CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
Adi Kembali


__ADS_3

"Kita bawa ke ruang kesehatan terlebih dahulu" ucap ustad Adnan


Arnold segera menggendong anaknya dan menunu ke ruang kesehatan yang tidak jauh dari tempat pak Yayi, Adi diperiksa oleh dokter, karena Adi kemarin sempat cek darah dokter pun bisa menjelaskan penyakit Adi


"Adi terkena typus, jadi harus banyak istirahat dan makanan yang lembut" ucap dokter di pondok


"Apa sudah cek darah dok?" tanya ustad Adnan


"Sudah ustad, kemarin Adi sendiri yang minta cek darah, jadi saya mengikuti keinginan Adi" ucap dokter


"Baiklah terima kasih dokter" ucap ustad Adnan


"Adi sayang, bangun ya nak" ucap Aisyah membelai wajah anaknya


"Adi baik-baik saja bun, jangan khawatir" ucap Arnold menguatkan istrinya "Oh ya ustad Adnan, apa boleh saya membawa Adi pulang kembali ke rumah?" tanya Arnold


"Sebenarnya anak-anak semua sudah menyelesaikan tugas-tugasnya di pondok ini, ada sebagian yang sudah pulang, nah cuma Adi, Rival, dan Fahmi saja yang belum pulang, kami juga tidak tau apa alasannya mereka bertiga belum pulang, kemarin pas ba'da isya saya tanya dengan 3 anak itu mereka jawab masih ada misi yang belum tuntas, mereka juga bilang satu minggu lagi misi baru akan selesai in syaa Allah, mereka juga bilang misi kita masih di jalan Allah kok ustad, makanya saya biarkan mereka disini" tutur ustad Adnan


"Bunda" lirih Adi


"Iya sayang bunda disini, Adi mau minum nak?" tanya Aisyah, Adi hanya mengangguk pelan dan lemas, Aisyah tidak menunggu lama langsung mengambil air buat anaknya.


"Adi pulang sama ayah ya?" tanya Arnold pelan


"Nanti saja ayah" jawab Adi pelan


"Ayah boleh tau apa misi kamu dan temanmu yang bernama Rival dan Fahmi?" tanya Arnold pelasn dan hati-hati


"Hmm Adi..." ucap Adi terpotong

__ADS_1


"Adi jawab ya nak, kalo memang misi kamu baik, ayah pasti akan bantuin kalian" ucap Aisyah lembut membersihkan keringat yang ada di dahi anaknya


"Adi....Adi lagi buat aliran air ayah, dari tanah yang ayah punya, disini tanah ayah ternyata ada sumur, maka dari itu Adi, Rival dan Fahmi buat aliran, karena sudah satu bulan ini air di pondok sering mati" jawab Adi jujur


"Pakai alat apa kalian buat aliran itu?" tanya ustad Adnan penasaran


"Pakai pompa air dan paralon ustad, Adi beli pakai uang yang sering ayah kirim untuk makan dan jajan Adi" jawab Adi pelan


"Masya Allah, mulia sekali kamu nak, tapi seharusnya kamu lapor saja sama ustad jangan bertindak sendiri, pantas saja dua minggu yang lalu air begitu lancar dan deras mengalir apalagi dibagian masjid, terima kasih ya nak" ucap ustad Adnan


"Ya sudah sekarang biarkan Rival dan Fahmi pulang, termasuk kamu juga pulang masalah air dan yang lainnya biarkan ayah yang urus oke, kamu istirahat saja, Rival dan Fahmi orang mana?" tanya Arnold bangga pada anaknya


"Mereka satu kota kok yah dengan kita, lagian mereka pasti akan dijemput 4 hari lagi tidak mungkin orangtua jemput dadakan, pasti tidak bisa cuti" jawab Adi lemas


"Pak ustad boleh saya bawa Rival Fahmi, dan Adi pulang sekarang?" tanya Arnold


"Kamu sudah dengar nak, hubungi temanmu supaya bersiap, kita akan pulang" ucap Arnold mengelus kepala anaknya


"Biar santri Edo saja yang memanggi mereka pak Ustad" tawar salah satu santi


"Baiklah terima kasih" ucap ustad Adnan pada santri Edo


Setelah siap semua Arnold dan yang lain segera bergegas menuju mobil tidak lupa mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada Pondok Pesantren terlebih atas kebaiakan pak Kiyai Husein dan ustad Adnan yang membimbing anaknya dari kecil hingga saat ini.


"Sekali lagi saya ucapkan banyak-banyak terima kasih pak Kiyai Husein Ibu Yayi, serta Ustad Adnan, yang telah mengajarkan anak saya dari kecil hingga saat ini, semoga semua apa yang diajarkan dipondok ini benar-benar melekat di kepalanya, sekali lagi semuanya" ucap Arnold tulus


"Jangan bicara begitu nak, santri disini semua adalah anak saya juga, tidak sulit membimbing Adi yang mudah mempelajari apapun, justru kami mengucapkan terima kasih sudah bersedia membantu mewujudkan untuk membuat usaha para santri, terima kasih atas tanah yang telah di wakaf kan pada kami, kami akan menjaganya dengan baik dan kami pergunakan juga untuk hal baik pastinya" ucap Kiyai Husein


"Itu tidak seberapa dengan jasa yang ada di pondok yang telah di bagi ke anak saya, oh iya pak Kiyai, besok akan ada yang datang ke sini membawa beberapa desain untuk tanah tersebut nanti pak Kiyai pilih langsung dan mereka juga akan langsung mengerjakannya, jadi pak Kiyai tidak perlu repot atau membagi pikiran untuk hal seperti itu, biarkan semua asisten saya yang mengerjakannya" ucap Arnold dan segera pamit, keluarga Pak Kiyai begitu bahagia melihat Arnold

__ADS_1


Dia laki-laki yang baik, semoga Allah melimpahkan rezeki untuk keluarga Arnold Zavier. Gumam Kiyai dalam hati


Selama diperjalanan Adi hanya tertidur dengan tubuh yang lemas, temannya sibuk membaca Al-Quran kecil yang selalu di bawa oleh Rival Fahmi dan Adi, mereka berdua teman yang tulus buat Adi, Arnold pun mengantar kedua temannya sampai rumah, ternyata kedua teman Adi bukanlah dari kalangan berada hanya dari kalangan yang dibilang cukup. Aisyah pun tertidur tidak seperti biasanya dia tertidur tapi Arnold tidak akan marah.


Rumah Arnold


"Bi, pak Yono kemana?" tanya Arnold melihat mobil tidak ada


"Lagi antar non Khanza pak ke sekolah, katanya mau lihat kelulusan dan jadwal wisuda" jawab bibi Sri membawakan koper Adi


Apa Andre tau ini semua. Batin Arnold


"Ayah kenapa bengong, bantuin dong anaknya" ucap Aisyah


"Hah, iya ayah akan bantuin, bunda tolong info Andre apa dia tau hari ini kaka ke sekolah" jawab Arnold cemas


"Kaka pergi ke sekolah?" tanya Aisyah dan dapat anggukan dari Arnold


"Ya Allah lindungilah anak hamba" lirih Aisyah


"Bunda kenapa?" tanya Adi keluar dari mobil


"Tidak apa-apa sayang kamu masuk sama ayah ya, bunda rapihin bagasi dulu" ucap Aisyah tenang


Adi dan Arnold masuk kedalam rumah, Aisyah segera menghubungi Andre, dan ternyata Andre tau semua kegiatan Khanza dari bodyguard yang menjaga Khanza, Aisyah berpesan agar jangan sampai lengah menghadapi Khanza.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terima kasih yang sudah membaca dan memberi komentar serta like untuk cerita Cinta Zavier untuk Aisyah, terus dukung author ya supaya semakin semangat untuk membuat cerita-cerita yang lain.🙏🏼

__ADS_1


__ADS_2