
Tina sudah sampai di desa,dan bertemu kedua orang tua nya,sebenarnya ia ingin sekali langsung menolak dan membantah orang tua nya,namun ia ingat nasehat dari Risa,agar menghormati orang tua.
"Tina,nanti sore teman bapak akan datang bersama anak nya,dan kami harap kamu bisa lebih akrab dengan anak nya."ucap bapak Tina.
Tina hanya diam,ia tak mau bicara apa pun, karena ia takut kalau salah bicara,akan menyakiti hati orang tua nya.
"Nak,ibu rasa kamu akan menyukainya, setelah kamu bertemu dengan nya nanti,dia anak yang baik dan juga ganteng,ibu sudah melihatnya,waktu dia mengantarkan ibu nya ke pengajian,dan kamu juga sangat mengenal nya,ibu rasa kalian sangat cocok"ucap ibu Tina,sambil mengusap kepala anaknya penuh sayang,Tina menyeritkan alisnya,penasaran, ingin sekali bertanya, namun ia terlalu gengsi.
"Tina permisi ke kamar dulu bu,"sahut Tina,menghindari pembicaraan.
"Pak.!apa anak kita akan menyetujuinya?" tanya ibu Tina pada suaminya.
"Bapak rasa,Tina akan menyetujui nya bu, mereka sudah saling kenal"sahut bapak.
"Lalu bagai mana sama anak teman bapak,apa dia juga akan menerima anak kita?"tanya ibu Tina khawatir.
"Kita serahkan saja ke pada orang tua nya,dan kalau memang mereka berjodoh,maka,
segalanya pasti akan di mudah kan oleh Allah bu."sahut bapak Tina.
Sore hari,bapak dan ibu nya Tina sudah siap, dan segala macam kue juga sudah terhidang di meja,namun,Tina sejak tadi tidak keluar -keluar kamar juga,ibu pun memanggil Tina,
"Tok...tok...tok..Tina,apa kamu sudah siap-siap nak?sebentar lagi mereka akan datang."ucap ibu Tina.
Tina yang masih uring-uringan pun sangat malas bersiap-siap,menurut nya dia akan tampil apa ada nya saja,dengan malas ia buka pintu kamar nya.
"Nak,kenapa kamu masih belum siap,kamu juga belum berdandan."ucap ibu Tina.
"Tina malas dandan bu,gak papa kan Tina begini aja."jawab Tina.
"Nak,setidaknya kamu ganti pakaian mu,biar terlihat lebih bagus."suruh ibu Tina.
"Biar Tina tampil sederhana seperti ini bu,apa bila mereka mau menerima Tina apa ada nya, pasti mereka tidak mempermasalahkan penampilan Tina."ucap Tina,berharap ia akan di tolak.
"Ya sudah kalau begitu,terserah kamu saja nak"sahut ibu,merasa kecewa atas sikap anaknya yang terlihat cuek.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum "ucap salam terdengar dari luar, pertanda pihak keluarga yang di tunggu sudah datang.
"Wa'alaikum salam," sahut bapak, menyambut temannya yang baru datang bersama istri dan anak nya, bapak pun langsung mempersilahkan kan mereka masuk.
"Bu.. tamu kita sudah datang, suruh putri kita keluar,"ucap bapak Tina,menyuruh istrinya.
Mereka sedang asik berbincang -bincang, sambil menikmati cemilan yang ibu Tina siap kan,Tina pun keluar menemui mereka, saat mata Tina bertatapan dengan mata orang yang sangat ia kenal,Tina pun terkejut.
"Gio...!!!" ucap Tina kaget.
"Tina...!!!"ucap Gio juga tak kalah kaget.
mereka sama-sama tidak mengetahui,kalau mereka akan di jodohkan,oleh orang tua mereka.
"Karena kalian sudah kenal satu sama lain,maka kami tidak perlu repot-repot, mengenal kan kalian,dan menurut kami kalian sudah sangat cocok,kami berharap kalian akan segera menikah."ucap ayah Gio dan di iya kan oleh bapak Tina.
"Maaf yah, seperti nya Gio tidak bisa menikah dengan Tina,dan mohon maaf, Gio harus permisi sekarang,"ucap Gio, langsung beranjak dan pergi dari rumah Tina,ayah Gio dan bapak Tina pun terkejut,atas tindakan Gio, mereka bertanya -tanya ada masalah apa Gio dengan Tina, Karena mereka melihat, tatapan Gio pada Tina, menunjukkan kemarahan.
Tina yang sejak tadi mematung,merasa kan sakit,atas penolakan yang ia dengar dari Gio, Tina sebenarnya sangat menyesal atas perbuatannya dulu,ia juga masih sangat mencintai Gio.
Tina hanya menunduk kan kepalanya,ia tak berani menjawab nya.
Gio yang masih merasakan marah dan kecewa pada Tina,tidak bisa menerima begitu saja,keinginan oleh orang tua nya,dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi,fikiran Gio yang sedang kalut dan tidak konsentrasi,mengakibatkan motor nya oleng dan kehilangan keseimbangan,motor Gio pun menabrak pohon besar yang ada di pinggir jalan,dan membuat nya terpelanting jauh dari motor nya,karena Gio tidak memakai helm, membuat kepalanya terbentur keras dan banyak mengeluarkan darah,Gio pun kehilangan kesadaran nya seketika.
Kabar Gio yang kecelakaan pun,langsung terdengar oleh kedua orang tuanya dan orang tua Tina,mereka pun bersama-sama langsung pergi ke rumah sakit,untuk mengetahui keadaan Gio saat ini.
Sesampainya di rumah sakit, dokter memberitahukan kepada mereka,bahwa Gio saat ini dalam keadaan kritis,dan memerlukan donor darah secepatnya,ibu Gio yang mendengar nya pun langsung pingsan tak sadarkan diri,pasalnya anak satu-satunya mereka,saat ini sedang meregang nyawa.
"Apa dari pihak keluarga,ada yang bisa mendonorkan darah nya untuk pasien.?"tanya dokter,karena saat ini pasokan darah yang di butuhkan pasien saat ini,sedang kosong di rumah sakit.
"Ada dok,istrinya saya darah nya sama dengan anak saya."sahut ayah Gio.
ibu Gio yang sudah sadar pun,langsung menganggu dan segera di bawa oleh perawat untuk di periksa lebih lanjut,apa ibu Gio bisa menjalani transfusi darah.
"Kami turut prihatin,atas apa yang menimpa Gio,semoga Gio cepat sembuh."ucap bapak Tina,ikut merasakan sedih,sambil menepuk pundak teman baiknya itu.
__ADS_1
"Terima kasih."sahut ayah Gio.
Tak lama,ibu Gio dan perawat pun keluar dari pemeriksaan,dan memberitahu kan mereka,bahwa ibu Gio tidak bisa melakukan transfusi darah,di karenakan tekanan darah nya,sangat rendah dan mama Gio juga sedang kurang sehat.
"Apa ada pihak keluarga lain,yang bisa mendonorkan darah nya.?"tanya dokter lagi, karena Gio harus segera di tolong secepatnya.
"Maaf dok,kalau boleh tau,golongan darah pasien apa ya?"tanya Tina,memberanikan diri untuk bertanya.
"Pasien golongan darah A."jawab dokter.
"Apa saya boleh mendonorkan darah Saya, karena darah saya sama dengan pasien"ucap Tina,sambil menoleh ke orang tua nya dan orang tua Gio,mereka pun mengangguk tanda setuju.
Tina pun langsung di bawa ke ruang pemeriksaan,dan ternyata memang benar darah Tina sangat cocok dengan Gio,Tina pun bisa menjalani transfusi darah sekarang,dan akhirnya Gio pun selamat dan sudah melewati masa kritis nya,mereka semua pun merasa bersyukur dan bahagia,kedua orang tua Gio sangat berterima kasih kepada Tina,karena sudah mau menolong Gio.
"Nak,terima kasih banyak,kamu sudah mau menolong anak kami,seandainya kamu tidak ada,kami tidak tau apa yang akan terjadi pada Gio saat ini,"ucap mama Gio.
"Tante tak perlu berterima kasih,ini semua pertolongan dari Allah,Tina hanya perantara saja."sahut Tina.
"Masya Allah,kamu memang anak yang baik nak,kami berharap kamu lah yang akan menjadi menantu kami,dan mulai sekarang panggil saya ibu,sama seperti Gio."ucap ibu Gio,sambil mengusap kepala Tina, Tina hanya mengangguk.
Setelah Gio sadar,Gio pun langsung di pindah ke ruang rawat,semakin hari keadaan Gio semakin membaik.
"Nak,ayah dan ibu ingin,kamu menikah dengan Tina setelah kamu sembuh nanti."ucap ayah.
"Yah..kenapa ayah memaksa Gio untuk menikah dengan Tina,cinta itu tak bisa di paksa kan yah, lagi pula, ayah tidak tau Tina itu seperti apa,dia itu bukan perempuan baik yah,dia itu pembohong."ucap Gio.
"Gio...!!! jaga omongan mu nak,Tina itu anak baik,apa kamu tau,siapa yang telah menolong kamu,?ketika kamu kritis,di saat ibu dan ayah putus asa,kerena tidak bisa menolong mu,! Tina lah yang menolong mu nak,dia lah yang telah mendonorkan darah nya untuk mu,dan kalau memang dia pembohong,dia bisa saja diam dan berbohong kalau darah nya tidak sama dengan mu,dan dia setiap hari selalu mengantar makanan untuk kita,tanpa sepengetahuan mu,nak,menikahi orang yang mencintai mu,itu lebih baik,dari pada kamu menikahi orang yang kamu cintai namun orang itu tidak."sahut ayah,dan seketika membuat Gio terdiam dan merasa bersalah juga merasa malu.
Gio pun termenung dan memikirkan apa yang di katakan oleh ayah nya tadi, apa yang di katakan oleh ayah nya memang benar, kebaikan Tina selalu tertutupi oleh amarahnya sendiri,dan tak bisa menerima kehadiran dan cinta dari Tina .
Hati Gio pun,akhirnya luluh dan ia pun akan menerima Tina,dan setelah sembuh ia akan langsung melamar dan menikahi Tina.
Bersambung....
jangan lelah ngasih like nya ya 🙏🏻☺️
__ADS_1
salam hangat dari author 🥰❤️