
Diusia Khanza yang memasuki sekolah dasar kelas satu, dan adi masih berumur kurang lebih tiga tahun. Mereka berdua lah yang mengisi kehidupan pasangan suami istri Arnold dan Aisyah.
Aisyah sangat bahagia memili dua anak yang sangat lucu, pandai serta menggemaskan seperti Khanza dan Adi.
Adi dengan sikap baperan, penuh perasaan setiap kali Aisyah berangkat ke kampus, berbeda dengan Khanza yang terlihat cuek saat bundanya menempuh pendidikan.
Sikap Khanza sangat mirip dengan Arnold, pekerja keras dan mau berusaha apabila gagal. Tapi dia juga menjadi anak baik, insyaa Allah soleh dan soleha untuk kedua anak Aisyah.
Setiap hari selalu terdengar suara keributan antara Adi serta Khanza, Khanza lebih banyak mengalah dengan adiknya yang terlalu baperan itu.
Bahkan apabila Adi sakit, dia hanya mau di manja oleh bundanya yaitu Aisyah, seperti saat ini.
"Bunda ajarin kaka mengerjakan PR dong, ada yang kaka tidak pahami" ucap Khanza terlihat lelah mengerjakan tugas yang sulit
"Mana bukunya sini bunda ajarin" jawab Aisyah lembut
"Yang nomor 3 dan 7 bun, kaka sudah itu tapi salah sepertinya" ucap Khanza tenang duduk samping bundanya
Aisyah sedang mengajarkan Khanza sampai dia bisa, Aisyah juga memberikan soal yang sama hanya saja berbeda angkanya, disaat Khanza mengerjakan dan berhasil menemukan jawaban dengan benar, Khanza sangat senang memeluk bundanya.
"Jangan peyuk-peyuk unda aku" teriak Adi baru bangun tidur menghampiri Aisyah
"Kaka hanya peluk dek, ini kan bunda kaka" ucap Khanza polos
"Ndak oleh, ini unda Adi, kaka peyuk Adi aja" jawab Adi memeluk Khanza dengan erat, Khanza pun membalas pelukan Adi
"Emang kenapa kaka ndak boleh peluk bunda?" tanya Aisyah lembut menatap kedua anaknya
"Ndak oleh nda, Adi ayang unda, kaka ayang ayah ja" jawab Adi polos naik ke pangkuan bundanya
"Alhamdulillah, demamnya sudah turun" ucap Aisyah mencium kening dan pipi Adi
"Huh, dasar Adi, itukan bunda kaka juga tau" ucap Khanza tenang
"Api endak oleh egang-egang unda" jawab Adi pada pendiriannya
"Ya...ya suka-suka Adi deh, kaka mau belajar di kamar aja" ucap Khanza masuk ke dalam kamar
"Ihh, gemes anak bunda paling hebat" ucap Aisyah gemas dengan anaknya
__ADS_1
"Ebat cepelti cupel helo kan bun, hiat...hiat" jawab Adi senang memperagakan jurus pencak silat yang dilihat di televisi
"Hahaha, emang Adi mau jadi super hero kenapa?" tanya Aisyah menciumi kedua pipi Adi
"Kan Adi bica again unda, anti alo da olang ahat Adi abil edang ulu, elus Adi ukul, duk duk, hiat angan anggu unda Adi, hiat...hiat" jawab Adi selalu menggemaskan bagi Aisyah
"Masa ada orang jahat Adi ninggalin bunda ambil pedang dulu, orang jahatnya keburu menculik bunda dong" ucap Aisyah senang intraksi dengan anaknya
"Ho'oh, teluc Adi agaiana dong" tanya Adi bingung
"Udah jangan ngomongin orang jahat, bunda takut, lagian disini kan ada ayah dan penjaga jadi aman ndak akan ada orang jahat" jawab Aisyah mengambil tissu basah untu membersihkan tangan Adi.
"Adi au kolah" ucap Adi menatap bundanya dengan wajah lucu
"Pasti Adi sekolah, tapi sekarang Adi belajar sama bunda dulu, kalo sudah cukup usianya baru deh masuk sekolah ya, yuk sekarang Adi makan buah dulu" jawab Aisyah lembut mengajak Adi ke meja makan
"Endong bun" ucap Adi merentangkan kedua tangannya
"Huh, manja sekali anak bunda yang satu ini" jawab Aisyah senang menggendong Adi dan berjalan ke meja makan
"Duduk dengan baik, bunda ambil buah dulu, habis makan buat lanjut makan nasi oke" ucap Aisyah menoel hidup Adi
"oteh ciap un" jawab Adi memainkan sendok dan garpu miliknya, di getok-getok ke meja
"ciap bun" ucap Adi hanya omongan palsu, dia kembali memukul-mukul meja dengan sendok karet yang dia pegang
"Makan dulu buahnya" ucap Aisyah memberikan buah meloh yang dipotong kecil tapi berbentuk bulat seperti bola
"Nakuahelon" jawab Adi susah, mulutnya penuh dengan melon
"Hus, jangan bicara kalo makan, habisin, bunda mau siapin makan buat Adi dan kaka" ucap Aisyah meninggalkan Adi di meja makan
"Assalamu'alaikum" ucap Arnold masuk lewat pintu garasi yang tembus ke dapur
"Wa'alaikumsalam" jawab Aisyah pelan
"Lagi apa?" tanya Arnold mencium seluruh wajah Aisyah
"Hemm, ini lagi siapain makan buat Kaka dan Adi" jawab Aisyah menjauhkan wajah suaminya
__ADS_1
"Buat aku sekalian ya" ucap Arnold meneluk istrinya dari belakang
"Iya, tunggu di meja makan, lepasin jangan begini" jawab Aisyah mencoba melepaskan pelukan suaminya
"Sebentar doang" ucap Arnold santai masih erat memeluk Aisyah
"Nanti ada bibi, ayah lepasin" jawab Aisyah sudah meronta tapi Arnold enggan untuk melepas istrinya
"Ngga ada orang" ucap Arnold pelan membenamkan wajahnya diceruk leher istrinya yang terbalut hijab
"Dirumah ini banyak orang, lepasin, punya suami kok mesum sih" jawab Aisyah kesal
"Hahaha, mesum dengan istri sendiri ndak masalah" ucap Arnold tenang
"Bunda kaka mau makan dong" ucap Khanza sudah berada di belakang Arnold dan Aisyah, Arnold langsung melepaskan pelukannya dan berbalik menatap putri tercintanya
"Anak ayah sini peluk" ucap Arnold memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang
"Kok ayah sudah pulang? ini kan masih siang" tanya Khanza melepaskan pelukan ayahnya
"Ayah kangen sama kaka dan Adi makanya pulang sebentar untuk makan siang bersama, nanti ayah berangkat lagi ke kantor" jawab Arnold santai menggendong anaknya ke meja makan
"Huh, cudah becal di endong" ucap Adi cemberut melihat ayahnya menggendong Khanza
"Adi kan selalu minta gendong sama bunda, berarti kaka minta gendongnya dengan ayah dong" jawab Khanza tidak mau kalah
"Unda" teriak Adi nyaring mau menangis
Aisyah lansung menghampiri Adi.
"Ada apa, kok matanya udah merah begini" tanya Aisyah di depan Adi
"Kaka tu, edek Adi" jawab Adi sudah kembang kempis hidungnya mau menangis
"Hanya bercanda, sudah jangan nangis, bunda siapin makan dulu" ucap Aisyah memberikan pengertian
"Endong bun" jawab Adi merentangkan kedua tangannya
"Sini ayah yang gendong Adi, bunda lagi buat makanan, kaka turun dulu ya" ucap Arnold menurunkan Khanza di bangku meja makan
__ADS_1
"Ndak au, aya akal cama Adi" jawab Adi menangis memeluk bundanya dengan erat
Aisyah hanya pasrah dengan tingkah Adi yang sulit dengan oranglain selain dirinya.