
Hari pertama Khanza memulai Sekolah Dasar, anak yang selalu ceria dan semangat, Adiknya yang bernama Adi sudah 3tahun lagi lincah dan banyak yang ingin dia ketahui.
"Kaka sini sarapan, hari pertama sekolah semangat jangan layu oke" ucap Aisyah mencium pipi khanza
"Oke bunda, kaka kan sudah belajar banyak dari bunda dan ayah, caranya berteman dengan baik lalu belajar dengan baik" ucap Khanza senang
"Bunda nanti di sekolah banyak orang jahat ngga sama kaka?" tanya Khanza kembali serius
"Inshaa Allah kalo kita selalu baik dan berpikir positif pasti banyak sayang sama kaka, jadi ..." ucap Aisyah terpotong
"Jadi kalo ada yang jahatin kaka lapor aja langsung sama ayah dan bunda, nanti orangnya ayah kasih hukuman, Oke" ucap Arnold senyum
"Oke ayah" sahut Khanza memeluk Arnold
"Ayah aku maem elur dadal enak" ucap Adi mengunyah dan memainkan sendok
"Wah enak ayah juga mau dong telur dadarnya, bolah ngga?"tanya Arnold gemes sama Adi
"Nda oleh, kan elur uat aku bubun yang ikin" jawab Adi memajukan bibirnya
"Heemm bubun bikin telur dadar buat dede doang" ucap Arnold pura-pura kesel
"Ayah kan ada lendang aging tuh" ucap Adi menunjuk rendang daging
"Sudah, kalo makan jangan ngobrol nanti keselek, kasihan tuh kaka, harus segera berangkat sekolah" ucap Aisyah peringatin Arnold dan Adi
"Adi kut antel kaka kolah ama bubun ayah" ucap Adi senang
"Iya dong nanti kita anterin kaka sekolah, Adi harus cepat tumbuh biar bisa sekolah juga seperti kaka ya" sahut Arnold cubit pipi gembul Adi
"Aw akit tau" sahut Adi kesel memajukan bibirnya
Aisyah, Arnold dan Khanza tertawa bahagia. Di perjalanan menuju sekolah Khanza lebih banyak bertanya ingin tau banyak hal tentang di sekolahan.
"Wah kolah kaka bagus juja, Adi mau dong ayah belajal disini" ucap Adi berbinar melihat sekolah
"Siap, asal Adi cepat tumbuh besar, harus makan yang banyak" sahut Arnold memberi hormat
"Adi boleh kolah sekalang?" tanya Adi melihat Aisyah dan Arnold
"Boleh, tapi tingkatan untuk Adi disebutnya paud" ucap Aisyah senyum
"Bagus sepelti kolah kaka ndak bun?" tanya Adi penasaran
"Ayah segera carikan Adi sekolah yang bagus, aman dan nyaman" jawab Arnold mengelus kepala Adi
"Yeeeyyyy Adi kolah....Adi kolah" teriak Adi senang
"Adi harus jadi anak soleh dan cerdas ya, supaya bisa membantu bunda dan ayah kelak" ucap Aisyah memeluk Adi
Adi hanya mengangguk perkataan bundanya walaupun dia bingung maksud sang bunda.
__ADS_1
Khanza di jemput oleh supir Pak Yono, karena ayahnya masih ada pekerjaan jadi tidak bisa menjemput putrinya.
"Assalamu'alaikum bunda, kaka pulang nih" ucap Khanza happy
"Kumcalam kaka" sahut Adi mencium tangan kakanya
"Bunda mana dek?" tanya Khanza pada Adi
"Agi mandi di kamal tuh" jawab Adi sambil menonton film kartu Mr. Peabody
"Kaka lebih baik mandi juga, jadi pas bunda keluar kaka juga sudah wangi dan cantik" ucap bibi Sri senyum
"Ok bibi" sahut Khanza membentuk jarinya tanda OK
Selesai mandi Khanza langsung tertidur, dia terlalu lelah untuk hari pertama sekolah dari pagi hingga menjelang siang
"Assalamu'alaikum" ucap Arnold senang
"Wa'alaikumsalam, tumben ayah sudah pulang jam setengah 12?"tanya Aisyah mencium telapak tangan suaminya
"Mau makan siang bersama dengan dua bidadari ayah dan satu pangeran ayah" jawab Arnold bahagia mencium telapak tangan Aisyah dan kening
"Tapi kaka belum pulang" ucap Aisyah mengajak suaminya duduk di meja makan
"Loh, belum pulang bagaimana, Pak Yono ada di luar lagi istirahat, berarti kan kaka sudah pulang dong bun" ucap Arnold heran
"Mang kaka dah pulang" sahut Adi minta gendong pada bundanya
"Maksud Adi kaka udah pulang?" tanya Aisyah mengangkat Adi untuk di gendong
Adi hanya mengangguk
"Sudah bu, tadi langsung mandi tapi belum keluar kamar lagi" jawab bibi Sri
"Biar ayah yang cek ke kamar kaka, bunda siapkan saja makan siangnya oke" ucap Arnold mencium kening istri dan anaknya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Kaka sayang" panggil Arnold membuka pintu kamar khanza
"Ulu...ulu ternyata anak ayah bobo" membelai rambut anaknya dan di cium
"Sayangnya ayah bangun yuk, kita makan siang bersama" ucap Arnold lembut mengelus pipi khanza
Khanza menggeliat karena ayahnya mencium seluruh wajahnya
"Ayah" panggil Khanza
"Kita makan siang bersama, sebelum ayah berangkat lagi ke kantor, sini ayah gendong" ucap Arnold menggendong anak gadisnya dengan bahagia
"Kaka dah besal masih endong ma ayah" ucap Adi cemberut melihat kakanya di gendong belakang sama ayahnya
__ADS_1
Arnold hanya mencubit pipi anaknya yang gembul dan gemas
"Kaka udah pulang maaf ya bunda ngga tau sayang" ucap Aisyah menurunkan khanza dari gendongan ayahnya dan menciumnya
"Ngga apa kok bun, tadi pas kaka pulang bunda lagi mandi, akhirnya kaka mandi juga tapi kaka langsung ngantuk dan bobo deh" penjelasan khanza
"Sudah kita makan bersama, ayah harus segera ke kantor lagi" sahut Arnold
"Ayah ndak bisa libul, kelja telus, main sama Adi kapan, ayah dah lupa ama Adi" cerocos Adi kesel
Aisyah dan Arnold hanya saling pandang
Disepanjang perjalanan menuju kantor Arnold terus kepikiran perkataan Adi, dia berpikir selama ini selalu sibuk dan menghabiskan banyak waktu di kantor di bandingkan dengan keluarga kecilnya
Ya Allah, anakku sampai berpikir aku sudah melupakan dia. Gumam hati Arnold
Sampai rapat pun Arnold masih tidak fokus, masih terngiang perkatanan anaknya
"Aku harus segera pulang, Andre pekerjaan semua aku serahkan sama kamu" ucap Arnold menepuk pundak Andre
"Idih mentang-mentang bos seenaknya aja nyuruh, huft, untung kita sodara kalo bukan minta bonus gua" gerutu Andre
Kembali ke rumah Arnold
"Assalamu'alaikum" ucap Arnold senang
"Wa'alaikumsalam" jawab serempak
"Ayah pulang lagi" ucap Khanza memeluk ayahnya
"Ayah mau ajak kalian jalan-jalan sore di alun-alun, Adi mau ikut kan?"tanya Arnold lembut
Adi hanya mengangguk
Alun-alun kota
"Bun, Adi mau tu" pinta Adi pada bunda dan menunjuk jajanan
"Ayah belikan ya, kalian tunggu sini sebentar" sahut Arnold berjalan menuju harum manis
"Wow Adi walna ijo kan Adi cowo, kaka pink aja" ucap Adi senang
"Makasih dek" sahut Khanza mencium pipi Adi
Arnold dan Aisyah bahagia melihat kaka beradik ini akur
"Ayah sengaja pulang buat ngajak main di alun-alun?" bisik Aisyah hati-hati
Arnold mengangguk dan senyum
"Mungkin ayah terlalu sibuk dikantor lupa deh sama anak-anak, makanya hari ini ayah mau lebih fokus sama kalian" ucap Arnold pelan
__ADS_1
"Jangan terlalu di jadikan beban ucapan anak-anak, mereka sebenernya tau jika kamu bekerja untuk mereka juga, toh kita bisa menghabiskan waktu weekend, apalagi kaka sudah sekolah" ucap Aisyah melihat suaminya yang lelah
"Ayah bahagia bila kalian bahagia, jangan tinggalkan ayah ya bun?" tanya Arnold berkaca-kaca