
Malam hari keluarga Arnold sudah kumpul termasuk Khanza, dia sudah didalam kamar habis mandi, Khanza pun belum bertemu dengan ayah bundanya, Khanza juga tidak tau kalo Adi adiknya telah pulang dan sakit
"Lapar juga ya" ucap Khanza pelan berjalam menuju meja makan
"Mau makan non?" tanya bibi Sri
"Iya bi, lapar sekali perut aku ini" jawab Khanza dengan wajah lucu bibi hanya senyum menyiapkan piring untuk anak majikannya itu
"Ayah sama bunda pulang jam berapa bi?" tanya Khanza yang sudah menyuapkan nasi ke mulutnya
"Tadi sore non, sepertinya pada lelah perjalanan cukup jauh" jawab bibi
"Hmm, okdeh, bibi istirahat saja, nanti ini Khanza yang beresin sendiri, aku lagi tidak mau di bantah ya bi" ucap Khanza
Ceklek....pintu kamar terbuka
"Hei, kok makan sendiri" tanya Aisyah mencium anaknya
"Kaka kira ayah sama bunda sudah bobo, makanya ngga kaka panggil, takut ganggu pasti bunda kan cape sama ayah" ucap Khanza
"Bunda temenin ya?" tanya Aisyah, Khanza pun sangat senang di temani bundanya
"Lulus tidak?" tanya Aisyah lagi
"Alhamdulillah aku lulus bunda, aku senang banget tadi pas lihat papan pengumuman ternyata aku lulus, yeeaaayyy" jawab Khanza senang
"Alhamdulillah, bunda yakin itu, jika anak bunda akan lulus, bunda banget sekali dengan kedua anak bunda yang hebat, kaka hebat dalam akademik, adik mu hebat dalam skill lain walaupun akademik juga baik" ucap Aisyah lembut mengelus pundak anaknya
Makasih bunda tidak pernah pilih kasih pada anak-anaknya, maafin Adi ya bunda. Batin Adi
"Bunda" panggil Adi pelan
"Eh ada bocil nyebelin dari kapan kamu disini?" tanya Khanza senang melihat adiknya
"Adi kenapa keluar, mau apa nak?" tanya Aisyah lembut
"Adi lapar bunda" ucap Adi pelan, Aisyah menggiring Adi untuk duduk di meja makan
"Kamu kenapa cil?" ucap Khanza
"Adik mu lagi sakit kak, jangan di ledek terus ya" jawab Aisyah
"Uluh-uluh, adik ku cakit kacihan, cini kaka peluk" ucap Khanza memeluk adiknya penuh kasih sayang dan di balas dengan Adi
"Berarti lebih baik jangan makanan berminyak bun, buatin aja bubur" ucap Khanza perhatian
__ADS_1
"Masa bubur terus kak dari pagi siang sore bubur, aku mau yang lain bun" ucap Adi lemas
"Bunda buatkan ayam pop saja ya, mau?" tanya Aisyah
"Adi mau bun, asal jangan bubur" jawab Adi
"Kaka juga mau dong bun, hihihi" ucap Khanza nyengir
"Siap akan bunda buatkan untuk kalian berdua anak kesayangan bunda" ucap Aisyah senang melihat keduanya kumpul dan akur
Aisyah sibuk membuatkan makanan, kedua anaknya sedang cerita pengalamannya masing-masing.
"Bunda kemana ya? Apa dikamar mandi?" Lirih Arnold "tapi lampu kamar mandi mati" ucap Arnold "aku cek keluar deh" Arnold segera bangun dan keluar
"Ya Allah kalian ngapain malam-malam masih kumpul di meja makan?" tanya Arnold
"Mau makanlah ayah, masa mau main pingpong" jawab Khanza nyengir dan Arnold mencium kedua anaknya
"Ayah kok bangun?" tanya Aisyah
"Ayah cari bunda tidak ada, ayah khawatir makanya keluar" jawab Arnold lembut
"Co cweet" timpal Khanza tertawa
"Ini anak-anak lapar katanya, bunda buat saja nih ayam pop" jawab Arnold
"Ayah mau juga dong bun" ucap Arnold semanis mungkin
"Hmm, ayah ngga boleh makan lagi, makan buah aja tuh" jawab Aisyah tegas
"Pelit banget sih bun, ayah juga kan lapar" ucap Arnold cemberut
"Sekali tidak tetap tidak" jawab Aisyah tidak bisa di tolak, suaminya bete menatap anaknya makan sambil menggoda ayahnya
"Pelit" ucap Arnold ketus
"Memang kenapa bun, ayah tidak boleh makan malam" tanya Adi
"Ada deh,alasannya" ucap Aisyah melirik suaminya
"Kasihan ayah aku, tapi maaf ngga bisa bantu" jawab Khanza tertawa
"Habis makan kalian langsung istirahat, kaka jangan main hp, awas ya kalo ayah dan bunda cek masih main hp, bunda ambil hp nya" jawab Arnold
"Siap ayah ku sayang, muach, aku duluan masuk kamar ya" ucap Khanza "bunda terima kasih makanan nya, muuaacch" Khanza segera masuk kamar
__ADS_1
"Adi juga mau langsung bobo deh" ucap Adi pelan
"Sini bunda bantu" ucap Aisyah mengantarkan Adi ke kamar sedangkan Arnold kembali ke kamar utama
"Bunda maafin Adi ya" ucap Adi menatap bundanya
"Bunda tidak pernah marah sama Adi, jadi Adi jangan salah paham dengan bunda, bunda hanya ingin yang terbaik untuk Adi" jawab Aisyah memeluk anak bungsunya
"Adi istirahat ya, besok bunda buatkan sesuatu biar Adi tidak bosan makannya" ucap Aisyah penuh kasih sayang mencium kening anaknya "selamat malam sayang" ucap Aisyah meninggal kamar Adi
"Bunda kenapa sih ayah ndak boleh makan?" tanya Arnold kesal "ayahkan lapar" ucapnya lagi
"Tadi kan bunda kasih buah ayah, kenapa masih lapar, kenapa ayah ndak boleh makan karena ayah makin berat kalo ada di atas bunda, makanya ayah dilarang makan malam-malam, yang ngerasain ayah berat kan bunda, tiap hari ayah naik terus ke tubuh bunda" ucap Aisyah gemes
"Masa iya, perasaan timbangan masih sama deh" jawab Arnold melihat tubuhnya
"Emang ayah udah timbang" tanya Aisyah
"Belum" ucap Arnodl nyengir
"Ayah mulai olahraga lagi, semakin berat tau" ucap Aisyah "Udah akh sekarang waktunya tidur" ucap Aisyah merebahkan tubuhnya
"Tunggu, ayah belum naik ke tubuh bunda" nyengir Arnold "kita ibadah ya" ajak Arnold
Mereka berdua menjalankan ibadah yang di inginkan suaminya tadi, Aisyah pun sebagai seorang istri memberikannya karena itu kewajiban istri memenuhi suaminya dari mata, perut hingga yang dibawah perut. mereka sudah memiliki anak remaja tapi sikap pasangan ini memang selalu manis seperti gula, bahkan yang lain pun suka heran kok bisa masih saling gombal padahal sudah punya anak remaja, apa tidak malu sama anak, jawabannya tidak malu selagi tidak melakukan di luar batas usia anak-anaknya.
Beberapa hari kemudian Adi sudah seperti sediakala, dan menjadi Adi yang konyol seperti sebelumnya.
"kaka anterin aku yuk" ucap Adi so cool
"Kamu mau kemana?" tanya bunda menatap anaknya
"Aku cuma ajak kaka bukan bunda" jawab Adi senyum manis "ayok kak" panggil Adi
"Iya ayo, mau kemana sih?" tanya Khanza yang penasaran juga "eh tunggu, ngapain kamu tarik kaka ke toilet?" tanya Khanza bingung
"Aku kan ngajak kaka pipis, hahahahahaha" ucap Adi tertawa
"Ngga lucu bocil, garing tau ngga" ucap Khanza kesal
Aisyah yang melihat hanya diam saja tersenyum melihat ke absurd anak laki-lakinya.
"Nyebelin banget tuh bocil, udah serius malah ngajak ke toilet " gerutu Khanza
"Sabar ya kak, adikmu kan memang punya tingkah konyol bin nyebelin" ucap Aisyah menenangkan anak gadisnya.
__ADS_1