Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Jadi Incaran


__ADS_3

Di sebuah pondok pesantren yang sangat luas terdapat banyak santri putri yang sedang menuntut ilmu.


Pondok pesantren yang didirikan oleh seorang Habib Hamid, saat ini memiliki ratusan murid santri, dan terdapat 20 ustadz dan ustadzah yang mengajar dan membantu mengelola pesantren itu.


"Assalamu'alaikum." ucap seorang ustadz yang saat ini sedang memasuki ruang kelas sambil membawa kitab di tangannya.


"Wa'alaikum salam,ustadz." sahut para santriwati


"Hari ini kita akan melanjutkan pelajaran kitab fiqih tentang bab sholat, silahkan kalian buka kitab kalian masing-masing." ucap ustadz yang berparas tampan itu


Sosok ustadz yang berparas tampan, berhidung mancung, berkulit putih,berbadan tinggi, pintar ramah dan mempunyai alis tebal juga bulu mata yang lentik khas ke arab araban, menjadi daya tarik dan incaran dari banyak santriwati yang me-idolakan dan menantikan jadwal pelajaran nya.


Tak sedikit santriwati yang ketika sedang tidak enak badan tetap memaksakan masuk mengikuti pelajaran nya,agar bisa melihat ustadz sang idola nya mengajar.


Saat asik mengajar, pintu kelas di ketuk oleh seorang ustadz lain.


"Tok...Tok..Tok... Assalamu'alaikum ustadz Reihan." ucap ustadz yang mengetuk kelas tadi.


"Wa'alaikum salam ustadz Yusuf." sahut Reihan.


"Maaf mengganggu ustadz yang sedang mengajar." ucap ustadz Yusuf tidak enak


"Tidak apa-apa ustadz." sahut Reihan ramah.


"Begini,ustadz di panggil oleh Habib Hamid di ruangan kantor." ucap ustadz Yusuf menyampaikan pesan


"Baik kalau begitu saya akan ke sana sekarang." sahut Reihan


"Baik ustadz,dan biar saya yang menggantikan ustadz mengajar saat ini." ucap ustadz Yusuf lagi


"Alhamdulillah,terima kasih ustadz." ucap Reihan


"Sama-sama ustadz." sahut ustadz Yusuf


Ustadz Reihan pun keluar meninggalkan ruang kelas menuju ruang kantor untuk menemui Habib Hamid yang saat ini memanggil nya


Ustadz Reihan adalah sosok pemuda yang pandai dan di segani para ustadz lain karena ilmu dan akhlak nya yang sangat bagus, ustadz Reihan yang saat ini berusia 28 tahun adalah termasuk ustadz kesayangan oleh Habib Hamid.


Setelah lulus dari pondok pesantren, ustadz Reihan langsung di pinta oleh Habib Hamid untuk mengajar di pondok pesantrennya, karena ustadz yang bijak dan juga lama mengajar, maka dia sering di pinta pendapat dalam hal apa pun di pesantren itu.


Ustadz Reihan terlahir dari pasangan sederhana.


Ustadz Reihan adalah anak sulung dari bapak Ahmad dan ibu Syarifah, dan mempunyai 4 saudari perempuan dan 1 saudara laki-laki.


Karena banyak mempunyai saudara perempuan, tidak sedikit teman-teman adik perempuannya itu mengincar dan sering datang ke rumah hanya ingin melihat dan mencari perhatian dari ustadz Reihan, bahkan ada yang rela ingin menginap di rumah nya agar bisa berlama-lama melihat ustadz Reihan.


Tapi tak satu pun yang bisa mendapatkan hati dan perhatian dari sang ustadz, bahkan karena kesibukan di pesantren dan di majelis tempat kyai, ustadz Reihan jarang sekali pulang dan tidur di rumah, ustadz Reihan lebih sering menginap di rumah kyai Abdurahman dan istrinya umi Fatimah, orang tua angkat dari ustadz Reihan sekaligus salah satu guru spiritual nya.


Ustadz Reihan juga sering ikut berdakwah bersama kyai Abdurahman, kyai Abdurahman termasuk ulama terkenal dan sangat di segani dan di hormati, murid-murid beliau pun sangat banyak, termasuk salah satu murid pengajian beliau adalah bapak Amin orang tua dari Risa yang tidak pernah ketinggalan hadir di majelis pengajian kyai Abdurahman.

__ADS_1


Reihan lah yang menemani kyai ke mana pun termasuk berbelanja ke pasar, untuk belanja kyai tidak pernah menyuruh istrinya, beliaulah yang langsung terjun ke pasar untuk berbelanja kebutuhan, dan setiap hari di temani oleh ustadz Reihan.


Dan hari ini adalah jadwal kyai ke pasar.


"Reihan ayo temani Abah ke pasar sekarang." ucap kyai


"Baik Abah." sahut Reihan sopan, Reihan pun menyiapkan mobil untuk membawa kyai ke pasar.


Sesampainya di pasar kyai selalu mampir ke toko pak Amin sekedar menyapa dan sekaligus membeli jualan pak Amin setiap hari.


"Assalamu'alaikum." sapa kyai kepada pak Amin


"Wa'alaikum salam." sahut pak Amin sambil mencium takzim tangan kyai


"Bagaimana kabarnya? dan jualan hari ini?" tanya kyai


"Alhamdulillah baik kyai dan jualan hari ini Alhamdulillah laris manis." ucap pak Amin


"Alhamdulillah,semoga berkah." ucap kyai mendo'akan


"Aamiin...." sahut pak Amin


Pak Kyai melihat seorang gadis cantik yang sedang sibuk melayani pelanggan Pak Amin.


"Siapa anak gadis itu pak Amin?" tanya kyai


"Itu putri saya kyai, Risa namanya" jawab pak Amin


"Alhamdulillah.... aamiin... aamiin..kyai" ucap pak Amin penuh syukur


" Putrinya sudah menikah pak?" tanya kyai lagi


"Belum kyai." sahut bapak Amin


"Semoga putrimu mendapatkan jodoh yang sholeh kelak." ucap kyai mendo'akan


"Aamiin ya Allah." sahut pak Amin


"Terima kasih kyai sudah mendo'akan putri saya."ucap pak Amin


di sambut dengan anggukan dan senyuman kyai.


Tanpa mereka sadari sepasang mata dari tadi terus memperhatikan gadis yang tengah asik berjualan.


Mata ustadz Reihan selalu melirik ke arah Risa dan sesekali tersenyum, kyai pun tersadar akan tingkah anak angkat itu.


"Ehem...." kyai berdeham


sentak membuat Reihan tersadar dan langsung istighfar

__ADS_1


"Astagfirullah hal'adzim." ampuni hamba yang telah lalai ya Allah,batin Reihan


"Kalau suka dan cocok bilang ke Abah,biar Abah yang melamarkan." bisik kyai ke Reihan


Reihan pun hanya tertunduk malu.


"Baiklah, kalau begitu kami pamit dulu ya pak Amin,Assalamu'alaikum." ucap kyai


"Iya kyai,wa'alaikum salam." sahut pak Amin


Kyai dan Reihan pun meninggalkan toko pak Amin.


"Risa bapak tinggal dulu ya...bapak mau ambil barang di toko Ahong." ucap pak Amin


"Iya pak." sahut Risa


"Risa,nak gagahnya udah pulang?" kepo Eyang


Eyang adalah teman ibu Diah yang jualannya bersebrangan toko pak Amin


"Siapa Eyang?" sahut Risa bingung


"Itu yang biasa mampir tiap hari bersama pak kyai." jawab Eyang


"Oh itu, sudah Eyang." sahut Risa sambil terkekeh karena melihat tingkah lucu Eyang yang kepo.


"Risa, siapa sih namanya nak gagah itu?" tanya Eyang


"Emhhh....Risa juga tidak tau Eyang." sahut Risa.


"Aduh nak Risa,kenapa ga di ajak kenalan sih, " ucap Eyang


cowok gagah di anggurin, mana dia mampir tiap hari lagi.


"Kalu Eyang, udah Eyang ajakin kenalan itu cowok." ucap Eyang lagi


"Iihh... Eyang emang Risa cewe apaan ngajakin cowok kenalan duluan"jawab Risa


"kalau dia sudah punya istri gimana? kan repot jadinya, bisa di jambak nanti Risa sama istri nya Eyang." sungut Risa


"Ya siapa tau nak gagahnya masih single,kan lumayan," ucap Eyang sambil menggoda Risa dan langsung keluar toko, untuk kembali ke tokonya.


...****************...


...Bersambung...


Duh.... ustadz Reihan banyak banget yang ngincar.... Author jadi pengen daftar...hehe...


Jangan lupa like nya ya....

__ADS_1


biar author lebih semangat lagi nulisnya.....


❤️🥰❤️


__ADS_2