
"Bibi kalo ada apa-apa segera hubungi saya, bibi terus sama ibu jangan sampe mencar-mencar, paham kalian berdua" ucap Arnold tegas dan mendapat anggukan dari bibi Sri dan Aisyah
Disaat Arnold dan anak-anak mencari cemilan pagi kue-kue pasar, tak di duga Intan ternyata ada di situ.
"Zavier" teriak Intan antusian berlari dan memeluk Arnold
"Intan lepaskan" ucap Arnold yang terus meronta
"Tante lepasin ayah kita" ucap Khanza menarik baju Intan
"Iya tante itu ayah aku, jangan peluk-peluk ndak baik, kata pak usatd ndak boleh pelukan kalena bukan mahlom, dosa tante" ucap Adi berhasil membuat Intan melepaskan pelukannya
"Hai bocah, masih kecil udah jago nasehati orang kamu" ucap Intan memegang rahang Adi dan langsung mendapat dorongan dari Arnold
"Jangan pernah sentuh anak-anak saya jika kamu mau selamat Intan" bentak Arnold marah
Di sebrang jalan
"Ibu, itu bapak lagi marah-marah sama wanita, ayo bu kita kesana" ucap bibi Sri panik, Aisyah pun yang melihat langsung berlari menuju suami dan anaknya
"Ayah tahan emosi, ini di jalan umum, jangan permalukan diri kamu sendiri" ucap Aisyah lembut mengelus dada suaminya, Arnold melihat kedatang Aisyah dan mengelus dadanya sedikit tenang
"Oh jadi ini istri kamu Vier, kampungan dan rendahan sekali" ucap Intan ketus
Tidak lama kemudian ada mobil hitam mendekati Aisyah dan bibi Sri serta anak-anak, mereka orang suruhan Andre untuk selalu mengikuti Aisyah bahkan mereka juga sempat merekam saat Intan menyakiti Adi buat sebagai bukti suatu saat nanti.
"Bi Sri dan anak-anak tolong masuk ke mobil" ucap alex bodyguard anak-anak
"Kalian siapa?" tanya bibi Sri takut
"Kami diutus untuk menjaga aden Adi dan nona Khanza serta Ibu Aisyah, kami di perintahkan langsung oleh tuan Andre" ucap alex datar
Aisyah yang melihat bibi Sri dan anak-anak di hadang dengan orang seragam hitam pun panik dan lari menghampiri serta meninggalkan suaminya
"Kalian siapa lagi?" tanya Aisyah khawatir
"Kami hanya di utus oleh tuan andre, nyonya bisa langsung bicara dengannya, ini ponselnya" ucap alex
"Halo. Andre ini kamu, benar menyuruh mereka?" tanya Aisyah
__ADS_1
"Iya, biarkan Adi dan Khanza serta bibi pulang dengan alex, kaka ipar tolong tetap di sisi abang saja, jangan sampai terjadi sesuatu, Andre menuju lokasi kaka sekarang" jawab Andre tenang
Anak-anak dan bibi Sri bawa langsung oleh alex dan yang lain, Aisyah segera melangkan menuju suaminya kembali.
"Ayah kita pulang saja" ucap Aisyah pelan
"Kita lihat saja siapa yang akan menang membawa Zavier, saya atau kamu upik abu" ucap Intan sinis
"Jaga ucapan kamu Intan, manusia berwujud iblis seperti kamu tidak selevel dengan istriku. Jadi jangan pernah bicara atau menyakiti istriku. saya bisa berbuat jahat pada kamu" ucap Arnold tegas
"Sekali saja Vier kamu hargai perasaan aku" teriak Intan emosi
"Saya menghargai perasaan kamu? Dengan mengorbankan perasaan istri saya, hanya suami BODOH yang melakukan itu" ucap Arnold penuh penekanan "dan hanya wanita yang tidak memiliki martabat yang hanya bisa mengganggu hubungan orang apalagi pasangan suami istri, rendah sekali harga diri kamu Intan" ucap Arnold dingin
"Ayah sudah kita pulang saja, dari tadi kita dilihatin banyak orang, rumah tangga kita bukan untuk dipertontonkan seperti ini" ucap Aisyah lembut mengajak suaminya
"Kamu ngatain aku tidak bermatabat dan merendahkan aku Zavier, aku akan adukan ini semua ke Umi dan Abi kamu, kalo istri bodoh kamu ini sudah melukai ku" ucap Intan tersenyum licik dan meninggalkan Aisyah serta Arnold
"Breng.."ucap Arnold terpotong "Istighfar ayah jangan bicara kasar, setan lagi menguasai dirimu" ucap mengelus dada suaminya
"Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah, maafin ayah ya bunda" ucap Arnold pelan
"Sudahlah kita pulang, dan hubungi Andre tidak perlu kemari" ucao Aisyah menuntun suaminya menuju parkiran mobil
Rumah
"Adi, kamu dimana?" teriak Arnold mencari anaknya
"Ayah, kenapa teriak begitu" ucap Aisyah mengikuti langkah kaki suaminya menuju dalam
"Adi sayang, mana sini ayah lihat wajah kamu" ucap Arnold cemas
"Memang wajah Adi kenapa?" tanya Aisyah bingung
"Bibi, Ambilin air kompres, cepetan" ucap Arnold keras
"Tadi wajah ganteng Adi di giniin bun cama tante jelek itu" ucap Adi dan menirukan perlakuan yang di dapat, Aisyah mau tersenyum dengan ucapan Adi tapi dia pun panik
"Astaghfirullah, jadi wanita itu melakukan kekerasan juga sama Adi" ucap Aisyah duduk samping suaminya
__ADS_1
"Mana bi air kompresnya" ucap Arnold langsung mengambil kompresan
"Sini sayang ayah kompres dulu, ini agak biru, kalo sakit bilang ya" ucap Arnold lembut, Adi pun angguk-angguk saja
"Aw kok cakit bun" ucap Adi berkca-kaca
"Sini bunda pangku sayang, kalo Adi mau nangis boleh kok" ucap Aisyah kasihan
"Kalo Adi nangis belalti Adi bukan anak laki dong, kata bunda dan ayah kan Adi halus kuat ndak boleh cengeng" ucap Adi sungguh-sungguh
"Sekali ini Adi boleh kok nangis" ucap Arnold sendu "ayah kompres lagi ya"
"Bunda, Adi lapal tau, tadi kue Adi kan tumpah cama tante itu" ucap Adi menatap bundanya
"Iya kaka juga dek" ucap Khanza menunduk
"Astaghfirullah, kenapa ayah bodoh sekali sih kalo kalian tadi tidak jadi makan" ucap Arnold kesal menyalahkan dirinya sendiri
"Assalamu'alaikum, keponakam uncle Andre yang ganteng dan yang cantik seperti pangeran dan bidadari, wow" ucap Andre tersenyum
"Wa'alaikumsalam" jawab serempak
"Lihat nih, uncle bawa makanan buat sarapan dan bawa kue-kue yang enak, ini kue jajanan uncle waktu masih kecil" ucap Andre senang
"Wow, kaka mau dong, kaka lapar nih uncle" ucap Khanza senang dan menuju meja makan
"Adi juja mau uncle" ucap Adi
"Ayo semua kita sarapan terlebih dahulu, karena kita semua harus bahagia dan butuh tenaga" sahut Andre dengan gaya sok cool
Mereka semua menuju meja makan dan memulai makan makanan yang di bawa Andre, Khanza makan dengan semangat karena lapar, Aisyah dan Arnold kurang semangat.
"Aww cakit bunda" teriak Adi saat mau memasukan makanan rahangnya terasa sakit
"Sini sayang mana yang sakit" ucap Arnold menghampiri kursi Adi
"Mulut Adi cucah buat buka dan buat gigit, hiks..hiks" jawab Adi mulai menangis, Arnold terlihat frustasi anaknya menangis, Aisyah segera menenangkan Arnold dan Adi
"Bibi, tolong minta tolong pak Yono belikan bubur dekat Masjid, isinya bubur, kerupuk dan ayam saja" ucap Aisyah ramah "oh iya bi, ini buah Adi di jus, biar mudah masuk mulut"
__ADS_1
Arnold dan Andre lagi diskusi di taman belakang, mereka lagi membahas tentang langkah yang akan di ambil agar Intan tidak berbuat nekat terhadap keluarga Arnold. Sangat sulit karena Intan punya Abi dan Umi Mahen yang menyanyanginya.
Adi bisa makan dengan bubur yang mudah masuk mulut tanpa di kunyah, jus juga sudah masuk kedalam tubuhnya, Adi tidak mau lepas dari pelukan bundanya tapi itu tidak membuat Khanza iri, justru Khanza senang bunda juga akan perhatian dengannya, Aisyah bukanlah pemilih, apalagi itu anaknya sendiri pasti di perlakukan dengan sama penuh kasih sayangnya walaupun diantara mereka ada yang tidak sehat.