CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
ADIBA KHANZA ZAVIER & ADIPATI ZAVIER PUTRA


__ADS_3

10 tahun kemudian kini Khanza sudah menjadi gadis remaja sudah akan lulus SMA, dengan beberapa prestasi yang diraih dari SD, SMP dan SMA, Aisyah dan Arnold sangat bangga pada putri mereka yang cerdasnya melebihi rata-rata, Aisyah dan Arnold akan mewujudkan cita-citanya menjadi Dokter Spesialis Bedah, Khanza anak yang jarang mengeluh dari SD. Mereka tinggal menunggu hari kelulusan ADIBA KHANZA ZAVIER putri tersayang dari ARNOLD ZAVIER & AISYAH AYUDIA.


ADIPATI ZAVIER PUTRA anak laki-laki dari Arnold dan Aisyah yang dari SD hingga SMP berada di pondok pesantren, ya Adi pun sedang mempersiapkan ujian akhir di pondok pesantren, Adi pun termasuk anak yang humble dan mudah akrab dengan orang yang baru dikenal, dan masalah pendidikan Adi memang tidak secerdas Khanza tapi bukan berarti Adi anak yang bodoh, Adi hanya diberi ilmu agama lebih dibandingkan Khanza, menurut Arnold suatu saat Adi akan menjadi kepala keluarga makanya harus diberikan ilmu agama sedikit banyak dibandingkan Khanza, Khanza mendapatkan ilmu agama dari guru mengajinya yang setiap seminggu dua kali akan datang kerumah hingga saat ini, Arnold dan Aisyah tidak ingin anaknya lupa akan pelajaran agama, makanya hingga saat ini selalu ada ustadzah yang datang untuk mengajarkan Khanza tentang agama. Arnold yang sudah terlanjur janji pada Adi setelah menyelesaikan dipondok ini akan memindahkan ke sekolah biasa, dan akan tinggal bersama dengan ayah, bunda serta kakaknya.


Rumah Arnold bukanlah rumah mewah seperti orang-orang kaya pada umumnya,masih rumah yang sama saat anaknya masih pada kecil, rumah sederhana ini yang dipenuh rasa cinta dan duka sekaligus. Arnold dan Aisyah selalu memberikan kasih sayang sepenuhnya pada kedua anak mereka, tapi tidak juga menjadikan kedua anaknya untuk bersikap sombong dan malas-malasan.


Adi dan Khanza memang sangat manja pada ayah dan bundanya, tetapi mereka juga mandiri karena sudah dari kecil di didik oleh Aisyah dan Arnold harus bertanggung jawab tentang apa yang di miliki, seperti hal kamar tidur Khanza kini merapikan tempat tidurnya sendiri tanpa bantuan oranglain, ayahnya selalu berpesan "kamar tidur itu adalah ruangan privasi, jadi biasakan agar orang lain tidak masuk ke dalam kamar tersebut, ayah dan bunda pun jika masuk harus meminta izin terlebih dahulu pada kaka, jadi ayah harap rapihkan sendiri, jika perlu bantuan cukup panggil bunda jangan yang lain". inilah pesan sang ayah pada anak-anaknya termasuk Adi pun didik seperti itu.


"Ayah, Khanza kangen" ucap Khanza memeluk ayahnya


"Hai bidadari ayah, bagaimana ujian akhir kemarin, lancar?" tanya Arnold


"Alhamdulillah sanagt lancar, ini semua berkat ayah dan bunda, Khanza senang mempunyai orangtua yang hebat seperti kalian" ucap Khanza bahagia mencium pipi ayahnya


"Alhamdulillah" ucap Arnold dan Aisyah tersenyum padahal waktu kecil Khanza tidak manja, tapi setelah remaja menjadi gadis manja, Arnold dan Aisyah pun tidak masalah, manjanya Khanza masih di bilang normal


"Ayah, bunda Adi kapan pulang?" tanya Khanza sambil sarapan


"Adikmu masih fokus ujian akhir, nanti pihak sekolah akan memberi kabar jika semua anak didiknya bisa pulang dengan syarat ya hafalan Al-Qur'an pengulangan" ucap Arnold lembut


"Ayah sama bunda dulu kenapa sih masukin Adi ke pondok, kan kasihan" tanya Khanza sedih


"Kasihan mana bila ayah dan bunda suatu saat telah tiada, lalu ternyata anak bunda semuanya nakal dan tidak bisa memberikan mahkota untuk ayah" tanya balik Arnold


"Iya sih, tapi aku sebenernya kan kesepian, Adi pegang handphone pun ada waktunya tidak bisa setiap saat" ucap Khanza sendu


"Setelah ini kalian puas bertemu, asal jangan buat keributan saja di rumah ini" ucap Aisyah meledek anaknya, bila bertemu seperti tikut dan kucing, ketika berjauhan saling rindu


"Bunda ngeledekin aku" ucap Khanza cemberut


"Ayah mau tanya sama kaka boleh?" tanya Arnold  senyum


"Boleh, asal jangan susah-susah pertanyaannya" jawab Khanza memakan puding


"Kaka sudah punya pacar?" tanya Arnold senyum

__ADS_1


Pertanyaan Arnold membuat Khanza terbatuk Hukk..hukk  "pertanyaan macam apa itu" ucap Khanza salting


"Jawab saja pertanyaan ayah mu" ucap Aisyah senyum lembut


"Tidak lah ayah, bunda, mana mungkin aku pacaran, bisa-bisa cita-cita ku pupus jika harus menikah terlalu dini" ucap Khanza serius


"Bunda waktu nikah masih kuliah" ucap Aisyah mengingat masa lalu


"Ih, itu kan bunda bukan kaka" ucap Khanza serius "Lagian tadi kan ayah sendiri yang ingin di akhirat memakai mahkota, jadi untuk apa aku pacaran nambah dosa aja, sama ayah dan bunda aja dosa aku masih banyak, terus pacaran, ya Allah berapa puluh kilo dosa aku" jawab Khanza kesal dengan pertanyaan kedua orangtuanya, Arnold Aisyah hanya tersenyum melihat tingkah anaknya


Tring!!! Ponsel Aisyah berdering tanda masuk videocall


Aisyah tersenyum melihat nama yang tertera diponselnya


📱Anakku Adipati


Assalamu'alaikum bunda, i miss you, i love you muaachhh


📱Bunda tersayangku


"Woy lebay kau" teriak Khanza pada Adi


📱Anakku Adipati


Idih sana akh wajah kaka merusak kecantikan wajah  yang ada di bunda, hus..hus


📱Bunda tersayangku


"Aku juga cantik kali woy" ucap Khanza


📱Anakku Adipati


Sudah sana aku mau lihat wajah bunda bukan lihat wajah kaka, bosen aku lihat wajah kaka, kasih ponselnya ke bunda


📱Bunda tersayangku

__ADS_1


Iya bawel ikh" ucap Khanza


Ada apa? Sama kaka sendiri masa begitu


📱Anakku Adipati


Biarin akh bunda, bunda doain aku, ujian sudah selesai besok tinggal setoran hafalan saja


📱Bunda tersayangku


Kirain baru mau ujian, ternyata sudah, bunda akan selalu mendoakan anak-anak bunda yang terbaik.


Sama ayah ndak minta doa nih


📱Anakku Adipati


Minta doa sama ayah dan bunda, ayah sudah janji lho aku boleh sekolah SMA biasa tidak dipondok lagi, ayah harus tepati itu


📱Bunda tersayangku


Emang pernah ayah ingkar janji sama kamu


📱Anakku Adipati


Hehehe tidak pernah, ayah dan bunda ku memang spesial, You are the greatest parents and different from the others. Adi is getting more and more in love with you. muachhh


📱Bunda tersayangku


Belajar yang benar, nilai harus meningkat ya Nak


📱Anakku Adipati


Siap bunda, bunda sudah dulu ya waktunya habis nih, Assalamu'alaikum, i love you more. Muchh...muchh bye...bye


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Maaf ya para pembaca jika tiba-tiba sudah 10 tahun😁. maklumlah namanya juga cerita. sengaja di percepat ceritanya biar ada cerita lainnya seperti kisah Adi dan Khanza remaja, kasihan kalo mereka kecil terus, dan tetap berikan like dan komen ya. terima kasih telah bersedia membaca cerita Keluarga Zavier (Cinta Zavier untuk Aisyah). ikuti terus setiap babnya ya.🙏🏼


__ADS_2