CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
Bercengkrama


__ADS_3

Hari yang ditunggu oleh keluarga Abimana tiba dimana Rasya Bragjawiguna akan melakukan Ta'aruf dengan Rahayu Putri sahabat dari Aisyah.


"Semoga setelah melakukam Ta'aruf dan terus belanjut sampai kepernikahan ya sayang dan menjadikan kamu orang yang semakin dewasa" ucap mamih bahagia


"Doain Rasya terus ya mih, pih, dan selalu dukung Rasya, jangan tingkan Rasya setelah Rasya menikah, dan sepertinya Rasya membatalkan proses Ta'aruf ini" ucap Rasya serius


Arnold, Aisyah, Resya, Mamih dan Papih Abimana sangat kaget dengan penuturan Rasya yang ingin membatalkan Ta'aruf


"Jangan bercanda kamu Rasya" ucap Arnold kesal


"Ish jangan marah dulu lah dengarkan aku dulu" ucap Rasya


"Gimana orang ngga kesel lu bicara seperti itu membatalkan, jangan bikin malu keluarga lah" teriak Resya emosi


"Sabar...sabar punya keluarga seperti ini" ucap Rasya tenang


"Begini ya aku memang ingin membatalkan proses Ta'aruf ini, tapi aku mau langsung lamar saja biar segera langsung menuju ke pernikahan, bukan kah niat baik harus di segerakan?" Ucap Rasya menatap semua orang dan tersenyum


"Kamu yakin Rasya?" Ucap Aisyah menatap tajam Rasya


"Jelas aku yakin, 2 hari ini aku bener-bener mencari petunjuk sama sang penguasa langit dan bumi ini, Alhamdulillah sudah dapat jawabanya, dan di dalam mimpi aku, aku menikah di tanggal 25 Mei ini itu sangat jelas angka 25 MEI, jadi aku memutuskan akan langsung melamar, apakah mamih siap mempersiapkan keperluan untuk lamaran sore hari nanti?" tanya Rasya


Semua orang hanya kaget dengan penuturan Rasya, selama ini Rasya adalah anak yang bodo amat, cuek, dingin dan petakilan bila dengan orang yang dia kenal.


"Hai bagaimana mamih kok malah pada diam, ya kaka ipar bantuin juga lah mamih siapin ini itu kamu juga Res" ucap Rasya kembali penuh semangat

__ADS_1


"Aku siap bantu kok" ucap Aisyah tersenyum


"Aku juga demi kaka ku tersayang" ucap Resya semangat


"Oke mamih akan persiapkan semuanya dari sekarang" ucap mamih bahagia


Semua keperluan lamaran sudah siap, Aisyah bahkan membawa pihak ayah Daniel untuk meramaikan acara lamaran ini. Alhamdulillah acara lamaran Rasya di sambut baik oleh kakak dan ibu dari Putri, keluarga Putri sangat senang karena anak gadisnya akan segera menikahz apalagi calon suami yang akan mendampingi Putri dari keluarga baik-baik dan mempunyai saudara sahabat Putri yaitu Aisyah.


Setelah lamaran selesai dan penentuan pernikahan pun sudah di tentukan oleh kedua belah pihak dan mereka sepakat bila pernikahan Rasya dan Putri akan digelar secara mewah di sebuah hotel ternama di Kota S, berhubung ini adalah acara sakral dan pertama bagi Abimana, Abimana pun berniat mengundang semua kolega bisnisnya yang terbilang cukup banyak. Jadi bisa di bayangkan betapa mewahnya nanti acara pernikahan Rasya dan Putri.


Arnold dan keluarga kembali kerumah masing-masing, sebab mereka juga tinggal menunggu hari baik untuk Rasya dan Putri, tidak lupa juga Arnold selalu menggoda Resya untuk segera menentukan pilihan pendamping hidupnya, jika Resya tidak bisa mencari sendiri maka Arnold bersedia dengan senang hati mencarikan untuk Resya, tetapi Arnold masing ingin sekali menjodohkan Resya dengan seseorang yang sudah pernah gagal menikah dan seseorang tersebut sudah memiliki satu anak perempuan.


Resya masih enggan menerima usul Arnold untuk menikah dengan seorang laki-laki yang pernah gagal dimasa lalu nya apalagi mempunyai buntut, menurut Resya untuk mengurus diri sendiri aja dia belum baik apalagi harus mengurus anak kecil yang sudah sekolah SD, yang di bayangkan Resya adalah dia sangat kerepotan dan tidak akan pernah sanggup. Tapi entahlah jodoh kan ada di tangan Author saat ini. Hehehehe


"Ayah, bunda penasaran memangnya ayah ingin menjodohkan Resya dengan siapa? Terus duda beranak satu pula" tanya Aisyah penasaran


"Ada deh, kalo bunda lihat orangnya pasti langsung setuju apalagi bunda juga kenal banget sama orang itu" jawab Arnold tersenyum manis


"Siapa? Masa iya bunda kenal dengan teman ayah, selama bunda nikah dengan ayah ngga ada tuh teman ayah yang di kenalin ke bunda secara langsung, lebih sering kalo ada yang telpon lalu ayah hanya menjelaskan" ucap Aisyah sambil memikirkan sesuatu


"Intinya mah ada lah laki-laki yang pas untuk Resya, bunda juga pernah tuh mengagumi tuh laki" jawab Arnold pura-pura ketus


"Hah, kapan bunda mengagumi lelaki lain setelah menikah, waktu belum menikah pernah, tapi setelah menikah ngga tuh" ucap Aisyah meyakinkam suaminya


"Akh bunda suka pura-pura ngga tau dan ngga kenal" ucap Arnold  meledek istrinya

__ADS_1


"Ya Allah beneran ayah, semenjak nikah ngga kepikiran sama sekali untuk mengagumi laki-laki lain, kecuali artis, hihihi" ucap Aisyah senyum


"Sama aja dong orang biasa atau artis tetap mengagumi seseorang gimana sih bunda" ucap Arnold bete beneran


"Maafin bunda ya ayah, bunda hanya bercanda dan yang bunda omongin memang benar semenjak nikah mata bunda tertutup untuk lelaki lain, bunda hanya fokus sama ayah, apalagi sudah ada kaka dan Adi, pikiran bunda hanya ke kalian, ya sesekali memikir ayah ibu dan adik-adik aku saja, bunda akan terus berjuang untuk selalu mendampingi ayah dalam suka maupun duka" ucap tulus Aisyah yang memegang kedua pipi suaminya dan tersenyum lembut


"Terima kasih ya, bunda itu selalu memberikan aku semangat dan kuat untuk menjalani ombak-ombak dalam rumah tangga kita, ayah tidak akan pernah bosan berkata JANGAN PERNAH TINGGALIN AYAH DAN ANAK-ANAK hanya karena laki-laki lain, mungkin bunda bosan mendengar kata-kata itu" ucap Arnold menatap istrinya penuh cinta


"Sudah deh kenapa jadi galau begini sih, tadi kan lagi bahas laki-laki yang mau di jodohkan ke Resya" ucap Aisyah dengan mata berkaca-kaca


"Maaf jika ayah belum bisa buat bunda bahagia dan hidup senang" ucap Arnold tersenyum


"Kebahagian yang ayah berikan hanya bunda dan anak-anak yang merasakan, dengan ayah yang selalu memeberikan perhatian lebih kepada kita itu adalah kebahagian buat bunda dan anak-anak, untuk masalah kesenangan bunda udah senang kok kita menjalani hidup seperti ini, jangan memikirkan beban berat karena ayah menanggung kehidupan bunda dan anak-anak, jika ayah ada masalah berbagi lah masalah itu pada bunda jangan di simpan sendiri dan kita pun akan menghadapinya bersama" ucap Aisyah penuh dengan keyakinan


"Ayah beruntung banget punya pendamping hidup seperti bunda, bunda tidak pernah menuntut minta ini itu dengan ayah, bunda mau ayah ajak susah dirumah sederhana ini yang hanya penuh dengan kata cukup" ucap Arnold


"Dan ayah pun minta maaf lagi sebelum menikah dengan bunda, ayah pernah meninggalkan luka buat bunda, ayah pernah melakukan kekerasan sama bunda sampai kita hampir tidak jadi menikah" ucap Arnold kembali dengan sendu


"Itu hanya kisah lama bukan? seharusnya kita kubur dalam-dalam, dan semoga ayah tidak melakukan hal itu lagi sama bunda" ucap Aisyah sedih


"Walaupun itu luka lama tetap saja akan berbekas di hati bunda kan?"tanya Arnold penasaran


"Ya jujur ibarat kata kertas yang sudah kita remas-remas dan saat kita rapihkan lagi, kertas itu bisa rapih saat kita coba luruskan dengan di setrika tetapi bekas-bekas remasan itu akan terlihat jelas" jawab Aisyah


"Jangan di bahas lagi, sekarang kita istirahat, besok kan ayah janji sama anak-anak mau ngajak jalan-jalan"ucap Aisyah kembali

__ADS_1


__ADS_2