Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Minta Restu


__ADS_3

Setelah mendapat kan pencerahan dari pak kyai, ustadz Reihan akhirnya memantapkan hati nya untuk melamar gadis yang selama ini selalu hadir di dalam mimpi nya.


Ustadz Reihan pun memutuskan untuk memberitahu kan ke pada kedua orang tuanya bahwa ia akan melamar seorang gadis untuk menjadi istrinya.


"Assalamu'alaikum." ucap ustadz Reihan.


Setelah dari rumah pak kyai,ia langsung pulang ke rumah orang tua nya untuk memberitahu kan dan sekaligus meminta restu dari mereka .


"Wa'alaikum salam,Reihan."ucap umi


"Umi,Abi mana.?" tanya Reihan sambil menyalami tangan uminya dengan takzim.


"Abi ada di taman belakang."jawab umi


Reihan pun langsung menuju taman belakang untuk menemui Abi nya, di lihatnya Abi sedang asyik memotong rumput sambil menata tanaman.


"Assalamu'alaikum Abi,"ucap Reihan


"Wa'alaikum salam"sahut Abi sambil menoleh ke arah yang memanggil.


"Reihan kapan kamu datang nak?"tanya Abi sambil mencuci tangan nya dan menghampiri anaknya.


"Baru saja Abi,"ucap Reihan sambil menyalami tangan Abi nya dengan takzim.


"Abi, ada yang ingin Reihan bicarakan sama Abi dan umi."ucap Reihan


"Kalau begitu tunggu sebentar Abi mandi dulu."ucap Abi


"Baik Abi, "sahut Reihan


Umi yang keluar dari dapur, menghampiri anaknya sambil membawa kue dan teh, mereka pun duduk di ruang tamu bersama.


Abi pun yang sudah selesai mandi langsung menuju ruang tamu.


"Bagaimana kabar nya pak kyai?"tanya Abi


"Alhamdulillah kabar beliau sehat Abi,"jawab Reihan"dan beliau titip salam buat Abi dan umi."sambung nya, Abi pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum, Reihan terdiam sejenak.


"Eemm..begini Abi,umi,sebenarnya Reihan ingin meminta ijin kepada Abi dan umi untuk menikah,dan dalam waktu dekat ini Reihan akan melamar nya."ucap Reihan memberitahu.


Abi dan umi pun terkejut mendengarnya, karena setahu mereka selama ini Reihan tidak pernah bercerita kalau dia menyukai seorang gadis ataupun mengenalkannya,padahal begitu banyak gadis-gadis yang ingin mendekati dan mengenal Reihan, bahkan Umi dan Abi sempat menawari Reihan untuk dijodohkan dengan kerabat dekat mereka, namun Reihan menolaknya ,dan tiba-tiba Reihan bicara mau menikah dan melamar ???


"kamu serius nak? dengan siapa?anak siapa? Dari mana? apakah Umi sama Abi mengenalnya,?"tanya Umi, sambil menatap putranya dengan serius.


Reihan tersenyum melihat dan mendengar pertanyaan umi nya yang panjang lebar.


"Dengan seorang gadis yang baik, dan keturunan orang baik Umi,Abi dan Umi belum mengenalnya." jawab Rehan singkat.

__ADS_1


Umi dan Abi saling pandang dan mereka tersenyum,mereka bersyukur akhirnya Putra sulung mereka telah menemukan tambatan hatinya dan sebentar lagi akan menikah


"Baiklah kalau begitu kapan kami akan datang untuk melamar gadis itu,?"tanya Abi.


"Nanti Reihan akan kasih kabar pada Abi dan umi, "sahut Reihan.


Sore harinya Reihan menemui kakak angkatnya yang bernama Yunus,dan menceritakan maksud tujuannya,Yunus yang mendengar pun sangat bahagia dan dengan senang hati dia akan membantu Raihan.


Keesokan harinya Yunus memutuskan untuk melihat gadis yang ingin dilamar Reihan,dia ingin menemui Gadis itu dulu sebelum menemui orang tuanya.


Dia penasaran gadis mana yang sudah mampu merebut dan meluluhkan hati Reihan, sehingga Reihan ingin secepatnya meminang gadis itu.


Yunus pun sudah sampai di tempat di mana biasa gadis itu berada.


"Assalamu'alaikum" ucap Yunus.


"Wa'alaikum salam"sahut gadis itu.


" Bapaknya ada?"tanya Yunus


"Bapaknya lagi belanja sebentar Om di tempat Kong Ahong" jawab Risa sopan.


Ya ternyata Gadis yang selama ini selalu hadir di mimpi Reihan adalah Risa anak Pak Amin.


"Duduk saja dulu Om,mungkin sebentar lagi bapaknya datang"tawar Risa,sambil membawakan kursi plastik dan memberikannya pada Yunus.


"Baik lah "sahut Yunus sambil mengangguk dan duduk.


"Nama saya Risa Om," sahut Risa, sambil memberikan satu gelas minuman kemasan.


"Silahkan diminum Om,"ucap Risa sambil tersenyum ramah.


"Iya.. terimakasih,"sahut Yunus membalas tersenyum.


Gadis yang sangat baik dan sopan, batin Yunus terkesan.


"Jangan panggil om, panggil saya kaka saja,biar agak mudaan dikit.."ucap Yunus sambil tersenyum bercanda, Risa pun ikut tersenyum mendengar nya.


"Risa masih sekolah?" tanya Yunus.


"Risa baru saja lulus om,eh..ka" jawab Risa.


"Apa Risa mau melanjutkan pendidikan lagi?" tanya Yunus


"Emh.. Risa belum tau ka" jawab Risa sambil tersenyum, Yunus pun mengangguk-angguk kan kepalanya.


"Eemm..Kaka,temannya bapak?"tanya Risa penasaran.

__ADS_1


"Iya, saya temannya bapak kamu,kami sering kumpul di majelis Pak kyai dan saya kakak angkatnya ustadz Reihan."sahut Yunus.


"Kamu kenal sama Ustadz Reihan?" tanya Yunus mulai mengarah kan pembicaraan ke arah Reihan.


Risa terdiam sambil mengingat" Ustadz Reihan?" batin Risa.


"Ka Reihan?"tanya Risa memastikan.


Yunus mengangguk.


"Oh.. kalau Kak Reihan Risa kenal, kan Kak Reihan tiap hari mampir ke sini membeli susu beruang dan sering juga datang sama Pak kyai buat belanja, tapi Risa nggak tahu kalau ternyata kak Reihan itu seorang Ustadz"jawab Risa jujur.


"kok gak tau?"tanya Yunus, bingung.


"Soalnya waktu pertama kali Kak Reihan ke sini, Risa panggilnya dengan sebutan Om, terus Kak Reihan bilang jangan panggil Om, panggil aja kakak,jadinya Risa panggilnya kakak, Risa tahu namanya Kak Reihan karena mendengar Pak kyai sering memanggilnya, coba Risa tahu kalau ka Reihan itu ustadz, Risa pasti panggil dengan sebutan ustadz Reihan biar lebih sopan" jawab Risa,polos.


Yunus pun tertawa mendengar cerita dari Risa, ia merasa lucu dengan kepolosan Risa dan juga merasa gemas, masa adik angkatnya yang tampan dan gagah itu dipanggil dengan sebutan Om,padahal masih muda, tapi itulah yang berbeda dari Risa ,dia gadis polos dan apa adanya, jujur dan sopan, Risa juga gadis yang ceria, imut dan cantik, itulah daya tariknya yang membuat orang menyukainya.


"Bagai mana menurut mu tentang ustadz Reihan?" tanya Yunus lagi.


"Emh.. menurut Risa,ka Reihan Baik dan juga sopan"jawab Risa.


"Apa ..?cuma baik dan sopan,?nggak ada kata-kata tampan,?gagah atau apa gitu,?" batin Yunus keheranan.


Padahal di luaran sana banyak gadis yang selalu memuji-muji ketampanan dan kegagahan adik angkatnya itu,mereka berebut untuk mengantri agar bisa mengobrol dan melihatnya,juga berusaha untuk meminta nomor kontak ustadz Reihan, mereka bahkan antusias bila membahas tentang Ustadz Reihan,bahkan adik sepupunya Yunus saja sampai merengek -rengek pengen dijodohin sama Ustadz Reihan.


Sedangkan gadis di depannya ini justru biasa-biasa saja ketika ditanyai tentang ustadz Reihan.


"Sangat unik dan berbeda," batin Yunus.


"Kalau misalnya saya sama Ustadz Reihan mau silaturahmi ke rumah dan menemui orang tua Risa boleh?"tanya Yunus memancing Risa.


"Boleh ka"ucap Risa polos dan tak mengerti maksudnya apa, Yunus pun merasa gemes dengan Risa yang sangat polos dan tidak mengerti dengan apa yang di maksud nya.


"Kalau begitu saya pulang dulu ya, saya titip pesan aja buat bapak,kasih tahu kalau besok pagi, jam 09.00 saya mau bersilaturahmi ke rumah.


"Baik ka, nanti Risa sampaikan,"jawab Risa santai.


"Assalamu'alaikum,"ucap Yunus


"Wa'alaikum salam,"sahut Risa sopan


Yunus pun segera pulang.


Bersambung....


*******************

__ADS_1


Duh...jadi dek-dekan Author...😁😁❀️


lanjut episode selanjutnya yaaaa....☺️


__ADS_2