
Di kota Risa sedang membantu ibu membuat pesanan kue yang sudah di order oleh tetangganya.
"Wah...!!! enak banget kuenya bu,boleh gak Risa minta 1 lagi?" rayu Risa ke ibu.
"Ambil aja ibu bikinnya banyak kok,karena ibu tau ada yang tukang makan disini." goda ibu sambil tersenyum.
"Risa memanyunkan bibirnya,bukan kah yang tukang makan itu si Nana ya bu?" ucap Risa sambil melirik pada adiknya yang lagi asik memakan kue.
Nana yang mendengar langsung ngambek.
"Huh...!dasar tukang ngambek." ledek Risa
ibu geleng-geleng,mulai ucap ibu Risa hanya cengengesan.
"Nih antar ke tempat Bu Yuli ya,kemaren sudah ibu kasih tau kan tempatnya." suruh ibu
"Iya bu." sahut Risa
Risa pun berangkat mengantar kue pesanan Bu Yuli ke rumahnya.
"Assalamu'alaikum"ucap Risa.
"Wa'alaikum salam"sahut ibu Yuli.
"Bu,ini pesanan kuenya." ucap Risa
"Oh iya, ini uangnya ya." kasih Bu Yuli ke Risa
"Iya bu,"sahut Risa,sambil menyambut uang yang di berikan oleh ibu Yuli.
"Terima kasih ya nak,Saudah mau mengantar kan." ucap Bu Yuli
"Sama-sama bu." sahut Risa sambil tersenyum.
Risa pun langsung menuju pasar, karena saat ini ibu Diah sedang menggantikan suaminya jualan untuk sementara, karena pak Amin masih ada di desa, dan rencana pak Amin aka ke kota sore ini.
"Risa,gantikan ibu ya,ibu mau pulang untuk masak, karena sore ini bapakmu akan datang" ucap ibu kepada Risa, sambil tergesa-gesa.
"Apa bapak pulang dengan kak Sarah bu?" tanya Risa.
"Ibu tidak tahu,bapak tidak bilang apa pun," jawab ibu, bingung pasalnya mulai dari pergi sampai ini bapak tidak memberitahu apa pun masalah Sarah.
"Ya sudah,ibu pulang dulu ya,oh iya nanti akan ada orang suruhan istri pak kyai yang akan datang,mengambil kue pesanan nya," ucap ibu.
"Dan Kuenya ada di atas meja ya."ucap ibu memberitahu.
"Iya bu... " jawab Risa mengerti.
Saat ini Risa sedang asik menyusun botol air mineral, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum." ucap seseorang itu
"Wa'alaikum salam." sahut Risa
__ADS_1
Risa menoleh,dan melihat ada seorang pemuda yang sedang berdiri di depan nya,
Mata mereka saling bertemu sesaat dan saling mengunci,namun mereka langsung tersadar ketika ada seseorang yang memanggil Risa.
"Neng ayu, ada mericanya?" tanya seorang ibu
"Ada bu." jawab Risa sambil mengambilkan merica
"Mau berapa bungkus bu." tanya Risa
"1 aja neng ayu." jawab ibu itu.
"Nama saya Risa Bu, bukan ayu." jawab Risa ramah pada ibu itu.
Ibu itu tersenyum.
"Neng ayu itu sebutan/panggilan dari kota kami kalau bertemu dengan gadis cantik," jawab ibu itu membuat sambil tersenyum, Risa pun terkekeh,merasa malu.
"Ini uangnya,neng ayu" ucap ibu itu.
"Iya bu."sahut Risa ramah, sambil menyambut uang yang di berikan oleh ibu Itu.
Lalu ibu itu pun beranjak pergi.
tidak jauh dari situ masih berdiri dan menunggu dengan setia,seorang pemuda yang Risa lihat tadi.
"Maaf,bapaknya ada..?" tanya pemuda itu
"Oh..adik siapanya pak Amin.?" tanya nya lagi
"Saya anaknya," jawab Risa sopan
"Em..." Risa terhenti ketika ingin bertanya, dia bingung mau memanggil pemuda itu apa.
Tingkah Risa yang lucu membuat pemuda itu tersenyum,ia mengerti apa yang ingin di tanya kan oleh gadis itu.
"Saya teman bapak Amin dan kedatangan saya mau mengambil kue pesanan istri pak kyai." jawab nya sopan
"Oh...!!! ternyata om ya orangnya, yang mau ambil kue"Risa tersenyum sambil mengambil 1 buah kresek berisi kue dan langsung menyerahkan nya.
Pemuda itu mengerutkan keningnya.
"Apa aku setua itu,sampai di panggil om?"batin nya.
Pemuda itu menyambut kresek yang di serahkan Risa padanya, dan memberikan uang kepada Risa,Risa pun menyambut dengan sopan.
sebelum pemuda itu pergi dia berbalik badan dan berbicara pada Risa.
"Titip salam buat bapak dan ibu ya,dan panggil saja saya kaka bukan om. Assalamu'alaikum." ucap pemuda itu.
"Wa'alaikum salam." sahut Risa sambil mengerutkan keningnya,dan bingung atas apa yang di ucapkan pemuda itu.
"Kenapa aku harus memanggil Kaka?kan dia teman bapak,seharusnya kan aku panggil om"gumam Risa,sambil mengangkat kedua bahunya acuh.
__ADS_1
Di dalam mobil duduk seorang pemuda tampan sambil tersenyum mengingat kejadian yang di alami nya tadi.
"Apa aku terlihat seperti om-om?"tanya nya sambil berbicara sendiri, dan melihat ke kaca spion,"Tampan kok,masih muda lagi"ucap nya sambil menatap wajahnya.
"Baru gadis ini yang panggil aku om-om"Ia pun mengingat senyuman polos gadis yang baru saja membuat nya tertarik,dia pun tersenyum dan sambil menggeleng-geleng kan kepalanya, memandang arah toko yang di datanginya tadi.
"Gadis yang lucu dan mempunyai senyuman yang sangat manis." gumam pemuda itu, dan menyalakan mobil nya lalu segera meninggalkan tempat itu.
Sampailah mobil itu di sebuah rumah yang besar dan terparkir di depan rumah itu,
turunlah pemuda itu sambil membawa kantong kresek yang berisikan kue.
"Assalamu'alaikum." ucapnya
"Wa'alaikum salam." sahut wanita paruh baya,ya beliau adalah istri pak kyai.
"Reihan...!sini masuk nak." ucap umi Fatimah, Reihan pun menyalami tangan umi.
"Ini pesanan kuenya umi." ucap Reihan sambil memberikan kantong berisi kue itu.
"Buah jeruk nya mana?" tanya umi sambil melihat kresek itu.
"Buah jeruk..?" gumam Reihan, bingung.
"Iya,tadi kan umi bilang uang kembalian nya kue ini,di belikan buah jeruk" ucap umi heran melihat Reihan kebingungan.
"Astagfirullah...!!!" ucap Reihan.
"Maaf umi,Reihan lupa,karena buru-buru uang kembalian lupa Reihan ambil" ucap Reihan merasa tidak enak dan bersalah pada umi.
Uang yang di kasih Reihan 100 ribu, dan kue yang umi pesan harganya 50 ribu, dan masih ada kembaliannya 50 ribu lagi.
Ibu Diah pun lupa memberitahukan kepada Risa harga kue yang umi Fatimah pesan, jadi Risa tidak tahu kalau uang itu ada kembalian nya, dan Reihan pun juga sama lupa menanyakan nya.
"kenapa aku jadi lupa,pas ketemu gadis itu" batin Reihan sambil tersenyum mengingat kekonyolan gadis itu.
Umi yang melihat tingkah aneh Reihan menjadi bingung.
"Astagfirullah...!si Reihan kenapa,semenjak habis pulang tadi senyum-senyum sendiri." gumam umi kebingungan.
"Reihan,kamu kenapa senyam-senyum sendiri dari tadi?" tanya umi.
"Tidak apa-apa umi" sahut Reihan sambil mengusap tengkuk lehernya, karena merasa malu dan mejadi salah tingkah.
...****************...
...Bersambung...
Kalian ikut senyum-senyum juga gak sihh....???πππ
Kasih semangat nya ya buat author βΊοΈ
Terima kasih β₯οΈ
__ADS_1