
Reihan sudah sampai di rumah,Yunus dan Reihan pun berbincang -bincang bersama, Reihan berterima kasih pada ka Yunus dan Abah, karena sudah membantu nya,tak lama Yunus pun pamit pulang.
Reihan menghampiri istrinya yang sedang asik memasak di dapur,ia pun langsung memeluk istrinya dari belakang,hal itu sudah menjadi kebiasaan Reihan suka memeluk istrinya dari belakang.
(Author mau dong..!!!tapi sama suamiπ€π )
Risa memekik terkejut,"Kaka.!!! apa ka Yunus nya sudah pulang?"tanya Risa, sambil menoleh ke suaminya.
"Sudah sayang."jawab Reihan,sambil mencium pipi istrinya,ia merasa bahagia, kerena istrinya tak menolak pelukan dan ciuman dari nya.
"Emm..Ka, Risa minta maaf,atas tingkah laku dan perkataan Risa kemaren pada Kaka."ucap Risa, merasa bersalah dan menyesali nya.
"Tidak apa-apa sayang, dari kemaren Kaka sudah memaafkan nya,Kaka juga minta maaf, karena Kaka sudah meninggal kan mu semalam,"sahut Reihan,sambil membalikkan tubuh istrinya dan menatap wajah cantik nya.
"Kaka harap,mulai sekarang jangan ada lagi, hal atau apa pun yang di tutupi di antara kita, ceritakan dan tanya kan langsung,agar tak ada ke salah pahaman lagi,karena letak harmonis nya hubungan rumah tangga itu, adalah sebuah kejujuran dan kepercayaan."ucap Reihan, Risa pun mengangguk kan kepalanya.
Reihan memeluk erat tubuh istrinya, sambil mengecup lama kening nya,ia begitu
sangat merindukan istrinya.
"Apa Kaka sudah makan?"tanya Risa.
"Belum sayang,apa sayang juga sudah makan?"tanya Reihan balik, Risa menggelengkan kepalanya,dari mulai kemaren ia memang belum makan,karena terlalu sedih ia sampai lupa makan.
"kalau begitu,biar Kaka yang masak,tuan putri duduk manis di sini" ucap Reihan sambil mendudukkan istrinya ke kursi,Risa tertawa mendengar perintah suaminya.
"Baiklah tuan raja."sahut Risa,dan mereka pun tertawa bersama.
*
*
*
Tak terasa kandungan Risa sudah menginjak 7 bulan,perutnya sudah semakin membesar,berat badan nya juga tambah naik,karena nafsu makannya semakin hari semakin meningkat,membuat badan nya menjadi gemukkan,Risa berdiri di depan cermin,sambil memandang tubuh nya yang semakin gemuk dan terasa berat.
"Ka,badan Risa sekarang jadi gemuk dan jelek,"ucap Risa merasa sedih, sambil memanyunkan bibirnya.
"Enggak gemuk kok,malahan Kaka liat sayang terlihat tambah seksi dan montok."sahut Reihan,sambil memeluk istrinya dari belakang, ikut menatap istrinya dari cermin.
"Mana ada orang hamil besar,terlihat seksi ka, yang ada terlihat gemuk iya,Kaka ih..! aneh-aneh aja" jawab Risa kesal,karena suaminya itu suka sekali menggoda nya, Reihan terkekeh,melihat istrinya yang suka protes.
__ADS_1
"Tapi itu menurut Kaka,dan Kaka menyukai nya,dan lebih baik,sayang jalani dan syukuri atas nikmat yang Allah berikan,itu lebih baik dari pada kita mengeluh."ucap Reihan,sambil mencubit pipi istri nya.
"Aaww...Kaka!!!"sungut Risa, sambil mengusap pipinya yang terasa sedikit sakit.
"Maaf sayang,habis nya kamu gemesin, pengen Kaka gigit pipinya."sahut Reihan, sambil memeluk istrinya.
Pipi Risa memang terlihat lebih tembem selama hamil,kerena wajah nya yang bulat membuat ia terlihat menggemaskan,dan sangat cantik, membuat orang yang melihatnya,pasti ingin sekali mengelus dan mencubit pipi nya.
(duh..kaya dede bayi ya,Risa di gemesin,sama dong dengan author π π€)
"Sayang,bisa gak panggil kaka,dengan sebutan sayang, jangan kaka terus panggil nya."pinta Reihan, terdengar sedikit manja.
Risa melongo melihat tingkah manja suaminya,dan tak lama, Risa pun langsung tergelak.
"Lucunyaaaa"ucap Risa menggoda suaminya,lalu pergi menuju dapur,namun langkah nya terhenti, ketika mendengar suara ketukan pintu dari luar.
"Assalamu'alaikum."ucap seseorang dari luar.
"Wa'alaikum salam,"sahut Risa, sambil membukakan pintu,dan ternyata seorang kurir yang mengantarkan sesuatu untuk nya.
"Atas nama ibu Risa putri?"tanya mas kurir.
"Iya betul,"jawab Risa.
Risa terkejut mendapatkan sebuah undangan pernikahan dari temannya di desa.
"Kiriman dari siapa sayang?"tanya Reihan, menghampiri istrinya.
"Dari Tina ka,teman Risa, Minggu depan dia mau nikah di desa,dan dia mengundang kita di pernikahannya,"sahut Risa,senang, akhirnya temannya akan menikah juga.
"Minggu depan ya,?"tanya Reihan lagi,sambil berfikir, Risa menganggukkan kepalanya.
"Apa kita bisa hadir ke sana ka?"tanya Risa,penuh harap.
"Insya Allah,bisa,"jawab Reihan,dan membuat Risa kegirangan.
Risa membuka undangan yang ada di tangan nya,ia penasaran dengan siapa temannya akan menikah,setelah membaca, Risa terpekik kaget,dan membuat Reihan pun ikut kaget melihat istrinya.
"Ada apa sayang?"tanya Reihan, penasaran apa yang membuat istri nya kaget.
"Ternyata,Tina mau nikah sama Gio,teman sekelas kami waktu di SMA dulu ka."sahut Risa heboh,lalu tergelak, mengingat ketika Tina mengeluh dan membayang kan, akan di nikah kan dengan aki-aki tua, juragan tanah banyak istri dan cucu,juga botak,tapi kenyataannya dia di jodohkan sama teman sekelas nya sendiri, Reihan hanya geleng-geleng kepala saja, melihat tingkah istrinya,dan ikut tertawa, walau pun ia tak tau apa yang di tertawakan istrinya.π
__ADS_1
*
*
*
Di desa,semua persiapan sudah di hampir selesai,dan besok adalah acara akad nikah dan resepsi pernikahan Tina dan Gio, semua orang sangat sibuk,maklum orang tua Tina dan orang tua Gio termasuk orang terpandang dan kaya di desa mereka,dan acara pernikahan nya pun di gelar secara besar-besaran,apa lagi mereka sama-sama anak satu-satunya orang tua mereka.
"Assalamu'alaikum,"ucap Risa,yang baru sampai di desa, dan mereka akan menginap di rumah bapak dan ibu yang di desa.
"Wa'alaikum salam," sahut paman Arman, gembira menyambut ponakan dan suaminya datang, istri paman Arman pun sudah menyiapkan kamar untuk Risa dan suaminya, Karena paman Arman sudah tau kalau Risa akan datang ke desa,ini adalah pengalaman pertama Reihan pergi ke desa istrinya.
"Istirahat dulu nak,"suruh paman Arman, yang
kasian melihat keponakan nya, terlihat sangat kelelahan.
"Iya Paman,Risa pamit istirahat dulu ya, soalnya kaki dan pinggang Risa,terasa
pegal-pegal,dan mau patah he...he"oceh Risa,dan membuat paman Arman tergelak, mendengar nya,
"Ya sudah,kalau begitu cepat istirahat,dari pada nanti pinggang dan kaki nya patah."sahut paman Arman,lalu tertawa,dan yang lain pun ikut tertawa.
Esok hari nya,pagi -pagi sekali Risa sudah ada di rumah Tina dan membawakan hadiah untuk teman baik nya itu.
"Assalamu'alaikum"ucap Risa, sambil memasuki kamar si pengantin.
"Wa'alaikum salam,aaaaaaakkkk..... Risaaa..!!! syukurlah kamu bisa datang, kapan kamu sampai ke desa?"tanya Tina kegirangan dan heboh.
"Dari kemaren,duhhh...! yang mau nikah, seneng banget, padahal kemarin -kemaren, sampai mewek gak mau di jodohkan."ucap Risa,meledek dan menggoda Tina sambil tertawa.
"He...he...he..iya sa, siapa coba yang gak seneng, kalau mau di nikahkan sama orang yang kita suka."sahut Tina, tersenyum.
"Iya..iya.. nama nya jodoh, pasti gak kemana, berarti gak jadi nikah sama aki-aki tua, juragan tanah, banyak istri dan cucu nya, terus orang nya botak lagi?"tanya Risa,sambil menggoda dan tertawa,
"Ihhh... Risa,ya enggak lah,"sahut Tina,sambil memanyunkan kan bibirnya, mereka pun tertawa bersama,Risa memang dari dulu sudah tau,kalau Tina sangat menyukai Gio sejak mereka di SMA,karena Tina selalu bercerita pada Risa tentang perasaan nya,namun Risa tak tau kalau pengirim surat rahasia nya itu adalah Gio.
Bersambung...
yuk,yang mau ikut ke pernikahan Tina, siap-siap,bentar lagi ijab qobul πππ
baca episode selanjutnya yaaaa βΊοΈβ€οΈ
__ADS_1
jangan lupa like dan komen nya π