Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Pernikahan Salwa dan Abdul


__ADS_3

Setelah 4 bulan pindah rumah, Risa pun di pinta untuk mengajar di TPA untuk anak-anak di sekitar pondok pesantren, awalnya Risa menolak, karena ia merasa tidak pantas dan ilmu agama nya masih sangat kurang,tapi karena dukungan Reihan dan bantuan nya pula, Risa pun akhirnya mau mengajar mengaji untuk anak-anak kecil, sambil Risa mengajar, Reihan pun mengajari dan membimbing Risa tentang ilmu agama dan Al Qur'an serta hadist-hadist agar istri nya lebih mudah memahami dan mengajar kan nya.


"Sayang, Risa ragu, apa Risa mampu mengajari anak-anak orang mengaji?"tanya Risa, Reihan pun tersenyum sambil menatap istrinya.


"Sayang,ada sebuah hadits mengatakan, belajar lah kamu karena tidak ada manusia yang terlahir dalam ke adaan pandai,kita itu seperti pedang,jika lebih sering di asah, maka akan semakin tajam,tetapi sebalik nya jika di biar kan saja, maka akan semakin tumpul,jadi,jika kamu mengajar, maka kamu juga akan sambil belajar,ilmu dan pelajaran yang kamu dapat,akan selalu kamu ingat dan terus kamu ulang, sebenarnya kamu juga akan semakin lancar dalam memahami dan membaca Al-Qur'an karena setiap hari kamu ajar kan pada mereka,maka selain kamu mendapatkan pahala yang besar tanpa kamu sadari, kamu juga mendapat kan ilmu"sahut Reihan menasehati sambil mengusap kepala istri nya.


"Sayang,Sebaik-baik orang di antara kamu ada orang yang belajar Al-Qur'an dan yang mengajar kan nya"ucap Reihan, Risa pun mengerti dan merasa bahagia,ia bersyukur mendapatkan suami yang Sholeh dan selalu membimbing nya dalam ilmu agama.


"Terima kasih sayang,sudah menjadi pelita Risa dalam kegelapan, mengingat kan Risa di saat Risa lupa,menuntun Risa di saat Risa tersesat dan menasehati Risa jika Risa salah dan merasa ragu"ucap Risa, sambil menangis haru dan memeluk suaminya, Reihan pun tersenyum sambil mengecup kening istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Sayang,tolong jangan menangis, Kaka tak sanggup melihat mu menangis,Kaka paling suka jika melihat mu selalu tersenyum"ucap Reihan sambil mengusap air mata istri nya dengan lembut.


"Sayang,ini tangisan bahagia,jadi tidak apa-apa,lagi pula air mata nya juga gak bisa di tahan"sahut Risa, sambil tersenyum,lalu memeluk suaminya lagi, Reihan pun terkekeh mendengar nya.


"Oiya sayang, besok lusa acara pernikahan Salwa, jadi mulai besok kita harus menginap di rumah umi,tapi ingat pesan Kaka ya, sayang di sana jangan terlalu capek,karena sayang lagi hamil besar"ucap Reihan, mengingat kan istrinya, Risa pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum lebar.


"Iya suamiku sayang, nanti di sana Risa cuma bantu seadanya saja, terus kalau capek, Risa tinggal tidur"sahut Risa, Reihan pun langsung tertawa mendengar nya.


*


*


*


Di rumah orang tua Reihan.


"Umi, Salwa mau pesan kue pengantin yang besar dan juga yang enak di mana ya? soal nya kue pengantin langganan kita kemaren lagi pulang kampung umi" tanya Salwa.


"Umi kurang tau Salwa,coba kamu tanya sama Lia dan Siti, pasti mereka tau"sahut umi, Salwa pun mencari Lia dan Siti.


"Lia dan ka Siti tau gak,tempat pesan kue pengantin yang besar dan juga enak?"tanya Salwa, sambil menghampiri mereka.


"Lia tau ka,di tempat teman Lia,ibu nya jago bikin kue pengantin dan rasa kue nya enak-enak, Lia pernah makan kue nya"sahut Lia memberi tahu.


"Memang nya kamu gak jadi,pesan kue di tempat ibu Nunung?"tanya Siti.


"Gak jadi ka, soal nya bu Nunung nya mendadak lagi pulang kampung,dan 2 minggu lagi baru balik, jadi gak sempat deh"sahut Salwa, sambil cemberut.


"Kalau begitu,kamu antar aku ke tempat teman mu aja Lia"ajak Salwa.


"Sekarang ka?"tanya Lia, bingung.


"Ya iya lah sekarang,kan pernikahan ku tinggal 2 hari lagi,masa tahun depan pesan kue nya"sungut Salwa, sambil memanyunkan bibirnya, Lia dan Siti pun langsung tergelak mendengar nya.

__ADS_1


"Kalian naik mobil aja ya, jangan naik motor, kasian Lia lagi hamil besar"ucap Siti mengingat kan,mereka pun mengangguk kan kepalanya.


"Iya ka,biar Lia minta tolong sama ka Reihan aja, buat nganterin kita ke sana"sahut Lia.


"Nah..betul tuh!biar Salwa yang minta umi telpon ka Reihan sekarang"sahut Salwa, Siti mengerutkan keningnya.


"Kenapa gak kamu aja yang langsung telpon ka Reihan?"tanya Siti.


"Soal nya, kalau Salwa yang langsung minta tolong, Salwa takut he..he"jawab Salwa sambil tertawa dan langsung berlari pergi mencari umi.


Salwa dan Lia pun sudah memesan kue yang di inginkan Salwa, gedung, pelaminan dan catering pun Akhirnya dalam 2 hari semua persiapan sudah rampung, seluruh keluarga besar Abi dan umi semua pada berdatangan, para kerabat jauh dan para tetangga pun ikut hadir,di acara pernikahan Salwa yang tinggal beberapa jam lagi akan di selenggarakan.


"Ka Risa,gimana riasan Salwa,cantik gak?"tanya Salwa sangat antusias, Risa pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Cantik banget Salwa,ka Risa saja sampai pangling lihat nya"sahut Risa, sambil membenar kan baju pengantin Salwa, mendengar pujian itu, Salwa pun langsung sumringah,ia sangat bahagia.


"Iya Salwa,kamu terlihat sangat cantik"sahut umi dan di angguki oleh Lia.


"Wah... aunty Salwa cantik sekali"puji Anisa yang beru masuk ke ruang rias Salwa.


"Benar kah?apa aunty terlihat sangat cantik? dan bagai mana menurut Anisa baju pengantin aunty?"tanya Salwa lagi, sambil memutar badan nya.


"Emm...bagus aunty,baju nya juga cantik" sahut Anisa, sambil mengangguk dan tersenyum, Salwa pun sangat gembira mendengar nya dan langsung memeluk Anisa.


"Anisa kan memang cantik dari lahir aunty" sahut Anisa, sambil tersenyum lebar dan memasang wajah imut nya, Salwa dan yang lain pun tertawa melihat tingkah lucu Anisa.


"Oiya.. aunty mau tanya,kalau menurut Anisa, calon aunty Salwa tampan gak?"tanya Salwa, antusias,Anisa langsung menggeleng kan kepalanya, sambil cemberut, senyum Salwa pun seketika pudar melihat ekspresi wajah Anisa.


"Jauh lebih tampanan Abi nya Anisa aunty" jawab Anisa jujur, yang lain pun langsung tergelak mendengar nya.


"Ish..ya iya lah,kalau di banding kan dengan Abi nya Anisa,jelas calon nya aunty kalah" sahut Salwa, sambil memanyunkan bibirnya.


"Nah tuh.. aunty Salwa tau!kok masih nanya Anisa" sahut Anisa lalu tergelak sendiri.


"Kenapa sih Anisa harus bilang jujur,kan bisa bohong sedikit,bilang aja tampan biar bikin hati aunty senang"ucap Salwa.


"Aunty Salwa,kata Abi kita gak boleh bohong, karena bohong itu dosa"sahut Anisa, sambil menatap Salwa menasehati.


"Iya..iya..tadi aunty salah ngomong!gak papa deh calon suami nya aunty gak tampan, tapi,yang penting banyak duit nya "sahut Salwa, lalu tersenyum lebar,umi hanya geleng-geleng kepala saja mendengar ucapan Salwa.


"Terus kalau duit nya habis gimana aunty?kan kasian om nya, udah gak tampan, terus gak punya duit lagi"sahut Anisa, Salwa pun langsung membelalakkan matanya, sambil ternganga,dan yang lain pun langsung tertawa mendengar nya.


"Ya ampun..nih anak ya,bisa banget bikin aku kehabisan kata-kata"batin Salwa,gak habis pikir dengan ponakan nya yang satu ini.

__ADS_1


"Ka Risa ngidam apa sih,waktu hamilin nih bocah?kenapa bisa pintar begini sih, jangan-jangan, yang di dalam perut juga sama pintar nya kaya Kaka nya,aduh...bisa mati kutu aku hadapin dua ponakan yang model begini" protes Salwa, karena ia sudah kehabisan kata-kata bicara pada ponakan nya itu,umi, Risa dan yang lain hanya tertawa mendengar keluhan Salwa.


"Anisa,yuk ikut aunty Fika keluar, sebentar lagi pengantin laki-laki nya datang lho!lagian kan kasihan aunty Salwa nya, nanti bisa-bisa nangis lagi gara-gara kalah sama anak kecil he..he"ucap Fika menggoda kaka nya, sambil tertawa dan langsung berlari bersama Anisa keluar.


"Fika!!! teriak Salwa kesal, sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar.


"Salwa, sebaiknya kamu cepat siap-siap, sebentar lagi calon suami kamu datang"suruh umi, Salwa pun langsung merapikan riasan nya kembali.


Tak lama, sholawat nabi pun terdengar dari luar, pertanda mempelai pengantin pria pun sudah datang,semua orang menyambut dengan gembira.


Seluruh keluarga besar dan tamu undangan pun sudah duduk,dan siap menyaksikan ijab qobul, penghulu dan para saksi pun juga sudah siap, lantunan ayat suci Al-Quran yang di kumandangkan pun menambah kekhusu'an para tamu yang mendengar nya,setelah membaca istighfar dan dua kalimat syahadat ijab qobul pun di laksanakan.


"BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM"


"WAHAI ABDUL BIN SOPIAN SAYA NIKAH KAN DAN KAWIN KAN ENGKAU DENGAN PUTRI SAYA YANG BERNAMA SALWA MAHARANI BINTI AHMAD DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DAN EMAS BATANG 30 GRAM DI BAYAR TUNAI"


"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWIN NYA SALWA MAHARANI BINTI AHMAD DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DAN EMAS BATANG 30 GRAM DI BAYAR TUNAI"


"SAH!"sahut para saksi,dan akhirnya Salwa pun resmi menjadi seorang istri, Salwa pun di tuntun ke luar untuk menemui suaminya.


Setelah tanda tangan dan pemasangan cincin kedua mempelai pun duduk di pelaminan dengan bahagia,para tamu undangan pun di persilahkan menyantap hidangan yang sudah di sajikan, seluruh para tamu pun ikut bahagia dan bergantian memberikan ucapan selamat ke pada pengantin.



(contoh pelaminan Salwa dan Abdul ya)



(sajian untuk para tamu undangan)



( contoh hantaran Salwa ya)


(author juga mau ucapin selamat ya buat Salwa dan Abdul, semoga langgeng ☺️)


...****************...


Bersambung


**kasih terus semangat ya buat author ☺️


like,komen dan vote nya jangan lupa 🥰

__ADS_1


see you ❤️**


__ADS_2