
"Papih jahat sekali dengan Mas Arnold, apa karena dia hanya anak yang papi temukan makanya papih rela memberikan kepada teman papih" ucap Resya kesal
"Maafin papih, baru sekarang papih bisa bercerita sama kalian, karena selama ini selalu di halangi oleh Arnold, dia takut kita akan bercerai berai, tapi papih tidak tahan terus menerus melihat Arnold memanggil papih dengan sebutan Om" ucap Abimana sedih
"Semoga mamih bisa menerima ini semua" ucap Abimana khawatir
"Pih jujur mamih tidak marah dengan Arnold ataupun papih tapi mamih kecewa papih memberikan anak papih kepada teman papih sendiri, dimana hati papih" ucap mami Resya
"Tante, maaf saat itu mungkin pilihan papih Abimana sulit, dan papih harus meneruskan hidupnya yang lebih..."ucap Arnold terpotong
"Lebih hancur, baru menikah seminggu semua harta sudah habis oleh perempuan itu" ucap mami Resya
"Tapi saya senang kalo memang ternyata Arnold anak kamu, dan berarti aku sudah mempunyai cucu yang cantik dan ganteng" ucap mami Resya memeluk Khanza dan Adi
"DIA BUKAN CUCU KALIAN" ucap seorang laki-laki datang dan menghampiri Arnold dan yang lain
"ALMAHENDRA!"lirih Abimana
"Abi dan Umi ada disini juga" ucap Aisyah mendekati dan mencium tangannya orangtuanya di ikuti oleh Arnold dan kedua anaknya
"Sedang apa kalian ada disini, Abi dan Umi kerumah kalian, kata bi Sri kalian makan malam di luar" ucap Abi Mahen ketus
"Iya Abi, kita di undang makan malah oleh papih Abimana" ucap Arnold gelisah
"PAPIH? kamu anak Abi bukan anak dia" ucap Abi Mahen emosi
"Abi sabar jangan emosi ada anak di bawah umur" ucap Umi mengelus lengan suaminya
"Mahendra saat itu kan saya menitipkan ke kamu jadi Arnold juga putra ku" ucap Abimana tenang
"Orangtua mana yang tega menitipkan anaknya demi perempuan malam yang tidak jelas asal usulnya" ucap Abi Mahen menahan amarahnya
"Kita pulang Arnold Aisyah, bawa kedua cucuku sekarang" ucap Abi mahen tegas menatap tajam Abimana
"Abi tolong jangan seperti ini, Arnold mohon kita bisa menjadi keluarga bih"ucap Arnold memohon
"Almahendra kamu jangan egois dong, Arnold juga putra ku, kalo aku tidak menitipkan dia padamu, kamu bukan siapa-siapa dia juga kan, kita berdua ini bukan lah orangtua kandung dia, berarti kita pun tidak berhak juga atas diri Arnold" ucap Abimana santai
"Tapi aku dan istriku yang memberikan kasih sayang dari umur 8 tahun hingga dewasa, aku lebih lama dengannya di bandingkan kamu, kamu hanya 4 tahun mengurusnya" teriak Abi Mahen
Anak-anak terlihat takut, akhirnya Abimana mengalah dan membiarkan Arnold Aisyah serta Khanza Adi untuk pulang ikut Almahendra. Ada rasa sedih saat Almahendra tidak mengizinkan Arnold menemui Abimana, tapi Abimana juga tidak mau egois merebut Arnold.
"Maafkan papih Nak" lirih Abimana
"Sabar pih, kita masih bisa menemuinya, teman papih itu kan katanya tidak tinggal di daerah ini masih banyak kemungkinan untuk menemuinya, apalagi Resya satu kampus dengan istrinya Arnold, sabar ya pih"ucap mamih Resya mengelus lengan suaminya
Kediaman Arnold
__ADS_1
"Bunda ajak anak-anak tidur dikamar kita boleh? Biar tidak terdengar suara apapun dari luar, perasaan bunda tidak enak yah" ucap Aisyah cemas
"Iya boleh, bunda juga langsung istirahat saja ya, biar ayah yang bicara sama Abi dan Umi Mahen" ucap Arnold mengelus kepala istrinya yang terbalut hijab
Diruang keluarga
"Dari kapan kamu ketemu laki-laki itu" tanya Abi Mahen pada Arnold
"Baru kemarin, lalu papih ngajak makan malam bersama"jawab Arnold tenang
"JANGAN PERNAH PANGGIL DIA PAPIH ARNOLD!"teriak Abi Mahen kesal
"Astaghfirullah, Abi sabar jangan teriak seperti itu, yang di katakan Abimana itu ada benarnya, jika saja Abimana tidak menitipkan Arnold dia tidak akan pernah ada dalam kehidupan kita, Abi jangan egois, Abimana pun berhak atas Arnold dia penolong pertama Arnold, Umi harap Abi bisa mengerti itu dan berpikir dewasa, anak-anak kita sudah pada dewasa dia tau mana yang baik dan tidak baik, jadi Umi mohon jangan ada keributan di antara keluarga kita, Abi tidak boleh melarang Arnold untuk menemui Abimana" tutur Umi lembut
"Nak, istirahatlah Abi dan Umi akan menginap malam ini saja besok kita di rumah Eyang Tasya" ucap Umi kembali
Dalam Kamar Utama
"Ayah kenapa sedih" tanya Aisyah memegang wajah suaminya
"Kenapa jadi begini sih, dan kenapa Abi Mahen terlihat benci sekali dengan papih Abimana" jawab Arnold memeluk istrinya
"Kita tidak tau apa yang terjadi waktu papih Abimana menitipkan ayah pada Abi Mahen, sudah ya jangan sedih lagi kasihan anak-anak tuh kalo denger kamu nangis nanti di sangka hantu" ledek Aisyah tersenyum
"Masa ganteng begini dibilang hantu" ucap Arnold cemberut
"Ayah masih bisa dapat jatah ngga?" goda Arnold senang melihat Aisyah malu-malu
"Ikhh inget nih ada dua makhluk kecil sedang bobo, jangan macem-macem" ucap Aisyah menarik hidung mancung suaminya
"Di karpet bawah bisa sayang dan masih luas tuh" tunjuk Arnold pada permadani di lantai
"Bobo aja nanti kesiangan bangun" ucap Aisyah mulai rebahan
"Sayang nih si jojon sudah bangun harus di buat tidur juga" ucap Arnold sambil mengarahkan tangan Aisyah ke intinya
"Ayah ku sayang kondisinya tidak tepat, kalo anak-anak bangun bagaimana?"tanya Aisyah cemas
"Ngga akan bangun kita kan di karpet dan ngga terlihat dari sini, lagi pula kan kita di tutupi selimut sayang" ucap Arnold menghirup leher istrinya
"Hmm, ya sudah iya, tapi jangan lama-lama, takut anak-anak ke ganggu jadi bangun pula" ucap Aisyah pasrah
"Oke bunda ku sayang" sahut Arnold menuntun istrinya dan segera melakukan kewajiban sebagai pasutri
Setelah pertemuan pada waktu itu, papih Abimana mencoba tidak menemui Arnold, dia khawatir akan berseteru kembali dengan teman lamanya Almahendra, Arnold pun ingin keluarga Almahendra tenang tidak memikirkan kembali kejadian yang pernah ada, bahkan Arnold rela tidak komunikasi sementara dengan papihnya.
Sabar Arnold pasti kamu bisa menghadapi ini semua dan bisa menyatukan pertemanan mereka kembali. Monolog Arnold
__ADS_1
"Ada apa ayah?kok makanannya hanya di aduk-aduk saja" tanya Aisyah lembut
"Hmm, ayah hanya kepikiran papih Abimana, bagaimana keadaan sejak kejadian beberapa minggu yang lalu bun" jawab Arnold lesu
"Kamu tenang saja, inshaa allah papih Abimana bisa mengerti kondisi dan situasi saat ini, banyak-banyak berdoa" ucap Aisyah
"Sini bunda suapi ayah, biar ayah semangat kerja hari ini" ucap Aisyah kembali
Arnold pun sangat senang karena istrinya selalu bisa mengerti dan paham kondisi yang sedang di hadapi, dia pun tidak menolak saat Aisyah akan menyuapinya.
"Mesra sekali, hihihi" ucap Khanza terkikik
"Ayah sepelti anak ecil, suap nda" sahur Adi cemberut dan cemburu
"Ayah kan juga mau di manja sama bunda seperti Kaka dan Adi"ucap Arnold
"Tapi ndak oleh tiap hali, Adi ndak da yang suapi"ucap Adi kesel
"Bunda akan suapi kesayangan bunda semua, jadi jangan saling iri, oke sayangnya bunda" ucap Aisyah lembut
"OKE BUNDA" serempak
Kediaman Abimana
"Papih kenapa?"tanya Rasya dingin
"Tidak ada apa-apa, papih hanya sedang memikirkan pekerjaan saja" ucap Abimana
"Jangan bilang papih memikir kan anak pungut papih" ucap Rasya ketus
"Rasya jaga bicara mu Nak" ucap Mami Resya
"Mih, aku tau papih sayang sama anak pungut itu, tapi papih juga punya anak kandung mih yang wajib papih pikir kan juga, jangan hanya anak pungut itu terus yang di pikirkan sampai papih sedih dan galau" ucap Rasya kesal
"Ini nih orang yang selalu sok, makanya Resya tidak suka debat dengan Rasya, tengil" sahut Resya ketus
"Diam kamu, tidak perlu ikut nimbrung omongan orang jika tidak paham bahasa manusia"teriak Rasya
"Ya iya anak sok" ucap Resya malas
"Udah akh mam pih Resya berangkat ke kampus, kalo bertemu dengan mbak Aisyah akan Resya tanya keadaan Mas Arnold seperti apa" ucap Resya kembali dan meninggalkan rumah
"Rasya, mamih mohon jaga sikap dengan papih kamu, jangan beri beban pikiran tambahan, papih tetap peduli sama kita Rasya hanya saja dia selalu merasa bersalah di masa lalu nya, jadi mamih minta kamu tidak menjelekan siapa pun di depan mamih dan papih" tutur mami Resya
"Terserah mamih saja, asal mamih tidak di sakiti oleh papih" ucap Rasya meninggalkan rumah
Ya Allah, maafkan hambamu ini yang penuh dosa kepada istri dan anak-anak hamba, berilah keluarga hamba kebahagian dan mudahkam segala urusannya. Batin Abimana
__ADS_1