingin aku bicarakan,tapi... aku malu, kalau harus ada suami mu."ucap Tina


Risa mengerti,pasti saat ini teman nya sedang ingin bicara secara pribadi dengan nya.


πŸ“ž" Kalau kamu mau,kamu bisa datang sekarang ke rumah aku, karena kalau pagi sampai siang, suami aku lagi ngajar ke pondok,jadi gak ada di rumah,"sahut Risa.


πŸ“ž"Baiklah kalau begitu,aku siap -siap sekarang ya, nanti aku kabari kalau udah mau otw."ucap Tina.


πŸ“ž"Oke,aku tunggu ya."sahut Risa.


πŸ“ž"Siap...! assalamu'alaikum."ucap Tina.


Risa pun langsung meminta ijin pada suaminya,karena sebentar lagi temannya Tina akan datang ke rumah, dan Reihan pun mengijinkan nya.


Tak lama Tina pun datang,dengan mengendarai sepeda motor nya.


"Assalamu'alaikum"ucap Tina,sambil cipika-cipiki dengan Risa.


"Wa'alaikum salam,"sahut Risa, sambil mengajak temannya masuk.


"Suamimu udah ngajar kan sa?"tanya Tina menyakinkan lagi.


"Iya,dari setengah jam yang lalu."sahut Risa.


"Sa,sebenarnya aku ingin curhat sama kamu," ucap Tina,merasa gelisah.


"Ada apa Tina?"tanya Risa.


"Sa,aku di suruh orang tua ku,untuk pulang besok."ucap Tina, yang mata nya mulai berkaca-kaca,Risa pun jadi bingung melihat nya.


"Lalu apa masalah nya Tin, mungkin mereka lagi kangen sama kamu."sahut Risa, sambil memegang tangan Tina.


Tina pun menggelengkan kepalanya.


"Mereka ingin menjodohkan aku dengan anak teman mereka sa."jawab Tina,sambil meneteskan air mata nya,tak terima.


"Ya Allah..!!!sama siapa Tina,apa kamu kenal dengan nya?"tanya Risa, merasa iba pada temannya itu,Tina menggeleng kan kepalanya.


"Aku tidak tau sa,mereka pun tidak memberi tahukan nama nya,dan anak siapa, yang jelas orang yang di jodohkan dengan ku, mereka orang desa sana juga."sahut Tina.

__ADS_1


"Ya Allah Tina,aku tidak tau harus berbuat dan membantu apa,tapi saran aku, sebaiknya kamu pulang lah dulu,dan ada baiknya kamu kenal dan lihat dulu, siapa orang yang akan di jodohkan dengan mu"ucap Risa


"Tapi sa,aku tidak mau bertemu dengan orang itu, jangan -jangan dia aki-aki tua,juragan tanah, banyak istri dan cucu nya,terus orang nya jelek,botak lagi,ih..serem banget kan Sa, kenapa sih,orang tua aku tega banget,mereka seperti nya gak sayang sama aku sa."ucap Tina,kesal.


"Astagfirullah Tina..!kamu tidak boleh berprasangka buruk dulu pada orang tua mu, siapa tau orang yang akan mereka jodoh kan dengan mu itu,adalah orang yang baik dan sholeh, sebagai orang tua,pasti mereka akan memilihkan dan memberikan yang terbaik untuk anak mereka,apa lagi kamu adalah anak satu-satunya mereka,tidak mungkin mereka tega menjerumuskan anak mereka sendiri, dan sebagai seorang anak,kamu wajib taat kepada kedua orang tua mu Tina,ridho Allah,ada pada ridho nya orang tua mu,dan surga nya Allah ada pada kedua orang tua mu," ucap Risa menasehati.


"Kamu benar sa,baik lah,besok aku akan pulang,dan bertemu dengan mereka,tapi,kalau mereka berbuat zholim dengan ku, bagai mana Sa?"tanya Tina.


"Apa bila orang tua mu salah,kamu sebagai anak,wajib menasehati mereka,dan berbicara secara baik,dan tetap menghormati orang tua mu."jawab Risa.


"Wah..aku gak nyangka,kamu sudah berubah jadi ustadzah Sa,dan lebih dewasa,aku beruntung punya teman seperti mu."sahut Tina,kembali ceria.


"Kalau orang yang di jodoh kan dengan ku,Ustadz Reihan,aku mau,dan ikhlas dunia akhirat sa."ucap Tina cerocos,dan langsung dapat jitakan di jidat nya,yang di berikan oleh Risa.


"Enak aja,itu suami aku Tina."sungut Risa, tak terima.


"He..he...he..maksud aku orang nya seperti suami mu sa, ganteng,gagah,sholeh lagi."ralat Tina.


"Aamiin,..semoga jodoh mu orang yang baik dan sholeh,"ucap Risa mendo'akan,dan di Amini oleh Tina.


"Kamu kok tambah cantik sa,terus terlihat tambah berisi lagi,aku jadi gemes liat nya,kepengen cubitin pipi kamu yang dempem...he..he."ucap Tina,memang akhir -akhir ini,Risa sudah tidak lagi muntah-muntah dan pusing,nafsu makan nya pun sangat meningkat dan Risa juga lebih suka berdandan.


"Iya Tin,selama hamil ini,aku lebih suka makan dan juga suka dandan,apa lagi kalau lihat lipstik warna merah,aku suka banget memakai nya,"sahut Risa.


"Kaya nya,calon ponakan ku ini cewe deh,semoga aja nanti ponakan ku ini mirip aku."ucap Tina, berharap.


"Enak aja,mirip aku dan suami aku lah."sahut Risa, protes.


"Lho,apa salahnya mirip aku,aku ini kan cantik,comel,baik hati,tidak sombong dan sudah menjadi sholehah lagi."ucap Tina


"Iya..iya..tante yang Solehah dan baik hati,terserah kamu aja deh,"sahut Risa, dan mereka pun tertawa.


"Ngomong -ngomong,kamu udah makan belum?"tanya Risa


"Belum sa,tadi karena buru-buru mau ke sini, aku gak sempet makan."jawab Tina


"Ya udah,yuk kita makan,tadi aku masak banyak,karena kamu mau kesini."ajak Risa,dan mereka pun langsung ke meja makan.


"Wah.. kelihatan nya semua makanan nya enak -enak deh,jadi lapar,ini semua kamu yang masak sa?"tanya Tina,yang berbinar melihat makanan di meja sambil mengelus -elus perut nya.



"Iya,masih tahap baru belajar Tina."sahut Risa, sambil tersenyum dan geleng-geleng kepala saja melihat tingkah temannya itu.


"Astagfirullah,aku lupa sa,tadi ke sini aku belikan kamu roti Gembol."ucap Tina sambil menepuk jidatnya.


"Terus roti nya mana?kok bisa lupa?"tanya Risa


"Masih tergantung di motor,ya.. maklum,tadi kan ceritanya lagi sedih,jadi lupa deh segala nya..he..he."sahut Tina,cengengesan, membuat Risa terbahak.


"Kalau begitu, tunggu di sini ya,aku ambil dulu rotinya."ucap Tina, langsung berlari ke luar dan menuju motor nya.


Bersambung dulu yaaaa ❀️☺️


soalnya author nya juga lapar, dari tadi liat makanan terus πŸ˜…πŸ˜…πŸ€£


Jangan lupa like nya ya πŸ™πŸ»πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2