Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Perubahan Risa


__ADS_3

Risa saat ini sedang menginap di rumah orang tua nya,karena suaminya sedang berangkat ke luar kota selama 1 minggu.


"Ka,lagi ngapain?"tanya Risa, sambil menghampiri Kaka nya di dapur.


"Lagi bikin kue,hari ini Riyana ulang tahun,aku dan Nunu ingin memberi kejutan sama dia,"sahut Sarah semangat,sambil sibuk menghias kue yang dia bikin.


"Ka,kenapa Kaka begitu akrab dengan Riyana? Risa lihat,Riyana itu anaknya kurang baik ka, pergaulan nya juga bebas,Risa juga sering lihat dia suka kumpul dengan kaki -laki,apa lagi Nunu,Risa dulu waktu jaga toko bapak, sering lihat dia di bawa dan di bonceng sama banci,dia juga sempat mencoba mendekati Risa,tapi Risa gak menghiraukan dan meladeninya,karena Risa tau dia itu laki-laki gak baik ka,sebaiknya kaka jauhi mereka ka,"ucap Risa mencoba memberi tahu dan menasehati Kaka nya,


"Kamu tau apa tentang teman -temanku sa, mereka itu baik,dan mengerti masalah ku,mereka juga gak memandang status ku janda,dan mereka menganggap ku sama seperti mereka,walau pun mereka lebih muda dari aku,tapi aku senang berteman dengan mereka,"sahut Sarah,marah,ia tak terima teman-temannya di jelek-jelek kan.


"Kamu itu terlalu picik Sa,kamu merasa kalau kamu itu orang baik,dan merasa selalu beruntung,kamu juga merasa orang-orang yang dekat dengan mu adalah orang baik dan tulus,tidak semua sa mereka itu tulus dengan mu,"ucap Sarah lagi, menekan dan terdengar sarkas.


"Ka,!maksud Risa bukan begitu,Risa cuma."ucapan Risa terhenti, karena langsung di potong oleh Sarah.


"Cuma apa..?ingin membeda-bedakan diri kamu sama aku?aku akui kamu memang beruntung sa,!kamu juga di pandang baik oleh semua orang, tidak seperti ku,kamu memiliki banyak teman,dan punya suami yang sempurna,tapi asal kami tau sa,apa kamu yakin mereka tulus mencintai mu?aku rasa tidak,!!!sama dengan suami mu,cinta nya selama ini kepada mu,aku rasa gak tulus sama kamu,buktinya dia pernah memeluk aku dan dia juga sering mampir ke toko di waktu aku yang jaga,asal kamu tau,suami kamu,setiap dari luar kota, sebelum pulang menemui mu, dia lebih dulu menemui ku."ucap Sarah,dan langsung membuat Risa terkejut,ia merasa tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Kaka nya itu.


"Kenapa…?kamu gak percaya,seharusnya kamu sadar diri sa, perempuan seperti kamu! mana mungkin mendapatkan cinta yang tulus,kamu itu banyak kekurangan nya,mana mungkin bisa dapat yang sempurna."ucap Sarah,sambil berlalu meninggalkan Risa yang mematung dan meneteskan air mata nya.


Risa merasa hatinya terluka, kata-kata Kaka nya, begitu menusuk hati nya,ia tak tau harus percaya pada siapa,Risa pun langsung pergi ke kamarnya,ia menangis sambil meringkuk di atas kasur nya,fikiran Risa pun kacau, ingatannya pun kembali berputar dengan kata-kata Dinda,dengan penemuan surat dan kata-kata kaka nya barusan.


Apa benar suaminya memang tidak tulus mencintai nya?apa suaminya hanya terpaksa menikah dengan nya,agar bisa melupakan cinta pertama nya?apa ia cuma sebagai pelarian saja?dan kalau memang suaminya tertarik pada Kaka nya,kenapa masih mempertahan kan nya?Risa pun merasa kecewa pada suaminya dan Kaka nya.


Saat ini Risa tidak bisa percaya pada siapa pun,ia lebih percaya pada diri nya sendiri, berlahan ia usap air matanya dan mencoba untuk menenangkan diri nya sendiri,Risa pun memutuskan untuk kembali ke rumah nya,dan tidur di sana.


*


*


*

__ADS_1


Di luar kota Reihan merasa gelisah,kerena sejak kemarin istrinya tak bisa di hubungi, pesan yang ia kirim tak di balas,dan di telepon juga tak di angkat oleh istrinya,tak biasanya istrinya begini,Reihan pun mempercepat kepulangan nya dari luar kota,ia takut dan khawatir kalau terjadi sesuatu pada istrinya,apa lagi saat ini istrinya sedang hamil.


"Assalamu'alaikum"ucap Reihan,ketika sampai rumah mertua nya.


"Wa'alaikum salam "sahut ibu,yang kebetulan keluar rumah, ingin ke pasar.


"Reihan..!mana Risa?kok gak ikut ke sini?"tanya ibu heran,tak biasanya menantunya datang sendiri.


ibu sebenarnya tidak tau kalau Reihan baru datang dari luar kota,ia mengira,Risa sudah pulang bersama suaminya 2 hari yang lalu,Sarah pun tak bilang pada ibunya kalau Risa pulang sendiri,padahal ia mengetahui nya,namun ia tak peduli,Reihan pun merasa bingung dan terkejut,kenapa ibu mertuanya bertanya seperti itu,namun ia tak ingin membuat ibu mertuanya curiga dan berfikiran aneh pada nya.


"Iya bu,sebenarnya Reihan ingin ke rumah teman,dan sekalian mampir ke sini untuk memberikan oleh-oleh buat ibu dan bapak,"ucap Reihan mengalihkan,sambil menuju mobil untuk mengambil 3 kotak amplang dan baju koko buat bapak,kebetulan Reihan memang membelikan oleh-oleh buat mertuanya di luar kota.


"Masya Allah,terimakasih nak,oiya...ibu titip makanan ya buat Risa,2 hari yang lalu dia sempat cerita,ingin makan sop buatan ibu,tapi karena kalian sudah pulang duluan,ibu baru sempat bikin sekarang, rencana nanti siang ibu mau ke rumah kalian, tapi,karena kamu duluan yang ke sini,jadi ibu titip saja ya,"ucap ibu,tak curiga.


"Baik bu,terimakasih,Kalau begitu Reihan pamit dulu"sahut Reihan.


"Wa'alaikum salam "sahut ibu sambil tersenyum.


Reihan pun,semakin merasa khawatir pada istrinya,karena mendengar 2 hari yang lalu istrinya sudah pulang.


"Berarti Risa sudah pulang 2 hari yang lalu,ada apa dengan Risa?apa yang terjadi?"gumam Reihan, sambil melajukan mobilnya.


Reihan akhir -akhir ini sering keluar kota karena membantu bisnis paman Lana di luar kota,ia selalu berangkat untuk mengantikan paman Lana mengelola proyek nya,paman Lana selalu meminjam kan mobil nya apa bila Reihan berangkat,agar Reihan lebih mudah memantau di sana.


*


*


*

__ADS_1


"Assalamu'alaikum"ucap Reihan yang baru sampai di rumah nya.


"Wa'alaikum salam,"sahut Risa, yang ternyata memang benar,saat ini berada di rumah.


Hati Reihan akhirnya lega,melihat istrinya baik-baik saja,ia tersenyum melihat istrinya yang terlihat semakin hari semakin cantik,5 hari di luar kota ia merasa sangat merindukan istrinya,ketika ia hendak memeluk dan mencium istrinya,tiba-tiba istrinya langsung menjauh dan meninggalkan nya masuk,


Reihan merasa bingung dan keheranan melihat sikap dingin istrinya.


"Sayang,tadi kaka mampir ke rumah ibu,dan ibu nitip ini buat kamu,"ucap Reihan sambil mengangkat dan menenteng rantang di tangan nya.


"Apa ada ka Sarah di sana?"tanya Risa.


"Ada,"jawab Reihan,yang merasa tak curiga atas pertanyaan istrinya,karena memang ia sempat melihat Sarah mengambilkan rantang untuk ibu.


Risa yang mendengar pun semakin marah,karena apa yang di katakan kaka nya berarti benar,suaminya akan menemui kaka nya terlebih dulu dari pada istrinya sendiri.


Risa pun langsung meninggalkan dan tak menghiraukan suaminya,ia tak menyambut rantang yang di serahkan oleh suaminya.


Reihan semakin di buat bingung dengan sikap istrinya.


"Ada apa dengan Risa?"batin Reihan,bertanya -tanya.


Bersambung....


baca episode selanjutnya yaaaa ❤️


jangan sampai lupa,dan kasih like kalian 🙏🏻❤️


Biar author makin semangat ☺️

__ADS_1


__ADS_2