
Tak terasa hari terus berjalan, hari dimana Aisyah akan memulai kembali pendidikannya di salah satu Universitas dan status menjadi Mahasiswi kembali
"Yeaayy bunda hari ini sekolah" ucap Khanza senang
"Ayo kita sarapan setelah itu kita berangkat" ucap Arnold
Hari ini Adi tidak banyak bicara, biasanya bocah laki itu selalu banyak bertanya dan cerita pada bundanya.
"Adi kenapa, hmm?" tanya Aisyah penasaran melihat anak bungsunya diam saja dari tadi malam
Adi hanya menggelengkan kepalanya, tidak mengeluarkan suara
"Mau bunda suapi maem nya?" tanya Aisyah khawatir
Lagi-lagi Adi hanya menggeleng sambil memakan sosis goreng.
Aisyah semakin cemas melihat anaknya.
"Hari ini bunda dan kaka berangkat sekolah bersama, adek sama ayah pergi ke kantor bersama juga yuk hari ini" ucap Arnold melihat kegelisahan Aisyah dan kediaman Adi
Hanya gelengan yang selalu Adi berikan tanpa keluar suara
"Adi kenapa sayang, jangan buat bunda khawatir" ucap Aisyah sedih memeluk anak bungsunya
"Adi ikut kesekolah bunda yuk, nanti pas bunda belajar Adi tungguin sama pak Yono, bagaimana?" tanya Aisyah membujuk
"Aku di lumah ja cama bibi Sli" jawab Adi akhirnya bersuara
Kenapa jadi menyebutnya dengan AKU bukan Adi atau Adek" Gumam hati Aisyah
"Ikut ayah ke kantor mau?" tanya Arnold kasihan melihat anak bungsunya
"Ndak, di lumah aja, bunda cama kaka kolah ja, ayah juja kelja ja, aku di lumah bica main cendili" jawab Adi tanpa melihat orangtuanya dan asik makan sosis
"Bunda janji setelah selesai belajar langsung segera pulang dan kita main bersama ya" ucap Aisyah mencium wajah Adi, tapi Adi seolah tidak peduli
Aisyah dan Khanza berangkat diantar oleh pak Yono, Arnold terpaksa tidak ke kantor dia juga sebenernya sangat khawatir pada Adi, Arnold memilih menemani anak bungsunya, dari nonton tv, main dan belajar
Kampus
"Hai, kamu anak baru ya di kampus ini, kenalin nama aku Resya" sapa seorang perempuan itu
__ADS_1
"Aisyah" ucapnya
"Kita satu kelas lhoo, aku disini juga baru satu minggu boleh kita berteman, aku disini belum punya teman" ucap Resya
"Boleh, dengan senang hati" sahut Aisyah tersenyum
"RESYA!!" teriak seorang laki-laki
Lho kenapa mukanya mirip. Gumam hati Aisyah
"Apa sih RASYA, ganggu saja kamu" ucap Resya
Ya Rasya adalah saudara kembar dari Resya, mereka berdua kembar perempuan dan laki-laki, Rasya dibilang cukup tampan dan menjadi idola kampus Resya pun tak kalah cantik dengan wanita yang ada di kampus.
"Papi dan mami sudah memberi peringatan pada kita, jangan mudah berteman dengan orang asing" ucap Rasya ketus
"Adeehh, cape aku Ras itu terus yang kamu bilang, gimana aku mau punya teman di kota ini" jawab Resya malas
"Kamu tau kan kita orang baru di kota ini jadi harus berhati-hati bila mau berteman, kalo kamu tidak nurut sama aku, aku akan bilang ke mami dan papi, agar kamu dikirim ke rumah grandma di KL" ancam Rasya kesal
"Apa-apa kamu selalu ngadu sama papi dan mami, aku hanya ingin punya teman Ras, dan aku berkenalan sama Mbak Aisyah karena Mbak Aisyah juga anak baru dan dia satu kelas dengan ku apa salah aku ingin memiliki teman dan keluarga baru" ucap Resya menangis
Aisyah yang melihat perdebatan adik kaka itu hanya terdiam dan bingung sampai akhirnya dia bersuara
"Rasya" jawab nya singkat
"Oke Rasya, percayalah saya bukan orang jahat yang ada dalam pikiranmu, tapi kamu wajar bersikap tegas pada Resya karena ingin melindunginya, jadi biarkan saya dan Resya berteman"
"Bisa saja kamu pura-pura baik pada adik saya, dan hanya ingin mengambil dan menguras harta keluarga saya" sindir Rasya ketus
"Astaghfirullah, saya tidak ada niat jahat pada adikmu atau keluargamu sedikitpun, kenal dengan keluarga mu saja saya tidak tau" ucap Aisyah tenang
"Resya sudah jangan menangis lagi, saudara mu hanya khawatir dengan dirimu, dia menyanyangimu, dia tidak ingin kamu terluka ataupun celaka" ucap Aisyah kembali
"Aku hanya ingin punya teman disini mbak Aisyah" ucap Resya lirih
"Kita pulang Resya" ucap Rasya menarik tangan adiknya dengan paksa
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Assalamu'alaikum, pangeran bunda" ucap Aisyah mendekati anak dan suaminya dan mencium wajah Adi dan Adi pun tertawa geli
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam" ucap Arnold dan Adi
"Ayah tidak ke kantor?" tanya Aisyah mencium tangan suaminya
"Tidak, ayah ingin menemai Adi sampai dia tenang hatinya" jawab Arnold mencium tangan istrinya juga lalu kening Aisyah dengan lembut
"Adi sudah maem sayang" ucap Aisyah lembut
"Lum bun, kata ayah tunggu bubun" jawab Adi memainkan pesawat-pesawatan
"Adi mau maem apa? Bunda masakin ya" tanya Aisyah antusias
"Mau maem telul" jawab Adi senyum
"Istirahat dulu baru sampai" perhatian Arnold
"Tidak apa ayah, bunda senang kok, apalagi melihat Adi senyum, bunda dari pagi kepikiran karena Adi sedikit berubah kan sebelum bunda berangkat ke kampus" ucap Aisyah sendu
"Sudah jangan di pikirkan, kita bisa jalankan ini semua, asal bunda yakin dengan jalan kehidupan keluarga kita saat ini, jangan pernah ada rasa khawatir berlebihan dan jangan pula ada rasa senang yang berlebihan, itu sangat tidak baik" ucap Arnold penuh sayang menatap istrinya
"Aduh makin gemes dan semakin cinta deh" ucap Arnold kembali mengecup hidung istrinya
"Bagaimana kuliah hari ini, ada hal baru atau apa?" tanya Arnold mengelus pipi istrinya
"Alhamdulillah lancar, walaupun hati gelisah kepikiran sama Adi" jawab Aisyah tersenyum
"Oh iya tadi bunda juga kenalan dengan seseorang, dia duluan sih yang ngajak berkenalan, namanga Resya sepertinya dia gadis baik, dan ternyata Resya itu punya kembaran laki-laki namanya Rasya, sepertinya mereka baru tinggal disini deh yah" ucap Aisyah dan menjelaskan apa yang terjadi di kampus antara Resya dan Rasya
"Sepertinya mereka memang perantau dan baru di kota ini, buktinya si cowo sangat khawatir pada adiknya, pake segala nuduh kamu mau ngambil hartanya" ucap Arnold lucu
"Menurut ayah, bunda harus bersikap bagaimana dengan Resya?" tanya Aisyah menatap suaminya
"Jika niat bunda baik ingin menjadikan Resya teman tidak masalah, mungkin saja dia benar-benar butuh sosok teman yang bisa memberikan nasehat baik" jawab Arnold mengecup kening istrinya
"Ayah, umi ustadzah sudah datang belum?" tanya Khanza sudah cantik memakai baju muslim dan Adi memakai baju koko dan sarung terlihat gemas
"Belum sayang, mungkin sebentar lagi, sini duduk dekat ayah dan bunda" ucap Arnold memangku Khanza dan Adi di pangku Aisyah
"Bubun kolahnya selu?" tanya Adi melihat bundanya
"Alhamdulillah seru, yang namanya belajar pasti seru" ucap Aisyah mencium wajah Adi
__ADS_1
"Hihihi...geli bubun" ucap Adi tertawa