Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Kekantor polisi


__ADS_3

2 Tahun kemudian...


"Anisa..Anisa...di mana kamu sayang"panggil Risa, sambil mencari-cari putri nya.


"Ada apa sayang?"tanya Reihan, mendatangi istrinya, yang sedang kebingungan mencari putri nya.


"Sayang, Anisa dari tadi di cariin gak ada, apa sayang liat Anisa?"tanya Risa,sambil menoleh ke kiri dan kanan, mencari sosok anak nya.


"Apa sayang sudah mencari nya di kamar?" tanya Reihan.


"Risa sudah mencari nya di semua ruangan sayang,tapi Anisa nya gak ada, apa..!jangan- jangan Anisa ada di luar rumah?"ucap Risa, langsung panik, dan hendak berlari ke luar, namun dengan cepat, tangan nya langsung di tangkap oleh Reihan.


"Ada apa sayang?"tanya Risa, merasa bingung, sambil menyeritkan alisnya.


Reihan menaruh jari telunjuknya ke mulutnya, lalu menunjukkan jari nya ke arah meja, sambil mengedip-mengedip kan matanya, Risa pun hampir tergelak, setelah tau, putri nya sedang bersembunyi dari nya,karena takut di suruh mandi, namun dengan cepat ia berpura-pura mencari lagi.


"Anisa sayang,di mana kamu nak,apa kamu mau umi belikan es krim?"ucap Risa sambil merayu putri nya,agar mau keluar dari persembunyian nya,karna Risa tau,putri nya paling suka dengan es krim.


"Di sini umi"sahut Anisa yang sedang bersembunyi di bawah meja makan.


"Ya Allah.. sayang, ternyata kamu sembunyi di situ ya" ucap Risa, berpura-pura kaget, sambil berjongkok dan menggeleng-geleng kan kepalanya.


"hi..hi...iya umi"sahut Anisa sambil tertawa, lalu keluar dari bawah meja dan langsung di gendongan oleh Risa.


"Kenapa sembunyi di bawah meja?"tanya Risa, sambil menatap lembut putri nya, Anisa hanya tersenyum.


"Umi,mau es krim?"ucap Anisa, meminta dan memasang wajah imut nya sambil tersenyum.


"Boleh,tapi setelah Anisa mandi dulu ya,Anisa mau kan mandi?"tanya Risa, Anisa terdiam sejenak berpikir,lalu langsung mengangguk kan kepalanya, Risa dan Reihan pun tertawa melihat tingkah lucu putri mereka, yang baru berusia 2 tahun setengah itu.


Risa pun langsung membawa putrinya mandi, dan setelah itu mengajak putri nya membeli es krim kesukaan nya.


"Wah... kelihatan nya enak es krim nya, apa Abi boleh minta?"ucap Reihan, sambil tersenyum menatap putri nya.


"Abi mau?"tanya Anisa, sambil asik menjilati es krim nya, Reihan tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya.


"Minta belikan sama umi"ucap Anisa polos, Risa pun langsung membelalakkan matanya terkejut, dengan jawaban putri nya, sedang kan Reihan langsung tergelak mendengar nya.


"Sayang, ternyata putri kita sudah semakin pintar"ucap Reihan,sambil tersenyum.


"Iya,ternyata anak umi makin pintar ya"ucap Risa, sambil mencubit pipi anak nya pelan, semakin hari anak nya semakin menggemaskan.

__ADS_1


*


*


*


malam hari ketika mereka sudah hampir terlelap, handphone milik Reihan berdering.


"Siapa sayang,yang telpon malam-malam begini?"tanya Risa, yang ikut terbangun, sambil mengucek-ngucek mata nya.


"Teman Kaka sayang,mas Sarif,ada apa ya?" ucap Reihan,ia juga merasa bingung.


πŸ“ž"Hallo.. assalamu'alaikum ustadz Reihan"ucap mas Sarif.


πŸ“ž"Wa'alaikum salam mas Sarif,ada apa ya?"tanya Reihan penasaran.


πŸ“ž"Maaf ustadz Reihan,saya mengganggu malam-malam begini,tapi ini sangat penting, apa ustadz Reihan bisa ke kantor polisi sekarang, karena ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan"ucap mas Sarif, merasa tidak enak, karena saat ini sudah jam 11 malam.


Reihan menyeritkan alisnya merasa bingung, kenapa dia malam -malam begini di suruh ke kantor polisi.


πŸ“ž"Baik lah mas Sarif, sebentar lagi saya akan ke sana"sahut Reihan.


πŸ“ž"Baik lah Ustadz Reihan,saya tunggu,terima kasih sebelumnya, assalamu'alaikum"ucap mas Sarif


"Ada apa sayang?"tanya Risa penasaran.


"Kaka di suruh ke kantor polisi sekarang" sahut Reihan, Risa pun terkejut mendengar nya.


"Astagfirullah,apa sayang ada membuat kesalahan?"tanya Risa,ia bingung kenapa malam-malam begini suaminya di suruh ke kantor polisi, kecuali suaminya memiliki kesalahan, menurut Risa.


"Tidak ada sayang,kaka juga bingung, kenapa mas Sarif meminta kaka ke kantor polisi sekarang"sahut Reihan.


"Kalau begitu kaka siap-siap dulu,dan akan langsung ke sana "ucap Reihan,lalu segera mengganti pakaian nya.


"Apa Risa boleh ikut?"ucap Risa, berharap ingin ikut.


"Sayang, sebaiknya kamu di rumah aja,lagian Anisa sudah tertidur,kasian kalau nanti dia terbangun,nanti sampai di sana kaka akan mengabari mu"jawab Reihan, sambil mengusap kepala istrinya.


"Tapi sayang,Risa takut kalau terjadi apa-apa" ucap Risa, merasa khawatir pada suaminya.


"Sayang, percaya pada Kaka,Kaka yakin tidak akan terjadi apa-apa dengan Kaka,karena kaka tidak salah apa-apa"sahut Reihan, menyakinkan, sambil mengusap pipi istrinya, Risa pun mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


Reihan pun berangkat menuju ke kantor polisi, sekitar 15 menit perjalanan,ia sampai di sana, ternyata ia sudah di tunggu oleh mas Sarif di depan kantor polisi dari tadi, Reihan langsung mengirim pesan pada istrinya, Kalau dia sudah sampai kantor polisi.


πŸ“©"Sayang,Kaka sudah sampai kantor polisi, nanti Kaka kabari lagi ya"pesan Reihan.


πŸ“©"Iya sayang"balas Risa.


"Assalamu'alaikum mas Sarif"ucap Reihan, yang baru keluar dari mobil nya, sambil tersenyum.


"Wa'alaikum salam ustadz Reihan"sahut mas Sarif, sambil tersenyum ramah dan langsung menghampiri,mereka pun saling berjabat tangan,mas Sarif adalah teman akrab Reihan mulai sejak mereka belum menikah,dan mas Sarif adalah seorang anggota polisi.


"Mari ustadz Reihan,kita masuk dulu"ajak mas Sarif,Reihan pun mengangguk dan mengikuti mas Sarif.


"Mohon maaf sekali lagi,karena saya sudah mengganggu waktu istirahat ustadz Reihan saat ini" ucap mas Sarif,merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa mas Sarif"sahut Reihan,sambil tersenyum ramah.


"Begini ustadz Reihan,saya memanggil anda ke sini,karena ingin menanyakan sesuatu yang sangat penting,karena dengan keterangan dari ustadz Reihan,bisa membantu dan memudahkan kami untuk menangani kasus ini"ucap mas Sarif serius.


"Tentang apa itu mas Sarif?dan kasus apa yang bisa saya bantu?"tanya Reihan, semakin penasaran.


"Begini ustadz Reihan,sebenarnya beberapa jam yang lalu,kami telah menangkap seorang wanita, yang telah mencoba melakukan pembunuhan pada suaminya sendiri"ucap mas Sarif,Reihan mendengar kan dengan seksama.


"Astagfirullahal'azhim"ucap Reihan, merasa terkejut.


"Setelah kami interogasi,dia mengaku,selama menikah dengan suaminya, dia selalu mendapatkan kekerasan rumah tangga,bahkan suaminya selalu mengancam akan membunuhnya,dan malam ini mereka bertengkar hebat,sehingga suaminya hendak membunuhnya,dia pun membela diri dengan menusukkan pisau dapur yang ada di tangan nya ke perut suaminya, beruntung suami nya, masih bisa di selamat kan,namun masih kritis di rumah sakit"ucap mas Sarif, menjelaskan.


"Lalu apa hubungannya dengan saya mas Sarif?"tanya Reihan, semakin membuat nya bingung.


"Wanita yang kami tangkap,mengaku bahwa dia sangat mengenal ustadz Reihan,dan ustadz Reihan juga sangat mengenal nya"sahut mas Sarif, Reihan menyeritkan alisnya bertambah bingung.


Reihan bertanya -tanya dalam benaknya, siapa wanita itu? sungguh tak ada bayangan satu pun di benaknya.


"Siapa wanita itu mas Sarif, yang mengaku sangat mengenal saya?"tanya Reihan, merasa tak sabar, ingin mengetahui nya.


"Sebaiknya, ustadz Reihan ikut saya langsung ke sel tahanan,agar ustadz Reihan bisa melihat nya langsung, apa benar wanita itu tidak berbohong pada kami"sahut mas Sarif,lalu berdiri dan mengajak Reihan ke sel tahanan.


Sampai di sana, Reihan melihat seorang wanita yang memakai gamis hitam dan jilbab berwarna biru,duduk dengan menekuk kedua kakinya, sambil menangis, berlahan kaki Reihan melangkah maju semakin mendekati sel itu, ketika wanita itu mendongak kan kepalanya dan menatap nya, bertapa terkejutnya Reihan setelah melihat siapa wanita itu, dan ternyata dia adalah????


Bersambung...


jangan lupa like dan komen nya 😁

__ADS_1


baca episode selanjutnya yaaaa ☺️


see you ❀️


__ADS_2