CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
Membujuk Aisyah Kuliah


__ADS_3

"Bicara apa sih ayah ini, sudah jangan mikir yang aneh dan berat" jawab Aisyah mengelus pipi Arnold


"Bun, Adi mau naik kincil angin, naik ke atas telus nanti diatas diem kincil nya bisa liat lumah-lumah pendek" ucap Adi tertawa


"Ayo kita naik itu" sahut Arnold menggendong Adi


"Yeeyy Adi di endong ayah, Adi telbang bun” ucap Adi tertawa senang


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kebahagian keluarga Arnold dan Aisyah sangat lengkap dengan kehadiran 2 buah hati yang sangat mereka cintai.


Kediaman Arnold (Kamar Utama)


"Sayang" panggil Arnold lembut mendekati istrinya di tempat tidur


"Iya ayah" sahut Aisyah tersenyum


"Hmm, apa kamu tidak ingin melanjutkan kuliah lagi?" tanya Arnold menatap Aisyah dengan lembut dan penuh cinta


"Aku kuliah lagi? Lalu anak-anak bagaimana?" tanya balik Aisyah


"Dirumah kan ada bibi Sri dan pak Yono, kita juga bisa bagi tugaskan, aku ingin kamu melanjutkan pendidikan" jawab Arnold mengelus pipi istrinya


"Aku belum yakin, dan aku takut anak-anak kekurangan kasih sayang dari orangtua karena kita terlalu sibuk" ucap Aisyah yang khawatir


"Lagian kamu kenapa ingin sekali aku melanjutkan pendidikan?" tanya Aisyah penasaran


"Supaya istri tercinta ku ini bertambah ilmunya menjadi luas, dan anak-anak kita akan menjadi cerdas juga seperti bundanya ini cerdas akan pendidikan dan kehidupan nyata" jawab Arnold mencium hidung Aisyah gemas


"Ayah tidak takut jika bunda menjadi orang cerdas?" tanya Aisyah


"Tidak tuh, ayah senang jika bunda mengejar mimpi-mimpi bunda, ayah orang yang paling bahagia karena bisa mewujudkan mimpi bunda" jawab Arnold tulus dan lembut


"Ayah yakin walaupun bunda menjadi orang cerdas bahkan orang sukses sekalipun, bunda tidak akan meninggalkan ayah karena lelaki lain, dan bunda akan tetap berbakti sama suami mu ini yang masih banyak sekali kekurangan, dan ayah percaya bunda tidak akan lalai dalam mengurus ayah, kaka dan adek" ucap Arnold kembali

__ADS_1


Aisyah hanya menganggukan kepala, dan mengelus wajah suaminya yang terlihat lelah.


"Kita istirahat, besok kita lanjut bicaranya" ucap Aisyah lembut mencium pipi Arnold


"Aku sayang dan cinta sama kamu, jangan pernah tinggalkan aku, jika aku ada salah tolong dinasehati dengan kelembutan hatimu, jadikan kelebihan ku sebagai kebahagian untuk mu dan jadikan kekurangan ku untuk kamu mendapatkan pahala yang berlimpah" ucap Arnold memeluk erat Aisyah dan mencium kening Aisyah


Aisyah sangat terharu dengan kata-kata yang di lontarkan suaminya, tidak ada kata penyesalan menikah dengan Arnold Zavier, sesungguhnya dia begitu perhatian dan menomor satukan keluarga daripada pekerjaannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah pemikiran yang cukup menguras otak, akhirnya Arnold mendaftarkan kuliah untuk istri tercinta, Arnold sengaja membiarkan Aisyah melanjutkan pendidikannya tidak ada maksud lain, dia hanya ingin istrinya menjadi orang yang sukses dalam keluarga, serta karir atau impiannya.


Arnold pun meyakini dirinya tidak akan pernah malu jika suatu saat di anggap rendah oleh orang bila istrinya jauh lebih maju di bandingan dirinya.


"Bunda, Ayah sudah daftarkan kamu kuliah ke jenjang berikutnya, dan minggu depan kamu sudah mulai beraktifitas" ucap Arnold semangat dan mencium kepala istrinya


"APA!! Ayah kenapa tidak bicara sama bunda, lalu kapan ayah mendaftarnya, bunda belum siapa dan anak-anak bagaimana?" tanya Aisyah memberondong pertanyaan


"Hihihi...pertanyaan bunda kebanyakan ayah bingung jawabnya" jawab Arnold terkekeh


"Tenang sayang, kita masih bisa memberikan kasih sayang penuh untuk kedua buah hati kita" jawab Arnold lembut mengelus kepala istrinya


"Percayalah anak-anak akan selalu baik-baik saja dan akan selalu sayang sama kita, karena apa yang kita lakukan juga untuk masa depan mereka kelak, ayah juga punya keinginan untuk Adi, dia harus masuk pesantren, ayah tidak ahli agama jadi minimal salah satu anak kita harus pandai agamanya, bunda setujukan jika Adi nanti kita masukin pesantren?" Penjelasan dan pertanyaan Arnold sungguh-sungguh


"Iya ayah, tapi bunda pasti saat merindukan Adi jika dia masuk pesantren" jawab Aisyah sendu


"Kita tidak memasukan Adi pesantren sekarang kok bunda, ayah juga masih ingin memberikan kebahagian untuk mereka, ya mungkin saat setelah lulus SD, jadi lanjutnya ke pesantren, ayah juga akan bicara sama Kaka dan Adek kalo bunda minggu depan sudah masuk sekolah lagi" ucap Arnold terkekeh menyebutkan bundanya sekolah lagi


Aisyah hanya cemberut mendengar keusilan suaminya yang sama menyebalkan dengan anaknya yang bernama Adi, ya Adi walaupun masih bocah tapi dia suka sekali usil dengan bunda dan kaka nya, terkadang sampai membuat kakanya menangis karena di ledekin olehnya, padahal umur Adi masih berusia 3 tahun kurang lebih,, entah kenapa anak itu selalu bersikap konyol. Setelah berdiskusi dengan Aisyah ke esokan harinya Arnold memberi tau pada kedua anaknya.


"Kaka, Adek. 3 hari lagi bunda mau sekolah sama seperti kaka" ucap Arnold lembut menatap kedua anaknya


"Napa bunda kolah agi?" tanya Adi menatapnya bingung


"Supaya bunda bisa menjadi bunda yang baik dan selalu mengajarkan adek dan kaka hal-hal yang lebih baik lagi" jawab Aisyah lembut memangku Adi

__ADS_1


"Kaka tidak apa-apa jika bunda sekolah lagi, berarti kan yang sekolah bukan hanya kaka doang tapi bunda, terus nanti adek juga akan sekolah, jadi kita semua sekolah deh" ucap Khanza senang dan tersenyum manis


"Adek bagaimana?" tanya Arnold menatap anak bungsunya


"Dede ma capa di lumah?" tanya balik Adi


"Nanti adek bisa ikut ayah ke kantor atau bermain sama bibi Sri dirumah, bagaimana?" jawab dan tanya Arnold


"Adek mau kolah" jawab Adi merasa sedih karena kaka dan bundanya bisa sekolah


Aisyah dan Arnold saling pandang, bingung dengan anak bungsunya seolah enggan ditinggal bundanya


"Bunda janji kok sama adek dan kaka, bunda akan tetap memperbanyak waktu bersama kalian, bunda juga tetap mengajarkan kaka belajar, adek belajar dan bermain" ucap Aisyah lembut sekali di telinga Arnold dan anak-anaknya


"Janji ya bun?" tanya Adi melihat bundanya


"Bunda janji sama Adi dan Khanza, tapi adek dan kaka harus jadi anak yang cerdas dalam ilmu pendidikan dan juga ilmu agama ya" jawab Aisyah senyum


Adi dan Khanza hanya mengangguk menandakan mereka mengizinkan bundanya untuk sekolah lagi, saat mereka sedang mengahabiskan waktu weekend nya tiba-tiba Adi berbicara


"Bunda cayang Adi ndak?" tanya Adi tiba-tiba sambil melihat tv


"Tentu saja bunda sangat-sangat sayang sama adek dan kaka, kenapa adek bicara begitu" jawab Aisyah heran


"Ndak, apa, ngeng...ngeng" ucap Adi sambil memaikan mobilannya


Aisyah terdiam memikirkan perkataan Adi yang tiba-tiba itu.


"Jangan di pikirkan, semua akan baik-baik saja sayang" ucap Arnold berbisik


Aisyah mengangguk dan tersenyum.


"Aduh ayah meleleh melihat senyum bunda seperti itu, jadi ingin ngajak ke kamar" ucap Arnold pelan terkekeh


"Dasar omes" sahut Aisyah cepat mencubit perut suaminya

__ADS_1


"Omes sama istri sendiri tidak apa-apa bun, malah berpahala pula" ucap Arnold gemas melihat istrinya memanyunkan bibir


__ADS_2