
Kediaman Daniel
Aisyah seperti biasa menemani adiknya, ibu dan ayah seperti biasa di warung sembakonya, masih dihalaman rumah sih warungnya (hii..hii..hii)
_ponsel aisyah_
💌 Rendy
Aisyah aku lagi otw rumah mu, tunggu aku ya sebentar lagi sampai
Waduh bahaya nih jika Rendy ke rumah. gumam Aisyah takut
📱 Arnold - tidak dapat dihubungi......
Apa mas arnold masih rapat dosen . gumam Aisyah
💌 Aisyah
Mas aku mau kasih tau ke kamu, aku dapat chat dari Rendy katanya dia mau kerumah menemui ku mas.
Aku harap kamu tidak salah paham mas. gumam Aisyah
Tidak lama kemudian ada motor yang terparkir di halaman rumah Aisyah, siapa lagi yang datang kalo bukan Rendy.
"Assalamu'alaikum ayah, ibu" ucap Rendy menghampiri ayah dan ibu Aisyah di warung dan mencium tangannya
"Wa'alaikumsalam, eh nak Rendy kirain siapa" ucap ibu heran
"Aisyah nya ada bu? tanya Rendy senyum
"Sebentar ayah lihat dulu ya" timpal ayah langsung masuk kerumah karena tidak mau ada kesalahpahaman sama menantunya nanti
"Aisyah...Aisyah" panggil ayah tergesa-gesa
"Iya ayah, aku di dapur" jawab Aisyah sedikit teriak
"Nak itu diluar ada Rendy, lebih baik bicara di bangku luar saja ya, ayah tidak mau suami mu salah paham" tutur ayah mengingatkan anaknya
"Nggih yah, Aisyah akan bicara di bangku depan, Aisyah juga tadi sudah chat mas Arnold" ucap Aisyah lembut
Arnold yang baru saja selesai rapat di kampus langsung melihat ponsel ada panggilan tak terjawab dan chat dari aisyah. Arnold langsung telpon balik Aisyah tanpa melihat chat yang masuk.
📱 Arnold
Iya sayang ada apa aku baru selesai rapat
📱 Aisyah
__ADS_1
Ini Bayu mas, mbak Aisyah lagi ngobrol sama temannya di teras rumah
📱 Arnold
Eh Bayu toh, temennya siapa Bay?
📱Aisyah
Kalau tidak salah di lihat dari jendela seperti nya mas Rendy teman lama mbak Aisyah Mas
Arnold langsung mengepalkan tangannya, penuh dengan amarah.
Mau apalagi dia datang kerumah. batin Arnold
"Aisyah aku mau bicara sama kamu" ucap Rendy senyum
"Kita duduk di teras saja Rend, tidak enak kalo di dalam" jawab Aisyah datar
"Aisyah katakan pada ku kalo kamu masih sayang sama aku, karena aku yakin di hati mu masih ada nama ku" tanya Rendy serius dan maksa
"Rend sudah berapa kali aku bilang sama kamu, aku tidak ada rasa apapun, kamu jangan memaksakan suatu hal dong apalagi hati" ucap Aisyah kesel
"Dari tatapan kamu aku yakin masih ada nama ku di hati mu" timpal Rendy tersenyum
"Cukup Rend kita tidak perlu membahas seperti ini, apalagi aku sudah menikah, lebih baik kamu pulang saja" jawab Aisyah semakin kesal
"Kamu semakin ngaco Rend, pulang lah jangan datang lagi kesini" jawab Aisyah emosi
Mobil Arnold datang, Santi langsung membuka pagernya, Arnold turun dari mobil dengan tatapan yang dingin, sebelum dia pulang Arnold sempat-sempatnya mampir ke apotik untuk beli tespek..
"Assalamu'alaikum, ayah ibu dek" ucap Arnold menyalami ayah dan ibu
"Wa'alaikumsalam, tumben sore baru pulang dari kampus?" tanya ayah tersenyum
"Iya yah, lagi ngurus mahasiswa yang akan melakukan skripsi jadi sepertinya sering pulang sore, Arnold ke dalam dulu" jawab Arnold lelah dan tersenyum
"Untuk apa kamu datang ke sini?" tanya Arnold ke Rendy dengan tatapan tajam dan dingin
"Saya lagi memperjuangkan cinta saya yang diambil paksa oleh anda pak Arnold" jawab Rendy pelan dengan tatapan tak kalah tajam
"Rendy kamu bicara apa, ngaco tau ngga, lebih baik kamu pulang dari sini Rend, dari tadi aku kan sudah menyuruh mu pulang" ucap Aisyah kesal
" Iya-iya sayang, aku akan pulang lagian siapa juga yang mau lama-lama melihat laki-laki pemaksa itu" ucap Rendy sengaja mancing amarah Arnold
Arnold hanya diam menahan emosi dengan tangan terkepal tatapan mata nya tidak lepas melihat Rendy, Aisyah merasakan aura suaminya tidak baik dia pun memegang tangan kepalan Arnold mengelus dada suaminya untuk menenangkan.
Arnold langsung masuk ke kamar penuh dengan emosi terngiang ucapan Rendy yang memanggil Aisyah sayang, dan Aisyah santai saja di panggil itu.
__ADS_1
" Aaaarrrgggggg" teriak Arnold meninju tembok
Br***s*k kamu Rendy. batin Arnold
" Ya Allah mas, kamu kenapa?" tanya Aisyah takut melihat tangan suaminya memerah
Arnold mengabaikan pertanyaan Aisyah dia langsung masuk kamar mandi membersihkan dirinya dan menghilangkan stress, 20 menit Arnold di kamar mandi dia langsung duduk bersandar di ranjang memainkan Ipad nya.
"Mas minum dulu" ucap Aisyah mendekati suaminya
"Hmmm" jawab Arnold yang masih emosi
"Mas jangan seperti ini, aku kan sudah info ke mas Arnold jika Rendy mau ke sini kenapa marah sama aku?" tanya Aisyah bingung
Hening, Arnold hanya diam saja
"Mas.. Mas salah aku dimana tolong kasih tau tapi jangan diam begini" timpal Aisyah cemas
Hening, sampai malam Arnold pun tidak mengatakan apapun sama Aisyah, bahkan Arnold memilih tidur dengan Bayu dari pada sama Aisyah,
"Kamu belum tidur dek?" tanya Arnold masuk ke dalam kamar Bayu
"Belum mas lagi ngerasa kurang nyaman dileher" jawab Bayu lelah
"Apa sakit lehernya?" tanya Arnold tenang
"Bukan sakit mas tapi rasanya pegal-pegal begitu" ucap Bayu gelisah
"Sini mas betulin posisi kepala kamu supaya tidak terlalu pegal" ucap Arnold penuh dengan kasih sayang
"Mas tidur disini?" tanya Bayu melihat kakak iparnya sedikit aneh
"Iya, mas akan temani kamu hari ini, kan mas jarang tidur sini lagi karena pekerjaan mas lagi banyak" jawab arnold santai
"Mas tidak sedang berantem dengan mbak Aisyah kan? Masalah tadi Mas Rendy datang" tanya Bayu cemas
"Tidak dek, Mas Arnold tidak berantem dengan mbak mu, jadi tenang saja tidak perlu khawatir" ucap arnold tersenyum mengelus kepala adiknya"
Bayu sudah tidur, Arnold langsung kunci pintu kamar Bayu supaya Aisyah tidak masuk, bener saja Aisyah ingin ke kamar Bayu menemui suami nya, karena dia ingin banget makan sate di luar.
Kenapa di kunci segala pintunya? Apa kamu bener-bener tidak mau aku ganggu mas. gumam hati aisyah sedih
💌Aisyah
Mas Arnold, apa kamu marah sama aku
Tidak ada jawaban sama sekali dari Arnold padahal dia lagi online. Akhirnya Aisyah coba memanggil Santi untuk menemaninya keluar beli sate, Santi mau tidak mau menemai mbaknya padahal dia lagi buat tugas mereka berdua bersiap ganti baju.
__ADS_1
Aisyah menunggu Santi di dekat kamar Bayu, berharap suaminya keluar kamar, nyatanya tidak.