
"Kenapa dia terus meneror aku, apa salah aku sama dia" ucap Aisyah pelan serak
"Maafkan ayah, bunda" ucap Arnold sesegukan menangis memohon ampun pada istrinya menciumin tangan istrinya "ayah bodoh membiarkan mereka terus meneror bunda, maafkan ayah" ucap Arnold gemetar
Aisyah merasa kasihan dengan suaminya yang menyalahkan dirinya sendiri, dia pun tidak tega apalagi Arnold bersujud dikaki Aisyah semakin Aisyah merasa kurang ajar sama suaminya "Ayah bangun jangan seperti ini, tidak pantas ayah" ucap Aisyah mengangkat kepala suaminya dari kakinya
"Ayah salah, ayah bodoh ayah membunuh anak ayah sendiri secara perlahan, maafin ayah" ucap Arnold yang tidak terlalu jelas karena menangis dan serak
"Bangun ayah, mungkin itu bukan rezeki kita saat ini" ucap Aisyah menguatkan mental suaminya, akhirnya Arnold melepaskan kaki Aisyah dan memeluk Aisyah sangat erat
Saat pak Yono dan bibi Sri balik dari kantin di koridor bertemu dengan keuarga Ayah Daniel.
"Kakek Niel" panggil Adi senang
"Sayang cucu kakek, kamu dari mana, ruangan bunda dimana?" tanya ayah Daniel tidak sabar
"Disana pak Daniel tapi kalo bisa jangan di ganggu dulu karena ibu dan pak Arnold masih syok" jawab bibi Sri
"Syok kenapa? Ada apa?" tanya ibu Laras panik
"Kakek Niel kata bu doktel adik Adi meninggal, pas bunda tidul ayah nangis telus, pas bunda bangun bunda juja ikut nangis cama ayah, makanya Adi di ajak jajan cama bibi Sli dan pak Yono" ucap Adi sedih di pelukan sang kakek
Keluarga begitu kaget dengan penuturan Adi, keluarga Almahendra pun sudah mengetahui kondisi mantu dan calon bayinya yang keguguran membuat semua keluarga sedih.
"Assalamu'alaikum" ucap keluarga ayah Daniel
"Wa'alaikumsalam"jawab Arnodl dan Aisyah
__ADS_1
"Ayah, ibu Bayu Santi, kalian baik-baik saja" ucap Aisyah senang melihat keluarganya sehat wal afiat
"Kita semua baik-baik saja kenapa kamu sampai seperti ini nak" ucap ibu sedih memeluk Aisyah
"Kamu harusnya fokus sama kondisi kamu, tidak perlu mikirin yang lain" ucap ayah Daniel menguatkan diri
"Ayah, jangan menyalahkan Aisyah, dia tidak salah, Arnold lah yang salah tidak bisa menjaga anak dan cucu ayah ibu" ucap Arnold menangis dan bersujud di kaki ayah Daniel dan Ibu Laras, mereka berdua kaget dengan tingkah mantunya yang tiba-tiba menjadi rapuh, ayah Daniel langsung memberikan Adi pada Bayu
"Nak jangan seperti ini, semua ini sudah kehendak sang maha kuasa" ucap Ibu membangunkan mantunya agar berhenti bersimpuh
"Iya nak, bangunlah" ucap Ayah Daniel tidak tega dan tidak ridho mantunya bersimpuh seperti itu, Aisyah yang melihat tingkah suaminya sedih, pasti suaminya sangat frustasi, bibi Sri pun tidak bisa menahan tangisnya
"Sekali lagi maafin Arnold ayah, ibu" ucap Arnold gemetar
"Cukup-cukup, bangun nak, tidak baik seperti ini" ucap ayah membangunkan mantunya agar berdiri
"Semua ini sudah ada garis dan catatannya, kalian menghindar sekeras apapun jika takdirnya Aisyah harus keguguran itu sudah takdir Allah, kalian banyak berdoa mohon ampun pada pemilik langit dan bumi ini, bersujudlah di atas sajadah kalian, bukan pada kami" ucap ibu Laras menepuk pundak Arnold
"Aisyah jangan banyak pikiran, pikirkan bagaimana caranya kamu sembuh, dan pulih kembali untuk memberikan pendidikan untuk kedua anakmu, apapun masalah yang akan datang dihari esok nikmati dan jangan mengeluh, jika Arnold punya kesalahan kamu ingatkan sebagai seorang istri dan sebaliknya jika kamu yang punya salah suami mu berhak menasehatimu, berpikirlah dewasa setiap menghadapi masalah yang silih berganti, dalam rumah tangga harus ada air dan api, jika salah satu ada yang menjadi api maka air bersiaplah untuk memadamkan apinya, jangan sampai di Dasim itu senang melihat rumah tangga hancur, bangkitlah kalian berdua" ucap ayah tenang
"Terima kasih ayah, ibu, atas nasehatnya dan ini akan Arnold selalu simpan dan Arnold pelajari dalam menjalankan rumah tangga dengan Aiyah" ucap Arnold mencium tangan kedua orangtuanya lalu berjalan mendekati Aisyah memeluk hingga erat tubuh istrinya yang masih ringkih
"Maafin ayah, bila ayah banyak salah dengan bunda, ayah belum bisa jadi suami dan ayah yang baik buat kalian, maafin ayah" bisik Arnold ditelinga istrinya
" Kita jalani dari awal lagi, kita sama-sama memperbaiki diri, kita jadikan kedua anak-anak kita agar menjadi orang yang berguna untuk semua orang, kita didik mereka bareng-bareng dan kita berikan kasih sayang sebanyak-banyaknya untuk mereka, bunda juga minta maaf karena kecerobohan bunda ini semua terjadi" ucap Aisyah pelan
"Sudah cukup pelukannya, ini Adi ayah dan ibu bawa pulang yo kasihan disini, Khanza juga kasihan sendiri dirumah" ucap ayah Daniel
__ADS_1
"Arnold jagain Aisyah saja ya bu, ayah, titip anak-anak dirumah" ucap Arnold
"Muga-muga kowe sesuk mulih, nak" ucap ayah Daniel memeluk anaknya
"Nggih ayah,, ndongakaken mugi-mugi Aisyah sesok sehat" ucap Aisyah senyum
"eseman, putri ayah yen eseman ayu" goda ayah Daniel
"Wis, bocahe isih lara nggodha" ucap Ibu Laras mengajak suami dan kedua anaknya pulang
Keluarga Almahendra mohon maaf belum bisa menemui Aisyah, mereka semua sedang melakukan pengobatan Eyang Tasya di London, jadi mereka hanya bisa komunikasi lewat videocall, Abi Mahen pun berjanji akan memberikan belajar kepada Intan Prameswari dan keluarganya dengan cara mencabut saham disalah satu perusahaan yang ada di Amerika, memilik saham tertinggi Abi Mahen dan akan di pasti perusahan tersebut gulung tikar.
"Ayah, Abi Mahen jangan terlalu bablas membalas perbuatan Intan" ucap Aisyah tidak tega
"Sudahlah biarkan saja Abi mau melakukan apapun, karena iblis itu bunda ada di rumah sakit ini" jawab Arnold kesal dengar nama Intan
"Itu sama saja kita dendam ayah, biarkan saja dia dapat hukuman dari Allah langsung, seperti Rendy dan Sandra dulu" ucap Aisyah membuat Arnold tersedak
Hukk..hukk
"Ayah minum hati-hati dong" ucap Aisyah mengelus punggung suaminya
Kamu tidak tau aja sayang kalo mereka aku sekap dan aku jadikan pekerja di salah satu tempat yang jauh, daerah pelosok. Gumam hati Arnold
"Kenapa jadi bahas dua orang itu sih" tanya Arnold pura-pura bete
"Bukan ungkit masa lalu, tapi kan bener, mereka ndak ada kabar bagai di telan bumi, tanpa kita membalas apapun pada mereka, jadi lebh baik Intan pun begitu" ucap Aisyah polos
__ADS_1
"Baiklah nanti ayah akan bilang sama Abi Mahen, sudah jangan pikirin itu lagi" ucap Arnold bete
"Suamiku bete?" Goda Aisyah tersenyum.