
Reihan dan Risa pun kembali pulang ke rumah nya bersama Anisa Putri mereka.
"Umi.. kapan dede bayi nya keluar dari perut umi?"tanya Anisa tak sabar, Risa dan Reihan pun tersenyum mendengar nya.
"Masih lama sayang, sekitar 7 bulan lagi"Sahut Risa, sambil mengusap kepala Putri nya.
"Kenapa lama sekali, apa dede bayi nya betah di sana?lalu apa dede bayi nya tidak lapar?"protes Anisa.
"Sayang, Allah menciptakan dede bayi,di dalam kandungan selama 9 bulan 9 hari,lalu Allah akan mengeluarkan nya dari dalam perut umi, dan dede bayi nya akan mendapatkan makanan dari apa yang umi makan,jadi kalau umi kenyang maka Dede bayi yang ada di perut umi juga ikut kenyang" sahut Reihan.
"Oh...begitu ya, apa dede bayi nya perempuan?"tanya Anisa, penasaran.
"Umi dan Abi belum tau sayang,tapi perempuan atau laki-laki sama saja, yang penting dede bayi nya sehat "ucap Risa, sambil tersenyum.
"Semoga dede bayi nya Anisa perempuan "ucap Anisa, sambil mengusap perut umi nya, Risa dan Reihan hanya tersenyum mendengar nya.
"Oiya.. dalam perut aunty Lia ada dede bayi nya juga lho"ucap Risa, memberi tahu Anisa.
"Benar kah umi? berarti dede bayi nya jadi banyak dong"sahut Anisa girang, Risa tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya.
"Yeay...Anisa punya banyak teman"teriak Anisa kegirangan, Reihan dan Risa hanya tertawa melihat putri mereka.
Sampai di rumah Risa pun langsung menghubungi Tina, untuk mengambil buah mangga muda, karena suaminya Reihan sudah meminta ijin kepada habib Hamid, Tina pun sangat bahagia mendapatkan buah mangga muda keinginan nya, dan ia sangat berterima kasih kepada Risa.
"Makasih ya sa, berkat kamu anak yang ada di dalam perut ku,gak bakal ileran lagi"ucap Tina kegirangan.
"Iya sama-sama,tapi jangan suruh suami kamu ngelakuin hal yang aneh-aneh lagi ya"sahut Risa, Tina pun langsung mengangguk kan kepalanya, sambil tersenyum lebar.
"Siap bos"sahut nya, sambil melakukan hormat seperti sedang upacara bendera, Risa pun langsung tergelak melihat tingkah laku teman bar-bar nya itu, sambil menggeleng-geleng kan kepalanya.
"Ada-ada saja kamu Tina"ucap Risa, Tina hanya cengengesan, sedang kan suaminya Gio, dari tadi hanya diam menahan rasa malu atas tingkah istri nya itu.
*
*
*
Di tempat lain.
Reihan dan para ustadz lain serta habib Hamid,bertemu dengan pemilik pondok pesantren cabang terkenal di luar kota, Reihan di minta datang karena ada beberapa hal yang ingin mereka bicarakan,memang jauh-jauh hari mereka sudah pernah memberi tahukan bahwa mereka ingin ustadz Reihan,bisa membantu mereka untuk mengelola pondok pesantren putra,cabang luar kota, yang baru saja mereka bangun.
"Ustadz Reihan,kami sebenarnya sangat berharap kepada anda, agar bisa bergabung bersama kami, untuk membantu mengelola pondok pesantren putra, yang baru saja selesai kami bangun"ucap pemilik pondok pesantren itu.
Reihan pun terdiam,ia sangat bingung ingin menjawab apa, karena dari awal ustadz Reihan sudah lama mengajar dan mengelola pondok pesantren Putri milik Habib Hamid.
Habib Hamid pun mengerti dengan kegundahan hati yang Reihan rasa kan,ia pun tak mau egois mempertahankan ustadz Reihan demi kepentingan pribadi.
"Ustadz Reihan, menurut saya, sebaiknya ustadz Reihan bantu mereka untuk mengelola pondok pesantren yang baru mereka bangun, dan sambil mengelola di sana, ustadz Reihan juga masih bisa membantu pondok pesantren ini, karena tenaga dan fikiran ustadz Reihan masih kami butuh kan"sahut habib Hamid, menengahi, dengan kebijakan dari habib Hamid mereka pun setuju,karena mereka sangat membutuhkan bantuan ustadz Reihan.
"Benar ustadz,apa yang di katakan oleh habib Hamid kami sangat setuju"sahut mereka.
__ADS_1
"Baik lah kalau begitu bib, saya akan menerima tawaran beliau"sahut Reihan, merasa lega.
"Alhamdulillah"sahut mereka bersamaan, mereka pun mengobrol dan saling berbagi ilmu agama satu sama lain.
Mereka meminta ustadz Reihan pindah dalam Minggu-minggu ini,karena mereka pun sudah menyiapkan rumah untuk di tempati ustadz Reihan.
Sampai di rumah Reihan pun langsung menemui istri dan anaknya, yang sedang mengaji.
"Assalamu'alaikum"Ucap Reihan, menghampiri mereka.
"Wa'alaikum salam"sahut Risa dan Anisa.
"Abi, Anisa sudah iqro 2 mengajinya"ucap Anisa, memberi tahu Abi nya.
"Alhamdulillah,anak Abi pintar sekali mengaji nya"sahut Reihan, tersenyum sambil mengusap kepala putri nya.
"Iya, Anisa hebat kan Abi? nanti kalau dede bayi nya lahir,biar Anisa yang ngajarin dede nya ngaji"ucap Anisa, tersenyum lebar, Reihan dan Risa pun mengangguk kan kepalanya, sambil tersenyum.
"Iya dong!kan Kaka Anisa udah pintar ngaji nya,jadi Abi dan umi gak perlu mengajari dede bayi nya,kan sudah ada kaka Anisa yang akan mengajari nya"sahut Reihan, sambil mencubit pipi anak nya gemes, Anisa mengangguk kan kepalanya.
Mereka pun tertawa bersama,tiba-tiba dering handphone Reihan pun berbunyi, Reihan meraih ponselnya dari dalam kantong dan memeriksa nya.
"Siapa bi?"tanya Risa, penasaran.
"Umi yang telpon sayang"sahut Reihan,lalu segera mengangkat handphone nya.
π"Assalamu'alaikum umi"ucap Reihan.
π"Wa'alaikum salam"sahut umi.
π"Karena ada hal yang ingin umi dan Abi bicara kan"ucap umi lagi.
π"Baik umi,besok siang kami akan ke sana" sahut Reihan.
π"Alhamdulillah, baik lah kalau begitu umi dan Abi tunggu besok siang nak"sahut umi merasa senang.
π"Baik umi"sahut Reihan.
π"Assalamu'alaikum"ucap umi.
π"Wa'alaikum salam"sahut Reihan, lalu umi segera mematikan sambungan telepon nya.
"Ada apa sayang?apa kata umi?"tanya Risa penasaran.
"Umi menyuruh kita ke sana besok siang" sahut Reihan, Risa pun mengangguk kan kepalanya.
*
*
*
__ADS_1
Malam hari.
Reihan berbaring di dekat istri nya, sambil memeluk dan ia pun bicara pada istri nya, tentang rencana akan pindah dari pondok pesantren.
"Sayang,tadi siang Kaka bertemu dengan Habib Hamid dan para ustadz-ustadz dari pondok pesantren (xxx) dari luar kota, beserta dengan pemilik pondok pesantren itu,dan mereka meminta Kaka untuk membantu mereka mengelola cabang pondok pesantren putra yang ada di kota ini"ucap Reihan memberi tahu istri nya.
"Lalu apa jawaban kaka?"tanya Risa, mengurai pelukannya,ia penasaran sambil menatap suaminya.
"Kaka menyetujui nya,karena Habib Hamid memberikan ijin nya ke pada kaka,namun kaka akan tetap membantu pondok pesantren ini ketika di butuh kan"sahut Reihan, sambil menarik tubuh istri nya lagi ke pelukan nya,dan membelai rambut istri nya.
"Sayang, sebenarnya tawaran ini sudah lama di sampai kan mereka pada kaka, namun baru sekarang kaka menjawab nya" Risa dia mendengar kan suaminya.
"Sayang,dalam dua Minggu ke depan, kita akan pindah dari sini,karena mereka sudah menyiapkan tempat tinggal untuk kita di cabang pondok pesantren putra"ucap Reihan lagi, Risa terkejut mendengar nya.
"Jadi kita akan pindah?"tanya Risa, sambil mendongak kan kepalanya menatap suaminya, Reihan mengangguk kan kepalanya.
"Iya sayang, apa kamu keberatan?"tanya Reihan, sambil menatap dalam istrinya,Risa pun menggeleng kan kepalanya.
"Tidak sayang, Risa akan ikut kemana pun kaka pergi,dan Risa akan selalu mendukung apa pun keputusan kaka"sahut Risa, sambil tersenyum dan memeluk suaminya lagi,Reihan pun sangat bahagia mendengar jawaban dari istri,ia pun langsung menciumi dan memeluk erat tubuh istri nya.
"Terima kasih sayang ku"ucap Reihan tersenyum, Risa pun mengangguk kan kepalanya dan tersenyum,sambil membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya yang polos tanpa baju,karena Risa selalu mual mencium aroma baju suaminya,al hasil setiap malam Reihan tidak memakai baju,bila hendak tidur bersama istri nya, ternyata hal itu ampuh membuat Risa nyaman dan tidur nyenyak.
(Bagi yang punya suami, author saranin suruh suami nya tidur gak pakai baju ya, biar tidur kalian nyenyak kaya Risaπsoal nya author juga gituπ€π )
"Sayang,boleh kan malam ini kaka jenguk si dede?"ucap Reihan, tangan nya pun mengusap perut Risa, sambil tersenyum nakal,dan menaik turun kan alis nya, Risa pun langsung tergelak melihat nya,ia mengerti maksud suaminya,dan ia pun mengangguk kan kepalanya.
*
*
*
Pagi hari nya, Risa dan Reihan sarapan bersama.
"Anisa belum bangun sayang?"tanya Reihan.
"Belum sayang,habis di bangunin sholat subuh tadi, Anisa kembali tidur lagi,kata nya dia masih ngantuk"sahut Risa,sambil terkekeh mengingat putri kecilnya itu, sholat subuh nya sambil terpejam,karena mulai sekarang Anisa sudah di ajarkan bangun untuk sholat subuh, Reihan pun tersenyum mendengar nya.
"Sayang nanti siang kita jadi kan ke rumah umi?"tanya Risa, Reihan pun mengangguk.
"Iya,jadi sayang, nanti siang siap-siap ya, sehabis kaka mengajar, kita langsung ke sana "sahut Reihan, setelah selesai makan, lalu dia pun pamit pada istri nya untuk mengajar.
"Kaka ke pondok dulu ya sayang, assalamu'alaikum"ucap Reihan, sambil mencium kening dan bibir istri nya.
"Iya sayang, wa'alaikum salam"sahut Risa, mengangguk kan kepalanya dan menyalami tangan suaminya, sambil tersenyum manis.
...****************...
Bersambung
Kasih like dan komen nya yaa,biar author makin semangat πͺβΊοΈ
__ADS_1
Dan jangan lupa baca episode-episode selanjutnya β€οΈ
see you π₯°